Anda di halaman 1dari 7

Kebijakan lingkungan dan

perubahan iklim
 Muzaimah  Dinda Miftahul Jannah
 Nurul Fitri
 Anisa Astika  Darmuliwati
 Yusfa Juniar  Fitra Wahida
 Nanda Widayanti  M.Irsyadul Afkar
 Ega Farahila Pratiei
Pengendalian pencemaran
Dasar-dasar hukum perlindungan dan pengelolaan
lingkungan
LANJUTAN …
• Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 27 tahun 1999 tentang
analisis dampak lingkungan hidup
• Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 tahun 2006
tentang jenis rencana usaha dan / atau kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan AMDAL
• UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup
• Peraturan Menteri Negara No. 13 tahun 2010 tentang upaya
pengelolaan hidup dan pemantauan lingkungan hidup dansurat
pernytaan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
KESEPAKATAN GLOBAL TENTANG PERUBAHAN IKLIM

1. Kesepakan UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) tahun


1992 yang bertujuan melakukan stabilitas konsentrasi GRK (gas rumah kaca) dalam
atmosfer pada tingkat yang aman yang memungkinkan terjadinya adaptasi ekosistem
untuk menjamin ketersediaan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
2. KYOTO PROTOCOL tahun 1997 untuk mengurangi rata-rata emisi dari 6 gas rumah kaca
yang dihitung sebagai rata-rata selama 5 tahun (2008-2012).
3. PARIS AGREEMENT tahun 2015, konvensi kerangka kerja perubahan iklim di bawah
naungan PBB pada dasarnya bertujuan untuk melindungi dampak buruk akibat
pemanasan global dan perubahan iklim yang sebagian besar disebabkan oleh ulah
manusia. Kesepakatan ini menyangkut tentang kenaikan temperatur yang dianggap aman
untuk keberlanjutan kehidupan di muka bumi. Pihak yang tergabung dalam AOSIS
menghendaki batas kenaikan temperatur adalah 1,50C dan bukan 20C di atas rata-rata
temperatur bumi.
PARIS AGREEMENT menyepakati untuk meningkatkan upaya menjaga kenaikan
temperatur udara di bawah 20 C, namun diupayakan kenaikan maksimalnya 1,50 C.
Kelembagaan terkait pengelolaan lingkungan
LANJUTAN…
1. Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan atau ( KLHK)
2. Badan Lingkungan Hidup (BLH) fungsinya membantu kepala daerah dalam penyelenggaraan
perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup secara otonomi
3. Kementrian energy dan sumber daya mineral (ESDM) fungsinya sebagai pengawas lingkungan hidup
berskala nasional dan bertanggung jawab dalam pengembangan sumber energy baru yang
terbarukan untuk menjamin lingkunga hidup yang bersih.
4. Badan restorasi Gambut (BRG) fungsinya untuk koordinasi dan resotrasi lahan gambut di Indonesia
5. Badan informasi geospasial (BIG) fungsinya untuk mengkoordinasi perencanaan pembangunan
nasional
6. Kementrian agrarian dan tata ruang atau badan pertahanan nasional berfungsi sebagai perumus dan
pelaksana kebijakan nasional di bidang tata ruang, infrastruktur, dan pertahanan
7. Kementrian dalam negeri berfungsi membuat peraturan dan kebijakan pengelolaan barang atau
kekayaan negara
8. Kementrian pertanian
9. Kementrian PU bertanggung jawab dalam pengelolaan air limbah dan drainase
10.Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
11.Kementrian Keuangan
12.Dirjen pajak, sumber dana yang digunakan untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan
bersumber dari pajak masyarakat
13.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)