Anda di halaman 1dari 40

Transformasi Kanonik

Target tarnsformasi nya menyederhanakan bentuk


persamaan Hamilton tetapi masih mempertahankan
bentuk Persamaan Hamilton. Bila hamiltonan lama
𝐻(𝑞, 𝑝, 𝑡) dan hamiltonan baru 𝐾(𝑄, 𝑃, 𝑡) , akibat
adanya transformasi
𝑄 = 𝑄(𝑞, 𝑝, 𝑡)
𝑃 = 𝑃(𝑞, 𝑝, 𝑡)
Maka persamaan Hamilton yang baru

Transformasinya disebut KANONIK, bila


Contoh:
1. Apakah transformasi ini kanonik?
𝑃 = 𝑝𝑡; 𝑄 = 𝑞𝑡, 𝐻 = 𝑝2 /2m. Check.
𝑃ሶ = 𝑝; 𝑄ሶ = 𝑞, 𝐾 = 𝑃2 /2tm.
𝜕𝐾 𝑃 𝜕𝐾
= ; =0. Jelas bahwa transformasi tidak kanonik.
𝜕𝑃 𝑡𝑚 𝜕𝑄

Dari syarat
Tidak
sama

terhitung
𝑝2
Contoh 2: Hamiltonan partikel bebas 𝐻 =
2𝑚
Transformasi apakah kanonik?

Kalau kita inversikan, diperoleh


Memenuhi syarat

Jadi, Kanonik

Bentuk hamiltonan baru dapat dicari dari


Diperoleh

𝑝2
Hamiltonan lama 𝐻 = , bila
digunakan , diperoleh
2𝑚
bentuk yang sama dengan 𝐾 .
Contoh:
Apakah transformasinya kanonik, bila partikelnya bebas dan

𝑃 = 𝑝𝑐𝑜𝑠𝑞 ; 𝑄 = 𝑝 𝑠𝑖𝑛𝑞?

𝑝= 𝑃2 +𝑄2 ; 𝑞 = 𝑡𝑎𝑛 −1 𝑄
𝑃

𝑝2 𝑄
𝑃ሶ = 𝑝𝑐𝑜𝑠𝑞
ሶ − 𝑞𝑝𝑠𝑖𝑛𝑞
ሶ =- 𝑠𝑖𝑛𝑞 =- 𝑃2 + 𝑄2
𝑚 𝑚
𝑃
𝑄ሶ = 𝑃2 + 𝑄2
𝑚 Memenuhi syarat

Jadi, Kanonik
Apakah transformasinya kanonik, bila
𝑝2 𝑞 2
𝐻(𝑝, 𝑞) = + dengan 𝑃 = 𝑝𝑐𝑜𝑠𝑞 ; 𝑄 = 𝑝 𝑠𝑖𝑛𝑞?
2 2
Transformasi Kanonik dan Fungsi generator

Prinsip variasi yang dikenakan pada persamaan Lagrange


menghasilkan, dengan syarat

Bila dilakukan variasi pada hal ini, Akan dipenuhi persamaan


Lagrange (karena disini p dan q adalah koordinat)
nol karena 𝛿𝑞(𝑡) =
0

dua persamaan
yang harus nol bila
𝛿𝑆 = 0
yang memenuhi persamaan Hamilton. Demikian pula ketika
transformasi koordinat (q,p)(Q,P)

Bentuk
Umum
F disebut fungsi
generator
Beberapa bentuk TC
• (i)

• (ii) P=q, Q=p

• (iii) P=-p,Q=-q
Fungsi Generator
Beberapa Bentuk Fungsi generator
(1)

(2)
Transformasi koordinat dan hamiltonannya.

Pemilihan F, tidaklah unik, bahkan persamaan lagrange tidak


berubah bila F diberi tambahan fungsi baru asal memenuhi
diferensial total terhadap-t
Andaikan

Bila

Bentuk paling gampang


3 Fungsi Generator
Contoh:

Karena H tak gayut eksplist thd –t, maka


Hasil langsungnya..

pi  Qi Pi  qi
2
Qi kPi 2
K 
2m 2
 Pi Q i  Pi Q i

pi Qi

Pi qi
Pi qi

pi Qi
qi Qi

Pi pi
Persyaratan Langsung TC
Dari persamaan transformasi

Qi  Qi ( p, q) Pi  Pi ( p, q)
dapat dicari
Q Q Q H Qi H
Q i  i p j  i q j  i 
p j q j p j q j q j p j
Transformasi baliknya, menyebabkan sebagai fungsi
H  H ( p, q, t ) ( P, Q )

qi  qi ( P, Q) pi  pi ( P, Q)
Sehingga, kita dapat menulis

 H H p j H q j
Qi   
Pi p j Pi q j Pi
Diperoleh
 Qi   q   Qi   p 
    j     j 
 p   P   q   P 
 j q, p  i Q , P  j  q , p  i Q , P
Demikian pula dengan mengambil

 H H p j H q j
Pi    
Qi p j Qi q j Qi Syarat Perlu
Transformasi
P P P H Pi H Kanonik terbatas,
Pi  i p j  i q j  i 
p j q j p j q j q j p j j
bila K = H

diperoleh
 Pi   P   Pi   q 
    j     j 
 q   Q   p   Q 
 j q, p  i Q , P  j  q , p  i Q , P
Penulisan Simpletik
Perumusan syarat langsung dapat dinyatakan dalam benruk yang kompak
atau simpletik.
Bila 𝜼 adalah vektor kolum dg 2n elemen (q,p), maka persamaan Hamilton
dapat ditulis sebagai
H
η  J
η
Demikian dalam koordinat baru 𝜻(𝜼), dengan relasi

 i
ζ  Mη M ij 
 j

inversinya
Untuk restricted TC (𝐾 = 𝐻)

Sehingga syarat supaya kanonik terbatas menjadi


atau

Bila 𝐾 = 𝜆𝐻 , maka

Sifata dari matriks M, adalah atau


Kurung Poisson

Bila transformasi Kanonik dan hamiltonianya sama untu kedua


koordinat, maka

Transformasi kanonik mengekalkan Kurung Poisson.


Tinjau
Fundamental PB
Demikian pula berlaku

Atau bila X dan Y adalah fungsi koordinat, maka


contoh
diperoleh
Syarat trans. kanonik

Poisson
Bracketnya
Generator fungsinya dan
p Hamiltonannya?

Harus dinyatakan dalam koordinat yang sesuai


TC infinitesimal
Qi  qi  qi
F2  qi Pi  G (qi , Pi , t )
Pi  pi  pi