Anda di halaman 1dari 20

BAB 3 MANJEMEN

PROYEK
AMIR LESTANTO 12010115130183
NAUFAL AFIQUSHOLIH A 12010115130133
HANIF WICAKSONO 12010115140182
YUSUF MIGEBI 12010115130177
I. MANAJEMEN PROYEK

 Pengertian manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno “management”,
yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur”. Pengertian
manajemen adalah proses merencanakan, mengatur, memimpin,
mengendalikan suatu pekerjaan atau pekerja untuk mencapai suatu
tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu pula.
 Pengertian proyek
Pengertian proyek adalah sebuah kegiatan pekerjaan yang
dilaksanakan atas dasar permintaan dari seorang pebisnis atau pemilik
pekerjaan yang ingin mencapai suatu tujuan tertentu dan
dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan sesuai dengan keinginan dari
pada pebisnis atau pemilik proyek dan spesifikasi yang ada.
PENGERTIAN MANAJEMEN PROYEK
MENURUT PARA AHLI
 Pengertian manajemen proyek menurut H. Kerzner
 Pengertian manajemen proyek menurut hughes dan cotteral
(2002;8-9)
 Pengertian manajemen proyek menurut PMBOK (project
management body of knowledge) dalam buku budi santoso
(2009:3)
 Pengertian manajemen proyek menurut Schawalbe (2004;8)
 Pengertian manajemen proyek menurut Wulfram I. Ervianto
(2003:19)
 Pengertian manajemen proyek menurut Chase, Aquilano, Jacobs
(2001;58)
II. RUANG LINGKUP MANAJEMEN
PROYEK
 Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer
proyek handal adalah kemampuan dalam melakukan manajemen
ruang lingkup proyek. Dalam hal ini, seorang manajer proyek harus
mampu memastikan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan dalam
proyek adalah aktivitas yang berhubungan dengan proyek dan
aktivitas tersebut telah memenuhi kebutuhan proyek.
 Aktivitas-aktivitas yang tidak dibolehkan dalam menyelesaikan
proyek:
1. Menentukan waktu proyek dimulai
2. Perencanaan lingkup proyek yang akan dikerjakan
3. Pendefinisian ruang lingkup proyek
4. Verifikasi (pemeriksaan dan pengkajian ulang) proyek serta kontrol
atas perubahan yang mungkin terjadi saat proyek tersebut
dimulai.
5. Melakukan kontrol terhadap ruang lingkup proyek
III. Macam-Macam proyek

 Dilihat dari komponen kegiatannya, proyek dapat dibedakan


menjadi :
1. Proyek Engineering-Konstruksi
2. Proyek Engineering-Manufaktur
3. Proyek Penelitian dan Pengembangan
4. Proyek Pelayanan manajemen
5. Proyek Kapital
IV. Timbulnya Suatu Proyek

 Timbulnya suatu proyek dapat berasal dari hal berikut:


1. Rencana pemerintah
2. Permintaan pasar
3. Dari dalam perusahaan yang bersangkutan
4. Dari kegiatan penelitian dan pengembangan
V. Perkembangan dalam Siklus
Proyek
i. Pembagian menurut UNIDO
a. Tahap persiaapan
a. Identifikasi gagasan atau analisis pendahuluan
b. Pengembangan ide menjadi konsep-konsep alternatif
c. Formulasi lingkup proyek
d. Evaluasi lanjutan dan keputusan untuk investasi
b. Tahap implementasi
a. Penyiapan desain-engineering terinci, jadwal induk, dan anggaran
b. Pengadaan kontrak dan pembelian
c. Pengerjaan aplikasi, konstruksi, uji coba, dan start-up
 ii. Pembagian Menurut MRDC (mobile research and development
corporation)
a. Front End
1. mengidentifikasi lingkup gagasan (ide) yang timbul.
2. memikirkan alternatif-alternatif yang mungkin
3. memilih alternatif dan merumuskannya menjadi lingkup kerja
pendahuluan.
4. membuat perkiraan biaya dan jadwal pendahuluan
5. menyiapkan angka anggaran biaya tahap berikutnya
 B. Tahap 1
a. Memperjelas definisi lingkup kerja
b. Menyusun anggaran proyek dan jadwal induk
c. Menyiapkan dokumen tender, rancangan kontrak, dan memilih
calon pelaksana (kontraktor) untuk pekerjaan tahap 2
C. Tahap 2
a. Membuat desain-eingineering terinci
b. Melakukan pembelian atau kontrak material dan jasa
c. Manufaktur (pabrikasi) peralatan dan konstruksi
d. Melakukan inspeksi, uji coba, dan start-up
VI. Mengelola Konflik Dalam Proyek

i. Munculnya konflik
konflik bisa muncul antar orang dalam organisasi, orang-orang dalam
tim, antar departemen, antar user dan kontraktor, antara tim proyek
dan staf fungsional
a. Konflik antara user dan kontraktor
b. Konflik dalam organisasi proyek
ii. Manfaat adanya konflik
ii. Manfaat adanya konflik
1. Bisa menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik
2. Memacu orang untuk mencari dan menemukan pendekatan-
pendekatan baru dalam menyelesaikan masalah.
3. Memunculkan masalah lama ke permukaan dan kesepakatan tentang
adanya masalah tersebut.
4. Memacu orang untuk menyelesaikan pandangannya.
5. Menyebabkan tekanan yang akan menstimulasi perhatian dan
kreativitas seseorang.
6. Memberikan kesempatam kepada seseorang untuk menguji kapasitas
kemampuannya.
iii. Konflik selama siklus hidup proyek
VII. PERENCANAAN PROYEK

Perencanaan adalah suatu tahapan dalam manajemen proyek yang


mencoba meletakkan dasar tujuan dan sasaran sekaligus menyiapkan
segala program teknis dan administratif agar dapat di
implementasikan.

1. Filosofi perencanaan
 Aman : keselamatan terjamin
 Efektif : produk perencanaan berfungsi sesuai yang diharapkan
 Efisien : produk yang dihasilkan hemat biaya
 Mutu terjamin, tidak menyimpang dari spesifikasi yang ditentukan
2. Tujuan perencanaan proyek :
 Mempermudah perumusan permasalahan proyek
 Menentukan metode atau cara yang sesuai
 Kelancaran kegiatan lebih terorganisir
 Mendapatkan hasil yang optimum
3. Manfaat perencanaan tersebut bagi proyek yaitu :
 Mengetahui keterkaitan antar kegiatan
 Mengetahui kegiatan yang perlu menjadi perhatian (kegiatan kritis)
 mengetahui dengan jelas kapan memulai kegiatan dan kapan
harus menyelesaikanya.
4. Tahap-tahap perencanaan proyek
 Penentuan tujuan proyek dan kebutuhan‐kebutuhannya. Dalam hal ini perlu
ditentukan hasil akhir proyek, waktu, biaya dan performansi (cacatan outcome
yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan selama suatu
periode waktu tertentu.) yang ditargetkan.
 Pekerjaan‐pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek
harus diuraikan dan didaftar.
 Organisasi proyek dirancang untuk menentukan departemen‐departemen
yang ada, subkontraktor yang diperlukan dan manajer manajer yang
bertanggungjawab terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
 Jadwal untuk setiap aktifitas pekerjaan dibuat yang memperlihatkan waktu tiap
aktifitas dan batas selesai.
 Ramalan mengenai waktu, biaya dan performansi penyelesaian proyek
5. Alat-Alat perencanaan
 Work breakdown structure (WBS) untuk menentukan pekerjaan-
pekerjaan yang ada dalam proyek
 Matriks tanggung jawab untuk menentukan organisasi proyek ,
orang-orang kunci dan tanggung jawabnya.
 Gantt charts untuk mennunjukkan jadwal induk proyek, dan jadwal
pekerjaan secara detail
 Jaringan kerja (network) untuk memperlihatkan urutan pekerjaan,
kapan dimulai, kapan selesai, kapan proyek secara keseluruhan
akan selesai.
VIII. ORGANISASI DAN PENYUSUNAN
TIM PROYEK
 Proses mengorganisir proyek mengikuti urutan berikut :
a. Melakukan identifikasi dan klasifikasi pekerjaan
b. Mengelompokkan pekerjaan
c. Menyiapkan pihak yang akan menangani pekerjaan
d. Mengetahui wewenang, dan tanggung jawab serta melakukan
pekerjaan
e. Menyusun mekanisme koordinasi
 Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu
wadah dalam bentuk struktur organisasi. Struktur ini akan
menggambarkan hubungan formal, bentuk bentuk struktur formal
yang terkenal adalah fungsional, produk, area dan matriks.
a. Organisasi fungsional
Dalam organisasi proyek fungsional, susunan organisasi proyek
dibentuk dari fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi.
Mereka yang mengerjakan pekerjaan sejenis dikelompokkan dalam
satu unit yang dinamakan bidang atau departemen. Dengan maksud
yang sama bidang dipecah lagi menjadi subunit yang lebih kecil.
TERIMA
KASIH