Anda di halaman 1dari 29

Case Report Bedah Saraf

Trigeminal
Neuralgia Dextra
Nurfarhati
19 April 2018
2

WELCOME TO MY
PRESENTATION
Laporan Kasus
3
Nama Pasien : Ny. S
Usia : 40 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kayangan, KLU
IDENTITAS Suku : Sasak
Agama : Islam
Tanggal Pemeriksaan : 17 April 2018
No RM : 009383

Presentation Title Here


Anamnesis
4
Keluhan Utama

Nyeri pada wajah sebelah kanan


5
Riwayat penyakit sekarang

Pasien datang ke poliklinik bedah saraf dengan keluhan nyeri pada


wajah sebelah kanan yang sudah dirasakan sejak 1 tahun
belakangan ini. Keluhan nyeri pada wajah sebelah kanan dirasakan
menjalar pada dahi, pipi, dan sekitar mata sebelah kanan. Nyeri
diakui pasien seperti ditarik dan terasa panas terutama jika
tersentuh, Nyeri dirasakan pasien terus menerus dan terkadang
berheti hampir setiap bulan, dan memberat jika pasien batuk.
Keluhan pada wajah sebelah kiri disangkal pasien. Keluhan kelainan
pada pendengaran disangkal
6
Riwayat penyakit dahulu
Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa,
Hipertensi (-), Diabetes (-), Asma (-)

Riwayat Pengobatan
Sebelumnya pasien sudah sering berobat namun tidak
pernah ada perbaikan dan pasien tidak mengetahui
nama obat yang diberikan

Presentation Title Here


7
Riwayat sosial ekonomi
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga dengan ekonomi keluarga
yang cukup

Presentation Title Here


8
Pemeriksaan Fisik (17 April 2018)
Status Generalis
Keadaan Umum : Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Pemeriksaan Fisik Vital Signs
TD : 130/90 mmHg
Nadi : 88x/menit, kuat angkat, reguler
Suhu : 36,9 derajat Celcius
Nafas : 20x/menit

Presentation Title Here


9

Thoraks
Kepala Inspeksi: simetris kiri dan kanan, deformitas (-),
Posisi : normocephali scar (-)
Penonjolan : (-) Palpasi: gerakan dinding dada simetris
Konjungtiva : anemis (-) Pulmo
Sklera : ikterik (-) Perkusi: sonor
Leher : tidak ada kelainan, Auskultasi: vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-
pembesaran (-)
Cor
Perkusi:
Batas jantung kanan: ICS II parasternal dextra
Batas jantung kiri: ICS VI linea aksilaris sinistra
Auskultasi:
S1S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)
Presentation Title Here
10

Abdomen Ekstremitas
Inspeksi: distensi (-), scar (-) Superior : hangat +/+, edema -/-
Auskultasi: Bising usus (+) normal Inferior : hangat +/+, edema -/-
Perkusi: timpani di seluruh lapang abdomen CRT <2 detik
Palpasi: nyeri tekan (-), hepatomegali (-),
splenomegali (-)

Presentation Title Here


11

1. GCS: E4 V5M6 3. Tanda rangsang Meningen:


2. Fungsi Luhur: Kaku kuduk : (-)
Reaksi emosi : Stabil Kernig : (-)
Intelegensia : Memadai Brudzinski I : (-)
Fungsi bicara : Normoaktif Brudzinski II : (-)
Fungsi psikomotor : Normoaktif Brudzinski III : (-)
Fungsi Psikosensorik : Normal Brudzinski IV : (-)

Presentation Title Here


Status Neurologis

N. I (olfaktorius) : SDE N. III, IV dan VI


N. II (optikus) Celah kelopak mata
Ptosis : -/-
OD OS Exophthalmus : -/-
SDE SDE
Ketajaman  Posisi bola mata : orthotrofia ODS
penglihatan  Pupil
Lapang SDE SDE
pandang Ukuran/bentuk : Ø 3/3 mm bulat
Funduskopi SDE SDE Isokor/anisokor : isokor
Refleks cahaya : RCL (+/+), RCTL (+/+)
Gerakan bola mata
Paresis : tidak ada
Nistagmus : tidak ada
N. V (Trigeminus) N. VII (fasialis)

Sensibilitas :
m.
m. m. orbikularis
N. V1 → normal, simetris Motorik
frontalis
orbicularis
oris
okuli
N. V2 → normal, simetris Istirahat simetris Simetris Simetris
N. V3 → normal, simetris
Motorik : Inspeksi/palpasi
Gerakan simetris Simetris Simetris
(istirahat/menggigit) normal
mimik
Refleks dagu/masseter : SDE
Refleks kornea : +/+ Pengecapan 2/3 lidah bagian depan: tde
N. VIII (Auditorius) N. IX, X(Glodsofaringeus, Vagus)

 Pendengaran : Normal  Posisi arkus faring (istirahat/vernet Rideau


 Tes Rinne/Weber : TDE phenomenon): simetris, uvula di tengah
 Fungsi vestibularis : TDE  Refleks menelan/muntah : -
 Pengecap 1/3 lidah bagian posterior : TDE
 Suara : (+)
 Takikardia/bradikardia : (-)
N. XI (Accecorius) N. XII (Hypoglosus)
 Memalingkan kepala dengan/tanpa tahanan:  Deviasi lidah : (-)
normal  Fasikulasi : (-)
 Mengangkat bahu : normal  Atrofi : (-)
 Tremor : (-)
 Ataksia : (-)
Superior Inferior
Motorik
Ekstremitas Dextra Sinistra Dextra Sinistra

Pergerakan Aktif Aktif Aktif Aktif

Kekuatan 5 5 5 5

Tonus Otot Normal Normal Normal Normal

Bentuk Otot Normal Normal Normal Normal


Refleks Fisiologis Refleks Patologis
Biceps : +3/+3 Hoffman : (- / -)
Triceps : +3/+3 Trommer : (- / -)
Patella : +3/+3 Babinsky : (-/ -)
Achilles : +3/+3 Chaddock : (- / -)
Gordon : (- / -)
Schaefer : (- / -)
Oppenheim : (- / -)
Gonda : (- / -)
Klonus Sensibilitas
 Lutut : (-)  Eksteroseptif : Nyeri → SDE
 Kaki : (-)  Suhu → TDE
 Raba halus → SDE
 Proprioseptif : Rasa sikap → TDE
 Nyeri dalam → TDE
 Fungsi kortikal : Diskriminasi → TDE
Stereognosis → TDE
19
Pasien seorang pereempuan usia 40 tahun datang ke poliklinik bedah
saraf dengan keluhan nyeri pada wajah sebelah kanan yang sudah
dirasakan sejak 1 tahun belakangan ini. Keluhan nyeri pada wajah
sebelah kanan dirasakan menjalar pada dahi, pipi, dan sekitar mata
sebelah kanan. Nyeri diakui pasien seperti ditarik dan terasa panas
RESUME terutama jika tersentuh, Nyeri dirasakan pasien terus menerus
hampir setiap bulan, dan memberat jika pasien batuk.

Keadaan umum pasien saat dibawa ke POLI kesadaran kompos


mentis, tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 84x/mnt, pernafasan
20x/mnt, suhu 36,90C. Sensorik N.VI: N / N, N.V2: N / N, N.V3: N /
N.

Presentation Title Here


20

Diagnosa Klinis : nyeri wajah sebelah kanan

ASSESSMENT Diagnosa Topis : Nervus trigeminus V1 dan V2

Diagnosa Etiologi : Neuralgia trigeminal

Presentation Title Here


21

Farmakoterapi
Bamgetol 2 x 200mg
Megabal 2 x 500mg
TERAPI
Pembedahan
Pro MVD (Microvascular Decompression)

Presentation Title Here


PEMERIKSAAN PENUNJANG
22
-Crossing root entry zone and trigeminalis kanan
kesan dengan arteri superior cerebellar kanan

- sinisitis maxillaris bilateral dan sphenoidalis


kiri

- retension cyst sinus sphenoidalis kanan

-Penebelan mukosa cavum nasi bilateral

Presentation Title Here


23

Quo ad vitam : dubia et bonam


Quo ad sanam : dubia et bonam
PROGNOSIS Quo ad functionam : dubia et malam

Presentation Title Here


24
Suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang
seperti tersengat listrik yang paroksismal dan terjadi selama
beberapa detik sampai di bawah satu menit adalah neuralgia
trigeminal. Disebut neuralgia trigeminal karena nyeri di
PEMBAHASAN wajah ini terjadi pada satu atau lebih saraf dari tiga cabang
saraf trigeminal. Pada pasien ini cabang yang terkena adalah
cabang 1 dan 2 kanan sehingga pasien merasakan sakit di
daerah pipi, dahi, sekitar mata, sebelah kanan yang
merupakan daerah persarafan dari N.V1 dan N.V2

Presentation Title Here


Rasa nyeri yang terjadi disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf
trigeminal sesuai dengan daerah distribusi persarafan salah satu cabang
saraf trigeminal yang diakibat oleh berbagai penyebab. Pada kebanyakan
kasus tampaknya yang menjadi etiologi adalah adanya kompresi oleh
salah satu arteri di dekatnya yang mengalami pemanjangan seiring
dengan perjalanan usia tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini dari
batang otak
Berdasarkan umur dan jenis kelamin pasien pun pasien memiliki resiko untuk terjadi
dekompresi pada saraf trigeminal oleh arteri (yang tersering arteri serebellaris anterior
atau arteri serebellaris anterior2) sehingga mengakibatkan nyeri. Berdasarkan penyebab
nyeri yang dialami oleh pasien maka dapat digolongkan sebagai neuralgia trigeminal
idiopatik atau neuralgia trigeminal primer. Sedangkan neuralgia trigeminal sekunder atau
neuralgia simtomatik biasanya diakibatkan oleh tumor metastasis, infark pontine, multiple
sclerosis, arteri-vena malformasi, dan lain-lain.
Sampai sekarang tidak ada uji spesifik dan definitif untuk neuralgia trigeminal. Pemeriksaan radiologis
seperti CT scan dan MRI dilakukan bukan untuk menegakkan diagnosis melainkan untuk
menyingkirkan kemungkinan adanya penyebab nyeri wajah lain.

Kunci diagnosis adalah riwayat serangan sebelumnya. Khas gejala dari trigeminal neuralgia adalah
serangan paroksismal berlangsung beberapa detik tidak sampai 2 menit, nyeri menyebar
sepanjang satu atau lebih dari cabang nervus trigeminus, onset danterminasinya tiba-tiba, kuat,
tajam, superfisial, serasa menikam atau membakar, intensitas nyeri hebat dan biasanya
unilateral, nyeri dapat dipicu oleh trigger zone yang terletak kontra atau ipsilateral, serangan
bersifat stereotipik, tidak ada kelainan neurologis lain, di antara serangan tidak ada gejala sama
sekali.

Berdasarkan hasil anamnesis yang didapatkan dari pasien gejala khas dari trigeminal neuralgia di atas
semuanya dialami oleh pasien sehingga menguatkan diagnosis neuralgia trigeminal
Obat untuk mengatasi neuralgia trigeminal biasanya cukup efektif. Obat ini akan memblokade
sinyal nyeri yang dikirim ke otak sehingga nyeri berkurang. Beberapa obat yang biasa
diresepkan antara lain carbamazepine (tegretol). Carbamazepine yang merupakan terapi lini
pertama efektif dalam pengendalian nyeri. Jika memang terapi farmakologi tidak lagi efektif
atau memiliki efek samping yang mambahayakan pasien maka terapi bedah dapat dilakukan
contohnya Microvascular Decompression

Penyakit ini tidak mengancam nyawa tapi kurang baik karena sering residif dan dapat membuat
pasien depresi karena nyeri yang spontan dapat timbul karena aktivitas sehari-hari dan
membuat pasien tidak mampu berbuat apa-apa karena kesakitan luar biasa.
Thank You!