Anda di halaman 1dari 11

SISTEM SENSOR ABS

Disusun Oleh:
Reza Ramadhan
Rio Ikhwan Nur
Rycco Adhytya
Sandi Maulana Zen
Syarif Hidyatullah
Teguh Prasetya
Wahyu Yusnendi
Yoyok Prasetyo
Zulpani Riski
UNIVERSITAS PAMULANG
Rem merupakan salah satu bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan
baik roda dua maupun roda empat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat dari
perkotaan sampai pedesaaan.
. Syarat–syarat sebuah rem adalah sebagai berikut:
1. Dapat bekerja dengan cepat.
2. Apabila beban pada semua roda sama, maka daya pengereman harus sama dengan atau
gaya pengereman seimbang dengan beban yang di terima oleh masing-masing roda.
3. Dapat dipercaya dan mempunyai daya tahan cukup.
4. Mudah disetel dan diperbaiki pengemudi waktu pengereman
ABS (Anti-Lock Brake System) adalah
sebuah sistem pada kendaraan bermotor
yang mencegah terjadinya roda menjadi
terkunci pada saat pengereman. Tujuannya
adalah memungkinkan pengemudi untuk
mempertahankan kontrol pengendalian
pada saat pengereman mendadak dan
digunakan untuk memperpendek jarak
pengereman (dengan memperbolehkan
pengemudi menginjak pedal rem secara
penuh tanpa perlu khawatir kendaraan
akan selip dan lepas kendali seperti bila
kita melakukan pengereman pada
kendaraan non ABS (Anti-Lock Brake
System ).
Komponen utama abs secara umum adalah:
Master Cylinder
Master selinder memiliki fungsi membangun tekanan hidraulis sesuai dengan gaya tekan
pengemudi sehingga tekanan hidraulis ini mengalir ke unit tekanan.
Speed sensor
Speed sensor berfungsi untuk memperoleh informasi tentang kecepatan masing-masing roda,
informasi ini diperlukan agar sistem dapat mengetahui roda mana yang sedang akan terkunci. Speed
sensor ini dapat terpasang terpasang pada setiap roda, atau ada juga yang dipasang pada
diferensial.masing-masing roda agar menghindari roda terkunci.
Unit control tekanan (akuator) berfungsi mengatur tekanan
hidraulis rem untuk setiap roda sesuai dengan perintah computer.
Valve
Di setiap jalur minyak rem terdapat katup, dan katup ini dikendalikan oleh komputer / kontroler ABS. Secara umum,
katup rem memiliki tiga posisi yang berbeda.
Katup Posisi Satu: Dalam posisi ini, katup dalam posisi terbuka penuh, sehingga tekanan minyak rem secara penuh,
langsung diteruskan ke rem.
Katup Posisi Dua: Dalam posisi ini, katup akan menghalangi tekanan minyak rem, sehingga tekanan tidak akan
diteruskan ke rem walaupun pengemudi menekan rem.
Katup Posisi Tiga: Dalam posisi ini, katup akan menghalangi sebagian dari tekanan minyak rem, sehingga tekanan
hanya setengah yang diteruskan ke rem, walaupun pengemudi menekan rem secara penuh.
Pompa
Valve berfungsi untuk melepaskan tekanan pada rem, oleh karena
itu maka harus ada alat yang mengembalikan tekanan pada rem,
dan inilah fungsi dari pompa tersebut.
ABS Controller / Computer
Perangkat ini berfungsi untuk memantau informasi kecepatan yang diperoleh
speed sensor dan mengatur masing-masing valve.
Cara Kerja Rem ABS
Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci,ia akan memerintahkan piston
rem untuk melepaskan kembali tekanan ke titik normal,lalu meneraskannya
kembali begitu roda berputar.Proses itu berlangsung sangat cepat,bisa
mencapai 20 kali/detik.Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak
pengereman makin efektif,sehigga dapat mengurangi tingkat kecelakaan.
Kelebihan dan Kekurangan Rem ABS
Kelebihan dari sistem rem ABS(Anti-Lock Braking System) lebih cepat melakukan pengereman
daripada sistem biasa yang terdapat pada mobil dan lebih stabil apabila terjadi suatu
pengereman mendadak namun tidak membuat mobil kehilangan pengendalian sebesar 5-30%
dibandingkan dengan pengereman standar yang terdapat di mobil yang umumnya
menggunakan dua buah rem cakram dan dua buah tromol tekanan gas yang di setting oleh
pabrik.
Kelemahan rem ABS adalah rem tidak pakem pada jalan berkerikil atau kontur jalan tidak rata
atau saat rem basah terkena air.Dalam tiga keadaan ini rem ABS tidak bekerja secara
optimal,mobil tetap meluncur ketika direm.