Anda di halaman 1dari 33

DEATH CASE

Oleh
Nita Nilam Sari 10 15 777 14 043
Stanley Tjahyadi 11 16 777 14 086

Pembimbing :
dr. Muh.Ikhlas,Sp.B,M.Kes
I. IDENTITAS
• Nama : An.R
• Tanggal lahir : 01 November 2009/ 8 tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Tanggal Masuk RS : 16 Desember 2017
• Tanggal Meninggal : 11 Januari 2018
II. ANAMNESIS
• Keluhan Utama : Nyeri seluruh bagian perut

• Anamnesis Terpimpin : Alloanamnesis

Pasien konsul dari pediatrik dengan keluhan nyeri


pada seluruh bagian perut. Awalnya 2 minggu yang lalu
pasien mengeluh nyeri ulu hati kemudian menjalar ke
seluruh bagian perut. Ibu pasien juga mengatakan pasien
demam yang naik turun dialami sejak ± 3 hari sebelum
masuk RS. Mual (+) Muntah (+) banyak kali setiap makan.
Nafsu makan menurun (+). Keluhan juga disertai batuk.
BAB cair (+), BAK biasa.
• Riwayat Penyakit Terdahulu : Tidak ada

• Riwayat Penyakit Keluarga :Disangkal

• Riwayat Pengobatan : Tidak ada


III. PEMERIKSAAN FISIS
 Status Generalisata : Sakit sedang
 GCS : E4M6V5

 Tanda-tanda Vital
Nadi : 118 kali/menit
Respirasi : 26 kali/menit
Suhu : Axilla : 37,1ºC
Rectal : 37,7 ºC
Kepala :
• Bentuk Normocephal (+)
• Konjungtiva : Anemis +/+
• Sklera : Ikterik -/-
• Pupil : Isokor (+/+) Ukuran 2,5 mm/2,5 mm

Leher :
Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Thorax
• Paru-Paru
Inspeksi : simetris bilateral
Palpasi : vocal fremitus kanan dan kiri menurun
Perkusi : pekak pada paru kanan dan kiri
Auskultasi : Bronchovesikuler (+/+), Rhonki (+/+), Wheezing
(-/-)

• Jantung
• Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
• Palpasi : Ictus cordis teraba pada SIC V midclavicula
sinistra
• Perkusi : batas jantung normal
• Auskultasi : Bunyi jantung I/II reguler (+), Gallop (-),Murmur
(-)
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
• Inspeksi : cembung
• Auskultasi : peristaltik (+) kesan meningkat
• Perkusi : pekak (+)
• Palpasi : Nyeri tekan(+) Hepatomegali(+), Splenomegali(-).
PEMERIKSAAN FISIK
Genitalia :
• Inspeksi : tidak tampak kelainan
• Palpasi : tidak teraba massa

Rectal Toucher :
• Spinkter ani menjepit (+)
• Feses (+)

Ekstremitas
• Superior : akral hangat (+/+), edema (-/-)
• Inferior : akral hangat (+/+), edema (-/-)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

21 Desember 2017

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


RBC 3,3 x 106/mm3 4,00–5,40 x 106/mm3
HGB 8,9 g/dL 13,0 – 17,0 g/Dl
HCT 26,7 % 40,0 – 54,0 %
PLT 145 x 103/mm3 150 – 500 x 103/mm3
WBC 3,3 x 103/mm3 4,0 – 10,0 x 103/mm3

Pemeriksaan morfologi sel darah : Pansitopenia suspek kausa infeksi


PEMERIKSAAN RADIOLOGI
• USG abdomen : 1
Small bowel obstruction e.c. sugestif appendisitis akut
Ascites
• Foto Thoraks :
Edema paru disertai efusi pleura bilateral

• USG abdomen : 2
Appendisitis perforasi
Peritonitis
RESUME
Pasien konsul dari pediatrik dengan keluhan nyeri pada seluruh
regio abdomen. Awalnya 2 minggu yang lalu pasien mengeluh regio
epigastrium kemudian menjalar ke seluruh regio abdomen. Febris
intermitten (+) sejak ± 3 hari sebelum masuk RS. Nausea (+) Vomitus
(+) banyak kali setiap makan. Anorexia (+). Keluhan juga disertai batuk.
BAB cair (+), BAK biasa.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 118 kali/menit, respirasi 26
kali/menit, suhu axilla : 37,1ºC dan suhu rectal : 37,7 ºC. Pada
pemeriksaan auskultasi thoraks terdengar bunyi rhonki +/+. Pada
pemeriksaan abdomen tampak abdomen kesan cembung,defans
muskular (+), teraba hepatomegali 2 jari dibawah arcus costa, dan
nyeri tekan seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan rektal toucher
didapatkan spinkter ani menjepit dan terdapat feses.Setelah dilakukan
pemeriksaan penunjang USG kesan Small bowel obstruction e.c.
sugestif appendisitis akut dan ascites, hasil pemeriksaan USG kedua
kesan appendisitis perforasi dan peritonitis. Pada pemeriksaan foto
thoraks PA kesan edema paru disertai efusi pleura bilateral.
DIAGNOSIS

Peritonitis e.c. Ileus Obstruksi Parsial +


Appendisitis Perforasi+ Ascites + Efusi Pleura
bilateral + bronchitis akut
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :
• IVFD KAEN 3B 15 tpm makro
• Injeksi Santagesik 200 mg/6 jam
• Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
• Injeks Ranitidin 20 mg/8 jam
• Injeksi Omeprazole 20 mg/12 jam
• Injeksi Ketorolac 15 mg/8 jam
• Elkana syrup 1x1 cth
• Puyer batuk 3x1 pulv
• Injeksi Metronidazole loading 300 mg,selanjutnya 150 mg/8 jam
• Transfusi PRC 1500 cc habis dalam 6 jam
Non-Medikamentosa :
• Rencana Operasi Laparatomi
FOLLOW UP
28 Desember 2017

S : Nyeri luka post operasi laparatomi (+) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-) flatus (+) BAB
(-)
O : Nadi : 133x/menit
RR : 22 x/menit
S : 36,8ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Drain 700 cc/24 jam
Urin : 300 cc/24 jam
A : Post operasi laparatomi hari 1 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut

P:
-Infus RL 14 tpm
-Drips Santagesik 1 kolf
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 1/3 ampul/8 jam
-Injeksi Ketorolac 1/3 ampul/8 jam
-Traneksid 1/3 ampul/8 jam
-Minum sedikit-sedikit
FOLLOW UP
29 Desember 2017

S : Nyeri luka post operasi laparatomi (+) , demam (-) batuk (+) muntah (-) flatus (+) BAB (-)

O : Nadi : 118x/menit
RR : 22 x/menit
S : 36,7ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada palpebra dan scrotum
Drain :500 cc/24 jam
Urin :250 cc

A : Post operasi laparatomi hari 2 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut

P : Bedah :
-Infus RL 14 tpm
-Drips Santagesik 1 kolf
--Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 1/3 ampul/8 jam
-Injeksi Ketorolac 1/3 ampul/8 jam
-Traneksid 1/3 ampul/8 jam
-Minum sedikit-sedikit

Cek Albumin
FOLLOW UP
30 Desember 2017

S : Nyeri luka post operasi laparatomi (+) , demam (-) batuk (+) muntah (-) flatus (+) BAB (-)

O : Nadi : 118x/menit
RR : 22 x/menit
S : 36,7ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada palpebra dan scrotum
Urin 270 cc/24 jam
Drain : 200 cc/24 jam Albumin : 1,7
Luka basah

A : Post operasi laparatomi hari 3 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia

P : Bedah :
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
Diet bubur saring
Ganti Verban
FOLLOW UP
31 Desember 2017

S : Sesak (+)Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (+) batuk (+) muntah (-) flatus (+) BAB (+)

O : Nadi : 118x/menit
RR : 27 x/menit wheezing (+/+)
S : 38,7ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 450 cc/24 jam
Drain : 240 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 4 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi Pleura bilateral
P : Bedah :
-Nebulizer/8 jam
-Oksigen 2-3 lpm
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Dexamethasone 1/3 ampul/8 jam
-Sanmol infus 250 cc/iv
Diet bubur saring
Ganti Verban
01 Januari 2018

S : Sesak (+)Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (+) muntah (-)
flatus (+) BAB (+)
O : Nadi : 120x/menit
RR : 28 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,7ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 500 cc/24 jam
Drain : 300 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 4 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi Pleura bilateral
P : Bedah :
-Nebulizer/8 jam
-Oksigen 2-3 lpm
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Dexamethasone 1/3 ampul/8 jam
Diet bubur saring
Ganti Verban
FOLLOW UP
02 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-)
flatus (+) BAB (+)
O : Nadi : 104x/menit
RR : 25 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,6ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Edema pada scrotum dan palpebra
Urin 410 cc/24 jam
Drain : 350 cc/24 jam
A : Post operasi laparatomi hari 5 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi pleura bilateral
P : Bedah :
Alih rawat ke bedah
-Oksigen 2-3 lpm
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
Mobilisasi duduk
Diet lunak
Ganti Verban
Pasien dipindahkan ke ruang perawatan bedah di kenari
FOLLOW UP
03 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-)
flatus (+) BAB (-)
O : Nadi : 108x/menit
RR : 26 x/menit wheezing (+/+)
S : 37,1ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 410 cc/24 jam
Drain : 350 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 6 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi Pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Mobilisasi duduk
Diet lunak
Ganti Verban
FOLLOW UP
04 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-)
flatus (+) BAB (-)
O : Nadi : 113x/menit
RR : 27 x/menit wheezing (+/+)
S : 37,4ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 500 cc/24 jam
Drain : 600 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 7 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi Pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Drips Santagesik 1 kolf
--Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Mobilisasi duduk
Diet lunak
Ganti Verban
FOLLOW UP
05 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-)
flatus (+) BAB (-)
O : Nadi : 116x/menit
RR : 26 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,7ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 450 cc/24 jam
Drain : 500 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 8 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia + Efusi Pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Drips Santagesik 1 kolf
--Injeksi Ceftriaxone 500 mg/12 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Injeksi Ketorolac 10 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Mobilisasi duduk
Diet lunak
Ganti Verban
FOLLOW UP
06 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-)
flatus (+) BAB (-)
O : Nadi : 112x/menit
RR : 28 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,5ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 450 cc/24 jam
Drain : 500 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 9 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi +Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia+Efusi pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Santagesik (Bila Perlu)
-Injeksi Meropenem /8 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Mobilisasi duduk
Diet tinggi kalori dan protein
Ganti Verban
Kultur Cairan
FOLLOW UP
07 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (+) , demam (-) batuk (+) kembung (+) muntah (-)
flatus (+) BAB (+)
O : Nadi : 112x/menit
RR : 28 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,5ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Perut kembung
Urin 800 cc/24 jam
Drain : 900 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 10 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia +Ascites+ Efusi pleura
bilateral
P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Santagesik (Bila Perlu)
-Injeksi Meropenem /8 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Mobilisasi duduk
Pasang NGT
Tunggu hasil kultur
FOLLOW UP
08 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-) flatus (+) BAB (+)

O : Nadi : 118x/menit
RR : 30 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,6ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 650 cc/24 jam
Drain : 700 cc/24 jam
NGT : 500 cc
Thorax PA : Edema Paru disertai efusi pleura bilateral
Albumin : 2,6
A : Post operasi laparatomi hari 11 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis Perforasi + Ascites +
Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia +Ascites+ Efusi pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Santagesik (Bila Perlu)
-Injeksi Meropenem /8 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Albumin 100 ml/IV
-Mobilisasi duduk
NGT klem
Diet tinggi kalori dan protein
Mobilisasi duduk
CT-Scan Abdomen
Aff Kateter
FOLLOW UP
09 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (+) muntah (-)
flatus (+) BAB (+)
O : Nadi : 132x/menit
RR : 28 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,8ºC
Haper teraba 2 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Perut kembung
Drain : 500 cc/24 jam

A : Post operasi laparatomi hari 12 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi +Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia +Ascites+Efusi pleura
bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Santagesik (Bila Perlu)
-Injeksi Meropenem /8 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Mobilisasi duduk
Lanjut NGT
Diet bubur
Duduk 8 jam/hari
FOLLOW UP
10 Januari 2018

S : Sesak (+) Nyeri luka post operasi laparatomi (-) , demam (-) batuk (+) kembung (-) muntah (-) flatus (+) BAB (+)

O : Nadi : 122x/menit
RR : 36 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,65ºC
Haper teraba 5 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin dibuang 130 cc/24 jam
Drain : 400 cc/24 jam
NGT : 300 cc
USG : Hepatosplenomegali + Cairan bebas cavum peritoneum + Efusi pleura bilateral

A : Post operasi laparatomi hari 13 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis Perforasi + Ascites +
Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia +Ascites+ Efusi pleura bilateral

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Nebulizer/8 jam
-Infus RL 50 cc/jam
-Injeksi Santagesik (Bila Perlu)
-Injeksi Meropenem /8 jam
-Injeks Ranitidin 16 mg/8 jam
-Mobilisasi duduk
NGTdi klem
Diet bubur
Duduk 8 jam/hari
FOLLOW UP
11 Januari 2018

S : Kesadaran menurun (+)

O : Nadi : 100x/menit (lemah)


RR : 26 x/menit wheezing (+/+)
S : 36,4ºC (Akral dingin)
Haper teraba 5 jari dibawah costa
Bengkak pada scrotum dan palpebra
Urin 400 cc/24 jam
Drain : 600 cc/24 jam
Elektrolit : Na : 133,0 Cl : 92,0 Calsium : 0,88
GDS : 84
A : Post operasi laparatomi hari 13 dengan peritonitis e.c. ileus obstruksi parsial+ Appendisitis
Perforasi + Ascites + Hepatomegaly + bronchitis akut + Hipoalbuminemia +Ascites+ Efusi pleura
bilateral + Hipotermi

P : Bedah :
-Oksigen 2-3 lpm
-Infus RL 400 cc/30 menit
-Observasi ketat TTV

Anak : Bungkus dengan selimut


RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT
Pasien masuk RSU Anutapura dirawat di Nuri
dengan diagnosis demam dengue, pasien dikonsul ke
bedah dengan keluhan nyeri perut seluruh kuadran
abdomen, pasien didiagnosis dengan Peritonitis e.c ileus
obstruksi parsial dan Appendisitis perforasi Pada pasien
dilakukan tindakan operasi laparatomi dan setelah operasi
pasien dirawat di ICU.
Pada saat di ICU pasien mengalami edema pada
skrotum dan palpebra, setelah dilakukan pemeriksaan
albumin, hasilnya 1,7 dan pasien didiagnosis
hipoalbuminemia.
Pada saat keadaan umum pasien sudah mulai
membaik, pasien di pindahkan ke ruang perawatan bedah
kenari.
Pada saat pasien dipindahkan di ruang perawatan
Kenari keadaan pasien tetap sesak dan perut tetap
kembung dan pada pemeriksaan didapatkan distensi
abdomen, serta ketika dilakukan pemeriksaan albumin,
hasilnya 2,8.
COD
• 1D : Takikardi,takipnea,akral dingin
• 1C : Ketidakcukupan perfusi jaringan
• 1B : Penurunan aliran balik ke jantung -> penurunan
pengisian ventrikel->penurunan stroke volume->
penurunan cardiac output (mekanisme kompensasi)
• 1A : Syok hipovolemik
TERIMA KASIH