Anda di halaman 1dari 18

Akuntansi sumber daya manusia muncul disebabkan kegagalan prinsip-

prinsip akuntansi dalam memberikan informasi yang relevan dan


memberlakukan biaya-biaya sumber daya manusia sebagai beban
(expence) pada periode terjadinya. Akibatnya pendekatan baru, seperti
audit akuntansi social dan sumber daya manusia mempertimbangkan
fakta bahwa modal manusia dan harta berwujud bersifat berbeda secara
alami dalam memperkenalkan perspektif yang lebih luas dalam
akuntansi sumber daya manusia.
Akuntasi sumber daya manusia adalah pengukuran nilai mengenai
sumber daya manusia di dalam perusahaan, termasuk bagian-
bagian laporan yang menggambarkan masalah-masalah, seperti
biaya-biaya dan keuntungan-keuntungan dari pelatihan,
keberpindahan karyawan, ketidakhadiran, nilai dari pengetahuan
karyawan, dan lain-lain.
Kerangka Konseptual.

Analisis Biaya Pelatihan dan Pemilihan.

Perlakuan dan Perspektif Akuntansi Keuangan.

Perlakuan dan Perspektif Akuntansi Manajerial.

Biaya Historis.

Biaya Substitusi.

Biaya Kesempatan.
Berdasarkan konsep biaya keluar dapat digolongkan ke
dalam tiga kategori. Biaya ini merupakan biaya atas
hilangnya efisiensi, biaya lowongan pekerjaan selama
pencarian karyawan baru serta determinasi pembayaran.
Dapat disimpulkan bahwa penggantian kegiatan personel
merupakan biaya untuk perusahaan. Jadi biaya tersebut
tidak seharusnya dipertimbangkan sebagai asset.
Tahap
pertama
(1960-1966)
Tahap
Kedua
(1966-1971)

Tahap ketiga
(1971-1976)

Tahap
keempat
(1976-1980)
Tahap kelima
(1980-
sekarang)
Pendekatan awal akuntansi sumber daya manusia digambarkan
sebagai proses pengidentifikasian, pengukuran, dan
pengkomunikasian informasi tentang sumber daya manusia untuk
memudahkan efektivitas manajemen dalam suatu organisasi. Hal
ini merupakan perkembangan dari prinsip akuntansi berdasarkan
biaya manfaat terhadap kebutuhan organisasi dari
mengkomunikasikan informasi lain dalam istilah keuangan. Hal
ini juga melibatkan pengukuran nilai ekonomi dari manusia
terhadap organisasi.
Dengan adanya akuntansi sumber daya manusia diharapkan
dapat memberikan fitur berbeda yang bersumber dari ekonomi
yang sedang muncul dan terdapat penekanan yang semakin
besar terhadap modal manusia (pengetahuan, keterampilan dan
pengalaman manusia). Sehingga hal ini menunjukkan bahwa
pengembangan modal manusia berbiaya mahal dan memerlukan
signifikan, baik oleh individu maupun organisasi yang
mempekerjakan mereka.
Terdapat juga dukungan di antara beberapa teoretikus akuntansi awal
untuk mernperlakukan manusia sebagai aktiva dan menghitung
nilainya. Misalnya saja, D, R. Scott memerhatikan, “seorang tenaga
kerja operasi teknis yang terlatih selalu merupakan aktiva yang
berharga”. Secara serupa, W. A. Falon telah menyatakan, “dalam suatu
perusahaan bisnis, karyawan yang dikelola dengan baik dan loyal
mungkin adalah aktiva yang lebih penting dibandingkan dengan
persediaan barang dagangan”.
Salah satu dari pendekatan paling awal untuk mengukur dan mencatat

nilai dari sumber daya manusia dikembangkan oleh R.H Hermanson,


seorang akuntan akademis, sebagai bagian dari disertasi Ph.D-nya
yang kemudian diterbitkan sebagai mongraf pada tahun 1964 dengan
judul ‘Akuntansi untuk Sumber Daya Manusia’.
Asumsi dasar akuntansi sumber daya manusia adalah sebagai berikut:
1. Manusia adalah sumber daya organisasi yang bernilai
2. Pengaruh dari nilai manajemen
3. Kebutuhan akan informasi sumber daya manusia

Tujuan akuntansi sumber daya manusia adalah sebagai berikut:


1. Informasi kuantitatif
2. Metode penilaian
3. Teori dan model
Aset tak berwujud sebagai sumer daya manusia.

Goodwill sebagai sumber daya manusia.

Merek dagang sebagai sumber daya manusia

Hak cipta sebagai sumber daya manusia.

Hak paten sebagai sumber daya manusia.


Memperbaiki Manajemen
Sumber Daya Manusia.

Fokus Pada Karyawa Sebagai


Asset.

Memperoleh Kualifikasi
Angkatan Kerja.
Konservasi Sumber Daya
Peran Penting Manajerial
Manusia

Pemamfaatan umber Daya


Akuisisi Sumber Daya Manusia
Manusia

Kebijakan Akuisis dan Evaluasi dan Imbalan Sumber


Pengembangan Daya Manusia

Alokasi Sumber Daya Manusia


System informasi akuntansi sumber daya mansia menyediakan informasi yang :
1. Tepat waktu, manajer harus memiliki akses untuk memutakhirkan informasi.
2. Akurat, manajer mampu bergantung pada akurasi informasi yang disediakan.
3. Ringkas, manajer dapat menyerap banyak informasi pada setiap waktu.
4. Relevan, manajer mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
5. Lengkap, manajer mendapatkan informasi yang lengkap.
Pengeluaran actual historis yang terjasi sebagai
Biaya Awal suatu investasi dalam sumber daya.

Pengorbanan yang harus dilakukan hari ini untuk


Biaya Penggantian
menggantikan sumber daya dari suatu organisasi.

Jumlah maksimum yang dapat diperoleh sumber


Biaya Kesempatan daya tersebut dalam penggunaan alternatif.
Pengukuran Non-moneter atas
Niilai Manusia

Pengukuran Moneter atas Nilai


Manusia