Anda di halaman 1dari 43

Sumber :

Presentasi Dr. Dittio Hendarto


Presentasi Dr. Jusak Soerjonugroho
Presentasi Dr. Bernardus Kusumobroto
Presentasi Dr. Unggul Santosa
File Health Section
American Heart Association Guidelines
modified by for CPR 2005 (file Dr. Bernardus
Kusumobroto)

Widuri Terminal – Pebruari 2009


Apa yang pertama kali kita lakukan
bila menjumpai :

Seorang tertabrak hingga tergeletak


tak bergerak dengan perdarahan hebat
di tengah-tengah jalan raya yang ramai :
menyadarkannya? hentikan perdarahan?
kompresi dada ?

Seorang jatuh dari motor dan tergeletak di trotoar, mengaduh


memegang tulang keringnya yang tampak benjol dan lecet :
beri nafas buatan ? kompresi dada ? menggotongnya ke
rumah terdekat ? bidai dahulu sebelum membawanya ke
tempat lain dan tidak perlu nafas buatan atau kompresi dada.
Dengan memperbaiki cara First Aid dan CPR
maka contoh kejadian dibawah ini bisa dihindarkan :

• penolong ikut celaka


-tertabrak mobil saat memberi bantuan di pinggir jalan

• keadaan korban bertambah parah


-patah kaki makin berat setelah penderita digotong
-memar pada perut dibiarkan, kemudian pingsan

• korban mendapat jenis bantuan yang tidak perlu


-dada di”compress” padahal nadi masih teraba
-sibuk menyadarkan dengan menepuk-nepuk pipi
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Pertolongan awal / sementara sebelum ditangani petugas medis

(Cardio Pulmonary Resuscitation)


Resusitasi Jantung Paru (RJP)
CPR adalah bagian dari tindakan First Aid
CPR adalah pemberian bantuan terhadap paru-paru dan jantung
Tujuan : memberikan supply oksigen / darah untuk otak
Prinsip D R A B C
D Danger (bahaya dari luar)
R Response (kesadaran)
A Airway (saluran nafas tersumbat ataukah tidak)
B Breathing (bernafas ataukah tidak)
C Circulation (ada denyut nadi ataukah tidak)
DRABC adalah salah satu step dalam First Aid dan CPR
DRABC harus didahulukan dalam First Aid dan CPR
Ikuti tahapan DRABC apapun kasus first aid-nya
(perdarahan, patah tulang, luka bakar, tidak sadar, dll).
PRIORITAS FIRST AID
DAN STEP-STEP CPR

- waspada adanya bahaya


- cegah orang lain mendekati bahaya
- singkirkan benda berbahaya
- pindahkan dari area berbahaya
Jangan pindahkan korban kecuali benar-benar perlu

Terkadang kita memerlukan Emergency Move


(perpindahan darurat) misalnya dari area bahaya

Cara seperti ini beresiko menambah cedera.


Maka cara memindahkan seperti ini hanya boleh
dilakukan dalam keadaan darurat dan penolong
hanya seorang diri.
Bila kita tidak di daerah bahaya, maka pemindahan korban sebaiknya dengan metode “log roll”.
Apalagi bila ada kemungkinan cedera pada tulang belakang.

1. Ada yang khusus memegang kepala- leher korban Yg mungkin mengalami cedera tulang belakang :

2. Penolong yang lain menunggu aba-aba dari penolong 1. Multi trauma terutama dgn gangguan
yang memegang kepala korban kesadaran
3. Para penolong mengangkat korban secara serentak,
2. Cedera pada leher dan kepala
pemegang kepala mengikuti agar leher korban tdk
tertekuk
3. Jatuh dari ketinggian
4. Pertahankan tubuh (kepala – leher – tulang belakang)
sebagai satu sumbu yang lurus (log-roll)
Lebih baik lagi bila korban cedera tulang belakang
dipindah dengan menggunakan scoop stretcher,
spinal board atau apapun yang keras-rata-lebar (pintu dll)
Alat tsb hanya digunakan sementara untuk memindahkan
korban ke basket stretcher.
Korban selanjutnya diangkut dengan basket stretcher ke
lokasi lain
Jika tanpa stretcher
atau alat bantu lainnya
PRIORITAS FIRST AID
DAN STEP-STEP CPR

“Goyang / tepuk-tepuk bahu dan seru” untuk memastikan


apakah korban masih sadar / ada respon.
Tujuannya bukan untuk membangunkan korban.

Segera lanjutkan ke langkah berikutnya (yakni A, B dan C)

Bila korban sadar sudah pasti ada sirkulasi/denyut nadi (tidak


perlu kompresi dada)
PRIORITAS FIRST AID
DAN STEP-STEP CPR

Pemberian nafas buatan dan


mulut hingga tenggorokan kompresi dada tidak akan
berhasil selama jalan nafas masih
tersumbat, karena :

Nafas yang diberikan tidak bisa


mencapai paru-paru,

Dan meski jantung dipompa,


tapi darah yang ke otak
tidak mengandung oksigen
Head Tilt (dongakkan kepala) disertai
Chin Lift (angkat dagu) cukup efektif
membuka jalan nafas

Pangkal lidah menutup


Jalan nafas terbuka
jalan nafas sebelum head
setelah head tilt, chin lift
tilt, chin lift

Head tilt dan chin lift tidak akan


berhasil bila masih ada benda yang
menutupi mulut atau tenggorokan
(gigi palsu, makanan, darah,
muntahan, dll)
Gejala / tanda sumbatan nafas pada orang yang tidak sadar :
nafas ngorok (stridor), sesak nafas / nafas cepat,
bibir membiru (cyanosis)
masukkan jari kedalam rongga mulut
(finger sweep) untuk mencari dan
mengeluarkan benda yang menyumbat.

Korban yang sadar, belum tentu jalan nafasnya baik.


Gejala / tanda sumbatan nafas pada orang yang
sadar :
jari-jari mencengkram tenggorokan, susah
bernafas / tidak bernafas, susah berbicara,
terbatuk-batuk
Heimlich Manuver
Pukul 5 kali dengan kuat diantara kedua bahu.
Jika gagal, lakukan Heimlich Manuver

Lakukan hentakan kearah atas


dengan tiba-tiba

Dengan satu tangan


Berlutut diatas diatas tangan yang lain,
korban tekanlah perut korban di
ulu hati / bawah
lengkung iga dgn
menyentak

Kepala korban
selalu tertarik ke
bawah
PRIORITAS FIRST AID
DAN STEP-STEP CPR
Perhatikan
dadanya, apakah
ada gerakan


Look, Listen and Feel
• Amati, dengarkan dan rasakan apakah penderita bisa
bernapas spontan / tidak.
• Bedakan dgn “gasp” . Gasp dianggap tidak ada nafas.
•Berikan 2 kali pernapasan buatan jika dalam 10” tidak ada
nafas.
•Bila ada nafas, tidak perlu beri nafas buatan dan tidak perlu
cek sirkulasi. Jaga airway dan tangani cedera yang lain.
1)jaga airway (head tilt, chin lift) selama pemberian nafas
2)pinch nose (pencet/tutup hidung)
3)tarik nafas biasa (tidak usah “dalam-dalam”)
4)cover seluruh mulut penderita dengan mulut kita
5)lihat kearah dada penderita
6)tiupkan nafas selama 1 detik, tidak usah lama-lama, cukup
hingga dada terlihat mengembang
7)passive exhale (biarkan dada penderita kembali turun ke
posisi semula) sebelum memberikan nafas berikutnya
8)lakukan 2 kali pemberian nafas

Bila nafas belum ada, tapi nadi


sudah teraba, tiupkan nafas tiap 5-6
detik atau 10-12 x/menit (tanpa
melakukan kompresi)
PRIORITAS FIRST AID
DAN STEP-STEP CPR

membantu jantung mensirkulasikan darah

• Cek denyut “nadi leher” (arteri karotis)


• Raba dengan 3 jari pada lekukan disamping jakun
• Bila dalam 10” tidak teraba nadi, lakukan kompresi

Jangan lakukan kompresi jantung


bila ada denyut nadi
Tentukan
posisi tangan

• dua jari diatas


“sudut”, atau
• diantara nipple
1) berlutut, 2) alas keras, 3) gunakan pangkal telapak
tangan, 4) posisi bahu tepat diatas tangan (tegak lurus)
5)lakukan kompresi scr “straight down”, sedalam 4-5 cm
 Lakukan 15-30 kali kompresi dada (kecepatan 100 kali per menit).
 Hitung (dalam hati) : 1&2&3&4&5…&15
 Menurut Guideline AHA 2005 : kompresi dada dilakukan 30 kali,
kompresi-nafas 30:2 lebih menghemat tenaga dibanding 15:2
 Pada kompresi berlaku “Push hard, push fast” (kuat dan cepat)
Pada pemberian nafas : jangan terlalu kuat

Bila dilakukan dua orang :


Saat nafas diberikan, hentikan kompresi.
Begitu pula sebaliknya.
Pemberi nafas buatan selalu menjaga
airway, termasuk selama proses kompresi.
Kompresi-nafas 15:2 (menurut AHA 2003)
atau 30:2 (menurut AHA 2005)
•Sesudah kompresi, segera atur kembali airway
•Ulangi pemberian nafas dan kompresi berurutan
•Nadi dicek setelah/setiap 2 menit
• Lakukan CPR selama mungkin,
• tidak bernafas dan tidak teraba nadi belum tentu sudah
dapat dipastikan “meninggal”
• dipastikan “meninggal” bila tidak ada nafas, tidak teraba
nadi, disertai kedua pupil mata melebar dan tidak lagi
mengecil bila disinari

Selalu awasi nafas / nadi, karena bisa kembali berhenti


(Recovery Position)

Bila pernafasan dan denyut nadi telah ada, penderita


yang belum sadar dapat diletakkan dalam posisi ini.

Jangan tinggalkan penderita yg tidak sadar dgn posisi


terlentang
Dalam keadaan telentang dan tidak sadar, saluran nafas
bisa kembali tertutup oleh pangkal lidah atau oleh muntah.
2. Pegang lekuk lutut
dan bahu. 1. Pegang kepala
dan leher.
Gulingkan badan kearah
penolong Ikuti perubahan
posisi badan

5. Kaki ditekuk
supaya korban tidak
terguling kedepan

3. Tangan
menahan kepala
4. Lengan ditekuk
supaya badan tetap
stabil

Selalu awasi nafas / nadi, karena bisa kembali berhenti


Hentikan perdarahan dengan tekanan langsung pada tempat luka.
Dengan penekanan yang efektif maka perdarahan akan berhenti
sendiri dalam 5 menit.

1) Tekan langsung pada luka /


3) Bersihkan luka lalu tutup dengan kasa steril
sumber perdarahan dengan kasa
agar tidak terkontaminasi / infeksi
bersih dan tebal. Hindari kontak
langsung dengan darah.

2) Atau dengan balut tekan (kasa


gulung ditekan diatas luka, lalu
dibalut erat dengan kasa gulung yang
lain)

5) Waspadai timbulnya syok


4) Posisikan organ yang terluka
lebih tinggi dari jantung
Alternatif penghentian perdarahan
lainnya adalah dengan cara penekanan
tidak langsung yakni dengan menekan
pembuluh darah besar yang letaknya
lebih ke pangkal dari tempat luka.

Torniket boleh dipasang hanya pada :


1.Perdarahan sangat hebat atau bila
penekanan langsung tidak efektif.
2.Cedera amputasi.
Jangan ditorniket lebih dari 20 menit.
Pemasangan tourniket beresiko merusak
bagian ujung karena seluruh aliran darah bisa
terhenti.
Kehilangan ¼ jumlah darah (1.25 liter)
bisa mengakibatkan shock.
Perdarahan Luar Perdarahan Dalam

mudah dikenali susah dikenali


sehingga cepat ditangani sehingga terlambat ditangani
Tanda / gejala perdarahan dalam :
1) memar,
2) makin lama nyeri makin bertambah
3) perut / kulit menjadi tegang
4) muncul tanda-tanda shock

Hati-hati dengan perdarahan


dalam (perdarahan internal)
misalnya pada perut (akibat
robekan liver, limpa) dan pada
patah tulang panggul.
Perdarahan terus berlangsung,
sementara darah tidak tampak dari Jangan cabut benda asing yang menancap
luar. Bila dibiarkan penderita bisa agar tidak terjadi perdarahan hebat, kecuali
shock / meninggal. Segera ke RS. bila dilakukan di ruang operasi.
-Perdarahan (terlihat maupun tidak terlihat)
-Luka bakar yg luas
-Dehidrasi berat (mis. muntaber, heat exhaustion)
-Reaksi alergi

Gejala / tanda-tanda shock :

1.Terlihat lemah, gelisah, sangat haus


2. Merasa sangat mual bahkan muntah
2. Kulit pucat/biru, basah berkeringat dan teraba dingin
3 .Denyut nadi cepat dan lemah (>100 x/menit)
4. Nafas cepat (>20 x/menit), dangkal, tidak teratur
5. Nafas dangkal dan sakit bila ada cedera dada/perut
2. Tenangkan penderita dan rawat
luka lain sesuai kebutuhan
6. Lindungi pasien dari hawa dingin
dengan mantel atau selimut.
3. Baringkan, jangan sering dipindah Jangan memakai botol pemanas maupun
sumber panas langsung lainnya
4. Kepala lebih rendah kecuali pada cedera
kepala
7. Kaki ditinggikan
untuk meningkatkan
5. Jangan berikan minum dan makanan. suplai darah ke
Jika korban merasa haus, oleskan air pada organ-organ yang
bibirnya vital.
 R-Rest, istirahatkan
Kadang gejala / tanda sulit dibedakan
 I - Ice, tempelkan es batu dengan patah tulang !
tapi jangan kontak
langsung dengan kulit. Jika ragu  rawat seperti patah tulang
 C - Compress, beri
tekanan dengan elastic
bandage tapi jangan
terlalu kencang
 E - Elevate, naikkan
diatas posisi jantung untuk
membantu mengurangi
perdarahan dalam
Perbedaan tanda dgn keseleo :
• bunyi (krepitus) -> jangan dicoba
• deformitas tulang (perubahan bentuk) Bila ada patah terbuka (tulang tampak
dari luar), jangan dicuci. Tutup dengan
kassa steril.

Sebelum dipindahkan sudah harus


terpasang bidai (immobilisasi).

Jangan tinggikan posisi anggota gerak


yang terkena fraktur

Jangan memperbaiki patahan pada


fraktur kepala (bisa merobek otak),
fraktur rahang (merusak syaraf, jalan
nafas, pembuluh darah), fraktur tulang
belakang (merusak syaraf), fraktur
tulang iga (merusak paru-paru) dan
fraktur panggul (melukai pembuluh
darah dan organ panggul).
Tanda imobilisasi yang efektif :
bagian yang patah tidak bisa bergerak /bergeser.
Caranya : bidai melebihi kedua ujung tulang yang patah.
Gulungan handuk, koran, dll
dapat dipakai

Tanda patah tulang panggul :


-Nyeri belakang panggul
-Panggul serasa terbuka
-Tidak mampu berdiri
-Dinding perut kaku
-Mungkin ingin kencing
-Kencing berdarah

Hati-hati dengan patah tulang paha dan panggul,


bisa terjadi perdarahan hebat yang tidak terlihat
(mengakibatkan shock) dan kerusakan organ dalam.
Bagian yang putus
jangan dibuang
Penyimpanan yang
tidak tepat dapat
membuat bagian
tersebut tidak bisa
disambung kembali.
Letakkan bagian
yang putus dalam
lingkungan yang
dingin (mis. es batu).
• Akibat dari tenggelam (drowning) adalah hipoksia (kekurangan oksigen)
dan hipotermia (suhu tubuh menurun)
• Keluarkan korban dari air secepat mungkin
• Bila diduga ada cedera leher atau tulang belakang, usahakan untuk
mengangkat korban dari air menggunakan wired basket stretcher (tandu
keranjang terbuat dari kawat).
• Secepatnya berikan CPR (urutan ABCD) tanpa lebih dahulu
mengeluarkan air yang terhirup korban. Segera kirim ke RS.
• Atasi penurunan suhu tubuh, diantaranya dengan mengganti pakaian yang
basah dan memberi selimut.
Luka ditutup supaya
tidak dimasuki kuman;
luka bakar sangat mudah
terinfeksi
Daerah yang
terbakar disiram
dengan air dingin Dingin akan
berulang-ulang menghentikan
pembakaran dan
meredakan nyeri

Pakaian yang ketat


dilonggarkan

1. Pendinginan (siram dengan air, 20 menit)


2. Lepaskan semua bahan yg
melekat di tempat luka (jam, pakaian, dll)
3. Tutup luka bakar
Luka Bakar Listrik :

Dapat menyebabkan cardiac arrest (henti jantung),


rabdiomiolisis (gangguan otot dan ginjal), sepsis (demam)
dan gangguan syaraf
Kerusakan bagian dalam bisa jadi lebih besar dari
kerusakan yang terlihat dari luar

Luka Bakar Bahan Kimia :

-Gunakan sarung tangan saat menolong


korban
-Catat jenis bahan kimia (bila ada)
1. Jangan diusap / dikucek

2. Bilas dengan air bersih atau


ambil dg ujung kain bersih

Bila tidak terambil


Cuci dengan air mengalir
selama 15 – 30 menit Tangan anda jangan
terkena air pembilas

Air pembilas jangan


sampai kena wajah

Mata ditutup dengan


pembalut steril
Kasa Gulung
Pembalut Gips
Pembalut Segitiga / Lipatan lebar
Triangular Bandage / Mitella
(posisi terbuka)

Lipatan sempit

Simpul Pembalut Segitiga Pembalut Elastis


Pembalut Tangan & Kaki
Pembalut Kepala

Penggantung Lengan Bawah Imobilisasi Tungkai Bawah

Imobilisasi Lengan Atas


Kasa Gulung
utk menutup luka

Pembalut Elastik
/ Elastic Bandage Luka diberi anti septik
untuk imobilisasi kmd ditutup dg kasa steril