Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN

KEPERAWATAN JIWA
ANALISA DATA
1. Data subyektif
• Pasien mengatakan mendengar suara menyuruh untuk
tidak mengerjakan sholat wajib.
• Pasien mengatakan suara muncul tiap kali sholat.
• Pasien mengatakan klien tidak tau dari mana suara
muncul.
2. Data obyektif
• Klien melakukan sambil melihat sekeliling seperti
sedang mencari sesuatu.
DIAGNOSA
1. Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
2. Isolasi sosil : menarik diri
3. Resiko menciderai diri, orang lain dan lingkungan.
POHON MASALAH
Resiko mencedarai diri , orang lain dan lingkungan

(Akibat)

Perubahan persepsi sensori : Halusinasi

(Core Problem )

Isolasi sosial : Menarik diri

(Penyebab)
PROSES KEPERAWATAN

1.IDENTITAS
• NAMA : TN. L
• UMUR : 45 TAHUN

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN
NO Diagnosa Perencanaan Intervensi
Tujuan Kriteria Evaluasi
1. Ganggua TUM : 1. Ekpresi wajah klien bersahabat. 1. Beri salam/panggil nama
n Persepsi Klien dapat 2. Klien menunjukkan rasa senang. klien.
: sensori mengontrol 3. Ada kontak mata. 2. Sebutkan nama perawat
halusinasi halusinasinya. 4. Klien mau berjabat tangan. sambil berjabat tangan.
TUK 1 : 5. Klien mau menyebutkan nama. 3. Jelaskan maksud hubungan
Klien dapat membina 6. Klien mau menjawab salam. interaksi.
hubungan saling 7. Klien mau duduk berdampingan 4. Jelaskan tentang kontrak yang
percaya. dengan perawat. akan dibuat.
8. Klien bersedia mengungkapkan 5. Beri rasa aman dan sikap
masalah yang dihadapi. empati
6. Lakukan kontak singkat tapi
sering
TUK 2 : Klien dapat menyebutkan jenis, waktu, 1. Lakukan kontak sering dan
Klien dapat mengenal isi, situasi, frekuensi, dan respon singkat secara bertahap.
halusinasinya (jenis, timbulnya halusinasi 2. Observasi tingkah laku klien
waktu, isi, situasi, terkait dengan halusinasinya :
bicara dan tertawa tanpa
stimulus,
frekuensi, dan mengarahkan telinga kekiri, kekanan,
respon saat kedepan seolah olah klien mendengar
timbulnya suara-suara.
halusinasi). 3. Bantu klien mengenal halusinasinya :
a. Tanyakan apakah ada suara yang
didengar.
b. Tanyakan apa yang dikatakan
halusinasinya.
c . Katakan perawat percaya klien
mendengar suara itu, namun perawat
sendiri tidak mendengarnya.
d. Katakan bahwa klien lain juga ada
yang seperti itu
e. Katakan bahwa perawat akan
membantu klien.
4. Diskusikan dengan klien :
a. Situasi yang menimbulkan atau tidak
menimbulkan halusinasi.
b. Waktu dan frekuensi terjadinya
halusinasi.
c. Diskusikan dengan klien apa yang
dirasakan jika
terjadi halusinasi (marah, takut,
sedih dan senang).
d. Beri kesempatan klien untuk
mengungkapkan perasaannya.
TUK 3 : 1. Klien dapat menyebutkan tindakan 1. Identifikasi bersama klien cara
Klien dapat mengontrol yang biasanya dilakukan untuk tindakan yang dilakukan jika
halusinasinya. mengendalikan halusinasinya. terjadi halusinasi.
2. Klien dapat menyebutkan cara baru 2. Diskusikan manfaat cara yang
untuk mengontrol halusinasi. digunakan klien, jika bermanfaat
3. Klien dapat memilih cara mengatasi beri Pujian.
halusinasi seperti yang telah 3. Diskusikan cara baru untuk
didiskusikan dengan perawat. memutus atau mengontrol
4. Klien dapat melaksanakan cara yang timbulnya halusinasi dengan cara :
telah dipilih untuk mengendalikan a. Menghardik.
halusinasi. b. Menemui orang lain untuk
5. Klien dapat mencoba cara bercakap-cakap.
menghilangkan halusinasi. c. Melakukan kegiatan yang
biasa dilakukan.
d. Bantu klien memilih dan
melatih cara mengontrol
halusinasinya secara bertahap.
e. Beri kesempatan kepada klien
untuk melakukan cara yang telah
dilatih, evaluasi hasilnya, dan beri
pujian jika berhasil.
TUK 4 : 1. Keluarga menyatakan 1. Buat kontrak waktu, tempat, dan topik dengan
Klien dapat setuju untuk mengikuti keluarga saat keluarga berkunjung.
dukungan dari pertemuan dengan 2. Diskusikan pada keluarga tentang pengertian
keluarga dalam perawat. halusinasi, tanda dan gejala halusinasi, proses
mengontrol 2. Keluarga mampu terjadinya halusinasi, serta cara yang dapat dilakukan
halusinasinya. menyebutkan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi.
pengertian, 3. Jelaskan tentang obat-obatan halusinasi.
tanda dan gejala, 4. Jelaskan cara merawat anggota keluarga yang halusinasi
proses terjadinya dirumah misalnya beri kegiatan, jangan biarkan
halusinasi dan sendirian, makan bersama.
tindakan untuk 5. Anjurakan keluarga untuk memantau obat-obatan dan
mengendalikan cara pemberiannya untuk mengatasi halusinasi.
halusinasi. 6. Beri informasi waktu kontrol kerumah sakit dan
bagaimana cara mencari bantuan jika halusinasi tidak
bisa diatasi dirumah.
TUK 5 : 1. Klien dapat menyebutkan manfaat, 1. Diskusikan dengan klien dan keluarga
Klien dapat dosis dan efek samping obat. tentang dosis, frekuensi dan manfaat
memanfaatk 2. Klien dapat mendemonstrasikan minum obat.
an obat penggunaan obat dengan benar. 2. Anjurkan klien meminta sendiri obat
dengan baik. 3. Klien dapat informasi tentang efek pada perawat dan merasakan
dan efek samping obat. manfaatnya.
4. Klien dapat memahami akibat 3. Anjurkan klien bicara dengan dokter
berhentinya mengonsumsi obat-obat tentang manfaat dan efek samping
tanpa konsultasi. minum obat yang dirasakan
5. Klien dapat menyebutkan prinsip 6 4. Diskusikan akibat berhenti mengonsumsi
benar penggunaan obat obat-obat tanpa konsultasi.
5. Bantu klien menggunakan obat dengan
prinsip 6 benar
TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK PASIEN
1. Tujuan tindakan untuk pasien meliputi:
A. Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya
B. Pasien dapat mengontrol halusinasinya
C. Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal
2. Tinakan keperawatan
A. Membantu pasien mengenali halusinasi.
B. Melatih pasien mengontrol halusinasi.
C. Menghardik halusinasitahapan
Tindakan meliputi:
1) menjelaskan cara menghardik halusinasi
2) memperagakan cara menghardik
3) meminta pasien memperagakan ulang
4) memantau penerapan cara ini, menguatkan perilaku pasien
D. Bercakap-cakap dengan orang lain
E. Melakukan aktivitas yang terjadwal
Tahapan intervensinya sebagai berikut:
1) menjelaskan pentingnya aktivitas yang teratur untuk mengatasi halusinasi.
2) mendiskusikan aktivitas yang biasa dilakukan oleh pasien
3) melatih pasien melakukan aktivitas
4) menyusun jadwal aktivitas sehari-hari sesuai dengan aktivitas yang telah
5) dilatih. Upayakan pasien mempunyai aktivitas dari bangun pagi sampai tidur malam, 7
hari dalam seminggu.
6) memantau pelaksanaan jadwal kegiatan; memberikan penguatan terhadap perilaku
pasien yang posif.
F. Menggunakan obat secara teraturtif.
Berikut ini tindakan keperawatan agar pasien patuh menggunakan obat:
1) jelaskan guna obat
2) jelaskan akibat bila putus obat
3) jelaskan cara mendapatkan obat/berobat
4) jelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar obat, benar pasien, benar
cara, benar waktu, benar dosis)
STRATEGI PELAKSANAAN
1. SP 1 pasien : membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara-cara mengontrol
halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan cara pertama : menghardik
halusinasi
Fase orientasi :
A. ”Assalamualaikum tn.L. Saya perawat yang akan merawat tn.L. Nama saya SS, senang dipanggil S. Nama tn.L siapa? Senang
dipanggil apa
B. ”Bagaimana perasaan tn.L hari ini? Apa keluhan tn.L saat ini”
C. ”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini tn.L dengar tetapi tak tampak wujudnya? Di mana
kita duduk? Di ruang tamu? Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit
Fase kerja :
a. ”Apakah tn.L mendengar suara tanpa ada ujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?”
B. ”Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering tn.L dengar suara? Berapa kali sehari tn.L alami?
Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?”
C. ” Apa yang tn.L rasakan pada saat mendengar suara itu?”
D. ”Apa yang tn.L lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar
cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul?
Next........

E. ”Pak, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan menghardik
suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan
kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.”
F. ”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
G. ”Caranya sebagai berikut : saat suara-suara itu muncul, langsung tn.L bilang, pergi saya
tidak mau dengar, … saya tidak mau dengar. . Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang
sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba tn.L peragakan ! nah begitu, … bagus! Coba lagi! Ya
bagus tn.L sudah bisa”
Fase terminasi :
A. ”Bagaimana perasaan tn.L setelah peragaan latihan tadi ?” kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan coba cara
tersebut ! bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja latihannya? (Saudara masukkan
kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien). Bagaimana kalau kita bertemu lagi
untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua? Jam berapa tn.L ? bagaimana kalau
dua jam lagi? Berapa lama kita akan berlatih ? dimana tempatnya”
B. ”Baiklah, sampai jumpa. Assalamu’alaikum”
SP 2 pasien : melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara kedua: bercakap-cakap dengan orang lain.
Fase orientasi :
a. “assalammu’alaikum tn.L. Bagaimana perasaan tn.L hari ini ? apakah suara-suaranya masih muncul ? apakah
sudah dipakai cara yang telah kita latih ? berkurangkan suara-suaranya bagus ! sesuai janji kita tadi saya
akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang
lain. Jadi kalau tn.L mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman
untuk ngobrol dengan tn.L. Contohnya begini; … tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan
saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya kakak tn.L katakan: kak, ayo ngobrol dengan tn.L. Tn.L sedang
dengar suara-suara. Begitu tn.L tn.L. Coba tn.L lakukan seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu. Bagus! Coba
sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya tn.L!”
Fase Kerja :
a. “Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-
cakap dengan orang lain. Jadi kalau Tn.L mulai mendengar suara-suara, langsung saja
cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan Tn.L. Contohnya
begini; … tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau
ada orang dirumah misalnya Kakak Tn.L katakan: Kak, ayo ngobrol dengan Tn.L. Tn.L
sedang dengar suara-suara. Begitu Tn.L Tn.L. Coba Tn.L lakukan seperti saya tadi
lakukan. Ya, begitu. Bagus! Coba sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya Tn.L!”
Fase Terminasi :
a. “Bagaimana perasaan Tn.L setelah latihan ini ? Jadi sudah ada berapa cara yang Tn.L
pelajari untuk mencegah suara-suara itu ? Bagus, cobalah kedua cara ini kalau Tn.L
mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan
harian Tn.L. Mau jam berapa latihan bercakap-cakap ? Nah nanti lakukan secara
teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul ! Besok pagi saya akan ke mari lagi.
Bagaimana kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal ? Mau
jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00 ? Mau di mana/ disini lagi ? Sampai besok
ya. Assalamualaikum”.
3. SP 3 pasien : melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara ketiga : melaksanakan aktivitas terjadwal
Fase orientasi :
a. “Assalamu’alaikum tn.L. Bagaimana perasaan tn.L hari ini ? apakah suara-suaranya masih muncul ? apakah sudah
dipakai dua cara yang telah kita latih ? bagaimana hasilnya ? bagus ! sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar
cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal. Mau di mana kita bicara ? baik
kita duduk di ruang tamu. Berapa lama kita bicara ? bagaimana kalau 30 menit ? baiklah.”
Fase kerja :
a. “apa saja yang biasa tn.L lakukan ? pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam berikutnya (terus ajak sampai
didapatkan kegiatannya sampai malam). Wah banyak sekali kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini
(latih kegiatan tersebut). Bagus sekali tn.L bisa lakukan. Kegiatan ini dapat tn.L lakukan untuk mencegah suara
tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan.
Fase terminasi :
a. “Bagaimana perasaan tn.L setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara?
Bagus sekali ! coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara. Bagus sekali. Mari
kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian tn.L. Coba lakukan sesuai jadwal ya ! (saudara dapat melatih
aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam)
bagaimana kalau menjelang makan siang nanti, kita membahas cara minum obat yang baik serta guna
obat. Mau jam berapa ? bagaimana kalau jam 12.00 pagi ? di ruang makan ya ! sampai jumpa.
Wassalammualaikum.
• SP 4 PASIEN: MELATIH PASIEN MENGGUNAKAN OBAT SECARA TERATUR.
• FASE ORIENTASI :
• “ASSALAMMUALAIKUM TN.L. BAGAIMANA PERASAAN TN.L HARI INI? APAKAH SUARA-SUARANYA MASIH MUNCUL ? APAKAH SUDAH
DIPAKAI TIGA CARA YANG TELAH KITA LATIH ? APAKAH JADWAL KEGIATANNYA SUDAH DILAKSANAKAN ? APAKAH PAGI INI SUDAH
MINUM OBAT ? BAIK. HARI INI KITA AKAN MENDISKUSIKAN TENTANG OBAT-OBATAN YANG TN.L MINUM. KITA AKAN DISKUSI SELAMA
20 MENIT SAMBIL MENUNGGU MAKAN SIANG. DI SINI SAJA YA TN.L
• FASE KERJA :
• “TN.L ADAKAH BEDANYA SETELAH MINUM OBAT SECARA TERATUR. APAKAH SUARA-SUARA BERKURANG/HILANG ? MINUM OBAT
SANGAT PENTING SUPAYA SUARA-SUARA YANG TN.L DENGAR DAN MENGGANGGU SELAMA INI TIDAK MUNCUL LAGI. BERAPA
MACAM OBAT YANG TN.L MINUM ? (PERAWAT MENYIAPKAN OBAT PASIEN) INI YANG WARNA ORANGE (CPZ) 3 KALI SEHARI JAM 7
PAGI, JAM 1 SIANG DAN JAM 7 MALAM GUNANYA UNTUK MENGHILANGKAN SUARA-SUARA. INI YANG PUTIH (THP) 3 KALI SEHARI
JAM NYA SAMA GUNANYA UNTUK RILEKS DAN TIDAK KAKU. SEDANGKAN YANG MERAH JAMBU (HP) 3 KALI SEHARI JAM NYA SAMA
GUNANYA UNTUK PIKIRAN BIAR TENANG. KALAU SUARA-SUARA SUDAH HILANG OBATNYA TIDAK BOLEH DIBERHENTIKAN. NANTI
KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER, SEBAB KALAU PUTUS OBAT, TN.L AKAN KAMBUH DAN SULIT UNTUK MENGEMBALIKAN KE KEADAAN
SEMULA. KALAU OBAT HABIS TN.L BISA MINTA KE DOKTER UNTUK MENDAPATKAN OBAT LAGI. TN.L JUGA HARUS TELITI SAAT
MENGGUNAKAN OBAT-OBATAN INI. PASTIKAN OBATNYA BENAR, ARTINYA TN.L HARUS MEMASTIKAN BAHWA ITU OBAT YANG BENAR-
BENAR PUNYA TN.L. JANGAN KELIRU DENGAN OBAT MILIK ORANG LAIN. BACA NAMA KEMASANNYA. PASTIKAN OBAT DIMINUM PADA
WAKTUNYA, DENGAN CARA YANG BENAR. YAITU DIMINUM SESUDAH MAKAN DAN TEPAT JAMNYA. TN.L JUGA HARUS PERHATIKAN
BERAPA JUMLAH OBAT SEKALI MINUM, DAN HARUS CUKUP MINUM 10 GELAS PER HARI”
• FASE TERMINASI:
• “BAGAIMANA PERASAAN TN.L SETELAH KITA BERCAKAP-CAKAP TENTANG OBAT ? SUDAH
BERAPA CARA YANG KITA LATIH UNTUK MENCEGAH SUARA-SUARA ? COBA SEBUTKAN !
BAGUS ! (JIKA JAWABAN BENAR). MARI KITA MASUKKAN JADWAL MINUM OBATNYA PADA
JADWAL KEGIATAN TN.L. JANGAN LUPA PADA WAKTUNYA MINTA OBAT PADA PERAWAT
ATAU PADA KELUARGA KALAU DI RUMAH. NAH MAKANAN SUDAH DATANG. BESOK KITA
KETEMU LAGI UNTUK MELIHAT MANFAAT 4 CARA MENCEGAH SUARA YANG TELAH KITA
BICARAKAN. MAU JAM BERAPA? BAGAIMANA KALAU JAM 10.00. SAMPAI JUMPA.
WASSALAMMU’ALAIKUM.
EVALUASI

• SETELAH DILAKUKAN IMPLEMENTASI MAKA AKAN DILAKUKAN EVALUASI PADA KASUS TN.L:
• UNTUK TUK 1 DAN 2 DIDAPATKAN EVALUASI DATA SUBJEKTIF : KLIEN MAMPU MENJAWAB
SALAM DARI PERAWAT, KLIEN MAU MENYEBUTKAN NAMA DAN NAMA PANGGILAN YANG
DISUKAI, DAN KLIEN MENGATAKAN MENDENGAR SUARA. SEDANGKAN DATA OBJEKTIFNYA:
KLIEN KOOPERATIF, DAPAT MENGIDENTIFIKASI, MENGUNGKAPKAN HALUSINASI YANG
DIALAMI, DAN BISA MEMPRAKTEKKAN MENGONTROL HALUSINASI MENGHARDIK DAN
BERCAKAP-CAKAP DENGAN ORANG LAIN.
• UNTUK TUK 3 DIDAPATKAN DATA SUBJEKTIF : KLIEN MENGATAKAN MAMPU UNTUK
MEMPRAKTEKKAN CARA MENGHARDIK SEPERTI YANG TELAH DIDISKUSIKAN. KLIEN JUGA
MAMPU UNTUK BERCAKAP-CAKAP DENGAN ORANG LAIN. DATA OBJEKTIFNYA : KLIEN TAMPAK
KOOPERATIF SAAT INTERAKSI, KLIEN DAPAT MEMPRAKTEKKAN CARA YANG SUDAH DIAJARKAN,
KLIEN MASIH TAMPAK MALU SAAT BERINTERAKSI DENGAN ORANG LAIN
• UNTUK TUK 5 DIDAPATKAN DATA SUBJEKTIF : KLIEN MAMPU MENGATAKAN TENTANG DOSIS,
FREKUENSI, DAN MANFAAT SERTA MACAM-MACAM OBAT YANG DIBERIKAN DI TUMAH SAKIT
DAN KLIEN MAMPU MENYEBUTKAN BEBERAPA DARI 5 PRINSIP BENAR PENGGUANAAN OBAT.
SEDANGKAN UNTUK DATA OBJEKTIFNYA : KLIEN TAMPAK KOOPERATIF SAAT INTERAKSI, KLIEN
MAMPU DAN MAU MENDEMONTRASIKAN CARA MEMINUM OBAT DENGAN BENAR, KLIEN
TAMPAK TIDAK BINGGUNG DENGAN OBAT YANG DIBERIKAN, DAN KLIEN SUDAH MENGENAL
JENIS OBAT YANG DIBERIKAN KEPADANYA.