Anda di halaman 1dari 19

SEAL ROCK

KELOMPOK 2
Nabila Saleh (111.150.016)
Vania Olivine D (111.150.018)
Dinanti Ginanda Alfian (111.150.028)
Amira Hanani (111.150.030)
Aditya Zaenalfi (111.150.043)
Dynasty Hadyan (111.150.046)
Outline
• Pengertian Seal Rock
• Ciri Seal Rock Yang Efektif
• FaktorYang Mempengaruhi Seal Rock
• Jenis Seal Rock
• Kriteria Penilaian Seal Rock/Aspek Kualitas Seal Rock
Pengertian Seal Rock
Seal rock atau batuan tudung adalah batuan sedimen berbutir halus yang
memiliki porositas dan permeabilitas yang kecil. Batuan ini berperan sebagai
penyekat yang bersifat impermeable sehingga hidrokarbon (oil dan gas) tidak dapat
bergerak secara efektif. Contohnya mudstone dan claystone.
Cross Section Of A Petroleum System
(Foreland Basin Example)
Geographic Extent of Petroleum System
Extent of Play
Extent of Prospect/Field

Stratigraphic
Extent of
Petroleum
Overburden Rock
System Essential

Sedimentary
Elements Seal Rock

Basin Fill
of Reservoir Rock
Petroleum
Pod of Active System Source Rock
Source Rock
Underburden Rock
Petroleum Reservoir
Basement Rock
Fold-and-Thrust Belt Top Oil Window
(arrows indicate relative fault motion)
Top Gas Window

(modified from Magoon and Dow, 1994)


Seal Rock Bagian Penting Dari Petroleum
System
Beberapa kondisi harus dipenuhi agar akumulasi hidrokarbon yang
ekonomis dapat terbentuk.
1. Pertama, harus ada batuan sedimen yang memiliki karakteristik batuan induk
yang baik dan telah mencapai kematangan thermal.
2. Kedua, hidrokarbon harus bermigrasi dari batuan induk ke reservoir yang
potensial yang memiliki porositas dan permeabilitas yang memadai.
3. Kemudian, harus ada perangkap untuk menahan migrasi hidrokarbon dalam
jumlah yang cukup. Perangkap hidrokarbon biasanya terdiri dari lapisan
immpermeabel (seal), seperti serpih di atas reservoir dan atau penghalang
seperti sesar (trap structural) atau perbedaan facies(trap statigrafi). Tanpa
adanya Seal rock, hidrokarbon dapat merembes kepermukaan (seeped).
Ciri Seal Rock Yang Efektif
• Berbutir halus (clay, shale)
• Tekanan kapiler (Pc) > gaya buoyancy hidrokarbon (Pb)
-Tekanan kapiler dikontrol oleh besarnya pori dalam batuan
-Gaya buoyancy dikontrol oleh densitas dan banyaknya hidrokarbon
Tekanan kapiler harus lebih besar agar gaya buoyancy yang dikontrol oleh
hidokarbon dapat ditahan dan hidrokarbon tidak rembes ke permukaan
• Penyebaran lateral menerus
• Bersifat ductile
• Mengisi cekungan dengan jumlah yang cukup berarti sehingga dapat memerangkap
hidrokarbon dalam jumlah besar
Jenis Seal Rock
Objektif
1. Seal Statigrafi/ Top Seal
Didasarkan atas:
a. Litologi : berbutir halus, tekanan kapiler>gaya buoyancy
b. Ductility (kelenturan):

Ductility Lithology
Most Salt
Anhydrite
Kerogen rich shales
Silty shales
Carbonate mudstone
Least Cherts
Carbonate mudstone mempunyai tekanan kapiler yg besar, ttp pd kondisi deformasi,
lebih mudah hancur drpd salt, anhydrite, clay, shale, & batuan yg kaya organic. Batuan
evaporit dpt menjadi batuan seal yg baik, apabila ketebalan overburden rocks besar, ttp lebih
mudah hancur pd kedlman yg dangkal.

c. Ketebalan:

Batulempung yg mempunyai ketebalan beberapa centimeter & penyebarannya


menerus, secara teori mampu memerangkap hidrocarbon dalam jumlah yg besar. Batuan
serpih dgn ukuran butir 10–4 mm, mempunyai tekanan kapiler ± 600 psi mampu menahan
ketebalan oil column 3000 ft (915 m). Dgn catatan, seal tesebut menerus, tidak patah &
mempunyai keseragaman batuan (Hubert, 1953),

Apabila di dalam perangkap terdapat offset sesar, ketebalan batuan seal penting
karena dapat mempengaruhi banyaknya petroleum yang dapat diperangkap. Seal rock tidak
perlu terlalu tebal, kemenerusan lebih penting.
d. Kelengkungan (curve over trap) : semakin lengkung, seal semakin lemah, rawan patah.
e. Derajat rekahan dan patahan: banyaknya rekahan dan patahan menurunkan kekuatan seal rock.

2. Struktural/ Fault Seal


– Time of movement
Waktu pergerakan dari patahan tersebut
– Fault type amount of throw
– Depth & pressure lithologies juxtaposed
Mengenai kedalaman dan tekanan pada litologi foot wall dan hanging wall sepanjang patahan.
Diagram juxtaposition (penjajaran) digunakan untuk identifikasi penyebab dari seal structural, apakah
berasal dari penjajaran litologi atau karena patahan batuan tersebut.
– Dip of beds a cross fault
– Potential for sealing gouge

3. Stratigraphic Seal-bottom or lateral


4. Other Seals-diagenetic, pressure, etc
FaktorYang Mempengaruhi Seal Rock
Faktor yang mengontol karakteristik batuan tudung pada sistem petroleum adalah:
• Stratigrafi
Kondisi stratigrafi bawah permukaan sangat mempengaruhi karakteristik batuan
tudung pada petroleum system dimana kondisi stratigrafi bawah permukaan
terbentuk seumur dengan terjadinya pengendapan. Faktor stratigrafi yang
mempengaruhi:
1. Litologi.
2. Ketebalan lapisan.
3. Kemenerusan lapisan.
4. Lengkungan pada jebakan.
• Struktur Geologi
Deformasi suatu lapisan akan mempengaruhi terbentuknya suatu jebakan dan
tentunya akan mempengaruhi karakteristik batuan tudung. Faktor Struktur geologi
yang mempengaruhi yaitu:
1. Throw type sesar
2. Waktu pergerakan
3. Kedalaman dan tekanan pada litologi.
4. Potensi dari batuan gouge
5. Kemiringan lapisan pada sesar yang memotong
• Batuan tudung dibawah secara stratigrafi atau lateral
• Batuan tudung lain akibat tekanan dan faktor lain
Kriteria Penilaian Seal Rock/Aspek
Kualitas Seal Rock
Seal Potential
Berkaitan dengan tinggi maksimum dari hidrokarbon
Seal Geometry
Berkaitan dengan ketebalan serta luas closure
Seal Integrity
Berkaitan dengan sifat fisik dan elastisitas seal rock
Seal Capasity
• Seal capacity / Column Height Determination dilakukan menggunakan analisis
MCIP (Mercury Injection Capillary Pressure).
• Column height dipengaruhi oleh pore throat size, wettability, serta interfacial
tension
• Akan naik apabila pore throat size menurun, wettability antara HC atau CO2-air-
batuan menurun, dan interfacial tension antara HC atau CO2 dan air naik
Pore
bodies

Pore
throats
Seal Geometry
• Geometri seal mengaitkan posisi struktur, ketebalan, dan luas area dari caprock
sampai ke reservoir. Di mana luas caprock sama dengan atau lebih besar dari luas
areal dari reservoir, (caprock menutupi seluruh reservoir), sifat membran seal
caprock berlaku di seluruh bagian.

• Seiring meningkatnya ketebalan caprock, kemungkinan terjadinya patahan


menurun.

• Geometri seal diperkirakan dengan mengintegrasikan data seismik dan core,


korelasi sumur yang terperinci, hubungan sedimentologi / stratigrafi regional.
Seal Geometry
Kaldi dan Atkinson (1997) menggambarkan
geometri beberapa litologi potensial
sealing dalam setting pengendapan delta di
Formasi Talang Akar dengan umur miosen
Seal Integrity
• Integritas seal mengacu pada sifat geomekanik seperti ductility, kompresibilitas,
dan kecenderungan untuk patah. Batuan dengan integritas seal tinggi, seperti
garam dan anhidrit pada umumnya lebih baik daripada batuan rapuh seperti
dolomit atau kuarsit.

• Sifat tersebut dikontrol dari mineralogi, regional atau lokal stress sama seperti
halnya stress yang ditimbulkan melalui injeksi air.

• Integritas segel dapat diukur di laboratorium atau dievaluasi


Seal Integrity COMPRESSIBILITY
EXCELLENT
HALITE GOOD
ORG. SHALE
SULFATE SHALE

MARGINAL

0.75 CALC. SHALE


DUCTILITY

ARGIL. LS/DOL POOR


SILTSTONE
LIMESTONE
QTZ. SS
CHERT
0.5 0.25 BROWN (1991)
DAFTAR PUSTAKA
• Sahoo, Tusar Ranjan, dkk. 2010.. India:Fault Seal Analysis: A method to reduce
uncertainty in Hydrocarbon Exploration. Case study: Northern part of Cambay basin.
India: 8th Biennial International Conference and Exposition on Petroleum
Geophysics.
• Skerlec, Grant M.. 1990. Treatise of Petroleum Geology/Handbook of Petroleum
Geology: Exploring for Oil and Gas Traps. Chapter 10: Evaluating Top and Fault Seal.
American Association of Petroleum Geologists
TERIMA KASIH