Anda di halaman 1dari 36

Oleh :

Prof. Dr. Ir. Sumarsono, MS.


Statistik Perbandingan
Statistik Parametrik
Statistik Parametrik
Untuk memberikan kesimpulan dari suatu asumsi (dugaan) berdasarkan
data (parameter) dari populasi (berdistribusi normal, ragam homogen),
data berasal dari skala interval/rasio, sampel cukup.
KEGUNAAN TIPE DATA UJI HIPOTESIS
1. Membandingkan Numerik (Interval, z-test
satu kelompok rasio) (independent)
(populasi) data Ragam diketahui
bebas (n>30)
2. Membandingkan Numerik (Interval, t-test
satu kelompok rasio) (independent)
(sampel) data Ragam tidak diketahui
bebas (n<30)
Statistik Perbandingan
Statistik Parametrik
KEGUNAAN TIPE DATA UJI HIPOTESIS
3. Membandingkan Numerik (Interval, z test / t-test
dua kelompok data rasio) (independent)
bebas

4. Membandingkan Numerik (Interval, Z test / t-test


dua kelompok data rasio) (corelated)
terikat
Statistik Perbandingan
Statistik Parametrik
KEGUNAAN TIPE DATA UJI HIPOTESIS

5. Membandingkan lebih dari Numerik (Interval, ANOVA klasifikasi


dua kelompok data rasio) satu arah
independent

6. Membandingkan lebih dari Numerik (Interval, ANOVA klasifikasi


dua kelompok data non rasio) satu arah dengan
independent pengamatan
berulang
Uji Hipotesis : Ragam diketahui, n ≥ 30
pada Populasi TunggalH : μ < μ
1 0
H0 : μ = μ0
H1 : μ > μ0

X¯ - μ0 H1 : μ ≠ μ0

σ / √n
Z = ------------
Wilayah Kritik
Z < - Zα
Z > Zα
Z < -Zα/2 dan Z > Zα/2

-Zα/2 0 Zα/2
Uji Hipotesis: Ragam tidak diketahui, n < 30
pada Populasi Tunggal
H1 : μ < μ0
H0 : μ = μ0
H1 : μ > μ0
¯ H1 : μ ≠ μ0
X - μ0
t = ------------
S / √n
Wilayah Kritik
t < - tα
t > tα
t < -tα/2 dan t > tα/2

-tα/2 0 tα/2
CONTOH KASUS POPULASI TUNGGAL
Menurut Dietary Goals for the United States konsumsi
sodium yang tinggi mungkin berhubungan dengan sakit
bisul, kanker perut, dan sakit kepala. Manusia
membutuhkan garam hanya 220 miligram per hari, dan
jumlah ini sudah dilampaui oleh kandungan satu porsi
sereal siap makan. Bila suatu contoh acak 20 porsi sereal
mempunyai kandungan sodium rata-rata 244 miligram
dengan simpangan baku 24.5 miligram, apakah ini
menunjukkan, pada taraf nyata 0,05 bahwa kandungan
sodium rata-rata satu porsi sereal lebih daripada 220
miligram ?
Ragam tidak diketahui, S =24,5 mg, n = 20
pada Populasi Tunggal
H1 : μ > 220
H0 : μ = 220
Wilayah Kritik
t =4,38 > t0.05 = 2,093
244 - 220
t = 24,5/
--------------
√ 20
Kesimpulan H0 ditolak (H1
diterima). Nyata (p<0,05)
bahwa kandungan sodium
> 220 mg.

-tα 0
Tabel nilai Distribusi t
Uji Hipotesis :Ragam sama diketahui n ≥ 30 pd
Pop Ganda tdk pasangan
H1 : μ1- μ2 < d0
H0 : μ1- μ2 = d0
H1 : μ1- μ2 > d0
¯
(X1 ¯
- X2 ) - d0 H1 : μ1- μ2 ≠ d0

Z = ----------------------
σ √ 2/n
Wilayah Kritik
Z < - Zα
Asumsi ragam homogen
dan ukuran n sama Z > Zα
Z < -Zα/2 dan Z > Zα/2
Uji Hipotesis:Ragam sama tdk diket n < 30 pd
Pop Ganda tdk pasangan
H1 : μ1- μ2 < d0
H0 : μ1- μ2 = d0
H1 : μ1- μ2 > d0
¯
(X1 ¯
- X2 ) - d0 H1 : μ1- μ2 ≠ d0

t = ----------------------
Sg/√2/n Wilayah Kritik
t < - tα
(n1-1)S12 + (n2-1)S22
Sg 2= t > tα
n1 + n2 - 2
t < -tα/2 dan t > tα/2
V = n1 + n2 -2
Uji Hipotesis:Ragam tdk sama tdk diket n < 30
pd Pop Ganda tdk pasangan
H1 : μ1- μ2 < d0
H0 : μ1- μ2 = d0
H1 : μ1- μ2 > d0
¯
(X1 ¯
- X2 ) - d0 H1 : μ1- μ2 ≠ d0

t = ----------------------
√S1/n1 + S2/n2 Wilayah Kritik
t < - tα
(S12/n1 + S22/n2) 2
V = t > tα
(S12/n1)2 (S22/n2)2
n -1 n -2 t < -tα/2 dan t > tα/2
CONTOH KASUS POPULASI GANDA TIDAK
BERPASANGAN
Sebuah perusahaan menyatakan bahwa kekuatan
rentangan rata-rata karet kondom A melebihi kekuatan
rentangan karet kondom B sebesar sekurang-kurangnya 12
kilogram. Untuk diuji pernyataan ini, 50 karet kondom
dari masing-masing jenis tersebut diuji di bawah kondisi
yang sama. Hasil uji memperlihatkan karet kondom A
mempunyai kekuatan rentangan rata-rata 86,7 kilogram
dengan simpangan baku 6,28 kilogram, sedangkan karet
kondom B mempunyai kekuatan rentangan rata-rata 77,8
kilogram dengan simpangan baku 5,61 kilogram. Ujilah
pernyataan perusahaan tersebut dengan menggunakan
taraf nyata 0,05.
Ragam sama diketahui, σ1= 6,28, σ2= 5,61, n
= 50 pada Populasi Ganda
H1 : μ1- μ2 < 12
H0 : μ1- μ2 = 12
Wilayah Kritik
(86,7-77,8 ) -12
Z = -2,6 < - Z0,05= -1,64
Z = ----------------------
√ 39,44/50 + 31,47/50
Kesimpulan : tolak H0
(terima H1), nyata (p<0,05)
bahwa perbedaan A dan B
kurang dari 12 kg
Tabel Luas Kurva Normal dari 0 Hingga Z
Uji Hipotesis:Ragam tdk diketahui n < 30 pd
Pop Ganda Berpasangan
H1 : μ1- μ2 < d0
H0 : μd = d0
H1 : μ1- μ2 > d0

d¯ - d0 H1 : μ1- μ2 ≠ d0

t = ----------------------
sd/√n
Wilayah Kritik
t < - tα
V = n – 1. t > tα
pengamatan berpasangan
t < -tα/2 dan t > tα/2
CONTOH KASUS POPULASI GANDA
BERPASANGAN
Pengelola ambulan RS hendak menentukan apakah
penggunaan ban radial dibanding ban biasa dapat
menghemat bahan bakar atau tidak. Dua belas mobil
dilengkapi dengan ban radial kemudian dicoba pada
rute tertentu. Tanpa mengganti sopir, mobil yang
sama kemudian diganti dengan ban biasa, dicoba lagi
dengan rute yang sama. Data adalah konsumsi bensin
km/liter.
Data bensin km/liter
Mobil Ban Radial Ban Biasa
1 4.2 4.1
2 4.7 4.9
3 6.6 6.2
4 7.0 6.9
5 6.7 6.8
6 4.5 4.4
7 5.7 5.7
8 6.0 5.8
9 7.4 6.9
10 4.9 4.7
11 6.1 6.0
12 5.2 4.9
Data bensin km/liter
Mobil Ban Radial-Biasa (d) d2
1 0.1 0.01
2 -0.2 0.04
3 0,4 0.16
4 0.1 0.01
5 -0.1 0.01
6 0.1 0.01
7 0 0
8 0.2 0.04
9 0.5 0.25
10 0.2 0.04
11 0.1 0.01
12 0.3 1.7 0.09 0.67
Uji Hipotesis: Sd = 0.1975, n=12 pd
μ1 = 5.7500, μ2 = 5.6083 pasangan
H0 : μd = 0 H0 : μd > 0
H0 : μ1 - μ2 = 0 H1 : μ1- μ2 > 0

0.1417 Wilayah Kritik


0.1975/√12 t = 2.4842 > t0.05= 1.796
t = ----------------------
Uji Hipotesis Komparatif Variabel Numerik Dua Kelompok
Distribusi Normal
- Uji t Tidak Berpasangan
- Uji t Berpasangan
UJI T TIDAK BERPASANGAN
Syarat uji t tidak berpasangan :
Data berdistribusi Normal
Ragam (varians) homogen atau tidak homogen.
Test Normalitas : Kolmogorov-Smimov.
Contoh Uji t
Buka file dua kelompok data tidak berpasangan, misal
kasus :
Ingin diketahui bagaimana pengaruh kehadiran suami
pada saat istri dalam proses melahirkan terhadap skor
ansietas istri.
Pertanyaan penelitian :
Apakah terdapat perbedaan rerata skor ansietas antara
kelompok ibu yang proses kelahiran didampingi suami
dan yang tidak
Hipotesis Statistik
Langkah Uji t (SPSS)
Analyze  Compare Means  Independent
Sample t
Masukkan score ke dalam kotak Test Variable
Masukkan suami ke dalam Grouping Variable
Aktifkan kotak Define Group.
Masukkan angka 1 untuk group 1 (sebagai kode
tidak didampingi suami)
Masukkan angka 2 untuk kotak gorup 2 (sebagai
kode didampingi suami)
Prosedur selesai. Klik Continue. Klik OK
OUTPUT SPSS
KESIMPULAN
Karena p<0.05 maka diambil kesimpulan”terdapat
perbedaan rerata ansietas yang nyata antara kelompok
ibu yang proses kelahiran didampingi suami dan yang
tidak
Skor yang didampingi suami lebih rendah daripada yang
tidak didampingi
Atau skor ansietas kelompok ibu yang kelahiran
didampingi suami lebih rendah secara nyata dibanding
yang tidak.
UJI T BERPASANGAN
Syarat uji t berpasangan :
Data berdistribusi Normal
Ragam (varians) homogen atau tidak homogen tidak
perlu uji krn berpasangan
Test Normalitas : Kolmogorov-Smimov.
Contoh Uji t berpasangan
Buka file dua kelompok data berpasangan, misal kasus
Ingin diketahui bagaimana pengaruh terapi sulih
testosteron terhadap perubahan body mass index (BMI)
Pertanyaan penelitian :
Apakah terdapat perbedaan rerata BMI sebelum dan
sesudah satu bulan penyuntikan testosteron
Hipotesis Statistik
Langkah Uji t (SPSS)
Analyze  Compare Means  paired Sample t
Masukkan bmipre dan bmipost ke dalam kotak
paired Variable
Prosedur selesai. Klik Continue. Klik OK
OUTPUT SPSS
KESIMPULAN
Karena p<0.05 maka diambil kesimpulan”terdapat
perbedaan rerata BMI yang nyata antara sebelum dan
setelah penyuntikan testosteron
BMI sebelum penyuntikan lebih rendah daripada
setelah 1 bulan penyuntikan
Atau BMI setelah 1 bulan penyuntikan lebih tinggi
secara nyata dibanding sebelum penyuntikan.
Renponden Jenis Obat Lama Sembuh
1 0 5
2 0 5
TUGAS 1 :
3 0 6
4 0 7
Data
Pemberian 5 0 7
Obat dan 6 0 7
Lama 7 0 6
Sembuh 8 0 6
9 0 7
10 0 4
11 1 4
12 1 3
13 1 3
14 1 3
15 1 3
16 1 4
17 1 4
18 1 5
19 1 5
20 1 5
TUGAS 2 : Data Tekanan Darah Sistolik

Renponden Sebelum Pakai OC Setelah Pakai OC


1 115 128
2 112 115
3 107 106
4 119 128
5 115 122
6 138 145
7 126 132
8 105 109
9 104 102
10 115 117