Anda di halaman 1dari 29

PROGRAM MAHASISWA

Mengurangi Angka Kejadian 2T pada Balita


Definisi

 2T dapat menjadi salah satu ciri anak kurang


gizi, sehingga orang tua harus lebih berhati-
hati dalam menjaga pola makan anak.
 2T (berat badan tetap) adalah istilah ilmiah
pada ilmu kesehatan yang menjelaskan tentang
timbangan tidak naik 2 bulan berturut-turut.
(Damayanti dkk, 2016 :258).
Faktor Penyebab 2T

1. kurangnya pengetahuan ibu tentang


kebutuhan gizi balita
2. pola makan yang salah
3. pola asuh orang tua
4. tingkat pendapatan dan pekerjaan orang tua
(Adriani dkk, 2016 : 10-15).
Hasil Analisa Dan
Prosentase
Grafik tingkat pendidikan masyarakat

0
Tidak Sekolah SD SMP SMA Perguruan Tinggi

Series 1 Column1 Column2 Column3 Column4


Rata-rata penghasilan kepala keluarga

0
≥ Rp. 1.000.000,00 ≤ Rp. 500.000,00 – ≤ Rp. 500.000,00 ≤ Rp. 1.800.000,00
1.000.000,00

Series 1 Series 2 Series 3


Rata-rata pekerjaan ibu

14

12

10

0
Bekerja Ibu Rumah Tangga

Series 1 Series 2
Keturunan orangtua

10

0
Ayah Kurus Ibu Kurus Ayah Gemuk Ibu Ibu Gemuk Ayah Ibu Gemuk Ayah
Kurus Kurus Gemuk

Series 1 Series 2 Series 3


Ibu suka makan makanan instan (mie, sosis,
naget) selama hamil
1. 21 % YA
29 % TIDAK PERNA
50 % KADANG-KADANG
1
4 21%
29%

2
50%
Ibu suka minum obat yang Ibu beli diwarung
ketika Ibu sakit (pusing, demam, dll) semasa
hamil

2. 7% KADANG-KADANG
93% TIDAK PERNA
1
7%

3
93%
Ibu minum-minuman softdrink (cola, dll) dan
jamu selama hamil
3. 7% ya
7% kadang- kadang
86% tidak perna

7%

7%

1
2
3
4
86%
5
Ibu memberikan ASI saja pada anak sampai
usia 6 bulan
4. 86 % ya
7% kadang- kadang
7 % tidak perna

7% 2
7%
3
4
5

86%
Ibu memberikan ASI setiap 2 jam pada
balita Ibu sewaktu masih bayi
4. 86 % ya
7% kadang- kadang
7 % tidak perna

7%
7%

1
2
3
4
86%
5
Ibu memberikan susu formula kepada
balita sebelum usia 6 bulan
6. 22 % ya
14 % kadang- kadang
64 % tidak perna

22%

14%
2
64%
3
4
5
Ibu memberikan makanan tambahan seperti
bubur atau pisang sejak balita Ibu berumur 3
bulan
7. 50 % ya
7% kadang- kadang
43 % tidak perna

43% 1
50%
2
3
4
7%
5
Ibu memberikan makanan/minuman manis
sebelum balita makan makanan utama untuk
membantu anak agar mau makan
8. 28% ya
29% kadang- kadang
43 % tidak perna

28%

43% 1
2
3
4
29%
5
Ibu memberi balita makanan cepat
saji/instan
seperti mi instan, sosis atau naget
9. 7% ya
50 % kadang- kadang
43% tidak perna

7%

43% 1
2
50% 3
4
5
Ibu menghidangkan menu yang sama
setiap harinya
12. 14% ya 14% kadang-kadang 72% tidak pernah

1
14% 2
3
14%
4
72% 5
Ibu memberikan dan menyajikan menu
protein hewani dalam seminggu (telur,
daging, ayam, udang)
13. 93% ya 7% kadang-kadang

7%

1
2
3
93%
4
5
Ibu mengajak balita makan sambil bermain
agar balita dapat menghabiskan makanannya

14. 72% ya 14% kadang-kadang 14% tidak pernah

14%

14% 1
2
3
72%
4
5
Ibu memerintahkan balita dengan suara
keras jika anak susah untuk makan
15. 14% ya 29% kadang-kadang 57% tidak pernah

14%
1

57% 29% 2
3
4
5
Ibu menutup rapat ketika menyimpan
makanan agar terhindar dari udara
16. 71% ya 29% tidak pernah

29%

1
2
71%
3
4
5
Ibu membuat nasi tim tanpa sayur agar
balita Ibu mau makan
17. 7% ya 21% kadang-kadang 72% tidak pernah

1
7%
2
21% 3
4
5
72%
Ibu mencuci tangan dengan air saja setelah
mencebok balita usai buang air besar

18. 36% ya 64% tidak pernah

36%

1
64% 2
3
4
5
Ibu membuat nasi tim tanpa sayur agar
balita Ibu mau makan
19. 86% ya 14% kadang-kadang

14%

1
86% 2
3
4
5
Ibu memberi oralit saat balita
diare/mencret
20. 50% ya 7% kadang-kadang 43% tidak pernah

1
2
3
43%
50% 4
5
7%
ibu langsung membawa anak ibu ke
pelayanan kesehatan terdekat jika anak sakit

21. 86% ya 14% kadang-kadang

14%

86% 2
3
4
5
kesimpulan :

Jadi kami simpulkan di sini bahwa di


jumlah total presentase
posyandu ….. Terdapat banyak bayi 2t
46% ya karena kurang nya pngetahuan ibu
15 % kadang-kadang
39% tidak perna mengenai :
1. Riwayat Pemenuhan Nutrisi Saat
Hamil
2. Praktek Pemberian ASI Eksklusif
39%
3. Praktek Pemberian Makan Balita
1
46%
2
4. Rangsangan Psikososial
3 5. Praktek Penyimpanan Dan Penyiapan
15%
4 Makanan
5
6. Penerapan PHBS Dalam Keluarga
7. Perawatan Kesehatan Balita