Anda di halaman 1dari 12

OLEH KELOMPOK:

DILLA PALASARI(14043004)
UMI KALSUM(14043026)
WIGA ZAMTIA(14043084)
DEFINISI REGULASI PUBLIK
REGULASI
PUBLIK
KBBI Bastian
ketentuan yang harus dijalankan
kaidah yang dibuat
dan dipatuhi dalam proses
untuk mengatur, pengelolaan organisasi publik,
petunjuk yang dipakai baik pada organisasi pemerintah
untuk menata sesuatu pusat, pemerintah daerah, partai
dengan aturan, dan politik, yayasan, LSM, organisasi
keagamaan tempat peribadatan,
ketentuan yang harus
maupun organisasi sosial
dijalankan serta dipatuhi masyarakat lainnya.
TEKNIK PENYUSUNAN REGULASI
PUBLIK
REGULASI DALAM SIKLUS
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
REGULASI
PERENCANAAN
PUBLIK
REGULASI
PERTANGGUNG REGULASI
JA ANGGARAN
WABAN PUBLIK PUBLIK

REGULASI REGULASI
PENGADAAN TENTANG
PELAPORAN
BARANG DAN JASA
ANGGARAN
PUBLIK PUBLIK
Hasil Regulasi dari Siklus Akuntansi
Sektor Publik
Regulasi Perencanaan Peraturan Pemerintah No.
Publik 7/2005 mengenai Rencana
Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM)
Undang-Undang Republik Indonesia
Regulasi Anggaran Nomor 18 Tahun 2006 tentang
Publik Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2007
Regulasi tentang Pelaksaan Peraturan Presiden Republik Indonesia
Realisasi Anggaran Publik Nomor 93 Tahun 2006 tentang Rincian
Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
Tahun Anggaran 2007
- Otorisasi Kepala Daerah Dokumen
Pelaksaan Anggaran (DPA)
Regulasi Pengadaan Barang dan SK Gubernur tentang Pemenang
PENYUSUNAN REGULASI PUBLIK
Ø Apa masalah publik yang ada!
Ø Siapa masyarakat yang
perilakunya bermasalah!
PERUMUSAN Ø Siapa aparatpelaksana yang
MASALAH perilakunya bermasalah!
Ø Analisis keuntungan dan
kerugian atas penerapan regulasi
publik!
Ø Tindakan apa yang diperlukan
untuk mengatasi masalah publik!

menjelaskan siapa organisasi pelaksana


Perumusan Draft aturan, kewenangan apa yang diberikan
Regulasi Publik padanya, perlu tidaknya memisahkan
antara organ pelaksana peraturan dan
organ yang menetapkan sanksi atas
ketidakpatuhan, persyaratan apa yang
mengikat organisasi pelaksana, serta
apa sanksi yang dapat dijatuhkan
kepada aparat pelaksana jika
Prosedur 1. organisasi publik
(eksekutif ),
Pembahasan 2. lembaga legislatif (dewan
penasehat, dewan
penyantun, dan lain-lain)
3. dengan masyarakat.

Pengesahan dan penandatanganan naskah


pengundangan oleh pihak organisasi publik
(pimpinan organisasi).
REVIEW REGULASI AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
ERA PRA REFORMASI
ERA REFORMASI
1. UU 5/1975
2. PP 6/1975 1. UU No.17/2003 tentang
3. Kepmendagri No.900-099 keuangan negara.
tahun 1980 2. UU No.1/2004 tentang
4. Peraturan Menteri Dalam kebendaharawanan
Negeri No. 2/1994 3. UU no.15/2004 tentang
5. UU 18/1997 pemeriksaan keuangan
6. Kepmendagri 3/1999 negara
7. Kepmendagri No.903-
057/1988
DASAR HUKUM KEUANGAN PUBLIK
DI INDONESIA
Dasar hukum keuangan Negara terdiri atas:
1) Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan
Negara
2) Undang-Undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara
3) Undang-Undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
4) Undang-Undang No. 25 tahun 2004 Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional
5) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 tahun
2005 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Presiden Nomor
80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
 Dasar hukum keuangan daerah
Pasal 64 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974,
 Dasar Hukum Keuangan Organisasi Publik
Lainnya
1. Standar Akuntansi Keuangan No. 45 (PSAK No. 45)
tentang organisasi nirlaba.
2. Undang-Undang No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan
yang mengatur msalah organisasi publik yang
berbentuk yayasan.
3. Undang-Undang No. 2 tahun 2008 tentang Partai
Politik.
4. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2005 tentang
Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik.
PERMASALAHAN REGULASI
KEUANGAN PUBLIK DI INDONESIA
(1) Regulasi yang
Berfokus pada (2) Regulasi Belum
Manajemen Bersifat Teknik

4) Pelaksanaan
(3) Perbedaan Regulasi yang Bersifat
Interpretasi antara Transisi Berdampak
Undang-Undang dan Pemborosan
Regulasi di Bawahnya Anggaran

(5) Pelaksanaan Regulasi


tanpa Sanksi
TERIMA KASIH