Anda di halaman 1dari 13

PENANGANAN SYOK

HIPOVOLEMIK EC DIARE AKUT


SKENARIO
Seorang perempuan berusia 76 tahun di bawa ke IGD RS karena penurunan
RUMUSAN
kesadaran sejak 20 menit yang lalu.TigaMASALAH
hari sebelumnya,pasien mengalami
diare.Frekuensi diare
Seorang sangat
wanita sering
76 tahun kira-kira
di bawa ke tiap
UGD 2RSjam sekali
karena dan disertai
mengalami
penurunan kesadaran 20 menit yang lalu
muntah.Riwayat lain tidak diketahui.
ALLOANAMNESIS
• Perempuan berusia 76 tahun
ID

• Penurunan kesadaran sejak 20 menit yang lalu


KU
• Perut melilit
• Tiga hari sebelumnya diare
• Frekuensi sering kira-kira tiap 2 jam sekali dan disertai
muntah
RPS • BAB 1 gelas aqua coklat berlendir
• Muntah ½ gelas aqua  makanan, kuning

RPD • Alergi? Obat?


PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN FISIK
PENUNJANG

Nadi 110x/
Sakit berat,
TD 70/40 menit, teraba
apatis
lemah
- Hemoglobin,Hematokrit,Leukosit
- Kadar elektrolit Turgor kulit
RR 26x/ menit T 360C
turun
- AGD
- Urinalisis
Abd hepar lien
Cor pulmo
tdk teraba, tdk Akral dingin
normal
nyeri
Bentuk-bentuk
Syok syok
suatu sindrom klinis yang terjadi akibat
Syok hemodinamik
gangguan Kardiogenik dan

Syok Obstruktif
metabolik ekstrakardiak
yang ditandai dengan
kegagalan sistem sirkulasi untuk
Syok Hipovolemik
mempertahankan perfusi yang
adekuat keSyok distributif
organ-organ vital tubuh.
ETIOLOGI
Syok
Syokkardiogenik
Kardiogenik Syok hipovolemik
Syok Obstruktif Syok
Syokobstruktif
Hipovolemik Syok
Syokdistributive
Distributif
- Miopatik - Perdarahan - Temponade - Syok septik
- Gangguan yang
(berkurangnya - - Ketidakmampuan
Kehilangan plasma - Perdarahan
kardiak atau - Terdapat
Produkgangguan
toksik,mis :
kehilangan cairan yang
fungsi sistolik)
disebabkan oleh (luka bakar
ventrikel mengisi - Emboli paru massif overdosis
vasomotor akibat
banyak akibat sekunder
- Infark akut luar,pankreatitis,dll.) - dari
Hipertensi
muntah, diare,luka - maldistribusi
Anafilaksis aliran darah
penurunan
miokardcurah jantung- selama diastole,
Kehilangan cairan pulmonalis yg berat - karena
Syok vasodilatasi
neurogenik
bakar atau dehidrasi
- Ventrikular
sistemik septal
pada keadaan ekstraseluler
sehingga secara nyata menyebabkan pengisian
perifer,sehingga volume
defek
volume intaravaskular yg (muntah,diare,dehidr
menurunkan volume ventrikel tidak adekuat
darah yang bersikulasi tidak
- Aneurisma asi,dsb) spt penurunan preload
cukup dan dapat
ventrikel sekuncup (stroke berat direfleksikan pada adekuat menunjang perfusi
- Obstruksi aliran
menimbulkan hipoksia volume) dan curah penurunan volume dan jaringan
tekanan end diastolic
keluar ventrikel
jaringan. jantung. kanan dan kiri.
kiri
Hipovolemik Obtruktif Kardiogenik Distributif

Kehilangan Cedera atau Disfungsi ↓ resistensi


Tamponade nekrosis miokardial vaskular
cairan,Perdarahan Miokardial
perikardial sistemik
10%

↓ Preload ↓ pengisian 90%


Penurunan
kemampuan sistolik

Curah
Curah jantung jantung ↑
rendah /N

↓ MAP

Maldistribusi
aliran darah
Syok dalam
mikrosirkulasi

Gagal system
organ multiple
STADIUM SYOK
Stadium dekompensasi
Stadium kompensasi Stadium irreversible
- Perfusi jaringan buruk,O2 ↓→
- ↑ reflex simpatis → resisten - Kerusakan dan kematian
metabolisme
Gejala anaerob→ produksi
: takikardi,tekanan darah
sistemik ↑ → ↑ denyut jantung sel
laktat ↑ (laktat
sehingga CO meningkat dan sangat rendah,perfusi perifer
asidosis).Penumpukan CO2→
sekresi vasopressin ↑ buruk,asidosis,oliguria,dan
Asam karbonat
- Gejala : Nadi tak
kesadaran menurun teraba,tekanan darah
- Gangguan metabolism energi
- Gejala : takikardia,gelisah,kulit tak terukur,anuria,dan
Na+/K+
pucat dan dingin,pengisian tanda-tanda kegagalan
- Pelepasan mediator vaskuler
kapiler lambat. organ.
GEJALA KLINIS

Ringan (< 20% volume darah) Sedang (20-40 % volume darah) Berat (>40% volume darah)

- Ekstremitas dingin - sama,ditambah dengan - sama,Ditambah :


- Diaporesis takikardi - Hemodinamik tidak stabil
- Cemas - Takipnea - Takikardia bergejala
- Vena kolaps - Oliguri - Hipotensi
- Hipotensi ortostatik - Perubahan kesadaran
PENATALAKSANAAN

• Pastikan jalan nafas baik

• Tentukan defisit cairan


• Pada metode Pierce berdasarkan klinis :
• Dehidrasi ringan, kebutuhan cairan = 5% x berat badan (kg)
• Dehidrasi sedang, kebutuhan cairan = 8% x berat badan (kg)
• Dehidrasi berat, kebutuhan cairan = 10% x berat badan (kg)

• Dehidrasi dapat ditentukan besarnya cairan tubuh yang hilang.


• (Contoh): penderita dengan berat badan 50 kg dan defisit cairan 8%, maka jumlah
cairan yang hilang = 8% X 50 = 4L.
PENATALAKSANAAN

• Atasi syok: berikan infus RL (jika terpaksa NaCl 0,9%) 20 mL/kgBB dalam ½-1 jam, dapat diulang.

• Sisa defisit 8 jam pertama: 50% defisit + 50% kebutuhan rutin; 16 jam berikutnya : 50% defisit + 50%
kebutuhan rutin.

• Apabila dehidrasi melebihi 3-5% BB, periksa kadar elektrolit


PARAMETER
Terapi resusutasi dinyatakan berhasil dg menilai perbaikan outcome dinamik klinis,seperti:

• MAP (mean arterial pressure) ≥ 65 mmHg

• CVP (central venous pressure) 8-12 mmHg

• Urine output ≥0,5 mL/kgBB/jam

• SCVO2 atau SVO2 ≥ 70%


KESIMPULAN
• Syok merupakan kegagalan sirkulasi dan perfusi jaringan yang umumnya disebabkan karena
kehilangan volume cairan intravaskuler yang ditandai dengan gejala takikardi,hipotensi dan
penurunan kesadaran.Tujuan penanganan syok awal adalah untuk mengembalikan volume
sirkulasi intravaskuler,terapi cairan paling penting untuk syok distributif dan syok
hipovolemik.Penanganan syok secara dini dapat berdampak bermakna pada perbaikan
outcome klinis.Keberhasilan resusitasi dinilai berdasarkan perbaikan hemodinamik,seperti
MAP,CVP,urine output.saturasi vena sentral.