Anda di halaman 1dari 33

DIKLATSARCA XXXIV MPALH UNP

NAVIGASI DARAT

DAVIT RIYADI
10.26.487
Definisi

Navigasi Darat
Navigasi darat merupakan teknik menentukan
posisi dan arah lintasan di peta maupun pada
medan sebenarnya (khususnya di daratan).
Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh
penggemar kegiatan alam terbuka karena akan
memudahkan perjalanan kita kedaerah yang
khususnya belum kita kenal sama sekali
PETA
Definisi Peta
Gambar seluruh atau sebagian dari permukaan
bumi yang diproyeksikan ke dalam suatu bidang
datar dengan perbandingan ukuran tertentu yang
lebih dikenal dengan skala.
Peta yang digunakan dalam kegiatan alam bebas adalah peta
topografi. Peta topografi adalah representasi grafis dari bagian
permukaan bumi yang ditarik ke skala. Skala yang digunakan
biasanya 1 : 50.000 dan 1 : 25.000.

Peta topografi biasanya menggambarkan perbedaan ketinggian pada


suatu daerah dengan interfal tertentu, dimana interval tersebut
tergantung dari skala yang digunakan peta tersebut.

Peta topografi pada umunya ada dua jenis, yaitu :


•Peta topografi umum dengan koordinat Grid atau UTM
(Universal Transverse Mecartor).
•Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) yang biasanya menggunakan
koordinat geografis.
PETA

Peta Topografi

Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI)


Dengan adanya bentuk medan yang selalu
berubah ubah karena proses alam itu sendiri atau
pun bencana alam serta campur tangan manusia
maka dari itu untuk DIKLATSARCA XXXIV MPALH
tahun ini Panitia melakukan perubahan data base
sampai produk untuk peta DIKLATSARCA.

UPDATE DATA PETA


TAHUN 2014 Dari Peta
RUPA BUMI INDONESIA (
RBI ) tahun 1984.
1. SKALA PETA
Skala peta
perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak mendatar
pada keadaan sebenarnya pada titik yang serupa.

dengan perbandingan :

Jarak di peta x Skala = jarak sebenarnya

Sifat skala :
makin kecil angka di belakang tanda bagi [ : ] makin besar skala peta
makin besar angka di belakang tanda bagi [ : ] makin kecil skala peta
Skala Garis / Batang Skala Angka
2. LEGENDA PETA

Legenda Peta
keterangan peta yang berupa simbol atau tanda baik unsur
alam maupun yang dibuat oleh manusia dengan tujuan
memudahkan dalam pembacaan peta itu sendiri, biasanya
terdapat di bagian bawah atau samping peta tengantung
layout peta tersebut
Legenda Peta DIKLATSARCA XXXIV MPALH
berada di samping kanan di layout peta saat ini .
3. KOORDINAT PETA

Penentuan koordinat peta dilakukan di atas peta dan bukan di lapangan dengan
menggunakan sistem 6 atau 8 angka
Contoh :
koordinat A [ 675.952 ] ------- per enam
koordinat B [ 6570.9800 ] ------- per delapan
Koordinat ditunjukan dari arah barat ke timur dan selatan ke utara
Sederhanya dalam membaca koordinat UTM yaitu KIKA,BATAS ( Kiri
Kekanan, Bawah Keatas )
Koordinat UTM

Peta yang di
pergunakan
dalam
DIKLATSARCA
XXIV MPALH
UNP 2017-2018
Saat ini
menggunakan
peta dengan
koordinat Grid
atau UTM
(Universal
Transverse
Mecartor).
Bawah ke
Atas
91.6

Kiri Kekanan
60.2 Jadi Koodinat nya dengan
metode pembacaan KIKA,BATAS
adalah 60.2-91.6
3. KARVAK [ KV ]

Karvak adalah daerah tertentu di peta yang dibagi-bagi menjadi bagian berupa
bujursangkar.

Karvak
Untuk kotak yang KV
Berwarna Hitam ( 59-91 )
adalah 59-91

KV ( ? )

Berapa Karvak
Untuk kotak yang
Berwarna Kuning ?
4. COUNTUR / GARIS KETINGGIAN
Countur
Garis yang berliku-liku dan tertutup yang merupakan rangkaian titik-
titik yang sama tingginya.
punggungan

top/puncak

lembah

Tinggi Mutlak :
Diukur dari permukaan laut, merupakan standarisasi pengukuran
digunakan untuk menentukan tinggi sebenarnya dari permukaan laut
Tinggi Nisbi :
tinggi benda itu berada yang biasa diukur dari permukaan tanah
Keterangan :
A adalah daerah curam karena jarak antara garis konturnya rapat.
B adalah daerah landai karena jarak konturnya jarang
C adalah daerah depresi (lubang/cekungan) di puncak karena diberi tanda
bergerigi.
D adalah daerah curam karena jarak konturnya rapat.
E adalah daerah landai karena jarak konturnya jarang.
5. ARAH -ARAH
1. Utara Sebenarnya
Utara yang ditunjukan oleh meridian/ garis bujur dan menuju ke
kutub utara

2. Utara peta
Arah yang ditunjukan oeh koordinat peta tegak ke bagian atas dan
adanya hanya di peta.Biasanya judul ada pada bagian utara peta.

3. Utara Magnetis
Arah yang ditunjukan oleh garis tengah jarum kompas dan tujuannya
ke kutub utara magnetis
6. AZIMUTH
Azimuth
Merupakan sudut mendatar yang besarnya dihitung dan diukur sesuai
arah jarum jam dari suatu garis yang ditetapkan

Tujuan azimuth : menentukan arah di peta dan di medan serta pengecekan


arah perjalanan

Azimuth : Sudut Kompas


Back Azimuth : Bila sudut kompas > 180°, maka dikurangi 180°
: Bila sudut kompas < 180°, maka ditambah 180°
Kompas
Kompas adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menetapkan/menunjukkan arah mata
angin.

Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan selalu menunjuk arah Utara-Selatan
(jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi).

Akan tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah
arah utara magnetis bumi, jadi bukan bumi utara sebenarnya.

Pada umumnya dipakai dua jenis kompas, yaitu :

1. Kompas Bidik / Kompas Prisma 2. Kompas Orientasi / Kompas Silva


Bagian Bagian Kompas
A adalah Jarum Kompas / jarum
magnet
B adalah DIAL / Piringan Derajat G
E
C adalah Garis Besaran Bidik / Skala
Piringan Derajat B
D adalah Rumah Kompas
F
E adalah kaca pembesar untuk
melihat derajat di piringan
F Tutup Dial / Piringan derajat C D
G Visir ( tempat mengintip nilai
A H
derajat saat membidik )
H Tempat Jari untuk
menyeimbangkan kompas saat
membidik
Pemakaian Kompas
PROTACTOR
Protractor adalah alat yang berbentuk persegi empat yang digunakan untuk
mempermudah kita menentukan koordinat dan sudut pada peta.

Biasanya 1 buah protaktor memiliki 3 skala yang berbeda, ada yang


dapat dan tidak dapat digunakan untuk membaca koordinat geografis.

Di Protractor terdapat :
–Pembagian Derajat
–Pembagian Peribuan
–Skala Koordinat 1 : 100.000 1 : 50.000 1 : 25.000

Titik Pusat untuk Pembagian Derajat dan Peribuan adalah


titik silang pada tengah – tengah Protractor.

Tanda Indeks dan untuk Skala Koordinat adalah Sisi Tegak dan Siku –
siku segi-tiga
Protractor dapat dipergunakan untuk :
1. Menentukan Sudut Peta
2. Plotting Sudut Peta
3. Plotting Koordinat
4. Menentukan Koordinat
Protactor
ORIENTASI DAN NAVIGASI DARAT

1. Orientasi Medan
Tanda – tanda alam medan yang bisa dipakai dalam orientasi medan
( kemampuan pengenalan medan ) dapat berupa pegunungan atau
perbukitan, sungai, jalan raya.
Langkah-langkah orientasi peta :
1. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan
terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang
menyolok.
2. Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang
datar
3. Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga
arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya
4. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar
anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta.
Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
5. Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan
yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.
Catatan :
Sebelum anda mulai orientasi peta,
usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda
medan sekitar yang menyolok dan posisinya
di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan
pencocokan nama puncakan, nama sungai,
desa dll. Jadi minimal anda tahu secara
kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini
hanya berfungsi untuk meyakinkan anda
bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah
benar.
Navigasi Darat
1. RESECTION
Resection adalah cara untuk menentukan kedudukan kita
di Peta.
Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta
dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang
dikenali
Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan
yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection
biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh
misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan
jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua,
tapi posisinya sudah pasti.
LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN RESECTION :

1. Lakukan orientasi peta


2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di
peta, minimal 2 buah.
3. Dengan busur dan penggaris, buat silang sumbu pada
tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal
menggunakan pensil mekanik).
4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan
menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat
digunakan, namun kurang akurat.
5. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung
sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan
yang dijadikan sebagai titik acuan.
6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus
tersebut adalah posisi kita dipeta.
Resection

Misalkan kita berada pada posisi x.


Dari x melakukan bidikan ke titik – titik A, B, C
Azimuth A = 3050, back azimuthnya = 1250
Azimuth B = 400, back azimuthnya = 2200
Azimuth C = 700, back azimuthnya = 2500

Sehingga tebentuk pertemuan garis yang menunjukan posisi kita di


peta
Resection juga dapat dilakukan :
A. Menggunakan Dua Titik Ketinggian
B. Menggunakan Satu Titik Ketinggian Dengan Jalan Setapak
C. Menggunakan Satu Titik Ketinggian Dengan Sungai
D. Menggunakan Satu Titik Ketinggian Dengan Altimeter
2 INTERSECTION
menentukan posisi atau kedudukan orang/ benda lain di peta.
Intersection dapat dilakukan dengan :
a. menggunakan satu titik ketinggian dan hasil resection
b. menggunakan hasil dua resection
TERIMA KASIH