Anda di halaman 1dari 96

OLEH : VENI DAYU PUTRI, S.Si, M.

Si
Pengertian Lipid

 Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh


dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaian
hidrokarbon.
 Lipid bersifat amfilik, artinya lipid mampu
membentuk struktur seperti vesikel, liposom,
atau membran lain dalam lingkungan basah.
 Istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai
sinonim dari lemak.

2
 Pada umumnya lipid merupakan konduktor panas yang jelek,
sehingga lipid dalam tubuh mempunyai fungsi untuk mencegah
terjadinya kehilangan panas dari tubuh.
 Makin banyak jumlah lemak, makin baik fungsinya
mempertahankan panas dalam tubuh.
 Pada proses oksidasi 1 gram lemak dihasilkan energi sebesar 9
kkal, sedangkan 1 gram karbohidrat maupun protein hanya
menghasilkan 4 kkal.
 Berfungsi melindungi organ-organ tubuh tertentu dari
kerusakan akibat benturan atau goncangan.
 Lemak juga merupakan salah satu bahan makanan yang
mengandung vitamin A, D, E, K.
 Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam
lemak dan turunan-turunannya termasuk tri-, di-,
dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit
yang mengandung sterol, seperti kolestrol.

 Meskipun manusia dan mamalia memiliki


metabolisme untuk memecah dan membentuk
lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan
melalui cara ini dan harus diperoleh melalui
makanan.

4
SUMBER LEMAK
EKSOGEN: DARI MAKANAN( LEMAK
HEWANI DAN NABATI)
ENDOGEN: DISINTESA OLEH TUBUH
SENDIRI DARI ASETIL KoA
SUMBER ASETILKoATERBESAR
ADALAH DARI GLUKOSA

5
JARINGAN ADIPOSA DAN MOBILISASI LEMAK

• Di dalam jaringan adiposa, simpanan triasilgliserol secara


terus menerus akan mengalami reaksi hidrolisis dan
reesterifikasi.
• Kedua reaksi tersebut ( Hidrolisis dan reesterifikasi ) akan
menentukan besarnya asam lemak bebas yang dijumpai
di dalam jaringan adiposa.

• Asam lemak bebas tersebut berhubungan erat dengan


kadar asam lemak bebas dalam plasma darah, bahkan sampai
ke jaringan.

PENGARUH HORMON TERHADAP METABOLISME LEMAK DI


JARINGAN ADIPOSA

Pembebasan asam lemak (yang merupakan hasil lipolisis


triasilgliserol di jaringan adiposa) ke dalam sirkulasi darah
ternyata dipengaruhi oleh beberapa hormon tertentu.

6
Berikut adalah hormon – hormon yang bisa berpengaruh terhadap
jaringan adiposa :
• Insulin
• Epinefrin
• Norepinefrin
• Glukagon
• ACTH ( adrenocorticotropic hormone )
• TSH ( tiroid stimulating hormone )
• GH ( growth hormon )
• Vasopresin

Pengaruh hormon Insulin :


Di dalam jaringan adiposa, kerja utama insulin adalah
menghambat aktivitas :

HORMON SENSITIVE LIPASE

Jadi, mengurangi lipolisis Triasilgliserol, atau dengan kata lain


akan mengurangi jumlah asam lemak bebas ( FFA ) dan gliserol
yang dijumpai di jaringan adiposa.
7
Pengaruh hormon lainnya :
Hormon lainnya bekerja mempercepat pembebasan asam
lemak dari jaringan adiposa ke sirkulasi darah, berarti
bersifat meningkatkan kadar asam lemak bebas yang terdapat
di dalam plasma darah, yang berasal dari produk lipolisis
triasilgliserol di dalam jaringan adiposa.

Dasar kerjanya adalah :


Hormon – hormon tersebut meningkatkan aktivitas enzim
adenilat siklase; dengan kata lain meningkatkan produksi
Senyawa cAMP

Sedangkan cAMP bersifat mengaktifkan enzim protein kinase,


yaitu enzim yang mengaktifkan “ hormon sensitive lipase “;
yang berarti pula meningkatkan lipolisis.

8
KATABOLISME LEMAK

Ada 3 tahap:
1. Pemecahan molekul lemak dalam jaringan
adiposa oleh bantuan enzim lipase
2. Aktivasi asam lemak oleh asil KoA
sintetase
3. Oksidasi sempurna asam lemak

9
10
Dalam matriks mitokondria:
1. Pelepasan 2 unit karbon asam lemak secara oksidatif dan berulang mulai dari
ujung karbonil asam lemak hingga dihasilkan molekul asetil KoA
2. Oksidasi residu asetil KoA menjadi CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat

11
O
O- asam
R C H2 C H2 C le m a k
ATP
KoA-SH Mg2+
as i l K o A s i n t e t a s e
A MP + PPi aktivasi 1
O
asil K o A
R C H2 C H2 C SK oA
A s a m l e ma k aktif

m e m b r a n mitokondria p e n g a ngku ta n karnitin

O
Asil K o A R C H2 C H2 C SK oA
oksidasi 2
FAD
as i l K o A 2 P

dehidrogenase FAD H 2 H 2O
Rantai respirasi
O
trans-enoil K o A R CH CH C SK oA
H 2O
Enoil K o A hidratase
Hidrasi 3
OH O

L ( + ) - 3 h i d r o k s i as i l K o A R CH C H2 C SK oA

NAD+ oksidasi 4
L ( + ) - 3 h i d r o k s i as i l K o A
3 P
dehidrogenase
NA DH + H+ H 2O
Rantai respirasi
O O
3-ketoaasil-KoA R C C H2 C SK oA

K oA - S H
Tiolase
tiolisis 5
O O
R C SK oA H 3C C SK oA
as et i l K o A
asi l K o A

siklus

asam

sitrat 12
Energi yang dihasilkan
 Pada setiap putaran degradasi akan dihasilkan: satu FADH2, satu NADH
dan satu molekul asetil KoA.
 Tiap NADH menghasilkan tiga molekul ATP dan tiap FADH2
menghasilkan dua molekul ATP selama fosforilasi oksidatif.
 Setiap asetil KoA menghasilkan 12 ATP dalam oksidasi siklus asam sitrat.
 Total sekali putaran degradasi asam lemak menghasilkan 17 molekul
ATP.

13
Jenis-Jenis Lipid

 Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:


1) Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan
asam lemak tak jenuh
2) Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan
fosfogliserida
3) Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan
glikolipid
4) Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid
dan malam

14
1. Asam Lemak

 Asam lemak merupakan asam


monokarboksilat rantai panjang.
 Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
 Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12
sampai dengan C24.

15
 Ada dua macam asam lemak yaitu:
a) Asam lemak jenuh (saturated fatty acid)
adalah
asam lemak yang tidak memiliki ikatan
rangkap.
 Struktur Asam Lemak Jenuh :

16
b) Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty
acid) adalah asam lemak yang memiliki satu
atau lebih ikatan rangkap.
 Struktur Asam Lemak Tak Jenuh :

17
Tabel. Asam lemak pilihan dan sumbernya

Nama Asam Struktur Sumber


Jenuh
Butirat C3H7COOH Lemak susu

Palmitat C15H31COOH Lemak hewani dan nabati

Stearat C17H35COOH Lemak hewani dan nabati

Kaproat C5H11COOH Lemak hewani dan nabati

Tak-jenuh
Palmitoleat C15H29COOH Lemak hewani dan nabati

Oleat C17H33COOH Lemak hewani dan nabati

Linoleat C17H31COOH Minyak nabati

Linolenat C17H29COOH Minyak biji rami

Arakidonat C21H31COOH Minyak nabati


18
2. Gliserida
A. Gliserida netral adalah campuran ester antara asam
lemak dengan gliserol.
 Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai
simpanan energi (berupa lemak atau minyak).
 Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3
asam lemak yang tidak harus sama.
 Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut
monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak
disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam
lemak dinamakan trigliserida.
 Trigliserida merupakan cadangan energi penting
dari sumber lipid.
19
 Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida.
 Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya
adalah:
1. Lemak :
-Umumnya diperoleh dari hewan
-Berwujud padat pada suhu ruang
-Tersusun dari asam lemak jenuh
2. Minyak :
-Umumnya diperoleh dari tumbuhan
-Berwujud cair pada suhu ruang
-Tersusun dari asam lemak tak jenuh

20
 Struktur Gliserida Netral

21
B. Fosfogliserida (Fosfolipid)
 Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak
termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu
rantai asam lemak.

 Penggunaan fosfogliserida adalah:


1. Sebagai komponen penyusun membran
sel.
2. Sebagi agen emulsi.

22
 Stuktur Fosfolipid

23
3. Lipid kompleks
 Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid
dengan molekul lain.
 Contoh penting dari lipid kompleks adalah
lipoprotein dan glikolipid.
 Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid
dengan protein.
 Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang
masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid,
yaitu:

24
1. Kilomikron.
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi
trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali ginjal.

2. VLDL (very low - density lypoproteins).


VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan
mengangkutnya menuju jaringan lemak.

3. LDL (low - density lypoproteins).


LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan
perifer.

4. HDL (high - density lypoproteins).


HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut
kolesterol ke hati.
25
4.Lipid non gliserida
 Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol.
 Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul
non gliserol.
 Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid,
steroid, kolesterol dan malam.
a) Sfingolipid
-Sfingolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan
dari lemak.
-Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai
penyusun selubung mielin serabut saraf.
-Pada manusia, 25% dari lipid merupakan sfingolipid.
26
 Struktur Sfingolipid

27
b) Steroid
 Beberapa hormon reproduktif merupakan
steroid, misalnya testosteron dan progesteron.
 Steroid lainnya adalah kortison.
 Hormon ini berhubungan dengan proses
metabolisme karbohidrat, penanganan penyakit
arthritis rematoid, asthma, gangguan
pencernaan dan sebagainya.

28
 Struktur Steroid

29
c) Kolesterol
 Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid
yang menyusun membran plasma.
 Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri.
 Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri,
yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah
karena arteri menyempit, penurunan kemampuan
untuk meregang.
 Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan
infark miokard dan stroke.

30
 Struktur Kolestrol

31
d) Malam/lilin (waxes).
 Malam tidak larut di dalam air dan sulit
dihidrolisis.

 Malam sering digunakan sebagai lapisan


pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain.

 Malam merupakan ester antara asam lemak


dengan alkohol rantai panjang.

32
Fungsi Lipid
 Sebagai makanan
 Isolator lemak adalah penghantar panas yang buruk,
menghalangi keluarnya panas dari tubuh
 Sebagai zat pelindung
 Digunakan pada pembuatan sabun
 Digunakan pada pembuatan gliserol
 Sebagai cat pakaian minyak, digunakan minyak
pengering yang mengandung sisa asam lemak dengan
banyak ikatan C-C dan dapat dioksidasi pada suhu
kamar, membentuk zat yang keras dan tahan air
(water proof)

33
OKSIDASI ASAM LEMAK
 Oksidasi LCFA jalur metabolisme penghasil energi utama
pada hewan, bbrp protista, dan beberapa bakteri

 Elektron dr proses oksidasi FA melewati rantai respirasi


mitokondria menghasilkan ATP
(asetil ko A hasil oksidasi FA dioksidasi sempurna
menjadi CO2 mll TCA ATP sintesis)

 Pada bbrp vertebrata Asetil ko A hsl β oksidasi


diubah menjadi badan keton di hati (larut dlm air) dan di
transpor ke otak dan jaringan lain pd saat gula tidak tersedia

 Pada tumbuhan asetil koA berfungsi utama sebagai


prekursor biosintesis
34
Pengaturan Oksidasi Asam Lemak

 Oksidasi asam lemak diatur melalui rantai


transpor elektron dalam mitokondria, yaitu;
kebutuhan akan ATP.
 Otot cenderung menggunakan asam lemak
sebagai bahan bakar. Disaat asam lemak
melimpah, oksidasi glukosa otot dihambat.
 Setelah diet tinggi karbohidrat, akan terjadi
sintesis asam lemak dalam hepar. Oksidasi asam
lemak di dalam hepar dihambat oleh malonil
KoA (suatu zat antara yang terdapat pada sintesis
asam lemak).

35
Oksidasi-

 Adalah proses oksidasi asam lemak dalam


mitokondria.
 Rangkaian reaksi berulang oksidasi-b ialah;
- dehidrogenasi (asil KoA dehidrogenase)
- hidrasi (enoil KoA hidratase)
- oksidasi (b-hidroksi asil KoA dehidrogenase)
- tiolisis (b-keto tiolase)
 Proses berlangsung sampai tinggal asetil KoA.
 Bertujuan untuk menghasilkan; Asetil KoA,
NADH,& FADH2
36
Oksidasi-

37
38
Step 1 : dehidrogenasi / oksidasi

• Berperan pada pembentukan rantai ganda antara atom


C2 – C3.
• Mempunyai akseptor hidrogen FAD+.
• Antara asam lemak yg berbeda panjangnya beda
enzimnya,
39
Step2 : Hidratasi

• Mengkatalisis hidrasi trans


enoyl CoA
• Penambahan gugus hidroksi
pada C no. 3
• Ensim bersifat stereospesifik
• Menghasilkan 3-L-
hidroksiasil Co. A

40
Step 3 : dehidrogenasi

• Mengkatalisis oksidasi -OH pada C no. 3 / C β 


menjadi keton

• Akseptor elektronnya : NAD+


41
Step 4 : thiolisis

• β-Ketothiolase  mengkatalisis pemecahan ikatan


thioester.
• Acetyl-CoA  dilepas dan tersisa asam lemak asil ko A
yang terhubung dgn thio sistein mll ikatan tioester.
• Tiol HSCoA menggantikan cysteine thiol, menghasilkan
fatty acyl-CoA (yang telah berkurang 2 C).
42
Oksidasi Asam Lemak Rantai Ganjil

 Oksidasi berlangsung dengan cara yg sama sampai


terbentuk penggal tiga karbon, propionil KoA.
 Karboksilasi propionil KoA menghasilkan
metilmalonil KoA, selanjutnya menjadi suksinil
KoA (zat antara pada siklus asam sitrat).
 Suksinil KoA dioksidasi lebih lanjut dalam siklus
asam sitrat.

43
Oksidasi Asam Lemak Tidak Jenuh
 Oksidasi berlangsung dengan cara yg sama
dgn oksidasi-, sampai bertemu dengan
atom C yg mengandung ikatan tak jenuh.
 Proses ini memerlukan suatu enzim
reduktase & isomerase .
 Reduktase bekerja pada ikatan rangkap
lebih dari satu, sampai tinggal hanya satu
ikatan rangkap.
 Isomerase merubah konfigurasi sis ke trans.
 Kemudian oksidasi- berlangsung kembali.

44
Oksidasi-

 Oksidasi ini berlangsung pada asam lemak


dengan rantai; - cabang (asam fitanat)
- sangat panjang (otak
&saraf)
 Proses oksidasi berlangsung pada C-,
dimana satu karbon dikeluarkan dari ujung
karboksil rantai asam lemak dan dibebaskan
sebagai CO2.
 Karbon asam lemak sisanya dapat
menerus- kan oksidasi-.
45
Oksidasi-

 Oksidasi ini berlangsung pada asam lemak


rantai cabang yang mengandung banyak
atom C.
 Gugus metil di ujung- diubah menjadi
gugus karboksil, sehingga terbentuk suatu
asam dikarboksilat.
 Sesudah terikat dengan KoA, oksidasi-
dapat berlangsung dari kedua ujung
karboksil.

46
Oksidasi Badan Keton

 Badan keton dibentuk pada keadaan sel


kekurangan karbohidrat; puasa & diabetes.
 Asam lemak yg berasal dari jaringan adiposa
dibawa ke hepar utk menjadi asetil KoA
dalam mitokondria.
 Bila terdapat sedikit karbohidrat dlm sel,
maka sebagian besar oksaloasetat daur
Krebs menjalani glukoneogenesis agar
menghasilkan glukosa.
 Akibatnya hanya tinggal sedikit oksaloasetat
yang dapat berkondensasi dgn asetil KoA.
47
Oksidasi Badan Keton
 Akibatnya kelebihan asetil KoA diubah
menjadi badan-badan keton.
 Badan keton terdiri dari; - asetoasetat
- aseton
- -hidroksibutirat
 Badan keton selanjutnya dilepaskan ke dalam
aliran darah dan dapat digunakan sebagai
bahan bakar oleh semua sel.
 Zat-zat ini bersifat asam, sehingga
menyebabkan penurunan pH darah dengan
cepat (asidosis metabolik).
48
Ketogenesis

49
KETOSIS/KETOASIDOSIS
KETOASIDOSIS ADALAH KETOSIS YANG
LANJUT.
KETOSIS : =KELAPARAN
= DIET TINGGI LEMAK
= LATIHAN BERAT
KETOASIDOSIS: = DIABETES MELITUS

50
Keuntungan Badan Keton

 Dua asetil KoA yg berasal dari asetoasetat


tidak menghasilkan 24 ATP seperti daur Krebs
yang biasa, tetapi hanya 23 ATP karena satu
ATP digunakan untuk mengaktifkan
asetoasetat.
 Hepar & jaringan lain menggunakan sebagai
sumber energi.
 Selama kelaparan/puasa jangka panjang (>
10 hari), otak dpt mengoksidasi badan keton.
 Protein otot dapat dihemat.

51
BIOSINTESIS ASAM LEMAK
= BAHAN DASAR ADALAH “ASETILKoA”
= FISIOLOGIS “ASETILKoA” BERASAL DARI
“ GLUKOSA “
= SINTESA LEMAK DISTIMULI INSULIN
MELALUI ENZIM ASETILKoAKARBOKSILASE
= ENERGI SINTESA LEMAK BERASAL DARI
HMP SHUNT ( NADPH )
= ASAM LEMAK DIESTERIFIKASI DI JAR
ADIPOSA. BILA >>> OBESITAS

52
53
54
Tempat terjadinya sintesa lemak
(endogen)
PADA SEL HATI

ADIPOSA
Glukosa asetilKoA

Gliserol + asam lemak DARAH

trigliserida VLDL

55
LIPOGENESIS/BIOSINTESA ASAM LEMAK

1. LIPOGENESIS terjadi di adiposa


a. lipogenesis yang bersumber dari usus (kilom)
b. lipogenesis yang bersumber dari hati ( VLDL)
2. BIOSINTESA ASAM LEMAK adalah asam
lemak yang disintesa oleh tubuh dari glukosa
di hati setelah melebihi cadangan glikogen

56
 Sintesis Asam lemak  baik pada eukariotik dan
prokariotik sama pada umumnya

 Biosintesis terdiri dari 3 langkah terpisah :


 Biosintesis asam lemak dari asetil CoA
 Pemanjangan rantai asam lemak
 Desaturasi

 Lokasi dari masing2 langkah :


Biosintesis FA  di sitosol,
elongasi  di mitokondria dan ER,
desaturasi di ER

 Biosintesis as lemak  membutuhkan malonil Co A


sebagai substrat
57
 Diperlukan ATP untuk sintesis
 Reaksi biosintesis asam palmitat:
Dari 8 acetyl-CoAs diperlukan  7 ATPs +14
NADPHs

 Ensim sintesis merupakan ensim komplek :


fatty acid synthase yg td. 2 rantai polipeptida

58
BIOSINTESIS ASAM LEMAK

59
Perbedaan oksidasi dan biosintesis

Biosintesis Oksidasi

Lokasi intraseluler Sitosol Mitokondria

Pembawa gugus asil ACP KoA

Bentuk partisipasi unit 2 karbon Malonil KoA Asetil KoA

Bentuk stereoisomerik gugus 3- D L


hidroksiasil
Senyawa pemberi atau penerima NADPH FAD, NAD+
elektron
CO2 sebagai senyawa yang terlibat Ya Tidak

60
METABOLISME KOLESTEROL
FUNGSI KOLESTEROL

1. Kolesterol merupakan komponen penting dalam struktur


pembentuk membran sel (Karena sifat kolesterol sebagai
lipid amfipatik)

2. Dari kolesterol, akan dibentuk 5 kelas hormon steroid utama,


yaitu :
 Progestagen
 Glukokortikoid
 Mineralokortikoid
 Androgen
 Estrogen

3. Vitamin D yang berperan penting pada pengendalian kalsium


dan fosfor, dibentuk dari suatu derivat kolesterol dengan
bantuan cahaya

4. Merupakan pembentuk garam – garam empedu


61
62
63
SUMBER - SUMBER KOLESTEROL

Kolesterol tubuh berasal dari 2 sumber, yaitu


1. Dari diet
2. Dari hasil sintesa di dalam tubuh
BIOSINTESIS KOLESTEROL

Organ utama pembentuk kolesterol adalah : hepar dan


cukup banyak pula yang diproduksi oleh usus halus

( Walaupun pada dasarnya semua jaringan tubuh yang


mengandung sel – sel berinti mampu mensintesis
kolesterol.)

Fraksi mikrosomal ( retikulum endoplasmik ) dan sitosol sel


terutama bertanggung jawab atas sintesis kolesterol.

64
BIOSINTESIS KOLESTEROL DIBAGI MENJADI BEBERAPA
TAHAP :

1. Pembentukan mevalonat
2. Pembentukan isopentenil difosfat
3. Pembentukan skualen
4. Pembentukan kolesterol

65
Pembentukan mevalonat

66
Pembentukan isopentenil difosfat

67
Pembentukan skualen

68
69
Pembentukan kolesterol

70
71
TRANSPORT KOLESTEROL DI DALAM TUBUH

- Kolesterol yang berasal dari makanan akan bercampur dengan


kolesterol yang disintesis dalam usus dan kemudian disatukan
di dalam kilomikron

( Dari kolesterol yang diserap tubuh, 80% - 90% akan mengalami


esterifikasi dengan asam lemak rantai panjang di dalam mukosa
usus, membentuk ester kolesteril )

- Ketika kilomikron bereaksi dengan lipoprotein lipase untuk


membentuk sisa kilomikron, hanya sekitar 5% ester kolesteril
yang hilang.

- Sisa ester kolesteril tersebut selanjutnya diambil oleh hepar


ketika sisa kilomikron bereaksi dengan reseptor apo E
dan dihidrolisis menjadi kolesterol bebas di dalam hepar

72
- Kemudian, VLDL yang terbentuk dalam hepar akan
mengangkut kolesterol ke dalam plasma

- Sebagian besar kolesterol dalam VLDL tertahan di dalam


sisa VLDL ( IDL )

- IDL akan diambil oleh hati, atau diubah menjadi LDL

- LDL selanjutnya akan diambil oleh reseptor LDL dalam


hati dan jaringan ekstra hepatik

LANGKAH – LANGKAH PEMASUKAN KOLESTEROL KE


DALAM SEL MELALUI VLDL

- Apolipoprotein B-100 yang terdapat pada permukaan partikel


LDL, akan mengikat suatu reseptor protein yang spesifik
pada membran plasma sel – sel nonhepatik

73
- Kompleks LDL reseptor itu akan mengalami internalisasi melalui
proses endositosis ( yaitu bagian dari membran plasma di sekitar
kompleks itu akan melekuk ke dalam kemudian menyatu dan
membentuk suatu vesikel endositik )

- Vesikel – vesikel ini ( yang mengandung VLDL ), kemudian


akan berfusi dengan lisosom yang mengangkut bermacam –
macam enzim pencernaan.

- Komponen protein LDL dihidrolisa menjadi asam amino bebas.


Ester kolesterol dihidrolisis oleh lipase asam di lisosom.
Reseptor LDL sendiri biasanya kembali utuh ke membran
plasma.

- Kolesterol bebas kemudian dapat digunakan untuk biosintesis


membran, dll. Selain itu, kolesterol itu dapat pula mengalami
reesterifikasi untuk disimpan di dalam sel.

74
Faktor –faktor yang berpengaruh thd kadar kolesterol di
dalam sel

75
CATATAN :

Reseptor LDL sendiri juga mengalami pengaturan umpan balik.


Bila kolesterol berlebihan di dalam sel, maka reseptor LDL yang baru
tidak akan disintesis, sehingga pengambilan kolesterol tambahan dari
plasma akan dihambat

76
PERANAN HDL DALAM METABOLISME KOLESTEROL

HDL memiliki peranan penting dalam metabolisme trigliserida


dan metabolisme kolesterol

HDL mengandung suatu enzim, yaitu LCAT : Lesitin Colesterol


Asiltransferase, serta aktivator enzim tersebut ( Apoprotein A-I)

Fungsi enzim LCAT adalah : mengubah fosfolipid permukaan


dan kolesterol bebas menjadi ester kolesteril serta lisolesitin

Siklus HDL yang dikenal sebagai pengangkutan balik kolesterol :


menjelaskan proses transportasi kolesterol dari jaringan ke
hepar

77
Dengan teresterifikasinya kolesterol dalam
HDL, perbedaan ( gradien ) konsentrasi akan
terjadi dan menarik kolesterol dari jaringan
serta lipoprotein lainnya.

Akibatnya HDL3 menjadi kurang padat, dan


terbentuklah HDL2

Selanjutnya HDL2 ini akan membawa


kolesterol ke dalam hepar

78
SEKRESI KOLESTEROL

Akhirnya, semua kolesterol yang ditujukan untuk dibuang dari tubuh


harus memasuki hati dan diekskresi dalam empedu, baik sebagai :
• Kolesterol
• Garam empedu

Garam – garam empedu adalah derivat polar yang berasal dari


kolesterol.

Baik kolesterol maupun garam empedu akan diekskresikan dalam


faeces.

79
80
Garam empedu disintesis di hati, disimpan dan mengalami
pemekatan di kandung empedu, dan kemudian disalurkan ke
usus halus

81
PENGATURAN METABOLISME KOLESTEROL

Sintesis kolesterol dikendalikan oleh pengaturan


HMG – KoA Reduktase

Di sini terdapat mekanisme umpan – balik,


dimana HMG – KoA dihambat oleh :
MEVALONAT dan oleh KOLESTEROL

Hormon insulin atau hormon tiroid akan


meningkatkan aktivitas HMG – KoA reduktase

Hormon glukagon atau glukokortikoid akan


menghambat aktivitas HMG - KoA

82
HUBUNGAN ANTARA KOLESTEROL DENGAN
ATEROSKLEROSIS
Aterosklerosis adalah penyakit yang ditandai dengan
penumpukan kolesterol dan esterkolesteril dari lipoprotein
yang mengandung apo B – 100 dalam jaringan ikat dinding
arteri

Penyebab aterosklerosis adalah : adanya keadaan


hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia disebabkan oleh :

1. FAKTOR HEREDITER
Terdapat defek molekuler berupa tidak adanya ( defisiensi )
reseptor LDL yang berfungsi baik.
Sehingga proses masuknya LDL ke hati dan sel-sel lain akan
terhambat. Akibatnya kadar LDL-kolesterol plasma akan
meningkat

83
2. PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL DARAH OLEH
BERBAGAI HAL, ANTARA LAIN :

• Diet tinggi kolesterol dan tinggi asam lemak jenuh

• Peningkatan faktor – faktor yang mengakibatkan


kenaikan asam lemak bebas dalam darah
( stress emosional, minum kopi, nikotin dalam rokok,
penyakit diabetes melitus,dll )

Penyebab asam lemak jenuh dapat meninggikan konsentrasi


kolesterol, serta asam lemak tak jenuh dapat menurunkan kolesterol
sampai sekarang belum jelas.

Namun ada beberapa hipotesis, yaitu :


• Diet tinggi palmitat ( asam lemak jenuh ) akan mengambat
konversi kolesterol menjadi asam empedu )
• Asam lemak jenuh akan menyebabkan penurunan jumlah
reseptor LDL
• Asam lemak tak jenuh mampu meningkatkan jumlah reseptor
LDL
84
PENGANGKUTAN DAN PENYIMPANAN LIPID

PENGANGKUTAN LIPID DALAM PLASMA DARAH

Lipid adalah suatu zat hidrofobik, sedangkan plasma darah


adalah lingkungan aqueus (air).
Hal tersebut dapat diatasi dengan:
membentuk kompleks LIPOPROTEIN yang hidrofilik
Kompleks lipoprotein tersebut terdiri dari:
lipid nonpolar ( triasilgliserol dan ester kolesteril ),lipid
amfipatik ( fosfolipid dan kolesterol ),dan protein

85
4 KELOMPOK UTAMA LIPOPROTEIN :

1.KILOMIKRON
2.VLDL ( Very Low Density Lipoprotein )
3.LDL ( Low Density Lipoprotein )
4.HDL ( High Density Lipoprotein )
LIPOPROTEIN LIPID APO - MEKANISME PEMINDAHAN LIPID
UTAMA PROTEIN
Kilomikron Triasilgliserol B-48, C, E Hidrolisis oleh lipoprotein lipase
dari diet

Sisa kilomikron Ester kolesterol B-48, E Endositosis yang diperantarai oleh reseptor
dari diet dari hati

VLDL (Very Low Triasilgliserol B-100, C, E Hidrolisis oleh lipoprotein lipase


Density Lipoprotein) endogen

IDL (Intermediate Ester kolesterol B-100, E Endositosis yang diperantarai oleh reseptor di
Density Lipoprotein) endogen hati dan konversi menjadi LDL

LDL ( Low Density Ester kolesterol B-100 Endositosis yang diperantarai oleh reseptor di
Lipoprotein ) endogen hati dan di jaringan lain

HDL ( High Density Ester kolesterol A Pemindahan ester kolesterol ke IDL dan LDL
Lipoprotein ) endogen

Dari : Biokimia - Lubert Stryer (1995 )


86
APOPROTEIN

Lipoprotein mengandung ( satu atau lebih ) molekul protein


yang disebut : APOPROTEIN.

Apoprotein ini ada yang bersifat menyatu (integral) dengan


lipoprotein sehingga sukar untuk dilepaskan. Dan ada pula
apoprotein yang mudah berpindah dari satu lipoprotein ke
lipoprotein yang lain

Fungsi Apoprotein :
•Merupakan kofaktor enzim
• Dapat bertindak sebagai protein pemindah lipid
• Bertindak sebagai “ligan” untuk interaksi dengan reseptor
lipoprotein dalam jaringan

Ada beberapa jenis apoprotein yang diketahui , masing –


masing diberi tanda / simbol menurut tatanama ABC

87
1. Kilomikron

Kilomikron dibentuk oleh sel – sel usus.


Fungsi kilomikron adalah mengangkut lipid dari makanan di
lumen usus ( terutama triasilgliserol ) ke dalam peredaran
darah
Sintesis Kilomikron :

• Apoprotein B disintesis oleh ribosom dalam retikulum


endoplasmik yang kasar
• Disatukan dengan lipoprotein dalam retikulum
endoplasmik yang halus (yang merupakan tempat
sintesis triasilgliserol)
• Lipoprotein mengalir melalui aparatus Golgi
• Kilomikron dilepas dari sel usus melalui penyatuan
vakuola dengan membran sel (pinositosis balik)
Kemudian kilomikron akan mengalir melalui ruang
antar-sel usus dan akhirnya akan berjalan ke dalam
sistem limfatik.

88
2. VLDL (very low density lipoprotein) :

• VLDL dibentuk oleh sel – sel parenkim


hepar

• Fungsi VLDL adalah mengangkut


triasilgliserol ( terutama ) dan kolesterol
yang melebihi kebutuhan hepar untuk
dibawa ke jaringan di luar hepar ( jaringan
ekstra hepatik ) 89
Sintesis VLDL :

• Apoprotein B disintesis oleh ribosom dalam retikulum


endoplasmik yang kasar
• Disatukan dengan lipoprotein dalam
retikulum endoplasmik yang halus ( yang
merupakan tempat sintesis triasilgliserol)

Komponen VLDL t.d : TAG, kolesterol, fosfolipid, apoB-100.


• Lipoprotein mengalir melalui aparatus Golgi.
• VLDL dilepas dari sel hati melalui penyatuan vakuola
dengan membran sel ( pinositosis balik ). Kemudian VLDL
akan disekresikan oleh sel parenchym hepar ke dalam
ruang Disse dan kemudian ke dalam sinusoid hepatika
lewat fenestra dalam lapisan endotel.
• Di dlm darah, HDL memindahkan apoC11 dan apoE serta
ester kolesterol ke VLDL.
• Di dlm darah, VLDL diubah mjd IDL melalui digesti TAG
oleh LPL pd endotel.

90
3. LDL (Low Density Lipoprotein)

• Sebagian besar LDL dibentuk dari VLDL


• Merupakan bentuk dalam tahap akhir metabolisme VLDL
• Fungsi LDL adalah untuk transport kolesterol ke
jaringan perifer dan mengatur sintesis kolesterol de novo

( Jadi bisa dikatakan bahwa LDL merupakan pengangkut


kolesterol utama di dalam tubuh )
91
4. HDL (High Density Lipoprotein)

HDL disintesis dan disekresikan baik oleh hepar maupun


oleh intestinum (namun HDL nascent dari intestinum tidak
mengandung apolipoprotein C dan E, tapi hanya
mengandung apolipoprotein A ).

Jadi, apo C dan E disintesis dalam hepar dan dipindahkan


kepada HDL intestinum ketika HDL ini memasuki plasma
darah.

Fungsi HDL adalah bertindak sebagai tempat penyimpanan


untuk apo C dan apo E yang dibutuhkan dalam metabolisme
kilomikron dan VLDL

Fungsi lainnya adalah mengambil kolesterol yang


dilepaskan ke dalam plasma dari sel – sel yang mati dan
Dari membran sel yang mengalami pergantian

92
KELAINAN METABOLISME LIPID
1. Penyakit Gaucher. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan
glukoserebrosidase (produk metabolisme lemak) di dalam jaringan.Penyakit
gaucher adalah lipidosis yang paling sering terjadi. Penyakit Gaucher
banyak ditemukan pada orang-orang Yahudi Ashkenazi (Eropa
Timur).Penyakit Gaucher menyebabkan pembesaran hati dan limpa, serta
timbulnya pigmentasi coklat di kulit. Akumulasi glukoserebrosidase pada
mata menyebabkan timbulnya bintik-bintik kuning, yang disebut pinguecula.
Akumulasi di sumsum tulang bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan
tulang.
2. Penyakit Tay-Sachs. Penyakit Tay-Sachs menyebabkan penumpukan
gangliosida, yang merupakan produk metabolisme lemak, di dalam
jaringan. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang-orang Yahudi Eropa
Timur asli.Anak dengan penyakit ini memiliki tonus otot yang lemah dan
mengalami gangguan intelektual. Terjadi kekakuan yang diikuti dengan
kelumpuhan, demensia, dan kebutaan. Penyakit Tay-Sachs menyebabkan
kematian dini. Anak-anak dengan penyakit Tay-Sachs biasanya meninggal
pada usia 3 atau 4 tahun. Penyakit ini tidak bisa diobati atau disembuhkan.

93
3. Penyakit Niemann-Pick. Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan
kolesterol atau sfingomyelin, yang merupakan produk metabolisme lemak, di
dalam jaringan dan menyebabkan berbagai gangguan neurologis.Penyakit
Niemann-Pick mempunya beberapa bentuk, tergantung dari beratnya
kekurangan enzim yang menentukan seberapa banyak akumulasi
sfingomyelin atau kolesterol yang terjadi.
4. Penyakit Fabry. Penyakit Fabry disebabkan oleh penumpukan glikolipid,
yang merupakan produk metabolisme lemak, di dalam jaringan.Karena gen
yang mengalami gangguan terdapat di kromosom X, maka munculnya
penyakit secara keseluruhan hanya terjadi pada pria, yang hanya memiliki 1
kromosom X.Akumulasi glikolipid menyebabkan pertumbuhan kulit yang
jinak (angiokeratoma) pada tubuh bagian bawah. Kornea menjadi berkabut,
sehingga penglihatan menjadi terganggu.
5. Gangguan Oksidasi Asam Lemak. Gangguan oksidasi asam
lemak terjadi akibat kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah
lemak. Gangguan ini menyebabkan terjadinya gangguan fisik dan
mental.Beberapa enzim membantu pemecahan lemak sehingga bisa diubah
menjadi energi. Kelainan bawaan atau kekurangan dari salah satu enzim ini
membuat tubuh kekurangan energi dan menyebabkan akumulasi zat-zat
tertentu, misalnya acyl-CoA.

94
Gaya hidup berpengaruh pada kolesterol
serum
1. Merokok
2. jenis kelamin: pria > wanita <
3. Obesitas abdomen: Indikator
4. Kurang gerak
5. Air kurang mineral
6. Oksidasi lemak meningkat: stres,kopi,
rokok,ferkuensi makan,alkohol ringan +
7. Wanita premenopause HDL meningkat

95
TERIMA KASIH

96