Anda di halaman 1dari 30

ANODIC

STRIPPING VOLTAMMETRY
KELOMPOK 2 :
1. AMELLIZA DEVIONA (1410411020)
2. HUMAIRA FARADILLA (1510411007)
3. FAUZIAH SULAEMAN (1510411037)
4. DWINDA FITRA R (1510412008)
5. MARRISA HERIS TOFA (1510412009)
6. JENNY PANGESTIKA G (1510412019)

2018
Pendahuluan
 Voltametri adalah salah satu metode eletroanalitik dimana informasi
mengenai analit diperoleh dari pengukuran arus sebagai fungsi dari potensial
yang diterapkan.

 Stripping voltammetry adalah suatu metoda voltametri yang menggunakan


elektroda kerja suatu elektroda bentuk khusus stationer.
• Proses analisisnya terdiri dari dua tahap,yaitu tahap praelektrolisis atau
pengendapan, dan tahap stripping atau pelarutan kembali
• Metoda voltametri yang sensifitifitas tinggi dalam penentuan logam karena
adanya prekonsentrasi yang dapat menurunkan limit deteksi.
Instrumen Alat Voltametri
Metoda Voltametri Menggunakan Tiga Jenis
Elektroda

Elektroda kerja

Elektroda pembantu

Elektroda pembanding
ADSORPSI
STRIPPING

STRIPPING VOLTAMETRI

STRIPPING STRIPPING
KATODIK ANODIK
Voltametri Stripping Anodik
 Voltametri pelucutan anodik atau disebut juga anodic stripping
voltammetry(ASV)
 Merupakan metode yang sering digunakan untuk mendeteksi
logam runut (trace metal), yang dapat menentukan kadar logam
berat sampai konsentrasi yang sangat rendah bahkan sampai
skala ppb dan ppt.
 Kinerja dari metode voltametri sangat dipengaruhi oleh material
elektroda kerja. Elektroda kerja yang populer digunakan antara
lain adalah elektroda raksa, karbon, dan logam mulia (terutama
platina dan emas).
 Voltametri pelucutan anoda merupakan metode voltametri pelucutan
dengan pemberian potensial awal yang lebih negatif dibanding potensial
reduksi setengah sel larutan analitnya (reduksi analit) kemudian
dilucutkan ke potensial yang lebih positif (oksidasi analit).

 Metode ini efektif digunakan untuk logam yang dapat larut dalam merkuri
membentuk amalgam.
ELEKTRODA YANG DIGUNAKAN

Elektroda kerja
 Elektroda kerja merupakan tempat terjadinya reaksi reduksi atau oksidasi dari analit

 Pemilihan elektroda kerja yang digunakan bergantung pada analit yang akan dianalisis
dan arus latar belakang pada daerah potensial pengukuran

 Contohnya adalah elektroda Hg, Pt,Au,Ag, C dan lain-lain.


Elektroda pembanding
 Elektroda pembanding adalah elektroda dengan potensial yang dibuat tetap selama
pengukuran dan nilainya tidak bergantung pada jenis dan komposisi larutan yang
diukur.

 Elektroda ini berfungsi untuk mengontrol arus yang mengalir pada elektroda kerja dan
larutan. Elektroda yang umum digunakan sebagai elektroda pembanding adalah
elektroda kalomel atau Ag/AgCl.
Elektroda pembantu

 Elektroda bantu disebut juga counter electrode, adalah elektroda pada sel elektrokimia
bersamaan dengan elektroda kerja.

 Elektroda ini digunakan untuk mengalirkan arus antara elektroda kerja dan elektroda
bantu, sehingga arus dapat diukur.

 Umumnya digunakan bahan yang bersifat inert, seperti kawat platina (Pt) atau emas
(Au), dan bahkan grafit.
CARA KERJA ANODIC STRIPPING VOLTAMMETRY

 Tahapan analisis logam dengan ASV :

• Pengendapan (deposition step) : Ion logam direduksi menjadi logam bebas


pada potensial negatif. Apabila digunakan elektroda film raksa sebagai
elektroda kerja maka akan terbentuk amalgam logam

Mn+ + ne-  M(Hg)


 Pelarutan kembali : Logam di dalam amalgam tersebut dioksidasi sambil menimbulkan
arus. Hubungan antara arus dengan potensial dicatat sebagai voltamogram.

M(Hg)  Mn+ + ne- + Hg

 Metode voltametri stripping anodik hanya digunakan untuk analisis ion logam yang
dapat larut dalam merkuri.

Contoh: Sb,As, Bi , Cd, Cu, Ga, Ge,Au, In, Pb,Ag,Ti, Sn dan Zn


Kelebihan Kekurangan
-Dapat menentukan kadar -Menggunakan merkuri yang
logam memiliki efek buruk bagi
-Menentukan kadar dengan kesehatan (toksisitas)
konsentrasi rendah -Diperlukan tambahan pereaksi
waktu analisis yang cepat. yang dapat membentuk
-Penyediaan cuplikan yang senyawa tertentu
sederhana
PERBANDINGAN ASV DAN CSV
LANJUTAN…

Anodic stripping voltammetry Cathodic stripping voltammetry


 Pada anodik terjadi amalgam  Pada katodik tidak terjadi amalgam

 Tahap stripping dilakukan penambahan  Tahap stripping dilakukan penambahan


potensial ke arah positif potensial ke arah negatif

 Digunakan untuk logam yang dapat larut  Digunakan untuk menentukan bahan yang
dalam merkuri membentuk amalgam dapat membentuk garam merkuro yang
tidak larut
Aplikasi

 Penentuan yang baik terhadap kadar logam Cu


 Analisis Arsen dan Pb
 Mendeteksi logam-logam konsentrasi rendah
REFERENSI

 Day, R. A., Underwood. A. L. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. Penertbit Erlangga : Jakarta
 http://rizkahandayana24.blogspot.co.id/2014/10/stripping-voltametri.html
 Situmorang, M. 2010. Kimia Analitik Lanjut dan Instrumentasi. Medan: Unimed
ANALISIS ARTIKEL ILMIAH
TEKNIK VOLTAMMETRI PELUCUTAN ANODIK
LATAR BELAKANG
Kangkung dapat tumbuh di berbagai daerah di Indonesia dan merupakan tanaman
yang tidak selektif terhadap unsur hara tertentu, sehingga dapat menyerap semua unsur
di dalam tanah atau air (Rachman, 2009). Penggunaan pupuk, pestisida dan pembuangan
limbah ke sungai dapat menyebabkan tanaman kangkung terkontaminasi dengan logam
berat. Logam Cu banyak digunakan sebagai pestisida pembasmi jamur dan cacing pada
tanaman sayur dan buah. Beberapa metode telah digunakan untuk analisis kandungan
logam dalam tanaman, diantaranya adalah elektroanalisis. Pada penelitian ini dilakukan
validitas metode voltametri pelucutan anodik yang digunakan dalam pengukuran kadar
logam Cu (II) dalam sampel kangkung air yang diambil di muara sungai Badung.
TUJUAN

 Untuk mengetahui validitas metode voltametri pelucutan anodik yang


digunakan dalam pengukuran kadar logam Cu (II)

 Untuk menentukan kadar logam Cu (II) dalam sampel kangkung air di


muara sungai Badung
METODE YANG DIGUNAKAN

Metode voltametri pelucutan anodik gelombang persegi


ALAT DAN BAHAN

Alat Bahan
 Hot plate,  Neraca analitik  Aqua regia,
(Shimadzu),
 Perangkat peralatan  Alumina slurry 0,05 µm,
voltameter  Pengaduk magnetik,
 Larutan HNO3,
 Elektroda glassy carbon  Adaptor,
(BAS) sebagai elektroda  KCl,
 Pipet mikro (Socorex),
kerja,  H2SO4,
 Polishing sheet,
 Elektroda Ag/AgCl (KCl  CuSO4.5H2O,
0,1 M) hand made sebagai  Peralatan laboratorium
elektroda pembanding pada umumnya  K4Fe(CN)6.3H2O,

 Pt koil sebagai elektroda  K3Fe(CN)6, dan


pembantu,  aquabides.
SKEMA KERJA
Persiapan sampel kangkung
Pengukuran Kadar Logam Cu
HASIL
 Sampel tanaman kangkung didestruksi untuk memutuskan ikatan logam dengan senyawa di dalam
sampel

 Kadar logam Cu (II) pada sampel tanaman kangkung adalah 4,0 ppm

 Dengan demikian, sampel tanaman kangkung memiliki kandungan logam Cu(II) yang tidak melebihi
standar berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan
No:03725/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan untuk logam Cu(II)
yaitu 5,0 ppm.

 Sumber pencemaran logam pada tanaman kangkung disebabkan oleh buangan limbah rumah tangga dan
industri rumah tangga yang berada di sekitar daerah tersebut.
KESIMPULAN
 Waktu deposisi dan laju pindai optimum yang diperoleh dalampengukuran larutan standar
logam Cu (II) sebesar 60 detik dan 10 mV/detik menggunakan elektroda kerja glassy carbon.
 Pengukuran validitas larutan standar logam Cu (II) dengan teknik voltametri pelucutan anodik
gelombang persegi menunjukkan hasil yang baik.
 Rentang konsentrasi linier larutan standar logam Cu (II) yaitu 50 –500 ppb dengan koefisien
korelasi 0,9983.
 Limit deteksi larutan standar logam Cu (II) 35 ppb, keberulangan pengukuran memiliki rasio
Horwitz kurang dari 2, dan persen perolehan kembali sebesar 99,35% ± 0,45.
 Sampel tanaman kangkung memiliki kandungan logam Cu (II) sebesar 4,0 ppm.
 Berdasarkan data-data hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kandungan logam Cu (II) pada
sampel kangkung air tidak melebihi kadar maksimum dari yang diperkenankan.
TERIMA KASIH