Anda di halaman 1dari 18

KINETIKA DAN MEKANISME

REAKSI SENYAWA KOMPLEKS

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


PENDAHULUAN

Penggunaan terpenting dari senyawa-senyawa kompleks


adalah sebagai katalisator.

 Sebenarnya katalisator juga ikut dalam reaksi, yaitu


membentuk hasil-hasil antara, yang kemudian terurai kembali

 Pada akhir reaksi diperoleh kembali katalisator semula

Hasil-hasil antara tersebut umumnya berupa senyawa-


senyawa kompleks. Untuk dapat mempergunakan senyawa-
senyawa kompleks, perlu diketahui secara mendetail proses-
proses reaksi dari senyawa-senyawa kompleks.
Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si
KECEPATAN REAKSI

Kecepatan reaksi bergantung pada mekanisme reaksi, artinya cara


bagaimana reaksi tersebut berjalan dari pereaksi menjadi hasil reaksi

 Kecepatan reaksi dapat didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi dari


tiap pereaksi atau hasil reaksi.

 DEFINISI LAJU REAKSI ??


HUKUM LAJU REAKSI??

Hukum kecepatan reaksi tidak dapat ditentukan secara stoikiometri tetapi


harus ditentukan secara eksperimen
Dari hukum kecepatan dapat ditentukan spesies apa yang menentukan
kecepatan dan mekanisme dari reaksi

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KECEPATAN REAKSI

Menurut teori tumbukan, sebelum terjadi reaksi,molekul pereaksi harus


saling bertumbukan.
Pada tumbukan ini, sebagian molekul membentuk molekul-molekul
kompleks yang aktif,molekul ini kemudian berubah menjadi hasil reaksi.
Agar supaya pereaksi dapat membentuk kompleks yang aktif, molekul-
molekul ini harus mempunyai energi minimum yang disebut energi
aktivasi.

Suatu reaksi dapat dipercepat dengan kenaikan temperatur atau


penambahan katalisator. Mengapa ??

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Kemampuan ion kompleks untuk melakukan reaksi yang


menghasilkan penggantian satu atau lebih ligan dalam
lingkungan koordinasinya oleh yang lain disebut kelabilan

Suatu kompleks disebut labil apabila ligannya dapat diganti


dengan ligan lain secara cepat. Disebut inert apabila
penggantian ligannya berjalan secara lambat

Menurut Henry Taube batas untuk hal ini untuk larutan 0,1
molar t 25 oC adalah satu menit

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Artinya kompleks disebut labil apabila ligannya dapat diganti


oleh ligan laindalam waktu kurang dari 1menit

Artinya kompleks disebut inert apabila ligannya dapat diganti


oleh ligan lain dalam waktu lebih dari 1menit

Walaupun biasanya kompleks yang stabil bersifat inert dan


kompleks yang tidak stabil bersifat labil, namun sebenarnya
antara keduanya tidak ada hubungan. MENGAPA ??

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

KARENA labilitas merupakan sifat kinetik sedangkan


stabilitas merupakan sifat termodinamik.

Coba gambarkan dalam bentuk Grafik perbedaan tersebut


!!

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Ion kompleks tetrasianonikelat(II) merupakan kompleks


yang stabil tetapi zat ini dengan cepat dapat diubah menjadi
kompleks lain, jadi ion kompleks ini bersifat stabil tetapi labil.

Reaksinya ??

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Sebaliknya ion kompleks heksaaminkobalt(III) tidak stabil


dalam larutan asam tetapi perubahannya sangat lambat. Jadi
kompleks ini tidak stabil tetapi inert

Reaksinya ??

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Stabilitas kompleks ditentukan oleh energi reaksi yaitu beda


antara energi hasil reaksi dan pereaksi. Bila perbedaan energi
reaksi besar maka hasil reaksi stabil

Labilitas kompleks ditentukan oleh beda energi senyawa


tersebut dengan kompleks aktif. Bila perbedaan energi besar
maka reaksi lambat. Bila reaksi penggantian ligan lambat maka
kompleksnya disebut kompleks inert. Kalau cepat ???

 Coba gambarkan kurvanya??

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Untuk kompleks dengan bilangan koordinasi enam labilitas


kompleks dapat diramalkan berdasarkan struktur elektron
pada orbital d nya.

Menurut Taube struktur elektron pada orbital d memegang


peranan penting pada labilitas dari senyawa kompleks yang
bersangkutan.

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Kompleks-kompleks labil adalah:


1. Kompleks yang atom pusatnya berisi elektron d pada
orbital eg atau dx2-y2 dan dz2 yang orbitalnya menuju
sumbu x, y, dan z.

Contoh: [Ga(C2O4)3]3-  d10


[Co(NH3)6]2+  d7
[Cu(H2O)6]2+  d9
[Fe(H2O)6]3+  d5

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Kompleks-kompleks labil adalah:


2. Semua kompleks yang berisi kurang dari tiga elektron d

Contoh: [Ti(H2O)6]3+  d1
[V(phen)3]2+  d2

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Kompleks-kompleks yang inert adalah:


1. Kompleks oktahedral d3

Contoh: [Cr(H2O)6]3+  d3

2. Kompleks low spin d4, d5, d6


[Fe(CN)6]3-  d5 (t2g5)
[PtCl6]2-  d6 (t2g6)

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

Jadi, suatu kompleks dapat diketahui bersifat stabil atau inert


apabila:
1. Dari suatu kompleks diketahui : (a) sifat magnetis (high
atau low spin), dan (b) susunan elektron pada orbital d
2. Perbandingan CFSE senyawa kompleks dengan CFSE
kompleks yang aktif.
Bila CFSE senyawa kompleks >> CFSE kompleks yang aktif
maka reaksi lambat (kompleks inert), bila ∆kecil maka
reaksi cepat (labil)

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


Sistem ∆CFSE Okt ∆CFSE Perubahan
piramidal CFSE ∆o
segiempat
d0 0 0 0
d1, d6 0,40 0,45 -0,05
d2, d7 0,80 0,91 -0,11
d3, d8 1,20 1,00 +0,20
d4, d9 0,60 -0,90 -0,31
d5, d10 0 0 0

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa:


•Pada perubahan kompleks oktahedral membentuk kompleks aktif piramidal
segiempat ada kehilangan CFSE bagi sistem d3 dan d8 hingga kompleks ini bereaksi
lambat.

•Perhitungan sama juga telah diadakan untuk kompleks-kompleks low spin . Untuk
kompleks low spin dan high spin diperoleh bahwa reaksi untuk kompleks-kompleks
inert semacam semakin turun menurut aturan:
d5 > d4 > d3 – d3 > d6 (d4, d5, d6 = low spin)

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

3. Muatan dan besar ion pusat


Kecepatan reaksi dari kompleks-kompleks juga dapat
diramalkan dari muatan dan besarnya ion pusat. Kadang-
kadang sifat termodinamik (stabilitas) dapat dipakai untuk
menjelaskan sifat-sifat kinetik (labilitas). Kompleks-
kompleks dengan muatan ion besar bersifat stabil, ion
demikian juga bersifat inert.
Kompleks dengan ion pusat kecil bereaksi lebih lambat dari
kompleks dengan ion pusat besar. Makin kecil jari-jari,
kompleks makin inert dan reaksi makin lambat

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si


KOMPLEKS INERT DAN LABIL

4. Kompleks koordinasi empat (tetrahedral dan planar


segiempat) bereaksi lebih cepat daripada kompleks
oktahedral. Kompleks tetrahedral dan planar segiempat
cukup ruang untuk tersubstitusi

Mekanisme Reaksi Anorganik Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si