Anda di halaman 1dari 66

SISTEM DAN INSTALASI PIPA

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN


UNIVERSITAS DARMA PERSADA
2018
SISTEM DAN INSTALASI PIPA

Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang meng-


hubungkan titik dimana, fluida disimpan ke titik pengeluaran, semua
pipa baik untuk memindahkan tenaga atau pemompaan harus
dipertimbangkan secara teliti karena keamanan dari sebuah kapal
akan tergantung pada susunan perpipaan seperti halnya pada
perlengkapan kapal lainnya.

Untuk memindahkan fluida dalam jumlah yang sangat besar tidaklah


mudah. Salah satu ciri aktivitas diatas kapal adalah setiap pekerjaan
hendaknya dilakukan seefektif mungkin sehingga penggunaan
waktu yang tepat selalu diperhitungkan. Dapat kita bayangkan jika
memindahkan sejumlah bahan bakar, air tawar dan minyak pelumas
dikerjakan secara manual atau dengan kata lain menggunakan
tenaga manusia, ini memerlukan waktu yang lama sehingga
efektivitas yang telah dicanangkan tidak akan tercapai.
Prinsip utama dan mendasar dengan digunakannya pompa dan
sistem perpipaan diatas kapal dalam hal memindahkan sejumlah zat
cair / fluida memberikan keuntungan yang besar dalam hal peman-
faatan tenaga manusia. Dengan demikian perlakuan terhadap unit
pesawat / alat bantu (mesin fluida / pompa) sangat diperlukan.
Hal–hal yang diperlukan adalah sikap setiap awak kapal bagian
mesin untuk melaksanakan perawatan dan perbaikan sesuai standar
yang telah ditetapkan. Dengan memperhatikan ketentuan tersebut
maka usia pakai dari pompa dan sistem perpipaannya dapat lebih
panjang.

Sistem Perpipaan
Sistem perpipaan berfungsi mengalirkan suatu fluida dari suatu
tempat ke tujuan yang diinginkan dengan bantuan mesin fluida atau
pompa. Misalnya pipa yang dipakai untuk memindahkan minyak dari
tangki minyak pelumas ke mesin penggerak kapal.
Keamanan dan efisiensi (irit) dari sebuah kapal tergantung pada
pipa – pipanya, karena semua pipa – pipa berguna untuk
memindahkan fluida (lalu lintas fluida /cairan).
Bagian yang diperlukan dalam instalasi sistem pipa,
sambungan aliran, pengatur katup dan lain-lain
meliputi :

1.Pipa
Pipa adalah bagian utama dari suatu system yang menghubungkan
titik dimana fluida disimpan ketitik pengeluaran.

2. Flens (sambungan pipa)


Flens merupakan peralatan yang digunakan untuk menghubungkan
pipa satu ke pipa yang lain atau dari pipa kebadan kapal.
Sambungan tersebut meliputi flens, sambungan T, sambungan siku,
sambungan melalui dinding kedap, geladak dll

3. Valve (katup)
Valve adalah peralatan yang berguna untuk memutuskan, menghu-
bungkan, serta merubah arah kebagian yang lain dari sistem pipa
dan juga untuk mengontrol aliran dan tekanan dari fluida.
4. Valve Gear
Valve gear adalah peralatan untuk mengontrol katup pada sistem
pipa baik dari tempat itu ( local control ) maupun dari tempat yang
jauh ( remote control ).

5. Peralatan tambahan lain


peralatan ini biasanya digunakan dalam sistem tertentu,antara lain
adalah sebagai berikut :
• Pipa khusus untuk pemasukan ( pipe line )
• Kotak Lumpur ( mud boxes )
• Saringan pemasukan
• Separator ( untuk memisahkan air laut dengan lumpur, pasir dan
batu )
• Steam trap ( untuk menampung pengembunan uap air didalam
system pipa )
• Sprinklers ( Sistem pemadam dengan menggunakan air berte-
kanan didalam pipa ).
JENIS PIPA DAN UKURANNYA

Pipa mempunyai banyak ukuran, mulai dari yang terkecil dengan


ukuran diameter 1/2 inch sampai ukuran yang sangat besar dengan
diameter 72 inch atau kira-kira 1.8 meter. secara umum material
yang banyak digunakan untuk pipa dan komponennya terbagi atas
dua katagori utama yaitu :
 Metallic (Logam)
 Non metallic (Non logam)

Khusus untuk jenis Metallic dibagi dalam dua kelompok yaitu ;


ferrous dan Non ferrous.
Ada 2 (dua) jenis metode yang digunakan untuk menamai ukuran
pipa :
 NPS (Nominal Pipe Size) adalah ukuran standard Amerika Utara,
dengan ukurannya berdasarkan “inch”.
 DN (Diameter Nominal) adalah penunjukkan ukuran eropa
dengan ukurannya berdasarkan “milimeter”.
Selain penamaannya dengan NPS atau DN, maka ada pasangan yg
selalu tidak ketinggalan ketika disebutkan ukuran pipa yaitu
schedule (sch).
Schedule adalah suatu penunjukkan ukuran ketebalan dinding pipa
atau dengan kata lain Thickness.

Perbedaan NPS dan OD


Perbedaan antara NPS dengan OD dimulai dari
pipa ukuran NPS 1/4″ sampai dengan ukuran NPS
12″. Sedangkan untuk pipa dengan NPS diatas
12″(inch), maka NPS yang ditunjukkan sesuai
dengan OD dari pipa tersebut.

Ada salah satu perbedaan yang lain lagi yang biasa kita lihat di tabel
daftar pipa yaitu huruf “S” setelah nomor schedule. seperti contoh
5S. hal ini khusus untuk menunjukkan bahwa schedule tersebut
untuk material khusus Stainless steel. sedang schedule tanpa huruf
“S” adalah untuk pipa dengan material selain stainless steel.
Ukuran pipa
Macam-macam ukuran pipa yang sering digunakan dalam industri :
 Large Bore Pipe : yaitu pipa dengan ukuran lebih besar dari 2
Inch.
 Small Bore Pipe : yaitu pipa dengan ukuran 2 inch ke bawah.
 Tubing : yaitu pipa yang mempunyai ukuran sampai 4 inch, tetapi
mempunyai ukuran ketebalan dinding pipa yang lebih kecil jika
dibandingkan dengan small bore dan large bore.

Schedule (ketebalan pipa)


Pipa diproduksi dalam berbagai macam ketebalan yang sudah
distandardkan. setiap ketebalan tertentu pada pipa diberi penamaan
dalam bentuk schedule number, bukan dalam bentuk ukuran pipa
yang sebenarnya.
pada awalnya ketebalan pipa hanya ada 3 kelompok yaitu:
 Standard
 Extra Strong (XS)
 Double Extra strong (XXS)
Saat ini penamaan sudah diganti dengan memberikan schedule
number tertentu, yang dimulai dari 5 dan 5S, kemudian diikuti dengan
10 dan 10S, seterusnya dalam kelipatan 10 sampai schedule 40 (20,
30, 40) dan selanjutnya mempunyai kelipatan 20, yaitu 60, 80, 100,
120, 140, 160.
Pada umumnya, besarnya ketebalan pipa yang mempunyai schedule
40 dengan schedule STD adalah sama untuk pipa ukuran 1/8 sampai
dengan ukuran pipa 10 inch.

Pipa biasanya diproduksi dengan ukuran panjang yang berbeda,


tergantung kepada material, ukuran dan schedule. namun pada
umumnya pipa-pipa diproduksi dengan mempunyai rata-rata panjang
20ft atau 6 meter untuk pipa karbon steel. panjang ini disebut dengan
istilah random length. adakalanya pipa yang mempunyai ukuran
panjang 2 kali lipat dari random length tersebut juga banyak tersedia
dan termasuk disukai, terutama untuk penggunan pipe rack. ukuran
ini disebut juga dengan double random length atau sama dengan 12
meter.
Pipe Ends
Secara umum pipa yang diproduksi mempunyai 3 jenis bentuk ujung
pipanya :
 Plain Ends (PE) : yaitu ujung pipa yang dipotong persegi

 Beveled Ends (BE) : yaitu bentuk ujung pipanya dipotong


membentuk bevel

 Threaded Ends (TE) : yaitu pipa yang dibuat mempunyai ulir pada
ujungnya. disini jenis TE ada dua pilihan : 1. berulir kedua sisi
(TBE : Threaded Both Ends) dan 2. Hanya pada satu sisi (TOE :
Threded One Ends)
1. Jenis-jenis pipa
Perencanaan Konstruksi, bila kita tinjau dari tujuan perencanaan
dan konstruksinya pipa diatas kapal dibagi dua golongan.

Golongan 1
Mencakup semua pipa yang mengalirkan :
a. Uap air dengan tekanan kerja diatas 150 psi atau temperatur
kerja diatas 370°F.
b. Air dengan tekanan kerja diatas 150 psi atau temperatur kerja
diatas 200°F.
c. Minyak dengan tekanan kerja diatas 150 psi atau temperatur
kerja diatas 150°F.
d. Gas dan cairan – cairan beracun pada semua tekanan dan
temperatur.

Golongan 2
Mencakup semua pipa dengan tekanan kerja dan temperatur di
bawah tekanan kerja dan temperatur yang dicantumkan dalam
golongan 1.
KLASIFIKASI PIPA

 Tekanan kerja aliran fluida didalam pipa adalah antara 685


kN/m2 s/d 41 MN/m2.

 Para ahli selanjutnya mengelompokkan tekanan fluida


sebagai berikut :
- Tekanan rendah (lower pressure) : s/d 7 MN/m2.
- Tekanan tinggi (upper pressure) terbagi atas :
1. Medium : 7 MN/m2 s/d 21 MN/m2
2. Tinggi : s/d 42 MN/m2
 Temperatur kerja aliran fluida juga bervariasi sebagai berikut :
- Temperatur rendah : antara 60 s/d 1700C
- Temperatur sedang : antara 170 s/d 3000C
- Temperatur tinggi : diatas 3000C
KLASIFIKASI PIPA
 Bahan pipa sebagai alat transfer fluida paling tidak
memiliki sifat/property sbb :

- Mempunyai kekuatan atau kemampuan menahan


beban yang terjadi pada temperatur kerja.

- Memiliki sifat yang liat dan tahan tekanan pada


kondisi perubahan temperatur kerja

- Material dibuat sedemikian rupa sehingga tahan


terhadap korosi dan erosi akibat fluida, baik yang
berada di dalam maupun di luar pipa.

- Mempunyai ketahanan terhadap kekasaran akibat


gesekan terhadap material yang saling bergeser.
- Berkemampuan untuk dialiri fluida pencemar, baik
didalam maupun di luar pipa.

- Faktor tambahan yang mempengaruhi bahan


yang dipilih untuk sistem perpipaan antara lain
harga bahan, tingkat kemudahan untuk dikerja-
kan, tahan lama, factor berat dan ketersediaan-
nya di pasar.
KLASIFIKASI PIPA

Sistem pipa yang bertekanan yang dipakai untuk system pipa di


kamar mesin diklasifikasikan dalam tiga klass, yaitu :

- Klass I : Untuk penggunaan dengan temperatur kerja


diatas 3000C dan tekanan kerja diatas 16 Kg/cm2

- Klass II : Untuk penggunaan general application dengan


temperatur kerja dibawah 3000C dan tekanan
kerja dibawah 16 Kg/cm2

- Klass III : Pipa untuk penggunaan dalam hal tidak spesial


seperti untuk : Overflow, ventilation, open ended
drain system dll dimana temperatur kerja sampai
1700C dan tekanan kerja sampai 7 Kg/cm2
2. Bahan – Bahan
Ditinjau dari bahannya, pipa – pipa yang digunakan untuk sistem
dalam kapal dibedakan menjadi beberapa macam. Dalam memilih
bahan yang paling cocok untuk sistem pipa yang bermacam-macam
harus diperhatikan peraturan dari Biro Klasifikasi antara lain :

a. Pipa baja tanpa sambungan ( Seamless drawn steel pipe)


Pipa jenis ini dapat dipergunakan untuk semua penggunaan,
misalnya untuk pipa bertekanan pada sistem bahan bakar dan
untuk pipa pengeluaran bahan bakar dari pompa injeksi bahan
bakar dari motor pembakaran dalam.

Seamless Drawing Steel Pipe


b. Pipa baja dengan sambungan las (Lap Welded atau Electrical
Resistence Welded Steel Pipe)
Pipa jenis ini tidak dipergunakan dalam sistem pipa yang tekanan
kerjanya melampaui 350 psi atau temperatur lebih besar dari 450°F
dan juga tidak untuk tekanan dan temperatur manapun didalam
sistem dimana pipa yang tidak bersambungan dibutuhkan.

Lap Welded Steel Pipe Electric Resistence Welded Steel Pipe


Lap Welded Steel Pipe Electric Resistence Welded Steel Pipe

c. Seamless drawn Pipe dari Tembaga atau kuningan


Pipa ini dapat digunakan untuk semua tujuan dimana temperatur
tidak melampaui 406 ᴼF, tetapi tidak boleh dipergunakan pada
superheated steam (uap dengan pemanas lanjut ).
Seamless Drawn Pipe

d. Pipa dari Timah Hitam


Pipa-pipa ini dapat digunakan untuk saluran supply air laut bila
cukup dilindungi terhadap kerusakan mekanis, dapat juga diguna-
kan untuk saluran sistem bilga kecuali didalam ruangan-ruangan
dimana pipa-pipa itu mudah terkena api, sehingga dapat melebar
dan merusak sistem bilga.
e. Pipa dari Baja Tempa
Pipa jenis ini dipergunakan untuk semua pipa bahan bakar dan
minyak termasuk sistem pipa lainnya yang melalui pipa bahan
bakar.

f. Pipa Schedule 80 – 120


Pipa jenis ini diisyaratkan mempunyai ketebalan yang lebih tebal
dibandingkan dengan jenis pipa yang lain. Dalam penggunaan pipa
schedule 80 – 120 dapat difungsikan sebagai pipa hidrolis yaitu pipa
dengan aliran fluida bertekanan tinggi.

g. Pipa Schedule 40
Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis yaitu perlindungan
menyeluruh dengan sistem galvanis.
Dengan sistem perlindungan tersebut maka pipa dapat digunakan
untuk supplai air laut, dapat juga untuk saluran sistem bilga, kecuali
dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga
dapat melebar dan merusak sistem bilga.
h. Pipa Galvanis
Pipa jenis ini digunakan untuk supplai air laut (sistem Ballast dan
Bilga).

Pipa Galvanis
Ukuran Pipa Berdasarkan Kapasitas Tangki (BKI 2006 Sec 11 N 31)
STANDART UKURAN PIPA BAJA
STANDART UKURAN PIPA TEMBAGA
Diameter dan Ketebalan Pipa
 Dimensi atau ukuran pipa selalu diidentifikasikan dengan nominal
pipe size atau disingkat dengan “nps” yang selalu identik dengan
diameter dalam (internal diameter) pipa.

 Pipa untuk keperluan industri maupun galangan kapal terdiri dari


beberapa ukuran (nominal pipe size) yang mempunyai ketebalan
yang bervariasi yang mana untuk mengetahui berapa besar
ketebalannya berasal dari tiga sumber standarisasi, yaitu:
1. ANSI (American International Standart Institute)
Mengeluarkan standart ketebalan berdasarkan “Schedule
Number”
2. ASME (American Sosiety of Mechanical Engineer) dan
ASTM (American Sosiety technical Material)
Mengeluarkan penunjukan ketebalan dengan “std” (untuk
standart), ”xs”(untuk extra stong) dan “xxs” (untuk double extra
strong)
3. A P I (American Petroleum Institute)
Menunjukkan ketebalan pipa dengan kode ketebalan “5L” dan
“5LX”
PRODUKSI PIPA BAJA KARBON
 Pipa baja karbon ini diproduksi dengan dua macam
cara yaitu:
1. Dengan elektical-resistant welded yang bahan
bakunya dari plat yang di roll, kemudian kedua
sisi yang bertemu disambung dengan las.
Banyak tersedia pipa baja karbon ini yang
mengacu pada standar ASTM A-53 dengan
ketebalan Sch 40, 80; STD dan XS.
2. Type Seamless dibuat dari bahan besi karbon
billet dengan teknik piercing solid billet.
 Dari kedua jenis pipa tersebut pipa baja jenis
seamless yang banyak dipakai oleh galangan
diseluruh dunia, dimana untuk keperluan menen-
tukan ukuran dan berat mengacu kepada standar
ASTM A-106 yang dinyatakan sebagai seamless
carbon steel pipe for high temperature service.
EKUIVALENSI STANDART PIPA

Persamaan standar USA dengan negara-negara


lainnya :

USA UK Germany Japan


ASTM A-53 BS – 3601 DIN – 1628 JIS G-3454
ASTM A-106 BS – 3602 DIN – 17176 JIS G-3454
API 5L BS – 3601 DIN – 1628 JIS G-3454

Spesifikasi pipa standar API 5L dan 5LX dibagi kedalam dua klass
standart yaitu 5L untuk pressure service dan 5LX untuk high pressure
service.
KOMPOSISI KIMIA PIPA STANDART API

Komposisi Kimia
C Mn P S

API 5L grade A 0,21 0,91 0,040 0,050

API 5L grade B 0,26 1,15 0,040 0,050

API 5L – X42 0,28 1,25 0,040 0,050

API 5L – X46 0,30 1,35 0,040 0,050

API 5L – X52 0,30 1,45 0,040 0,050


SIFAT MEKANIS PIPA STANDART API

Sifat Mekanis
Tensile strength Yield point
API 5L grade A 33,7 kgf/mm2 21,1 kgf/mm2
API 5L grade B 42,2 kgf/mm2 24,6 kgf/mm2
API 5L – X42 42,2 kgf/mm2 29,5 kgf/mm2
API 5L – X46 44,3 kgf/mm2 32,3 kgf/mm2
API 5L – X52 - 36,6 kgf/mm2
PENUMPUAN PIPA
Fungsi dari penumpuan pipa adalah untuk menahan :
Beratnya pipa sendiri,
Berat zat cair yang ada didalamnya,
Gaya karena tekanan dan aliran zat cair dan
Gaya-gaya lain yang dapat bekerja pada pipa.
 Jarak antara tumpuan-tumpuan untuk pipa mendatar harus
ditentukan sedemikian hingga lendutan pipa tidak terlalu
besar.
 Lendutan yang terlalu besar akan menyebabkan pipa
mudah bergetar sehingga mudah patah, selai itu juga tidak
sedap dipandang.
 Pipa yang dipasang tegak dapat mengalami getaran dan
tekukan, karena itu juga harus ditumpu atau diberi peme-
gang pada jarak-jarak tertentu.
Bahan Katup dan Peralatan
Bahan dan peralatan (fitting) yang diijinkan sesuai Peratutan Biro
Klasifikasi antara lain :
1. Kuningan (Brass)
Katup dengan bahan ini digunakan untuk temperatur dibawah 450
ᴼ F. Bila temperatur lebih besar dari 550 ᴼ F, maka digunakan
material perunggu yang biasanya mempunyai diameter 3 inchi
dan tekanan kerja dapat lebih besar dari 330 Psi.

Gambar. Katup Kuningan

2. Besi (Iron)
Berbagai macam besi mulai dari cast iron yang biasanya
digunakan untuk katup-katup kecil sampai hight strenght alloy lest
yang dipakai untuk katup besar. Cast iron tidak boleh digunakan
untuk katup yang memerlukan temperatur rendah atau aliran
korosif.
3. Baja (Steel)
Digunakan untuk temperatur dan tekanan yang tinggi

4. Stainless Steel
Digunakan untuk katup yang memerlukan gambar detail pipa
air tawar menembus sekat / deck dengan temperatur rendah
atau aliran korosif.
.
Macam-Macam Katup
1. Butterfly Valve
Katup untuk membuka dan menutup fluida, dan mengontrol
kebutuhan fluida.
Katup ini mudah dalam pengoperasiannya dan harganya
murah

Gambar Butterfly valve


2. Reducing Valve
Reducing valve merupakan katup yang paling berbeda dengan
katup-katup lainnya, karena katup ini memiliki fungsi untuk
mengontrol tekanan fluida.

Gambar Reducing valve


3. Non Return Valve ( Check Valve )
Non return valve adalah katup yang arah aliran fluidanya hanya
satu arah.

Gambar Non Return valve

4. Termostatik Valve
Merupakan katup untuk mengontrol suhu fluida.
5. Gate Valve ( Katup Pintu )
Untuk menutup aliran baik dengan membuka atau menutup
katup sesuai dengan kebutuhan

Gambar Gate valve


6. Globe Valve ( Katup Bola / Safety Valve )
Digunakan untuk membuka seluruhnya atau menutup sama
sekali alirannya.
Swing-check Valve
Sambungan Pipa

Sambungan pipa pada umumnya dibagi menjadi 2


jenis yaitu :
 Sambungan Kaku
Ada tiga macam sambungan kaku , yaitu;

 Sambungan Flens (Digunakan pada pipa


diameter sedang dan besar)
 Sambungan ulir (smbungan ini untuk pipa-pipa
kecil yaitu kurang dari 150mm)
 Sambungan Las (digunakan pada pipa untuk
temperatur dan tekanan tinggi)

Sambungan Luwes (fleksibel flens)


 Sambungan jenis ini digunakan pada pipa sebelum
dan sesudah pompa, dimana sambungan kaku saja
tidak cukup
Flens untuk sistem pipa dapat dipasang pada pipa-pipa dengan
salah satu cara seperti dibawah ini, dengan mempertimbangkan
bahan yang digunakan.
1. Flens Pipa-pipa baja dengan diameter niminal lebih dari 2 inchi
harus dimuaikan (expended) kedalam flens baja atau dapat
disekrup kedalam flens dan dilas.

2. Pipa-pipa yang lebih kecil dapat disekrup kedalam Flens tanpa


dilas tetapi khusus untuk pipa-pipa uap air dan minyak juga
dimuaikan (expended) untuk memastikan adanya kekedapan
pada ulirnya (tight threads).

3. Flens dari besi tuang hanya dapat digunakan dengan sistem


sambungan yang disekrup dan hanya boleh dipakai dalam
sistem dimana penggunaanya tidak dilarang (kebocoran)

4. Pipa-pipa non ferrous harus dipatri (solder brazed), tetapi untuk


diameter lebih kecil atau sama dengan 2 inchi dapat dengan
sekrup / diulir.
Jenis-Jenis Flens Antara Lain :
a) Slip on
b) Weld Neck Flange
c) Blind
d) Socked Weld Flange
e) LPA Join Flange

Jenis Alat Penyambung :


1. 45° elbow
2. 90° Elbow
3. 90° Street Elbow
4. 45° Y-band
5. Tee
6. Cross
7. Cap
8. Round Head Plug
Beberapa cara untuk pengikatan atau pemasangan
flens yang telahdisetujui dapat dilihat pada gambar
dibawah ini
Ketentuan Sambungan Pipa dengan flens sesuai
Standart JIS/BKI 2006 sec. 10
Besarnya gaya-gaya yang dialami pipa diurai-
kan sebagai berikut :

Pada sambungan muai rumus gaya yang bekerja :


F = ¼.Л.D2p
Pada tikungan rumus gaya yang bekerja :
F = 2.γ/g.Q.ν.sinΦ
Pada muka dan belakang katup rumus gaya yang bekerja :
F = 2. ¼.Л. D2. γ.H
Dimana:
F = Gaya yang bekerja (kgf)
D = diameter dalam pipa (m)
p = tekanan hidrostatik (kgf/m2)
γ = berat zat cair per atuan volume (kgf/m3)
v = kecepatan rata-rata aliran dalam pipa (m/s)
BENDING OF PIPES
Bending radius of steel pipe
1. Cold bending of pipes by bending
machines is to done in accordance
with following table
2. When pipes are bent with bending
radius other than shown in, bending to
be done by hot bending.
3. Bending radius
TABLE OF COLD BENDING
PIPES
Nominal diameter Outside dia of pipes Bending radius (R)
mm mm
mm inch

15 1/2 21.7 70
20 3/4 27.2 80
25 1 34.0 85
32 1 1/4 42.7 90
40 1 1/2 48.6 120
50 2 60.5 150
65 2 1/2 76.3 190
80 3 89.1 230
100 4 114.3 350
125 5 139.8 420
150 6 165.2 500
200 8 216.3 650
Elipticity of steel pipes by bending
Elipticity of steel pipes by bending
shall not exceed the percentage
as shown below :
ab
Elipticity : E  x100%
d

Dengan syarat E < 10 %


Elipticity of steel pipes by bending
Ketentuan Umum Sistem Pipa

Berdasarkan Biro Klasifikasi semua sistem pipa


secara umum harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut :

- Sistem pipa harus dilaksanakan sepraktis mungkin,


dengan minimum bengkokan dan sambungna las
(brazing) sedapat mungkin dengan flens atau
sambungan yang dapat dilepas atau dipisahkan bila
mana perlu.

- Semua pipa harus dilindungi sedemikian rupa


sehingga terhindar dari kerusakan mekanis dan
harus ditutup atau dijepit sedemikian rupa untuk
menghindari getaran.
- Pada tempat-tempat dimana pipa-pipa menembus
dinding kedap air, pipa-pipa dari seluruh sistem
diatas kapal harus diletakan pada dinding kedap itu
dengan bantuan flens-flens yang dilas atau dikeling.

- Semua lubang saluran masuk samping kapal harus


ditutup dengan sebuah saringan atau kisi-kisi untuk
mencegah masuknya kotoran yang akan menyumbat
saluran-saluran dari bottom valves.

- Semua alat-alat pemutusan hubungan


(disconnecting fittings) harus dibuat sedemikian
rupa sehingga orang dengan sepintas lalu dapat
melihat apakah terbuka atau tertutup.
Secara umum dalam Perancangan Sistem dan
Instalasi Pipa mencakup beberapa aspek antara lain :

1. Aspek teknis
Menyangkut tentang perhitungan teknis, merancang
gambar instalasi baik cara kerja dan tujuan dari
sistem, kelengkapan yang disertakan/dipakai demi
keselamatan & kesinambungan kerja, penentuan
bahan/material yang dipakai

2. Aspek Ekonomis
Meliputi pertimbangan dalam penentuan harga
bahan/ material, dan kemudahan /ketersediaan
bahan di pasar, jumlah/satuan volume pipa dan
perlengkapan yang dipakai dalam suatu sistem

3. Aspek Operasional
Meliputi kemudahan dalam pemasangan, pengope-
rasian, pemeriksaan dan perbaikan sistem
Suatu sistem instalasi pipa merupakan
rangkaian satuan benda yang biasanya
terdiri atas beberapa bagian sesuai dengan
fungsinya, antara lain:
- Sumber fluida yang akan dipindahkan (sea chest
atau tangki)
- Pipa sebagai sarana transportasi fluida
- Katup untuk menghentikan dan mengatur aliran
serta penyelamatan sistem
- Pompa sebagai tenaga untuk menghasilkan aliran
fluida
- Peralatan lain yang berfungsi sebagai penyambung/
pembersih/ pemisah aliran dari kotoran atau fluida
yang lain
- Tempat penampungan akhir/ pembuangan fluida
yang dialirkan
Dalam implementasi di lapangan seorang desainer
sistem akan menghadapi tiga pihak yang terkait
dengan kepentingan yang berbeda, yaitu :

- Pihak Pemesanan (Owner), yang umumnya menghen-


daki dibuatkan suatu sistem yang handal dan meme-
nuhi persyaratan yang diperlukan, baik dari segi
operasional maupun dari segi keselamatan dengan
biaya yang paling murah

- Biro Klasifikasi, yang berpegang pada peraturan-


peraturannya untuk pemenuhan persyaratan teknis
dan keselamatan yang ada

- Pihak Galangan kapal, sebagai badan usaha dengan


sudut pandang bisnis seperti pemilik/pemesan kapal.
Bagaimana agar dapat menyelesaikan secepatnya
pekerjaan tersebut, serta kemudahan cara pengerjaan
dan mendapatkan barang perlengkapannya
 Dengan dasar pemenuhan keinginan dari beberapa
pendapat orang/badan tersebut, para ahli dibidang
perancangan memenuhi dengan beberapa cara,
diantaranya timbul pemisahan tahap-tahap peran-
cangan dengan mengaitkan segi pelaksanaan yang
sebenarnya di lapangan, dengan memandang kapal
sebagai Total Sistem (dalam tahap Basic Design).

 Selanjutnya masuk pada masing-masing sistem yaitu


tahap Fungsional Design, pada tahap mengaitkan
antara sistem dengan bagian kapal yang dibangun
disebut dengan Transision Design, dan untuk proses
pembangunan instalasi dikaitkan antara bagian kapal,
daerah dan tahapan fabrikasi disebut Detail design
 Gambar rancangan instalasi pipa di galangan di era
1980-an mulai mengarah ke gambar isometric.
Awalnya dari diagram instalasi pipa dengan skema
proyeksi bidang dibuat model skala kamar mesin.
Model skala ini mewakili kamar mesin kapal yang
akan dibangun dengan menggunakan skala 1:10 atau
1:20. Rancangan pipa pada model skala ini ditinjau
kembali untuk penyempurnaan oleh para ahli, bila
sudah dianggap paling optimum baru dibuat gambar
isometrik. Saat ini pembuatan model skala yang cukup
mahal dialihkan dengan membuat model dengan
bantuan komputer/CAD saja.
Dalam perencanaan instalasi pipa diperlukan
pertimbangan beberapa hal antara lain banyak
mempelajari contoh-contoh gambar desain pipa
yang sudah ada dan mengerti peraturan-
peraturan dari Biro Klasifikasi atau badan
Autoritas yang lain seperti SOLAS, IMO dll serta
membuka wawasan dengan membaca dan
mengetahui perkembangan-perkembangan
pada desain maupun peralatan/instrumen yang
dipakai
SM

TERIMAKASIH UNTUK SEMUA PIHAK YANG TELAH


MEMBANTU PENYUSUNAN MATERI KULIAH INI
PENYUSUN
ALDYN CLINTON