Anda di halaman 1dari 58

Strategi penyusunan apbd

berbasis kinerja
Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA
Luxton Hotel Cirebon, 06 Maret 2018
DPRD Kabupaten Sumedang
LANDASAN KEBIJAKAN
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH TERMASUK (BGN
DARI 31 URUSAN)
YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH

UU 5/74
UU 22/99
Omnibus PP 105/00
Regulation KMDN 29/02
UU 25/2004 UU 17/2003 UU 1/2004 UU 15/2004 UU 33/2004

PP PP PP
PP PP PP
misal: SAP, dstnya
PP 58/2005
UU 32/2004 (Psl 15, 16, (Omnibus
17, 21,22,23 Regulation)
155, 156) dan
UU 23/2014 : Psl 8, 279
s/d 343 PP 38/07
PERMENDAGRI 13/06
PP 41/07
PERMENDAGRI 59/07

PERMENDAGRI 21/11
PP 24/05
PERMENDAGRI 32/11 & 39/12
PP 71/10
PERMENDAGRI 64/13 2
2005 RPJP 2025
2008 VISI-MISI DAERAH

5 TAHUN
2010 2015
2015 2020

PERDA POKOK2
PERDA RPJPD PENGELOLAAN KEUDA
2005 - 2025
PERBUP SISTEM DAN
PROSEDUR KEUDA

PERDA URUSAN PERDA SOTK PERDA BMD R-APBD


• MATRIKS PROGRAM 5 TAHUN

WAJIB/PILIHAN SESUAI PP 41/07


PP 38/07
• STRATEGI DAN PRIORITAS

DPA
RKPD
DAN LAMPIRAN
30 APRIL 2009
• ARAH KEBIJAKAN

PERDA RPJM
VISI-MISI KDH
Permendagri PELAKSANAAN
Penyusunan APBD
APBD
PERATURAN KDH
RENJA
TENTANG
RENSTRA SKPD SKPD
PELAPORAN

• LAKIP
• LKPD

• LPPD
• LKPJ
Renja TAHUN 1
KUA + PPAS  1 JULI
PERENCANAAN

Renja TAHUN 2
STATISTIK

SKPD

Renja TAHUN 3

• GUBERNUR
• DPRD

• BPK
Renja TAHUN 4
PERBUP
RKA SKPD  1 AGT
Renja TAHUN 5 ASB
PEMERINTAHAN DAERAH

PEMDA SETWAN DPRD

EKSEKUTIF LEGISLATIF

APBD

Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
4
FUNGSI PEMERINTAHAN DAERAH

PEMDA Pengelola Pengguna DPRD

Legislasi
Sistem
Manajemen
Anggaran
Keuangan
Daerah
Pengawasan

Tupoksi

Audit
Lap Hasil Audit
BPK-RI
Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
5
(ayat 1) Pasal 6 UU
17/2003
PRESIDEN
Pemegang Kekuasaan
Pengelolaan KN

Diserahkan
Dikuasakan
kepada
kepada Menkeu Dikuasakan
gubernur/bupati/
selaku Pengelola kepada menteri/
walikota selaku
Fiskal dan Wakil pimpinan kepala Pemda untuk
Pemerintah lembaga selaku mengelola keuangan
Dalam Pengguna daerah dan mewakili
Kepemilikan Anggaran/ pemerintah daerah
Kekayaan Negara Pengguna Barang dalam kepemilikan
yang dipisahkan kekayaan daerah
yang dipisahkan.

(ayat 2.a) (ayat 2.b) (ayat 2.c)

6
SISTEM MANAJEMEN KEUANGAN
APBN/D
SISTEM
PERENCANAAN SISTEM
DAN PELAKSANAAN
PENGANGGARAN ANGGARAN

SISTEM
PENGAWASAN BUKTI
LAP KEU & TRANSAKSI
PENGENDALIAN

SISTEM
SISTEM AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN
KEUANGAN KEUANGAN
DAERAH DAERAH

CATATAN
PEMBUKUAN
7
SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pemeriksaan

RKPD Rancangan Disusun dan


RPJMD Penatausahaan
disajikan Sesuai SAP
DPA-SKPD Pendapatan
PEDUM APBD • Bendahara penerimaan
wajib menyetor Laporan Keuangan
o/ MDN Verifikasi penerimaannya ke rekening Pemerintah Daerah
kas umum daerah
selambat-lambatnya 1 hari • LRA Laporan Keuangan
KUA PPAS DPA-SKPD kerja • Neraca diperiksa oleh BPK
• Lap. Arus Kas
Penatausahaan • CaLK
Pelaksanaan APBD Belanja
Nota
Kesepakatan Pendapatan • Penerbitan SPM-UP, SPM-
GU, SPM-TU dan SPM-LS Raperda PJ Pel APBD
oleh Kepala SKPD
Belanja • Penerbitan SP2D oleh
Pedoman PPKD
Penyusunan Persetujuan
RKA-SKPD o/ KDH Pembiayaan Bersama (KDH +
Penatausahaan
DPRD)
Pembiayaan

RKA-SKPD Laporan Realisasi • Dilakukan oleh PPKD


setelah 3 hari
Semester Pertama

RAPBD Kekayaan dan


R P-APBD Kewajiban daerah Evaluasi o/
• Kas Umum Gubernur/MDN 15
• Piutang hari
Evaluasi Raperda • Investasi
Evaluasi • Barang
APBD oleh • Dana Cadangan
R P-APBD Utang
Gubernur/

7 hari
Oleh penyesuaian o/
Mendagri Gbrnr/MDN Pemda
Akuntansi
Keuangan Daerah
Perda PJ Pel
Perda APBD Perda P-APBD
APBD
88
LINGKUP
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Pelaksanaan Pengawasan/
Perencanaan Pengendalian

Input Proses Output/Input Proses Output/Input Proses Output

Kebijakan Umum APBD

Prioritas & Plafon Anggaran


Sementara

Kegiatan
• RPJMD/RKPD Anggaran
Penjaringan Aspirasi
• Kinerja Masa Lalu APBD
• Asumsi Dasar • Prestasi Kerja Penatausahan
• Kebijakan & Akuntansi
Pemerintah • Perda APBD Laporan
(RPJM/RKP/ Prioritas
Pembangunan) Pelaksanaan
• Formulir/Dokumen APBD
Evaluasi
•Catatan/Register
Kinerja
• Semesteran
Hasil
• Tahunan
Evaluasi

99
SISTEM PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN

Pedoman
RENSTRA Pedoman RENJA

Pemerintah
RKA - KL RINCIAN
KL KL APBN

Pusat
Pedoman diacu

Pedoman dijabarkan
RPJP RPJM Pedoman
RKP RAPBN APBN
NASIONAL NASIONAL

diacu diperhatikan Diserasikan melalui MUSRENBANGDA

Pedoman Pedoman
RPJP Pedoman RPJM dijabarkan
DAERAH DAERAH RKPD KUA
RAPBD APBD

Pemerint
Daerah
PPAS

ah
Pedoman
PENJABARAN
RENJA Pedoman RKA –
RENSTRA Pedoman APBD
SKPD SKPD
SKPD
DPA –
SKPD

PERENCANAAN PROGRAM PENGANGGARAN

Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
10
SISTEM PERENCANAAN
5 TH

20 TH PERDA/QANUN 1 TH
M M
U RPJM DAERAH U
PERDA/QANUN RKP DAERAH
S PENJABARAN
S
RPJP
R R
RPJP DAERAH Rancangan
E Arah Kebijakan
E Kerangka Ekonomi
Keuangan Daerah
N N Daerah
Strategi
VISI B Pembangunan B
A Daerah
A
Prioritas
MISI N Kebijakan Umum N
Pembangunan
Daerah
G G
ARAH Program Kerja
PEMBANGUNAN D D Rencana Kerja dan
A Rencana Kerja A Pendanaan
(Kerangka Regulasi)

Rencana Kerja
(Kerangka
Pendanaan)

Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
11
PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
adalah penyusunan anggaran dengan memperhatikan
keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan
hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam
pencapaian hasil dan keluaran tersebut”.
(mengacu pada Pasal 7 ayat (1) PP No.21/2004)

Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan


indikator kinerja, standar biaya, dan evaluasi kinerja
dari setiap program dan jenis kegiatan”
(mengacu pada Pasal 7 ayat (2) PP No.21/2004)

12
12
Era
Global

Anggaran
Anggaran GOOD
Berbasis
Publik Kinerja GOVERNANCE

Era
Otonomi
SIKLUS
ANGGARAN PENETAPAN
KINERJA PENETAPAN
SASARAN:
KEGIATAN/
OUTPUT &
SUB KEG.
OUTCOME

PENETAPAN
JENIS &
PENETAPAN BESARAN
PROGRAM INPUT

MENGHITUNG
ANGGARAN
PENGUKURA DNG STANDAR
N KINERJA BIAYA

1 s/d 5 dimuat PERTANG- PELAKSANAAN


didalam dokumen GUNG KEGIATAN &
anggaran JAWABAN PEMBELANJAA
N
15
15
Penerapan penganggaran berbasis kinerja yang baik dapat memberikan
landasan yang kuat untuk :

Menghitung biaya yang dibutuhkan, mengkaitkan biaya dengan aktivitas


(a) dan hasil-hasil yang diharapkan

Pengambilan keputusan kebijakan dan penentuan prioritas anggaran, guna


(b)
menajamkan informasi tentang aktivitas, satuan biaya, dan outcomes.

Pengendalian pengeluaran, guna memastikan keabsahan, validasi,


(c) kewajaran, keakuratan, dan kejujurand alam pengelolaan anggaran;

Pengelolaan terhadap aktivitas yang sedang berjalan, guna mengevaluasi


(d)
sejauhmana keberhasilan pelaksanaan program/ kegiatan.

Pelaporan pelaksanaan anggaran dan akuntabilitas kinerja, agar tidak


(e)
hanya berfokus pada input dan output, tetapi juga pada outcomes.
Penyusunan Anggaran
Berdasarkan Prestasi Kerja

capaian kinerja

indikator kinerja

Penyusunan anggaran
berdasarkan prestasi
analisis standar belanja
kinerja dilakukan
berdasarkan ditetapkan
dengan
standar satuan harga keputusan
kepala
daerah
standar pelayanan minimal

17
INDIKATOR KINERJA :
1. Inputs:
Segala sesuatu yg dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
untuk menghasilkan keluaran
2. Proses:
sesuatu yg menunjukkan cara/nuansa pencapaian sasaran dan tujuan, atau
hasil yg akan diperoleh dlm waktu harian, mingguan,bulanan.
3. Outputs:
sesuatu yg diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan yg dpt berupa
fisik & atau non fisik
4. Outcomes:
segala sesuatu yg mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada
jangka menengah (efek langsung)
5. Benefit:
sesuatu yg terkait dg tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan
6. Impact:
pengaruh yg ditimbulkan baik positif maupun negatif pada setiap tingkatan
indikator berdasarkan asumsi yg telah ditetapkan

18
18
Pengadaan O.Generik
INPUT /MASUKAN
Sumberdaya (anggaran/dana, sumberdaya manusia, peralatan/teknologi, material) Jumlah Dana
Yang dipergunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan Rp

1.Ketaatan pd Hk
PROSES /Aturan
Upaya yang dilakukan dalam rangka mengolah masukan menjadi keluaran 2.Rata-rata Waktu
Pengadaan

OUTPUT/KELUARAN
Sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan baik berupa fisik /non Jumlah Obat Generik
Yang tersedia
fisik

OUTCOMES/HASIL
Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya output/keluaran. Kualitas pengobatan
Hasil nyata yang diperoleh setelah adanya output/keluaran

BENEFIT/MANFAAT
Tingkat Kesembuhan
Manfaat yang diperoleh dari adanya indikator hasil

IMPACT/DAMPAK
Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya manfaat yang diperoleh dari hasil dari suatu Tingkat Kesehatan Masy
Kegiatan. Sifatnya makro, regional 19
19
19
PENDEKATAN PENYELARASAN PERENCANAAN DAERAH

20
PENDEKATAN PENYELARASAN PERENCANAAN
NASIONAL DAN DAERAH

21
STRATEGI PENYELARASAN RPJMD DENGAN RPJMN 2015-2019 (1/5)

Secara substansional penyelarasan RPJMD dengan RPJMN


2015-2019 terbagi beberapa strategi, yaitu;
1.Penyelarasan Isu Strategis Pembangunan Daerah;
2.Penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Pembangunan
Daerah;
3.Penyelarasan Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan
Daerah;
4.Penyelarasan Program Prioritas Pembangunan Daerah;
5.Penyelarasan Kerangka Pendanaan Program Pembangunan
Daerah;
6.Penyelarasan Indikasi Lokasi Pelaksanaan Kegiatan Strategis
Nasional di Daerah.

22
Agenda Prioritas Pembangunan Daerah Dalam Nawa Cita

1. Pengurangan kesenjangan (Pembangunan bukan Jawa


Sentris tapi Indonesia Sentris)
2. Desentralisasi asimetris
3. Penguatan daya saing daerah
4. Peningkatan dana transfer ke pemerintah daerah
5. Peningkatan pelayanan publik
6. Peningkatan tata kelola pemerintahan
7. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan daerah

23
23
TANTANGAN PEMBANGUNAN DAERAH

• Desentralisasi politik dan fiskal saat ini sudah berjalan cukup baik.
• Desentralisasi politik  pemilihan kepala daerah secara serentak  pemberian
sebagian kewenangan pusat kepada daerah untuk dapat melaksanakan
pembangunan.
• Desentraliasi fiskal  peningkatan dana transfer ke daerah serta pengelolaan yang
diberikan kepada daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
• Desentralisasi ekonomi masih belum sepenuhnya terlaksana secara baik.
• Desentralisasi ekonomi belum berjalan dengan baik.
• Pembangunan daerah tidak dapat dikelola secara business as usual. Perlu inovasi
daerah baik dari masyarakat maupun pemimipin.
• Analisis ekonomi secara baik untuk melihat potensi dan keunggulan daerah.
• Kerjasama antar Daerah
• Peran Bappeda sangat diperlukan tidak hanya sebagai penentu arah, namun juga kecepatan dan
kualitas pembangunan.
• Pembangunan tidak hanya sebatas pada pengembangan potensi daerah, namun
dalam perencanaan juga mempertimbangkan seberapa cepat suatu pembangunan
dapat dilaksanakan serta berkualitas (pembangunan inklusif yaitu menurunkan
kemiskinan dan pengangguran serta merata baik secara wilayah maupun individu).
• Memperhitungkan berbagai sumber pembangunan. Pembangunan tidak hanya
bersumber dari APBD saja, namun juga APBN, Kerjasama Pemerintah Badan Usaha
(KPBU) serta pembangunan oleh pihak swasta (proyek yang menguntungkan secara
ekonomi, finansial serta bisnis)
• Melakukan sinergi perencanaan pusat dan daerah untuk menjamin efektivitas
pelaksanaan pembangunan. 24
24
MEKANISME DAN JADWAL PENYELARASAN
KEDUDUKAN PENYELARASAN DALAM APLIKASI PENDUKUNG PERENCANAAN
PEMBANGUNAN

25
PERAN STRATEGIS DAN MANDAT KEPADA BAPPEDA

• Menyiapkan dan menyusun


Pasal 260
rancangan awal RPJPD, RPJMD,
dan RKPD, yang akan menjadi Bappeda mengoordinasikan,
pedoman penyusunan Renstra menyinergikan, dan
dan Renja SKPD mengharmonisasikan
• Mengkoordinasikan penyusunan Rencana pembangunan
rancangan RPJPD, RPJMD dan Daerah. Dokumen
RKPD.
• Menyelenggarakan Musrenbang perencanaan pembangunan
Jangka Panjang, Jangka Daerah terdiri atas:
Menengah, dan Tahunan Daerah. a. RPJPD;
• Menyusun rancangan akhir b. RPJMD; dan
RPJPD, RPJMD dan RKPD. c. RKPD.
• Bappeda menghimpun dan
menganalisis hasil pemantauan
pelaksanaan rencana Susuai UU 25/2004 ttg SPPN
pembangunan dari masing- bertujuan untuk menjamin
masing pimpinan Satuan Kerja terciptanya integrasi,
Perangkat Daerah sesuai dengan sinkronisasi, dan sinergi baik
tugas dan kewenangannya.
• Bappeda menyusun evaluasi antarDaerah, antarruang,
rencana pembangunan antarwaktu, antarfungsi
berdasarkan hasil evaluasi pemerintah maupun antara
pimpinan Satuan Kerja Perangkat Pusat dan Daerah
Daerah.

26

26
URUSAN PEMERINTAHAN
(Berdasarkan Pasal 9, 10, 11, 12, 13 dan 25 UU No. 23 Tahun 2014 )

ABSOLUT KONKUREN PEMERINTAHAN UMUM


(Pasal 25)

1.POLITIK LUAR
2.NEGERI
3.PERTAHANAN PILIHAN
4.KEAMANAN
WAJIB (Pasal 12 Ayat 3)
5.YUSTISI
6.MONETER & Dibagi
FISKAL NON YAN berdasarkan
YAN DASAR (Pasal
NASIONAL DASAR (Pasal
7.AGAMA
12 Ayat 1 )
12 Ayat 2) kriteria
(Pasal Eksternalitas,
9) Akuntabilitas
SPM
dan Efisiensi
1. Dilaksanakan sendiri
2. Dilimpahkan Wew.
Kpd Ins Vert di Drh
Atau Gub sbg Wkl DESENTRALISASI
Pem Pus Berd Asas
Dekon

27
URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN

WAJIB PILIHAN

Berkaitan dengan pelayanan dasar Tidak berkaitan dengan pelayanan dasar

1. pendidikan; 1. kelautan dan


1. tenaga kerja; 9. perhubungan; perikanan;
2. kesehatan;
2. pemberdayaan 10.komunikasi dan 2. pariwisata;
3. pekerjaan umum & perempuan dan informatika;
penataan ruang; pelindungan anak;
3. pertanian;
11.koperasi, usaha
4. perumahan rakyat & 3. pangan; kecil, dan 4. kehutanan;
kawasan 4. pertanahan; menengah; 5. energi dan
pemukiman; 5. lingkungan hidup; 12.penanaman modal; sumberdaya
5. ketentraman & 6. administrasi 13.kepemudaan dan mineral;
kependudukan dan olah raga; 6. perdagangan;
ketertiban umum
pencatatan sipil; 14.statistik; 7. perindustrian;
serta perlindungan 7. pemberdayaan 15.persandian;
masyarakat; masyarakat dan desa;
dan
16.kebudayaan;
6. sosial. 8. pengendalian 17.perpustakaan; dan 8. transmigrasi
penduduk dan 18.kearsipan.
keluarga berencana;

28
Dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat
Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan

29

29
Dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat
Arah Kebijakan Pembangunan Kesehatan

30

30
Dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat
Arah Kebijakan Pembangunan Perumahan dan Permukiman

31

31
Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan
Arah Kebijakan Pembangunan Pariwisata

32

32
PENDEKATAN PENYUSUNAN RKP 2018:
PENAJAMAN SUBSTANSI PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN
Pendekatan Substansi Perencanaan
“HITS”

Holistik, Integratif, Tematik


dan
Spasial

33

33
SISTEM PENGANGGARAN

RPJMD
RPJMD RKPD
RKPD

KU
KU
POKOK2
POKOK2
FKPD PIKIRAN
PIKIRAN
Prioritas
Prioritas &
&
Plafon Anggaran
Plafon Anggaran

RKA
RKA APBD
APBD
RAPBD
RAPBD

Penjabaran
Penjabaran
RKA
RKA SKPD
SKPD APBD
APBD

RKA SKPD : Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat


Daerah
DPA
DPA SKPD
SKPD
DPA SKPD : Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja
Perangkat Daerah
Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
34
JADWAL PENGANGGARAN
NO JENIS KEGIATAN WAKTU
1 Pelaksanaan Musrenbangda Tahunan dalam Rangka Penyusunan RKPD s/d Maret
2 Penyusunan Kebijakan Umum APBD Periode Maret s.d Medio
Juni
3 Penyampaian Kebijakan Umum APBD kpd DPRD Medio Juni
4 Pembahasan Kebijakan Umum APBD, PPAS dgn DPRD
5 Penyusunan RKA SKPD
6 Pembahasan RKA SKPD dgn DPRD
Periode Medio Juni s.d
7 Penyampaian dan Evaluasi RKA SKPD oleh Tim Anggaran Eksekutif Daerah Minggu I Oktober
8 Penyusunan Raperda APBD & Raper KDH ttg Penjabaran APBD & Dok.
Pendukung
9 Penyebarluasan Raperda ttg APBD kpd masyarakat
10 Pengajuan Raperda tentang APBD kpd DPRD disertai Penjelasan & Dok. Minggu I Oktober
Pendukung
11 Pembahasan Raperda APBD & persetujuan bersama DPRD
Mg I – IV November
12 Penyusunan Raper KDH ttg Penjabaran APBD dan Rancangan DPA SKPD
13 Penyampaian Raperda APBD & Raper KDH ttg Penjabaran APBD u/ dievaluasi (3 hari)
14 Evaluasi Raperda APBD dan Raper KDH tentang Penjabaran APBD (15 hari)
15 Penyempurnaan hasil evaluasi (7 hari)
16 Pengesahan Raperda APBD Minggu IV Desember
Created
Created :: Muhammad
Muhammad Junaidi,
Junaidi, SH
SH
35
SINKRONISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN
KEBIJAKAN PEMERINTAH

RKP TA
(PERATURAN PRESIDEN )

TEMA & SASARAN RKP TA

BIDANG-BIDANG PEMBANGUNAN

ISU-ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN


Tankertanker Design

Konsistensi Perencanaan dan


Penganggaran Daerah
Tankertanker Design

KUA- RKA
RPJPD RPJMD RKPD APBD
PPAS SKPD

Konsistensi
Perencanaan
Penganggaran

Tankertanker Design
DOKUMEN POKOK
PENGANGGARAN DAERAH

RPJMD/
RPJMD/
RKPD KUA
KUA PPAS
PPAS
RKPD

EVALUASI

PERDA
PERDA
APBD RAPBD
APBD RAPBD RKA-SKPD
RKA-SKPD
PENJABARAN
PENJABARAN
APBD
APBD

DPA-SKPD
DPA-SKPD ANGGARAN KAS
ANGGARAN KAS
38
38
DOKUMEN POKOK
PELAKSANAAN ANGGARAN

SPP-LS SPM-LS SP2D


SP2D
SPP-LS SPM-LS
SPD
SPD

SPP-UP
SPP-UP SPM-UP
SPM-UP
SPP-GU
SPP-GU SPM-GU
SPM-GU SP2D
SPP-TU SPM-TU SP2D
SPP-TU SPM-TU

SPJ
SPJ
39
39
PROSES AKUNTANSI POKOK
Dokumen Catatan Laporan
Pencatatan & Peringkasan
SP2D-LS & Penggolongan
Pelaporan Laporan
SPJ Buku Buku
Jurnal Besar Keuangan

Kertas
Buku Pembantu Kerja

• Buku Jurnal
• Bukti Penerimaan • Laporan Realisasi
Kas Penerimaan Kas Kumpulan Rekening
(Ringkasan
Anggaran
dan Rincian)
• Bukti Pengeluaran • Buku Jurnal Pengeluaran • Laporan Operasional
Kas
Kas
• Laporan Arus Kas
• Buku Jurnal Umum • Neraca Daerah
• Bukti Memorial
• Catatan Atas Laporan
Keuangan

Kebijakan Akuntansi

40
40
Hubungan APBN dan APBD
Alur sumber dana APBN ke APBD (sesuai dasar hukum)
APBN APBD
PENDAPATAN PENDAPATAN
Pajak • PAD
PNBP • Dana Perimbangan
Hibah • Lain2 Pendapatan
- Dana Otsus & Penyesuaian
BELANJ A NEGARA - Dana Hibah Daerah
I. Pemerintah Pusat - Dana - Darurat
` ● Belanja Pegawai
`● Belanja Barang BELANJ A
`● Belanja Modal Belanja K/L ● Belanja Pegawai
`● Bantuan Sosial ● Belanja Barang
`● Pembayaran Bunga ● Belanja Modal
`● Subsidi ● Pembayaran Bunga
`● Belanja Hibah APP ● Subsidi
`● Belanja Lain-lain ● Belanja Hibah
II. Belanja Daerah ● Bantuan Sosial
● Dana Perimbangan ● Belanja Tak Terduga
`● Dana Otsus & Penyesuaian ● Belanja Transfer
`● Hibah
- PDN
- Penerusan Hibah LN PEMBIAYAAN
- Penerusan Pinjaman LN I. Penerimaan
`● Dana Darurat
● SILPA
● Pencaian Dana Cadangan
PEMBIAYAAN
● Penjualan Aset yg dipisahkan
I. Pembiayaan Dalam Negeri ● Penerimaan Pinjaman
1. Perbankan dalam negeri ● Penerimaaan kembali pemberian pinjaman
2. Non-perbankan dalam negeri ● Penerimaan Piutang Daerah
II. Pembiayaan Luar negeri (neto)
1. Penarikan Pinjaman LN (bruto) II. Pengeluaran
2. Pembayaran Cicilan Pokok Utang LN ● Pembentukan Dana Cadangan
● Penyertaan Modal
PENGELUARAN :
● Pembayaran Utang
I. Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri
● Pemberian Pinjaman
II. Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri 21

41
STRUKTUR APBD

merupakan perkiraan yang terukur, rasional


PENDAPATAN
dan memiliki kepastian dasar hukum
DAERAH
penerimaannya.

untuk pelaksanaan urusan wajib dan


BELANJA urusan pilihan yang menjadi
DAERAH kewenangannya. pelaksanaan urusan wajib
berdasarkan SPM yang telah ditetapkan.

PEMBIAYAAN
DAERAH menutup defisit atau memanfaatkan surplus

42
STRUKTUR PENDAPATAN
A. Pendapatan Asli Daerah:
1. Pajak Daerah
2. Retribusi Derah
3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan
4. Lain-lain PAD yang sah
B. Dana Perimbangan :
1. Dana Bagi Hasil
2. Dana Alokasi Umum
3. Dana Alokasi Khusus

C. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah :


1. Hibah
2. Dana Darurat
3. Dana Bagi Hasil Pajak Dari Prov Kepada Kab/Kota
4. Dana Penyesuaian & Dana OTSUS
5. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya
PENYUSUNAN APBD
PERMENDAGRI PMK
PEDOMAN PENYUSUNAN TAHUN ANGGARAN BATAS MAKSIMAL DEFISIT
APBD DAN PINJAMAN

Permendagri 26/2006 2007 PMK 72/PMK.07/2006

Permendagri 30/2007 2008 PMK 95/PMK.07/2007

Permendagri 32/2008 2009 PMK 123/PMK.07/2008

Permendagri 25/2009 2010 PMK 138/PMK.07/2009

Permendagri 37/2010 2011 PMK 149/PMK.07/2010

Permendagri 22/2011 2012 PMK 127/PMK.07/2011

Permendagri 37/2012 2013 PMK 137/PMK.07/2012

Permendagri 27/2013 2014 PMK 125/PMK.07/2013

Permendagri 37/2014 2015 PMK 183/PMK.07/2014

Permendagri 52/2015 2016 PMK 153 /PMK.07 /2015

Permendagri 31/2016 2017 PMK 132/PMK.07 /2016

Permendagri 33/2017 2018


44
SINKRONISASI PERENCANAAN & PENGANGGARAN PUSAT DAN DAERAH
DALAM SATU KESATUAN SITEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

20 TAHUN 5 TAHUN 1 TAHUN

PEDOMAN DIJABARKAN PEDOMAN


RPJPN RPJMN RKP RAPBN

PEDOMAN DIACU

DIPERHATIKAN
DIACU

RENSTRA PEDOMAN RENJA


K/L K/L

RPJPD
PEDOMAN
RPJMD DIJABARKAN RKPD PEDOMAN RAPBD
PROV PROV PROV PROV
PEDOMAN DIACU
DIPERHATIKAN

RENSTRA RENJA
DIACU

PEDOMAN
SKPD SKPD
PROV PROV

PEDOMAN
RPJPD RPJMD DIJABARKAN RKPD PEDOMAN RAPBD
K/K K/K K/K K/K
PEDOMAN DIACU

RENSTRA PEDOMAN RENJA


SKPD K/K SKPD K/K

45
KONSISTENSI
KONSISTENSI DOKUMEN
DOKUMEN PERENCANAAN
PERENCANAAN (RPJMD
(RPJMD DAN
DAN
RKPD)
RKPD) DENGAN
DENGAN DOKUMEN ANGGARAN KUA/PPAS
DAN
DAN RAPBD
RAPBD
Visi, Misi, Proker RPJMD RPJMN
KDH Terpilih
5 tahun 5 tahun
Renstra
SKPD
5 tahun 1 tahun
1 tahun
Renja
RKPD RKP
SKPD
1 tahun 1 tahun
Dibahas
bersama
KUA PPAS DPRD

NOTA KESEPAKATAN
PIMPINAN DPRD DGN KDH

PEDOMAN
RKA-SKPD PENYUSUNAN
RKA-SKPD

TAPD

RAPERDA Dibahas
APBD bersama DPRD 46
SIKLUS PERENCANAAN - PENGANGGARAN
TAHUNAN
Pembahasan & Kesepakaan
KUA antara KDH dgn DPRD (Juni)

6 Pembahasan dan Kesepakatan


Penetapan RKPD
PPAS antara KDH dgn DPRD
(Mei) 5 7 (Juni)
Musrenbang Penyusunan RKA-SKPD
Kab/Kota 4 8 & RAPBD (Juli-
(Maret) September)

Forum SKPD Pembahasan dan


Penyusunan Renja 3 9 persetujuan Rancangan
SKPD Kab/Kota APBD dgn DPRD
(Maret) (Oktober-November)
Evaluasi Rancangan
Musrenbang Kecamatan 2 10 Perda APBD (Desember)
(Februari)

Musrenbang Desa Penetapan Perda


1 11 APBD
(Januari)
(Desember)
12 Penyusunan DPA SKPD
Pelaksanaan APBD 13
Januari thn berikutnya (Desember)
47
STRUKTUR APBD
SKPD + SKPKD

PENDAPATAN BELANJA PEMBIAYAAN


(SKPKD)
PA D

- Pajak (SKPKD) SKPKD SKPD


- Retribusi (SKPD)
- Laba BUMD (SKPKD)
- Lain2 PAD yg Belanja Belanja
Belanja Penerimaan
Sah (SKPKD dan Tidak Langsung
Tidak Langsung Langsung
SKPD)
- Belanja - Fungsi
- Subsidi Pegawai - Urusan Pengeluaran
- Bunga - Program
Dana Perimbangan - Hibah - Kegiatan
(SKPKD) - Transfer
- Bantuan Sosial
- Belanja Tidak
Terduga Belanja Belanja
Lain-Lain Belanja
Pendapatan yang Sah Pegawai Modal
Barang dan
(SKPKD) Jasa

RKA-SKPD APBD DPA-SKPD


48
KUA
KUADAN
DANPPAS
PPAS
KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA)
 Kebijakan Umum APBD memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi
penyusunan APBD, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja
daerah, kebijakan pembiayaan daerah, dan strategi pencapaiannya.
 Strategi pencapaian memuat langkah-langkah kongkrit dalam pencapaian
target

PPAS
 Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban
daerah berupa prioritas pembangunan daerah, SKPD yang melaksanakan
dan program/kegiatan yang terkait.
 Prioritas disusun berdasarkan rencana pendapatan dan pembiayaan.
 Prioritas belanja diuraikan menurut prioritas pembangunan daerah, sasaran,
SKPD yang melaksanakan.
 Plafon anggaran sementara diuraikan berdasarkan urusan dan SKPD,
program dan kegiatan, belanja tidak langsung (belanja pegawai, bunga,
subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan
belanja tidak terduga). 49
Penyusunan KUA Memuat target pencapaian
kinerja yang disertai
dengan:
Pedoman Proyeksi pendapatan daerah,
Mendag ditetapkan
Penyusunan alokasi belanja daerah,
ri Setiap tahun APBD sumber dan penggunaan
pembiayaan sesuai asumsi
berpedoman (perkemb ekonomi makro &
perubahan pokok2 kebijakan
RKPD pada
fiskal)
selambat-lambatnya pertengahan
berdasarkan
Juni th anggaran berjalan
Kepala menyusun Rancangan
Kebijakan
menyampaikan DPR
Daerah Umum APBD kepada
D
dibahas bersama dalam
pembicaraan pendahuluaan
RAPBD
disepakati menjadi
Kebijakan
Umum APBD
50
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)
berdasarkan

Kebijakan
Umum APBD

Pemerinta membahas
h Daerah DPRD
paling lambat
Rancangan minggu ke-2 Juni
Langkah-langkah PPAS tahun anggaran
pembahasan PPAS Sementara sebelumnya
1. menentukan skala
prioritas dalam urusan disepakati
wajib & urusan pilihan menjadi
2. menentukan urutan program prioritas dan patokan
program dalam masing- batas maksimum anggaran
masing urusan
3. menyusun plafon PPAS yang diberikan kepada SKPD
untuk setiap program sebagai
anggaran sementara utk acuan dalam penyusunan
masing-masing program RKA-SKPD

51
SURAT EDARAN KEPALA DAERAH
Tentang
Pedoman Penyusunan RKA-SKPD
(Permendagri Nomor 59/2007, Pasal 89)
Permendagri 13/2006 Permendagri 59/2007
a. PPA yang dialokasikan untuk setiap a. prioritas pembangunan daerah dan
program SKPD berikut rencana program/kegiatan yang terkait;
pendapatan dan pembiayaan;
b. sinkronisasi program dan kegiatan antar b. alokasi plafon anggaran sementara untuk
SKPD dengan kinerja SKPD berkenaan setiap program/kegiatan SKPD;
sesuai dengan standar pelayanan
minimal yang ditetapkan;
c. batas waktu penyampaian RKA-SKPD c. batas waktu penyampaian RKA-SKPD
kepada PPKD; kepada PPKD;
d. hal-hal lainnya yang perlu mendapatkan d. dihapus;
perhatian dari SKPD terkait dengan
prinsip-prinsip peningkatan efisiensi,
efektifitas, tranparansi dan akuntabilitas
penyusunan anggaran dalam rangka
pencapaian prestasi kerja; dan
e. dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, e. dokumen sebagai lampiran surat edaran
PPA, kode rekening APBD, format RKA- meliputi KUA, PPAS, analisis standar
SKPD, analisis standar belanja dan belanja dan standar satuan harga.
standar satuan harga.

52
Bagan Alir Pengerjaan RKA-
SKPD

Kode Nama Formulir

Ringkasan Anggaran
RKA-SKPD Pendapatan, Belanja dan
Pembiayaan SKPD

RKA-SKPD Rincian Anggaran Pendapatan


1 SKPD

RKA-SKPD Rincian Anggaran Belanja Tidak


2.1 Langsung SKPD

RKA-SKPD Rekapitulasi Rincian Anggaran


2.2 Belanja Langsung menurut
Program dan Kegiatan SKPD

RKA-SKPD Rincian Anggaran Belanja


2.2.1 Langsung menurut Program
dan Per Kegiatan SKPD

53
Bagan Alir RKA-PPKD

54
Rencana Kerja dan Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA SKPD)
berdasarkan
Pedoman dokumen perencanaan dan
Penyusunan penganggaran yang berisi
RKA-SKPD program dan kegiatan SKPD
serta anggaran yang diperlukan
untuk melaksanakannya
Kepala menyusun RKA-
SKPD SKPD memuat rencana pendapatan,
belanja untuk masing-masing
program dan kegiatan menurut
fungsi untuk tahun yang
Pendekatan penyusunan direncanakan, dirinci sampai
1. Kerangka pengeluaran dengan rincian objek
jangka menengah daerah pendapatan, belanja, dan
2. Penganggaran terpadu pembiayaan, serta prakiraan
3. Penganggaran berdasarkan maju untuk tahun berikutnya
prestasi kerja
55
Pendekatan Penyusunan RKA SKPD

Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Daerah/MTEF


menyusun prakiraan maju yang berisi perkiraan kebutuhan anggaran untuk
program dan kegiatan yang direncanakan dalam TA berikutnya dari TA yang
direncanakan dan merupakan implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanaan
program dan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya

Penganggaran Terpadu / Unified Budgeting


mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan
SKPD untuk menghasilkan dokumen rencana kerja dan anggaran

Penganggaran Berdasarkan Prestasi Kerja


memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang
diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam
pencapaian keluaran dan hasil tersebut

56
Perubahan APBD
Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau
perubahan keadaan

Dibahas Pemerintah
DPRD bersama Daerah

dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBD


tahun anggaran yang bersangkutan, apabila terjadi:

a. perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD


b. keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran
antarunit organisasi, antarkegiatan, dan antarjenis belanja
c. keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya
harus digunakan untuk tahun berjalan
d. keadaan darurat
e. keadaan luar biasa
57
Terima Kasih
Atas Perhatiannya

58