Anda di halaman 1dari 97

KETIDAKPASTIAN

PENGUKURAN
KONSEP DASAR
Ilustrasi
AB = 101 cmCD = 100 cm

EF = 102 cm
BERAPAKAH
PANJANG MEJA ??

TIDAK SAMA!!

A B
C SEMUA PENGUKURAN
D TIDAK PASTI
E F

2
KONSEP DASAR

Akurasi

• Akurasi didefinisikan sebagai kedekatan dari kesesuaian antara


hasil pengukuran dengan nilai benar besaran ukur

• Akurasi merupakan suatu konsep kualitatif

Nilai benar Nilai benar

5
KONSEP DASAR

Presisi
• presisi adalah kedekatan dari kesesuaian antar hasil pengukuran
bebas yang dilakukan dalam kondisi tertentu.

• Presisi berhubungan dengan distribusi kesalahan acak, tidak berhubungan dengan kedekatan terhadap nilai benar

Nilai benar Nilai benar


6
Pedoman ketidakpastian

Pedoman ketidakpastian bagi lab. Penguji


dan lab. Kalibrasi memenuhi persyaratan
SNI-19-17025-2005 (paragraph 5,4,7)
tentang “Persyaratan Umum Kompetensi
Laboratorium Penguji dan Kalibrasi”

7
KONSEP DASAR

Definisi Ketidakpastian Pengukuran

 Ketidakpastian pengukuran didefinisikan sebagai suatu


parameter yang terkait dengan hasil pengukuran, yang
menyatakan sebaran nilai yang secara beralasan dapat
diberikan kepada besaran ukur

• Apabila taksiran nilai besaran ukur dinyatakan dengan x, dan


ketidakpastian pengukuran untuk tingkat kepercayaan tertentu
dinyatakan dengan U, maka nilai dari besaran ukur tersebut,
yaitu X diyakini berada dalam rentang:

x- U < X < x + U

8
• Filosofi Ketidak Pastian
- Setiap pengukuran mengandung kesalahan
- Ketidak-pastian = perkiraan besarnya
kesalahan
- Tanpa informasi ketidak-pastian, hasil
pengukuran tidak banyak artinya
- Ketidak-pastian membawa pemahaman yang
lebih baik akan proses pengukuran
- Menentukan ketidak-pastian = membangun
kepercayaan
- Makin kecil nilai ketidak-pastian adalah
makin baik
9
Ketidakpastian Pengukuran
Kurva dg tingkat kepercayaan
95% pd Distribution Normal
Nilai rata-rata

x Nilai dari tiap


xxxxx pengukuran
xxxxxxxx
x xx x x x x x x x
xxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
x xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

(-) Ketidak-pastian (+) Ketidak-pastian


Gambar 3 : Ketidak-pastian dalam pengukuran

10
DEFINISI
 Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty of Measurement)
adalah suatu parameter berupa dispersi nilai-nilai yang
mungkin diambil sebagai nilai besaran ukur (Measurand).
 Ketidakpastian Tipe A adalah ketidakpastian yang dievaluasi
berdasarkan metode statistik.
 Ketidakpastian Tipe B adalah ketidakpastian yang dievaluasi
berdasarkan metode selain statistik.
 Ketidakpastian Gabungan (Combined Uncertainty)
merupakan gabungan ketidakpastian baik tipe A maupun B.
 Ketidakpastian Bentangan (Expanded Uncertainty)
merupakan hasil kali ketidakpastian gabungan dengan faktor
cakupan.
 Faktor Cakupan (Coverage Factor) merupakan faktor pengali
yang besarnya dihitung dari derajat kebebasan efektif hasil
perhitungan dan tingkat confidential yang ditetapkan.
 Tingkat Konfidential adalah nilai probabilitas yang
diasumsikan bagi kondisi seluruh proses pengukuran.
Distribusi (sebaran) kebolehjadian nilai
pengukuran.
 Distribusi segi empat (rectangular) ialah
distribusi nilai- nilai yang kebolehjadiannya
merata di antara dua nilai batas tertentu.

Kebolehjadian

Ka Ka Nilai Pengukuran
µ-ka µ µ+ka
Distribusi segitiga (triangle) ialah
distribusi nilai- nilai yang kebolehjadian
tertingginya berada di tengah-tengah
antara dua batas tertentu.

Kebolehjadian

Nilai Pengukuran
 Distribusi Gauss (normal) ialah distribusi
yang kebolehjadiannya mengikuti kurva
normal di antara dua nilai batas tertentu.

µ-a µ µ+a
2a 2a
µ-2a µ+2a
SUMBER KETIDAK-PASTIAN

 Sumber-sumber yang mempengaruhi


ketidak-pastian antara lain adalah
standard dan referensi, alat bantu
kerja, alat ukur, petugas/ pelaksana
dan kondisi lingkungan disekitarnya.
 Ketidak-pastian Total, timbul dari
bbrp faktor yg merupakan kontribusi
dari penyebaran nilai-nilai yg bersifat
reasonable dari suatu pengukuran yg
kita lakukan.
15
• Standar dan referensi

 Harus dijaga nilai & akurasinya


 Harus dikalibrasi dg alat ukur yg

lebih tinggi akurasinya


 Traceable ke standar Nasional/

Internasional

16
• Alat Bantu Kerja

Hasil suatu pengukuran merupakan


karakteristik dan resoltan dari
beberapa faktor yang mempengaruhi
termasuk sarana pendukung tersebut
dan mempunyai pengaruh terhadap
bobot/kualitas pengukuran.

17
• Alat ukur
- Riwayat alat ukur yang dipergunakan
sebaiknya selalu dicatat yang meliputi tanggal
pembelian, kalibrasi, pemeliharaan atau
adjustment, perbaikan dll.

- Akurasi alat ukur tiap tahun mengalami


penurunan kualitas/akurasi yang sering
disebut dengan istilah drift of equipment dan
selalu dicantumkan dalam perhitungan
ketidak-pastian (Uncertainty Budget).
18
• Metode pengukuran

Metode pengukuran yang baik


dan benar akan membantu
mengurangi adanya kesalahan
dalam proses pengukuran untuk
mendapatkan nilai yang benar.
Dengan metode yang berbeda
akan menghasilkan nilai yang
berbeda pula meskipun kecil.
19
• Kondisi Lingkungan

Temperatur, kelembaban, getaran dan


interferensi medan magnit merupakan
contoh yang dapat mempengaruhi dan
merupakan sumber yang memberikan
nilai tambah terhadap ketidak-pastian
dalam pengukuran

20
• Pelaksana (Test Officer)
Hal yang paling dominan dalam suatu
pengukuran adalah pelaksananya.
Yang dapat menjadi sumber ketidak-
pastian adalah panas badan (body
heat), cara melakukan adjustment dan
kesalahan/ ketelitian dalam melakukan
pembacaan pada meter (alat ukur
analog).

21
Bukan sumber ketidak-pastian

 Kesalahan program komputer


 Kesalahan transfer data
 Kesalahan menentukan alat ukur
 Profesionalisme pelaksana

22
 Klasifikasi komponen ketidak-pastian :

a Pengukuran secara umum adalah menentukan


dan memastikan suatu nilai yang diukur.

b Hasil suatu pengukuran hanya merupakan


pendekatan (approximation) atau perkiraan
(estimate) dari nilai yang diukur dan dilengkapi
dengan nilai ketidak-pastiaannya.

c Kesalahan dalam pengukuran mempunyai 2(dua)


komponen penting yang perlu diperhatikan, yaitu
Kesalahan Acak (Random Component) dan
Kesalahan Sistematik (Systematic component).
23
Kesalahan Acak & Kesalahan Sistemik

Kesalahan Sistematik Kesalahan Acak


2
Nilai Rata

Nilai Sebenarnya Nilai-Nilai Terukur

Rentang Nilai

Gambar 4 : Kesalahan Acak dan Kesalahan Sistematik

24
PENENTUAN
KETIDAKPASTIAN
 Buat model system pengukuran
 Kumpulkan semua sumber- sumber
ketidakpastian
 Hitung ketidakpastian baku untuk masing-
masing komponen menggunakan analisis
tipe A untuk pengukuran berulang dan tipe B
untuk yang lainnya.
 Hitung koefisien sensitivitas
 Hitung ketidakpastian gabungan
 Hitung ketidakpastian bentangan
Bagan Ketidakpastian
Pengukuran
EVALUASI KETIDAKPASTIAN BAKU

Tipe A
 Ketidakpastian baku tipe A dievaluasi
berdasarkan analisis statistik, terhadap
sekelompok data sebagai hasil
pengukuran (n>1).
Ketidakpastian baku adalah ketidakpastian dari hasil pengukuran
yang dinyatakan sebagai satu simpangan baku

Evaluasi Ketidakpastian Baku tipe A


n
1
• Nilai rata-rata dari n sampel
X 
n

k 1
X k

• Simpangan baku sampel


 (X i  X )2
s  i 1

n 1
• Simpangan baku dari Nilai rata-rata sampel s
n
s
• Ketidakpastian baku u 
n
28
EVALUASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE A
Ilustrasi

Panjang meja:
AB = 101 cm;
SIMPANGAN BAKU CD = 100 cm; NILAI RATA-RATA
=1 cm EF = 102cm =101 cm

KETIDAKPASTIAN BAKU
TIPE A=0.58 cm

30
Harga rata-rata

n
1
x   ( xi )
n i 1
Simpangan baku

n
1
S ( xi )  
n  1 i 1
( xi  x) 2
Simpangan baku rata- rata
eksperimen/SBRE

S ( xi )
SBRE / ESDM  S ( x) 
n
Ketidakpastian baku (U)

U ( xi )  S ( x)
Ketidakpastian Pengukuran
Kurva dg tingkat kepercayaan
95% pd Distribution Normal
Nilai rata-rata

x Nilai dari tiap


xxxxx pengukuran
xxxxxxxx
x xx x x x x x x x
xxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
x xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

(-) Ketidak-pastian (+) Ketidak-pastian


Gambar 3 : Ketidak-pastian dalam pengukuran

35
Distribusi segitiga (triangle) ialah
distribusi nilai- nilai yang kebolehjadian
tertingginya berada di tengah-tengah
antara dua batas tertentu.

Kebolehjadian

Nilai Pengukuran
 Distribusi Gauss (normal) ialah distribusi
yang kebolehjadiannya mengikuti kurva
normal di antara dua nilai batas tertentu.

µ-a µ µ+a
2a 2a
µ-2a µ+2a
Tipe B

 Ketidakpastian baku tipe B diperoleh berdasarkan


“scientific judgement” mengacu pada informasi
yang bersumber dari :
 Data pengukuran/kalibrasi sebelumnya
 Pengalaman dan pengetahuan tentang karakter alat
 Spesifikasi dari pabrik pembuat
 Ketidakpastian yang berasal dari buku/literature
Contoh Ketidakpastian
TIPE B
Ketidakpastian Tipe B
Pada ECG
Sumber-Sumber Ketidakpastian
1.U standar Sertifikat ( ECG Simulator)

2.U Standar Sertifikat Caliper

3.U Drift ( Antar Sertifikat)


Ketidakpastian tipe B antara lain terdiri
dari :
 Ketidakpastian
USertifikat
Bila didalam sertifikat tidak dinyatakan lain, maka tingkat
konfidensial dianggap telah ditetapkan 95,45% dan
kebolehjadiannya ditetapkan sebagai distribusi normal dan
mempunyai derajat bebas, v = tak hingga.

k=2 v = ∞
Us
U B1 
k
Bila dinyatakan tingkat konfidensial 90% è k = 1,64
Bila dinyatakan tingkat konfidensial 95% è k = 1,96
Bila dinyatakan tingkat konfidensial 99% è k = 2,58
U Drift Standart
Ketidakpastian Baku Gabungan (UC)
 Ketidakpastian baku gabungan Uc(y) adalah akar
varian dari
Ketidakpastian Bentangan (Expanded
Uncertainty), Ue

 Ketidakpastian bentangan (Ue) merupakan hasil


kali ketidakpastian gabungan (Uc) dengan factor
cakupan (k) :

U  k .U C
Sertifikat Re Kalibrasi
ECG Simulator
Hitunglah Ketidakpatian U95
Setting UA U Standar U CALPR Udrift Udrift UC U95
pada Alat ( + 0,6 ) ( 0,01mm ) Standar Caliper
0.5 0.0000 0.3000 0.0050 0.0006 0.0000 0.3000 0.6001
1 0.0000 0.3000 0.0050 0.0012 0.0000 0.3000 0.6001
2 0.0000 0.3000 0.0050 0.0023 0.0000 0.3001 0.6001

25 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327


50 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327

Setting UA U Standar U Caliper Udrift Udrift UC U95


pada Alat ( + 0,6 ) ( 0,01mm ) Standar Caliper
30 0.0000 0.3000 0.0050 0.0577 0.0000 0.3055 0.6111
60 0.0000 0.3000 0.0050 0.0577 0.0000 0.3055 0.6111
120 0.0000 0.3000 0.0050 0.0577 0.0000 0.3055 0.6111
180 0.0000 0.3000 0.0050 0.0577 0.0000 0.3055 0.6111
Hitunglah
Setting UA U Standar U CALPR Udrift Udrift UC U95

pada Alat ( + 0,6 ) ( 0,01mm ) Standar Caliper

0.5 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327

1 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327


2 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327

25 0.2050 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4641 0.9282

50 0.2467 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4839 0.9679

Setting UA U Standar U Caliper Udrift Udrift UC U95

pada Alat ( + 0,6 ) ( 0,01mm ) Standar Caliper


30 0.1465 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4414 0.8828

60 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327


120 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327

180 0.0000 0.3000 0.0050 0.2887 0.0000 0.4164 0.8327


Ketidakpastian Tipe B
Pada Kalibrasi Tensimeter

Sumber-sumber ketidapastiannya terdiri dari :


1.Ketidakpastian daya ulang pembacaan (repeatability)
2.Ketidakpastian daya baca Operator
3.Ketidakpastian histerisis
4.Ketidakpastian drift standar
5.Ketidakpastian zero error
6.Ketidakpastian standar dari sertifikat kalibrasi
Ketidakpastian daya ulang pembacaan (repeatability )

Repeatibility dinyatakan sebagai besarnya simpangan


yang terjadi setelah alat ukur dipakai berulang-ulang
sejumlah sama dengan rata-rata yang dilakukan sewaktu
test.

Pembacaan Pembacaan Standar


Pada Naik I Turun I Naik II Turun II Naik III Turun III
Alat Terbaca Terkoreksi Terbaca Terkoreksi Terbaca Terkoreksi Terbaca Terkoreksi Terbaca Terkoreksi Terbaca Terkoreksi
(mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg) (mmHg)
0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 0 0.1 0 0.1
50 50.5 49.6 50.0 49.2 50.5 49.6 50.5 49.7 51.0 51.1 50.5 49.7
100 101.0 100.0 100.5 99.5 102.0 101.1 101.5 100.5 101.0 100.1 101.5 100.5
150 151.0 150.1 151.0 150.1 151.5 150.4 151.0 150.1 151.5 150.4 151.0 150.1
200 201.0 199.8 200.5 199.3 201.0 199.8 200.5 199.3 201.0 199.8 201.0 199.8
250 251.0 249.8 251.5 250.3 251.0 249.8 251.0 249.8 251.0 249.8 251.0 249.8
Daya Baca operator
Histerisis
Gejala hysterisis muncul berupa perbedaan hasil-
hasil pengukuran yang dilakukan secara naik turun.
Hysterisis dinyatakan sebagai perbedaan terbesar
hasil pengukuran yang naik dan yang turun.
Zerro Error

Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang berhubungan dengan


alat ukur.

Standar
Gabungan & Bentangan
55
STUDI KASUS
KETIDAKPASTIAN
SISTEM PENGUKURAN
KELISTRIKAN

BPFKS TRAINING
Sumber – Sumber
Ketidakpastian Pengukuran /
Kalibrasi
 Alat Standar
 Sumber Daya Manusia
 Kondisi Ruang Pengukuran/Kalibrasi
 Alat yang dikalibrasi
(UUT = Unit Under Test)
Gelombang EM Getaran

- Peralatan Std.
- UUT
- Sumber Daya
Manusia

Tekanan Udara Kelembaban Udara

Suhu Udara
Latihan 1. Pengukuran
Tegangan Metode
Langsung.
 Kasus.
Tegangan diukur secara langsung menggunakan
voltmeter /multimeter digital, dengan
spesifikasi sebagai berikut,

Voltmeter.
Ketidakpastian berdasarkan spesifikasi (yang
masih valid), untuk daerah suhu 15 s/d 40 0C
dan kelembaban 80 % r.h. adalah :
Range Full Scale Exp. Uncertainty (U)  + (% of reading +
number of count)
200 mV 199.99 mV 0.030 + 2

Rangkaian Pengukuran
Obyek Ukur D M M

Pegukuran dilakukan 10 kali, pada kondisi suhu ruang


(23 + 5) 0C dan kelembaban (55 + 10 ) % r.h.,
dengan hasil,
Pengukuran Tegangan Terukur
ke (mV)

1 100.68
2 100.83
3 100.79
4 100.64
5 100.63
6 100.94
7 100.60
8 100.68
9 100.76
10 100.65
Persamaan matematis
Model matematis bagi metode pengukuran.
Nilai tegangan yang diukur, terbaca langsung dari
voltmeter,
VX = V + V
Dengan, VX adalah obyek (tegangan) yang diukur
(measurand)
V adalah tegangan rerata, terbaca pada
voltmeter
Sensitifitas.
Koefisien sensitifitas untuk V :
sV = V X
1
V
Evaluasi

Evaluasi tipe A :
 
Pembacaan Voltmeter (data-data diproses secara
statistik)
Jumlah pengukuran ,n = 10
n
Nilai rerata , VM = V
i 1
i

1 n
Standar Deviasi : s =

n  1 i 1
(Vi  V M ) 2
Ketidakpastian standar, untuk pembacaan
voltmeter pengukuran adalah,
s
u1 = ESDM = n = 0.03 mV

u1 berhubungan dengan V pada model


matematis pengukuran maka,

Sensitivitas : s1 = sV = 1
Derajat kebebasan : v1 = n – 1 = 9
Evaluasi Tipe-B.
 - Voltmeter :
Dari spesifikasi : a = ( 0.030 % of reading + 2 count)
= 0.03 + 0.02 = 0.05 mV
Dengan asumsi distribusi segi-4, maka
Ketidakpastian tegangan terbaca akibat ketelitian alat adalah
a
: u2 =  = 0.03 mV
3

u2 berhubungan dengan V pada model matematis pengukuran,


maka
Sensitivitas : s2 = sV = 1
Derajat kebebasan : v2 = 
Hasil Akhir.
 Nilai Tegangan
Dihitung berdasarkan model matematis,
VX = V = 100.72 mV
Ketidakpastian gabungan
Dihitung berdasarkan persamaan ketidakpastian gabungan

uC = s12u12  s22u22  = 0.04 mV = 40 µV

Derajat kebebasan efektif


Dihitung berdasarkan persamaan :
4
uC

veff =  s1u1  4

 s2u2  4
= 33.4
v1 v2
Ketidakpastian Ekspansi (expanded uncertainty)

Dari tabel ‘Student-t’ untuk veff > 100, pada tingkat


kepercayaan 95 %, nilai t adalah,

t95 (veff > 26) = 2.04

sehingga
Ketidakpastian Ekspansi ,
U = k . uC = 2.04 x 0.03 = 0.06 mV
Hasil pengukuran.

Hasil pengukuran yang dilaporkan adalah,

VX + U = (100.72 + 0.06) mV

Dengan faktor cakupan k = 2.04 Pada


tingkat kepercayaan 95 %.
Latihan 2. Pengukuran Arus
Metode ‘Shunt’.
Kasus

Arus diukur dengan menggunakan RShunt dan voltmeter,


dengan spesifikasi sebagai berikut :
 RShunt :
 Arus kerja 10 A
Resistansi niminal 0.01 
Sebelum digunakan alat dikalibrasi dengan data data :
Nilai aktual R = 0.010088 , terukur pada arus
10 A, pada 23 0C
Ketidakpastian U = 0.08 % (relatif
terhadap R), pada faktor k = 2
Koefisien suhu  = 60.0 ppm/K pada
daerah (15 – 30) 0C Ketidakpastian
lainnya (drift, dll) diabaikan.

Voltmeter :
Ketidakpastian berdasarkan spesifikasi
(yg masih valid), untuk daerah suhu
(15 – 40) 0C dan kelembaban 80 % r.h.
Range Full Exp. Uncertainty (U)  + (% of reading +
Scale number of count)

200 199.99 0.030 + 2


mV mV

Rangkaian pengukuran
DC Source
IX
RSH RLOAD
D M M
Hasil pengukuran.

Pengukukran dilakukan 10 kali, pada


kondisi suhu ruang = (23 + 5 ) 0C dan
kelembaban (55 + 10) % r.h. dengan hasil.
Pengukuran Tegangan Terukur
ke (mV)

1 100.68
2 100.83
3 100.79
4 100.64
5 100.63
6 100.94
7 100.60
8 100.68
9 100.76
10 100.65
Persamaan matematis

Model matematis bagi metode pengukuran.


Arus yang terukur adalah fungsi tegangan dan
resistansi. Dari persamaan hukum Ohm,
dituliskan :
IX = f(V, R) = V/R

Dengan, IX adalah arus yang diukur (Measurand)


V adalah tegangan rerata, terbaca pada
voltmeter.
R adalah resistansi aktual dari RShunt
Evaluasi

Evaluasi Tipe – A.
Pembacaan Voltmeter (data data diproses
secara statistik)
Jumlah pengukuran n = 10
n

Nilai rerata , VM =  V
i 1
i =1007.20/10 = 100.72 mV

1 n
Standar Deviasi : s =
=0.01075 mV

n  1 i 1
(Vi  V M ) 2
Ketidakpastian standar, untuk pembacaan voltmeter
pengukuran adalah,

s
u1 = ESDM = = 0.034 mV
n
u1 berhubungan dengan V pada model matematis
pengukuran maka,

Sensitivitas : s1 = sV = 1/R
Derajat kebebasan : v1 = n – 1 = 9
 
Evaluasi Tipe-B.
 
- Voltmeter :
Dari spesifikasi : a = ( 0.030 % of reading + 2 count)
= ..
Dengan asumsi distribusi segi-4, maka
ketidakpastian tegangan terbaca akibat ketelitian alat
a
u2 =  =0.0502/1.7 = 0.029 mV

3
u2 berhubungan dengan V pada model matematis
pengukuran. maka,
Sensitivitas : s2 = sV = 1/R = 1/0.010088 = 99.128 mho
Derajat kebebasan : v2 = 

- RShunt.

Dari laporan kalibrasi, ketidakpastian nilai RShunt

a = 0.08 % x R =0.0008 x 0.010088 = 0.00000807

Dengan faktor k = 2, maka Ketidakpastian RShunt

u3 = a/2 = 0.00000807 / 2 = 0.00000404 


u3 berhubungan dengan R pada model
matematika pengukuran, maka,

Sensitivitas : s3 = sR = - V/R2 = -

0.0010072/0.0100882 = -989.70 V-2


Derajat kebebasan : v3 = 
- Efek suhu pada RShunt

Dari laporan kalibrasi, Ketidakpastian nilai Rshunt


karena perubahan suhu ruang t = 5 0C adalah :

a = 60 ppm x t x R = 0.0000060x5x0.010088 =
0.00000303 
Dengan asumsi distribusi segi-4, ketidakpastian
RSH karena perubahan suhu ruang adalah :
a
u4 =  =0.00000303/1.7 = 0.00000175 
3
u4 berhubungan dengan R pada model
matematika pengukuran, maka,

V
Sensitivitas : s4 = sR = - =-
R2
0.0010072/0.0100882 = -989.70 V-2

Derajat kebebasan : v4 = 
Hasil akhir.

Nilai Arus

Dihitung berdasarkan model matematis :


VM
IX =  = 0.0010072/0.010088 = 9.984 A
R

Ketidakpastian gabungan
Dihitung berdasarkan persamaan ketidakpastian
gabungan :
s1 u1  s2 u2  s3 u3  s4 u4 
2 2 2 2 2 2 2 2
= (99.128)2[0.03402 + 0.02902 (0.0012 (-989.702 [(0.000004042 + 0.000001752 = = 0.0062 A

Derajat kebebasan efektif


Dihitung berdasarkan persamaan :
4
uC

veff =  s1u1    s2u2    s3u3    s4u4 
4 4 4 4

v1 v2 v3 v4
= 103
Ketidakpastian Ekspansi (expanded uncertainty)
Dari tabel ‘Student-t’ untuk veff > 100, pada tingkat
kepercayaan 95 %, nilai t adalah,
t95 (veff > 100) = 1.96
sehingga Ketidakpastian Ekspansi ,

U = k . uC = 1.96 x 0.0062 = 0.012 A


Hasil pengukuran.

Hasil pengukuran yang dilaporkan adalah,

IX + U = (9.984 + 0.012) A

Dengan faktor cakupan k = 1.96 Pada tingkat


kepercayaan 95 %.
Latihan – 3 : Kalibrasi
Skala Tegangan DMM
Metode Langsung.
Kasus

Sebuah DMM dikalibrasi pada rentang 20


V, dengan memberikan tegangan 10 V
dari kalibrator. Spesifikasi masing
masing adalah sebagai berikut,
Kalibrator :
Kalibrator dikalibrasi setiap 3 bulan
sekali. Kalibrasi terakhir dilaksanakan
pada suhu ruang (23.0 + 1.0)0C, dengan
kesimpulan bahwa spesifikasi yang
ditetapkan masih valid, yaitu :
Uncertainty at 99 % level of confidence
+ 5 0C from calibration temperature

Range Resolusi
24 hour 90 days 1 year

+ (ppm output + uV)

20 V 1 uV 4+3 5+4 8+5


DMM : Spesifikasi
Range Full Scale Exp. Uncertainty (U)  + (% of reading +
number of count)

20 V 19.9999 V 0.0035 + 0.0025

Rangkaian Pengukuran.

DC Source D M M
Hasil Pengukuran.
Pada kondisi suhu ruang = (23 + 2)0C dan
kelembaban (55 + 10) % r.h. pengukuran
dilakukan 4 kali, dengan hasil yang sama
(tidak berubah) :
Tegangan kalibrator : 10.000000 V, terbaca
pada DMM :
Pengukuran Tegangan (V)
ke (n)

1 10.0001
2 10.0001
3 10.0001
4 10.0001
Persamaan matematis:

Model matematis bagi metode kalibrasi.


DMM dihubungkan langsung ke kalibrator, sehingga
model dari proses kalibrasi adalah :

V = f(VCAL, VDMM) = VDMM - VCAL

dengan, V adalah kesalahan DMM, sebagai


obyek ukur (measurand)
VDMM adalah tegangan yang ditunjukkan oleh DMM
(UUT)
VCAL adalah tegangan yang diberikan oleh kalibrator.
Sensitivitas

Koefisien sensitivitas untuk VDMM


V
sD  1
VDVM

Koefisien untuk VCAL


V
sD  1
VDVM
Evaluasi.

Evaluasi Tipe-A :

Pembacaan Voltmeter (data data diproses secara


statistik)
Karena pengukuran berulang menghasilkan
nilai penunjukan yang tetap (sama) maka :

Std deviasi = 0 -- > u = 0


Evaluasi Tipe-B :
  - Kalibrator
Dari spesifikasi : (90 days calibration)
a = 5 ppm of output + 4 uV =0.000005 x 10 V
+0.000004 V = 0.0000054 V
Pada tingkat kepercayaan 99 % dan asumsi
distribusi normal, maka k = 2.58 (table student-t).
sehingga
ketidakpastian kalibrator adalah
u1 = a/k = 0.0000054/2.58 = 0.00000209 V
u1 berhubungan dengan VCAL pada model matematis
pengukuran maka,
Sensitivitas : s1 = sCAL = 1
Derajat kebebasan : v1 = ~
- DMM
Pada range 20 V resolusi pembacaan adalah 100 uV.
Karena pengukuran berulang menghasilkan nilai
yang tetap (sama), maka
Diasumsikan limit ketidakpastian adalah :
a = ½ x resolusi = 100 uV/2 = 0.000005 V
Dengan asumsi distribusi segi-4. maka
ketidakpastian pembacaan DMM adalah :

u2 = a = 0.000005/1.7 = 0.00000289 V
u2 berhubung  dengan VDMM pada model
3
matematis pengukuran maka,
Sensitivitas : s2 = sDMM = 1
Derajat kebebasan : v2 = 
Hasil Akhir
 
Kesalahan DMM (pada titik kalibrasi)
Dihitung berdasarkan model matematis
V = VDMM – VCAL = ..
Ketidakpastian gabungan
Dihitung berdasarkan persamaan ketidakpastian
gabungan
uC = s1 u1  s2 u2  = 0.00000357 V
2 2 2 2

Derajat kebebasan efektif


Dihitung berdasarkan persamaan : = ~ 4
u
veff = s u  4
C

s u 
 4
1 1
 2 2

v1 v2
Ketidakpastian Ekspansi (expanded uncertainty)
Dari tabel ’student-t’ untuk veff > 100, pada tingkat
kepercayaan 95 %, nilai t adalah,

t95 (veff > ~) = 1.96

maka faktor cakupan (coverage factor) k =1.96


sehingga
Ketidakpastian Ekspansi ,

U = k . uC = 1.96 x 0.00000357 = 70 uV
Hasil pengukuran.

Hasil kalibrasi DMM untuk titik ukur 10 V


pada range 20 V menghasilkan kesalahan
penunjukkan :

V + U = 10.0001 + 70 uV

Dengan faktor cakupan k = 1.96 Pada tingkat


kepercayaan 95 %.
Tabel Nilai Student’s t untuk Interval Kepercayaan 95 %
Degree of t Degree of t
Freedom Freedom
1 12.7 18 2.10
2 4.30 19 2.09
3 3.18 20 2.09
4 2.78 25 2.06
5 2.57 30 2.04
6 2.45 35 2.03
7 2.36 40 2.02
8 2.31 45 2.01
9 2.26 50 2.01
10 2.23 60 2.00
11 2.20 70 1.99
12 2.18 80 1.99
13 2.16 90 1.99
14 2.14 100 1.98
15 2.13 110 1.98
16 2.12 120 1.98
17 2.22 Infinite 1.96
97