Anda di halaman 1dari 24

Kasus 2

Kelompok 11B

Nia Fachrunnisa 11151020000086


Farijal Zamzami K 11151020000088
Habibah Sabrina H 11151020000091
Nurjannatun Thajri 11151020000103
DEFINISI DIARE
• Pengertian diare menurut WHO (1999) secara klinis
didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi
(buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga
kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten
tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Secara
klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu
diare cair akut, disentri, dan diare persisten.
Sedangkan menurut menurut Depkes RI (2005),
diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda
adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja,
yang melembek sampai mencair dan bertambahnya
frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau
lebih dalam sehari .
PATOFISIOLOGIS
• Diare sekresi merupakan diare dengan volume banyak yang disebabkan
oleh peningkatan produksi dan sekresi air serta elektrolit oleh mukosa usus
ke dalam lumen usus. Diare osmotik terjadi bila air terdorong ke dalam
lumen usus oleh tekanan osmotik dari partikel yang tidak dapat diabsorpsi,
sehingga reabsorpsi air menjadi lambat.

• Sebagai akibat dari diare baik akut maupun kronik akan terjadi :
• a. Kehilangan air (dehidrasi). Dehidrasi terjadi akibat pengeluaran air
lebih banyak dari pemasukan air, merupakan penyebab kematian pada
diare.
• b. Gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik), terjadi
karena kehilangan natrium bikarbonat bersama tinja, penimbunan asam
laktat karena anoksia jaringan, produk metabolism yang bersifat asam
meningkat karena tidak dapat dikeluarkan ginjal (oligouria/anuria),
pemindahan ion natrium dari ekstrasel kedalam intrasel. Secara klinis
asidosis dapat dilihat dari pernapasan Kussmaul.
• c. Gangguan sirkulasi. Sebagai akibat diare dengan atau tanpa muntah,
dapat terjadi gangguan sirkulasi berupa renjatan (shock) hipovolemik.
Akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis
bertambah berat dan dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran
menurun dan bila tidak ditangani segera akan terjadi kematian.
SKEMA PATOFISIOLOGI DIARE
Penyebab diare secara lengkap adalah sebagai
berikut:
Infeksi yang dapat disebabkan:
• bakteri, misal: Shigella, Salmonela, E. Coli, golongan vibrio, bacillus cereus,
Clostridium perfringens, Staphyiccoccus aureus, Campylobacter dan
aeromonas;
• virus misal: Rotavirus, Norwalk dan norwalk like agen dan adenovirus;
• parasit, misal: cacing perut, Ascaris, Trichiuris, Strongyloides, Blastsistis
huminis, protozoa, Entamoeba histolitica, Giardia labila, Belantudium coli
dan Crypto
• Alergi
• Malabsorbsi
Keracunan yang dapat disebabkan;
• keracunan bahan kimiawi dan
• keracunan oleh bahan ang dikandung dan diproduksi: jasat renik, ikan,
buah-buahan dan sayur-sayuran
• Imunodefisiensi
• Sebab-sebab lain (Widaya, 2004).
Asesmen
Identitas Pasien
• Nama : An. “A”
• Tanggal Lahir : 03 maret 2013
• Umur : 18 bulan
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Anak ke : 1(satu)
• Alamat : Situmbuk
• Agama : Islam
• Suku : Caniago
• Jaminan : BPJS
Asesmen Riwayat Kesehatan Sekarang
Riwayat Kelahiran
• Panjang Badan : 49 cm • Anak muntah (+), nafsu
• Berat Badan : 2900 gr makan menurun, mencret (+),
Riwayat Nutrisi berserat, warna kuning.
• ASI, MPASI mulai 12 bulan yang Riwayat Kesehatan Keluarga
lalu • Tidak ada penyakit keturunan
Penyebab Diare seperti, hipertensi, gagal
• Penyebab dari permulaan ginjal, DM
memakai susu bantu
Pola Pertumbuhan
• Merangkak usia 8 bulan, berjalan
usia 15 bulan
Riwayat Imunisasi
• Imunisasi dasar
Riwayat Kesehatan
• Anak tidak ada riwayat penyakit
seperti kejang, diare, atau DBD
Data Subjektif

• Mencret 2 hari yang lalu


• Hingga siang ini mencret sudah tiga kali
• Muntah 2 hari yang lalu
• Muntah hingga siang ini sudah dua kali
• Demam (-)
• Nafsu makan menurun
Data Objektif
Pemeriksaan Umum Pemeriksaan Fisik
• KU : sedang • Kepala : ubun-ubun rata
• Kesadaran :CMC • Mata : tidak berair, tidak
• Vital sign :TTV cekung
• Hidung : tidak ada sekret
• Nadi : 120 x/m
• Mulut : sariawan /
• Pernapasan : 32x/m stomatitis
• Suhu : 36,4 ºc • Leher : ada pembesaran
• BB : 10,37 kg kelenjar limfe dan
• BBS : 11 kg pembengkakan kelenjar tiroid
Pemeriksaan • Dada : simetris kiri dan
kanan
Penunjang Laboratorium • Perut : rata, bising usus,
• L : 5.300 mm³ tidak adanya kelainan
• Hb : 10,1 gr% • Inguinal : anus (+)
• Ht : 29,5 % • Genitalia : tidak ada kelainan
• Tr : 345000 mm³ atau tanda infeksi
• Kulit : coklat , dingin
DIAGNOSA PASIEN
1. Diare Akut
buang air besar dengan frekuensi yang
meningkat,dengan konsistensi tinja cair, bersifat
mendadak dan berlangsung dalam waktukurang dari satu
minggu pada bayi atau anak yang sebelumnya sehat
2. Dehidrasi Ringan/Sedang
• kehilangan cairan 5-10% berat badan
• memiliki dua atau lebih tanda berikut, anak menderita
dehidrasi ringan/sedang:
- Gelisah/rewel
- Haus dan minum dengan lahap
- Mata cekung
- Cubitan kulit perut kembalinya lambat
Tujuan Pengobatan
1. Mencegah terjadinya dehidrasi
2. Mengobati dehidrasi
3. Mempercepat kesembuhan
4. Memberi makanan
5. Mengobati masalah lain
Terapi Non Farmakologi

Selama diare dan selama masa penyembuhan :


1. Berikan ASI lebih sering dan lebih lama (bayi 0-24
bulan)
2. Berikan makanan sesuai umur lebih sering, sedikit-
sedikit, lebih bervariasi, lebih lembut, sejak bayi berusia
6 bulan
3. Petugas kesehatan memberikan konseling kepada ibu
dengan bayi agar kembali menyusul eksklusif, karena
ASI memilki antibodi yang penting untuk meningkatkan
ketebalan tubuh bayi, disarankan kepada ibu untuk
melanjutkan peran ASI hingga anak berusia 24 bulan
4. Mengganti susu formula
Perhatian
NO JENIS MASALAH REKOMENDASI REFERENSI
1 Indikasi yang tidak Sariawan dan Pemberian levothyroxine 5-25

DRP
ditangani pembengkaka
n kelenjar
mcg/kg/BB

tiroid
2 Pilihan obat yang Vosedone Penggunaan dihentikan, obat anti Kementrian
kurang tepat muntah tidak di anjurkan kecuali Kesehatan RI.
muntah berat. Obat-obatan ini tidak 2011. Situasi
mencegah dehidrasi ataupun Diare di
meningkatkan status gizi anak, Indonesia.
bahkan sebagian besar menimbulkan Kementrian
efek samping yang bebahaya dan bisa Kesehatan RI
berakibat fatal.
3 Penggunaan obat Inj . Incetax Penggunaan antibiotic tidak Kementrian
tanpa indikasi 2x250 mg digunakan kembali. Karena Kesehatan RI.
penggunaan antibiotic hanya atas 2011. Situasi
indikasi Diare di
Indonesia.
Kementrian
Kesehatan RI
4 Dosis terlalu besar - - -
5 Efek samping - - -
6 Interaksi obat - - -
7 Gagal menerima - - -
Tatalaksana
Tatalaksan
Asuhan Kefarmasian
OBAT DOSIS KETERANGAN
ZINC 1 Tablet/hari Diberikan selama 10 hari berturut-
1 tablet = 20 mg turut meskipun diare sudah
berhenti untuk efektifitas obat zinc
dalam mempercepat kesembuhan,
mengurangi parahnya diare dan
mencegah kambuhnya diare selama
2-3 bulan ke depan
ORALIT Dosis oralit yang diberikan dalam Jika anak muntah, tunggu selama 10
3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan menit; lalu beri larutan oralit lebih
selanjutnya diteruskan dengan lambat (misalnya 1 sendok setiap 2
pemberian oralit seperti diare – 3 menit.
tanpa dehidrasi.
IVFD RL 16 tts/iv
Levothyroxi 5-25 mcg/kg/BB Apabila anak mengonsumsi obat ini
ne dan mengalami perubahan berat
badan, beritahukan kepada dokter.
Dokter perlu menyesuaikan kembali
dosis yang dikonsumsi oleh anak
Alasan Penghentian Pemakaian
Antibiotik
Antibiotika tidak boleh digunakan secara rutin
karena kecilnya kejadian diare pada balita yang
disebabkan oleh bakteri. Antibiotika hanya
bermanfaat pada penderita diare dengan darah
(sebagian besar karena shigellosis), suspek kolera.
Sampai saat ini pemakaian antibiotik pada diare
masih 80% sedangkan jumlah diare yang seharusnya
diberi antibiotik tidak lebih dari 20%, sangat tidak
rasional, (data sesuai dari hasil presentasi dr. M.
Juffrie, PhD, SpA(K) dalam Kongres XIV Ikatan Bidan
Indonesia, Padang, 2008).
Membuat Oralit
• Siapkan wadah bersih (seukuran teko).
• Masukkan setengah sendok teh garam dapur
dan 8 sendok teh gula pasir ke dalam wadah di
atas.
• Tambahkan 1 liter air matang, Jika anda tidak
punya takaran liter, bisa menggunakan 5 gelas
air
• Aduk sampai rata
Oralit osmoralitas rendah
Alasan Pemberian Oralit Dan Zinc
Sejak tahun 2004, WHO/UNICEF merekomendasikan ORALIT
dengan osmolaritas rendah. Berdasarkan penelitian dengan ORALIT
osmolaritas rendah diberikan kepada penderita diare akan:
• Mengurangi volume tinja hingga 25%
• Mengurangi mual muntah hingga 30%
• Mengurangi secara bermakna pemberian cairan melalui intravena
sampai 33%
Bukti ZINC baik dan aman untuk pengobatan diare berdasarkan hasil
penelitian Departement of Child and Adolescent Health and
Development, World Health Organization yaitu :
• ZINC dan pengobatan diare akut → 25% mengurangi lama diare
Informasi Obat
NO NAMA OBAT KOMPOSISI FUNGSI EFEK SAMPING

1 Renalyte - Dextrose anhydrous Digunakan untuk terapi Peningkatan glukosa


- Potassium Chloride dan pencegahan dehidrasi darah
- Sodium Chloride ringan-sedang akibat diare Kebocoran dari situs
- Sodium Citrate dan muntah injeks

2 Lacto B - Lactobacillus Lacto B adalah obat Pembengkakan pada


acidophilus untuk mengatasi diare dan wajah, bibir, lidah,
- Bifidobacterium longum mencegah intoleransi atau tenggorokan.
- Streptococcus laktosa atau masalah Kesulitan bernapas
Thermophilus pencernaan lainnya.
- Vit C, B1,B2,B3,B6, zink Selain itu, Lacto B juga
, Protein, niacin dapat digunakan untuk
mengatasi infeksi vagina
dan infeksi saluran
kencing.
3 Zinkid Zinc Zinkid Sirup digunakan Mulas
untuk Pelengkap untuk Demam
pengobatan diare pada Panas dingin
anak anak dibawah 5
NO NAMA OBAT KOMPOSISI FUNGSI EFEK SAMPING

4 Puyer Oralit untuk mual dan Retensi air


muntah Bengkak
Kadar kalsium
dalam darah tinggi

5 Vosedone Domperidone obat anti-emetik Kesulitan bernafas


atau antimuntah akibat
untuk meringankan pembengkakan
mual dan muntah pada saluran nafas.
Ruam kulit dan
kemerahan.

6 IVFD RL - Natrium laktat Sebagai sumber Mual


- NaCl elektrolit dan air Muntah
- CaCl2 untuk hidrasi. Sakit perut
pembengkakan

7 Inj. Incetax Cefotaxime Sodium obat untuk Sakit perut, mual,


berbagai macam muntah, Sakit
infeksi bakteri kepala atau
seperti infeksi Vagina gatal atau
pernapasan bagian mengeluarkan
bawah, infeksi cairan
saluran kemih,
meningitis, dan
gonore
DAFTAR PUSTAKA
• McGraw Hill, Barbara G. Wells, Joseph T.
DiPiro, Terry L. Schwinghammer, and Cecily V.
DiPiro. Pharmacotherapy Handbook 9th
Edition. 2015.
• Medscape, 2011, Drug, (online),
(http://www.reference.medscape.com/drug),
diakses tanggal 7 Maret 2018
• Kementrian Kesehatan RI. 2011. Situasi Diare di
Indonesia. Kementrian Kesehatan RI

Anda mungkin juga menyukai