Anda di halaman 1dari 43

Case Report

Hernia Inguinalis Lateralis


(Hernia Scrotalis)

M. Ilham Fath thur Rahman, S.Ked


1310070100033

Preseptor:
dr. M. Nur Huda, Sp.B

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR SMF ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
PENDAHULUAN
Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu
rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari
dinding rongga yang bersangkutan. Berdasarkan
terjadinya, dibagi atas hernia bawaan atau kongenital
dan hernia dapatan atau akuisita. Berdasarkan
letaknya, terdapat hernia diafragma, inguinal,
umbilikalis, femoralis, dll.

Hernia inguinalis dibagi menjadi hernia ingunalis


lateralis dan hernia ingunalis medialis dimana
hernia ingunalis lateralis ditemukan lebih banyak
dua pertiga dari hernia ingunalis medialis.
Sekitar 75 % dari hernia inguinal merupakan
hernia inguinal lateralis dan 25% merupakan
hernia inguinalis medialis.
ANATOMI
Struktur Dinding Anterior Abdomen
Lapisan-lapisan dinding abdomen terdiri dari (luar ke dalam) :
 Kulit
 Fascia superficialis, terdiri dari fascia camperi dan fascia
scarpae
 Otot dinding anterior abdomen, antara lain: muskulus obliquus
externus abdominis, muskulus obliquus internus abdominis,
muskulus transversus abdominis
 Fascia transversalis
 Lemak extraperitoneal
 Peritoneum parietale
Kanalis Inguinalis
 Saluran oblik yang menembus bagian bawah dinding
anterior abdomen
 Pada laki-laki, saluran ini merupakan tempat lewatnya
struktur-struktur yang berjalan dari testis ke abdomen.
 Pada perempuan, saluran ini dilalui oleh ligamentum teres
uteri (rotundum) yang berjalan dari uterus ke labium
majus pudendi.
 Panjangnya sekitar 1.5 inci (4cm) pada orang dewasa dan
terbentang dari anulus inguinalis profundus (lubang
berbentuk oval terletak sekitar 1.3cm diatas ligamentum
inguinale pada pertengahan antara sias dan symphisis
pubica) pada fascia transversalis.
HERNIA INGUINALIS
DEFINISI
 Suatu penonjolan abnormal organ atau jaringan melalui daerah
yang lemah (defek) yang diliputi oleh dinding. Meskipun hernia
dapat terjadi di berbagai tempat dari tubuh kebanyakan defek
melibatkan dinding abdomen pada umumnya daerah inguinal.

 Hernia ingunalis dibagi menjadi dua yaitu Hernia Ingunalis


Lateralis (HIL) dan Hernia Ingunalis Medialis (HIM).
Hernia terdiri atas tiga bagian:
 Kantong hernia, merupakan kantong (divertikulum) peritonei dan
mempunyai leher dan badan (corpus)
 Isi hernia dapat terdiri atas setiap struktur yang ditemukan di dalam
cavitas abdominalis
 Pelapis hernia dibentuk dari lapisan-lapisan dinding abdomen yang
dilalui oleh kantong hernia
KLASIFIKASI

WAKTU LOKASI KLINIS

• Hernia • Hernia inguinalis • Hernia reponible


kongenital • Hernia femoralis • Hernia ireponible
• Hernia • Hernia • Hernia
akuisita/didapat umbilikalis strangulasi
• Hernia
inkarserata
ETIOLOGI
PERBANDINGAN HIL & HIM
Hernia Inguinalis Lateralis (HIL) Hernia Inguinalis Medialis (HIM)

Menonjol dari perut di lateral pembuluh Menonjol langsung ke depan melalui segitiga
epigastrika inferior. Hasselbach, daerah yang dibatasi ligamentum
Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua inguinale di bagian inferior, pembuluh epigastrika
pintu dan saluran, yaitu annulus dan kanalis inferior di bagian lateral dan tepi otot rektus di
inguinalis. bagian medial.
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS
• Terdapat benjolan dilipat paha yang timbul
pada waktu mengedan, batuk, bersin, berdiri,
mengangkat berat dan hilang setelah berbaring
(apabila masih reponibel)

HIL
• Nyeri atau rasa tidak enak di daerah
epigastrium atau para umbilical sewaktu
segmen usus halus masuk ke kantong hernia
• Mual, muntah, kolik bila terjadi inkaserasi
ataupun strangulasi

• Pada umumnya hernia direct akan memberikan gejala


HIM yang sedikit dibandingkan hernia ingunalis lateralis
DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN FISIK

INSPEKSI PALPASI
PERKUSI
Hernia reponibel : benjolan Titik tengah antara SIAS
dengan tuberkulum pubicum Bila didapatkan perkusi perut
dilipat paha muncul pada kembung maka harus
waktu berdiri, batuk, bersin ditekan lalu pasien disuruh
mengejan. Jika terjadi dipikirkan kemungkinan
atau mengedan dan hernia strangulata.
menghilang setelah berbaring penonjolan di sebelah medial
maka itu HIM.
HIL: muncul benjolan di regio
inguinalis yang berjalan dari Titik yang terletak di AUSKULTASI
lateral ke medial, tonjolan sebelah lateral tuberkulum Hiperperistaltis didapatkan
berbentuk lonjong. pubikum ditekan lalu pasien pada auskultasi abdomen
disuruh mengejan jika pada hernia yang mengalami
HIM : tonjolan biasanya terlihat benjolan di lateral
terjadi bilateral, berbentuk obstruksi usus (hernia
titik yang kita tekan maka inkarserata).
bulat. dapat itu HIL.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Pemeriksaan Finger Test
Pemeriksaan Ziemen Test Pemeriksaan Thumb Test
Menggunakan jari ke 2 atau
Posisi berbaring, bila ada Anulus internus ditekan
jari ke 5. Dimasukkan lewat
benjolan masukkan dulu. dengan ibu jari dan
skrotum melalui anulus
Hernia kanan diperiksa penderita disuruh mengejan,
eksternus ke kanal inguinal.
dengan tangan kanan. bila keluar benjolan
Penderita disuruh batuk: Bila
Penderita disuruh batuk bila berartiHIM. Bila tidak
impuls diujung jari berarti
rangsangan pada jari ke 2 keluar benjolan berarti HIL
HIL. Bila impuls disamping
merupakan HIL, jari ke 3
berarti jari HIM.
merupakanHIM, jari ke 4
merupakan hernia femoralis.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Ultrasonografi dapat digunakan untuk
Leukocytosis dengan shift to the left membedakan adanya massa pada lipat paha
yang menandakan strangulasi. atau dinding abdomen dan juga membedakan
Elektrolit, BUN, kadar kreatinin yang penyebab pembengkakan testis.
tinggi akibat muntah-muntah dan Pemeriksaan ultrasonografi juga berguna
menjadi dehidrasi untuk membedakan hernia inkarserata dari
suatu nodus limfatikus patologis atau
penyebab lain dari suatu massa yang teraba
di inguinal
CT scan dapat digunakan untuk mengevaluasi
pelvis untuk mencari adanya hernia
obturator.
DIAGNOSIS BANDING
PENATALAKSANAAN
1. TEKNIK KONSERVATIF

Reposisi Reposisi Bantal


bimanual spontan penyangga
2. TERAPI OPERATIF

Anak-anak :
Herniotomy Dewasa :
Herniorrhaphy
TEKNIK-TEKNIK OPERASI
 Tujuan operasi adalah menghilangkan hernia dengan cara
membuang kantung dan memperbaiki dinding abdomen.

Marcy Bassini Halsted Mc Vay


TEKNIK HERNIORRHAPHY
Kelompok 1 : Open Anterior Repair
Operasi hernia (teknik Bassini,
McVay dan Shouldice) melibatkan
pembukaan aponeurosis otot
obliquus abdominis eksternus dan
membebaskan funnikulus
spermatikus. Fascia transversalis
kemudian dibuka, dilakukan inspeksi
kanalis spinalis, celah direct dan
indirect. Kantung hernia diligasi dan
dasar kanalis spinalis di
rekonstruksi.
Kelompok 2 : Open Posterior Repair

Posterior repair (iliopubic repair dan teknik Nyhus)


dilakukan dengan membelah lapisan dinding abdomen
superior hingga ke cincin luar dan masuk ke properitoneal
space. Diseksi kemudian diperdalam kesemua bagian
kanalis inguinalis. Posterior repair sering digunakan pada
hernia dengan kekambuhan karena menghindari jaringan
parut dari operasi sebelumnya. Operasi ini biasanya
dilakukan dengan anastesi regional atau anastesi umum.
 Kelompok 3: Tension-free repair with
Mesh
Operasi hernia (teknik Lichtenstein
dan Rutkow) menggunakan pendekatan
awal yang sama dengan teknik open
anterior. Akan tetapi tidak menjahit
lapisan fascia untuk memperbaiki
defek, tetapi menempatkan sebuah
prostesis, yaitu Mesh yang tidak
diserap. Mesh ini dapat memperbaiki
defek hernia tanpa menimbulkan
tegangan dan ditempatkan di sekitar
fascia. Hasil yang baik diperoleh
dengan teknik ini dan angka
kekambuhan dilaporkan kurang dari 1%
 Kelompok 4 : Laparoscopic
Saat ini kebanyakan teknik laparoscopic herniorhappies
dilakukan menggunakan salah satu pendekatan
transabdominal preperitoneal (TAPP) atau total
extraperitoneal (TEP). Pendekatan TAPP dilakukan dengan
meletakkan trokar laparoskopik dalam cavum abdomen dan
memperbaiki regio inguinal dari dalam. Ini memungkinkan
mesh diletakkan dan kemudian ditutupi dengan
peritoneum. Sedangkan pendekatan TEP adalah prosedur
laparokopik langsung yang mengharuskan masuk ke cavum
peritoneal untuk diseksi. Konsekuensinya, usus atau
pembuluh darah bisa cedera selama operasi.
KOMPLIKASI

Hernia Hernia
Inkarserasi Strangulasi
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien

 Nama : Tn.HR
 Umur : 20 tahun
 Alamat : Jln.Belanti indah Desa Lolong
Kec.Padang utara
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Buruh
 Tanggal Masuk : Senin, 16 april 2018
ANAMNESIS

Keluhan Utama : Seorang laki-laki usia 20 tahun datang


sediri ke IGD RSI Siti Rahmah padang dengan keluhan ada
benjolan pada selakangan kiri hingga daerah skrotum yang
terasa sakit sejak 1hari sebelum masuk RS.
 Riwayat Penyakit Sekarang : OS datang ke IGD RSI Siti Rahmah padang
dengan keluhan ada benjolan pada selakangan kiri hingga daerah skrotum
yang terasa sakit sejak 1 hari sebelum masuk RS. Benjolan sudah dirasakan
sejak 2 bulan yang lalu,namun benjolan terasa hilang timbul.benjolan timbul
bila pasien beraktifitas berat seperti olah raga dan mengangkat beban berat
dan menghilang ketika pasie beristirahat, namun sejak 1 hari yang lalu
benjolan terasa menetap dan pasien merasa sakit pada daerah benjolan yang
menetap sehingga membuat pasien sulit untuk berjalan dan beraktifitas.
Keluhan berupa demam tidak ada, mual dan muntah tidak ada, keluhan perut
kembung tidak ada. BAK dan BAB dalam batas normal.
Riwayat Penyakit Dahulu :
 - Riwayat operasi : tidak ada
 - Riwayat alergi / Asma : tidak ada
 Riwayat Penyakit paru-paru, DM : tidak ada
 Riwayat Penyakit Hipertensi : tidak ada
 - Riwayat Penyakit Keluarga :
 Riwayat Penyakit paru-paru : tidak ada
 Riwayat Penyakit Jantung : tidak ada
 Riwayat Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) : tidak ada
 Riwayat Penyakit gula (DM) : tidak ada
 Riwayat Asma : tidak ada
 PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Generalis
 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : CMC
 Vital sign : TD 120/70 mmHg S 36,6 0C

N 84 x/mnt R 20 x/mnt
 Kepala : Normochepal, rambut hitam, tidak mudah
dicabut.

 Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sklera


ikterik (-/-), oedem palpebra (-/-).
 Hidung :dbn
 Telinga :dbn
 Mulut : dbn
 Leher : JVP 5-2, tidak ada
pembesaran kelenjar Thiroid dan KGB

Thoraks
 Jantung : I : Ictus cordis tidak tampak
 Pa : Ictus cordis teraba 2 jari medial line midclavicula
sinistra
 Pe : batas-batas jantung normal
 Au : S1 > S2 murni, tidak ada bising

Pulmo : I : dada simetris kiri dan kanan, gerakan dinding dada


tertinggal tidak ada, retraksi dada tidak ada
Pa : vokal fremitus ka = ki
Pe : Sonor seluruh lapang paru
Au : Suara Dasar : vesikuler +/+
Suara Tambahan : ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen :
 I : Perut tidak tampak membuncit, Distensi abdomen (-),
sikatrik (-)
 Pa : Soepel, Nyeri tekan tidak ada, nyeri lepas tidak ada,
hepatomegali tidak ada, sphlenomegali tidak ada.
 Pe : Timpani
 Au : Bising Usus (+) Normal.

Extremitas :
Akral hangat, pulsasi arteri +/+, simetris, oedem - / -, dan
varises - / -, turgor kulit normal, capillary refill time <2”.
B. Status Lokalisasi
 Genitalia :
 I : Tampak benjolan pada daerah skrotum kiri
 Pa : Teraba benjolan, konsistensi lunak, nyeri tekan (+), pull
puncak tidak teraba. Fingger test : tidak dapat dilakukan.
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Rontgen Thorax: tidak dilakukan
 Laboratorium :
 Hb : 14,5 gr/dl
 HT : 48,2 %
 Leuko : 6.700 /mm3
 Trombo : 263.000/mm3
 CT : 3.00
 BT: 2.00
 DIAGNOSIS
Hernia Scrotalis Sinistra Strangulata

 DIAGNOSIS BANDING
 Hidrokel
 Torsio Testis
 Orkhitis
 Lipoma
H. PENATALAKSANAAN
 IVFD RL 28 TPM
 Pronalges supp 2 x 1
 Konsul spesialis bedah :
 Ceftriaxone 2 x 1
 Dexametason 2 x 1
 Rawat
 Rencanakan OK
Follow up
17/4/2018

S/
- Benjolan di selangkangan kiri berlanjut ke daerah skrotum
(+)
- Mual dan muntah tidak ada
- Nyeri (+) daerah scrotum
O/
Ku kes Td Nd Nf T
Sdg CMC 120/80 84 18 36,6
- Nyeri palpasi pada daerah scrotum
- Warna kulit sama dengan warna sekitarnya
A/ Hernia Scrotalis Sinistra Strangulata

P/
- Inj. Ranitidin 2 x 1
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1
- Persiapan OK
Follow up
18/4/2018

S/
- Pasien rawatan hari ke 3
- Nyeri (+) bekas operasi
- Mual dan muntah tidak ada
O/
Ku kes Td Nd Nf T
Sdg CMC 120/70 84 18 36,6
- Luka bekas operasi baik
A/ post Hernioraphy ec Hernia Scrotalis Sinistra Strangulata

P/
- IVFD RL drip deketoprofen 12 j/kolf
- inj. Ranitidin 2 x 1
- inj. Ceftriaxone 2 x 1
- Pasien pindah ke mina
Foto Kasus
TERIMA KASIH