Anda di halaman 1dari 25

GASTROENTERITIS AKUT DENGAN

DEHIDRASI RINGAN SEDANG

OLEH:
Kelompok 17-18

PENDAHULUAN
Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali
dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan
berlangsung kurang dari 1 minggu. Diare merupakan
penyebab kematian pada 42% bayi dan 25,2% pada
anak 1-4 tahun.
• Cara penularan diare pada umumya melalui cara
fekal-oral yaitu melalui makanan atau minuman
yang terpapar oleh enteropatopatogen, atau
kontak langsung tangan dengan penderita atau
barang-barang yang telah tercemar tinja penderita
atau tidak langsung melalui lalat
• Komplikasi tersering yang dapat timbul dari
gastroenteritis adalah terjadinya dehidrasi,
peningkatan kehilangan basa, kematian.
KASUS

Identitas penderita
Nama penderita : Ny. R
Jenis kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir / Umur : 65 Tahun

ANAMNESIS
Keluhan Utama : BAB cair
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien masuk dengan keluhan BAB cair sejak 5 hari sebelum
masuk rumah sakit sebanyak > 6 kali, berlendir, warna kuning
kehijauan, bau seperti telur busuk, tidak ada darah, nyeri pada
perut. Keluhan juga disertai dengan mual sebelum masuk rumah
sakit.,sesak (+), BAK lancar.
CONT…
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien pernah dirawat di RSUDW dengan kasus
yang sama

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan
serupa

Anamnesis Makanan: Ny. R tidak makan makanan


yang dapat menyebabkan diare
PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan umum : Lemas
 Kesadaran : Somnolen
 Pengukuran
 Tanda vital
TD : 100/60 mmHg.
 Nadi : 100kali/menit, reguler, kuat angkat
 Suhu : 36,3° C
 Respirasi : 24 kali/menit
 Berat badan : 45 kg
 Tinggi badan : 154 cm
 BB/Umur : 45/65 x 100 = 62%
 TB/Umur : 154/65 x 100 = 23%
 BB/TB : 45/154 x 100 = 28%
 Status gizi : Gizi Buruk
• Kulit : Warna : Sawo matang
Efloresensi : tidak ada
Pigmentasi : tidak ada
Sianosis : tidak ada
Turgor : Jelek
Kelembaban : cukup
Sianosis : tidak ada
Lapisan lemak : Kurang
• Kepala: Bentuk : Normocephal
Rambut : putih, tidak mudah dicabut, tebal,
alopesia (-)
Mata : Palpebra: edema (-/-)
Konjungtiva : anemis (+/+)
Sklera : ikterik (-/-)
Reflek cahaya : (+/+)
Refleks kornea : (+/+)
Pupil : Bulat, isokor
Exophthalmus : (-/-)
Cekung : (+/+)
Telinga :
Sekret : tidak ada
Serumen : minimal
Nyeri : tidak ada
Hidung :
Pernafasan cuping hidung : tidak ada
Epistaksis : tidak ada
Sekret : tidak ada
Mulut :
Bibir : mukosa bibir basah, tidak hiperemis
Gigi : Tidak ada karies
Gusi : tidak berdarah
Lidah : Tremor/tidak : tidak tremor
Kotor/tidak : tidak kotor
Warna : kemerahan
Faring : Tidak hiperemis
Tonsil : T2-T2 hiperemis
Leher :
Pembesaran kelenjar leher : -/-
Trakea : Di tengah
Toraks :
Dinding dada/paru :
Inspeksi : Bentuk : simetris
Dispnea : ada
Retraksi : ada
Palpasi : Fremitus vokal : tidak dapat dikaji
Perkusi : Sonor kiri : kanan
Auskultasi : Suara Napas Dasar : Bronchovesikuler +/+
Suara Napas Tambahan : Rhonki (+/+), Wheezing (-/-)
Jantung :
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba pada SIC V linea midclavicula sinistra
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : Suara dasar : S1 dan S2 murni, regular
Bising : tidak ada
Abdomen :
Inspeksi : Bentuk : Cembung
Auskultasi : bising usus (+) kesan meningkat
Perkusi : Bunyi : timpani
Asites : (-)
Palpasi : Nyeri tekan: (-)
Hati : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Ginjal : tidak teraba
Ekstremitas : akral hangat, edem tidak ada, parese
tidak ada. Rumple leed (-)
Genitalia : Tidak ada kelainan

Skor dehidrasi WHO (1995):


Keadaan Umum : Lesu*
Mata : cekung
Air mata : ada
Mulut/bibir : basah
Rasa haus : haus, ingin minum
banyak*
Turgor : kembali cepat
Kesimpulan : Dehidrasi ringan-sedang
RESUME
 Pasien masuk dengan keluhan BAB cair > 6 kali sejak 5
hari hari sebelum masuk rumah sakit disertai dengan
mual sejak pagi sebelum masuk rumah sakit. pasien
pernah dirawat dengan keluhan yang sama di RUDW
namun kembali lagi setelah 3 hari BPL
 Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum
Somnolen, gizi buruk. Pemeriksaan tanda vital
didapatkan TD 100/60 mmHg, Nadi 100x/menit, respirasi
24x/menit, suhu 36,3o C. Pada pemeriksaan abdomen
didapatkan peristaltik (+) kesan meningkat.
 DIAGNOSA
Gastroenteritis akut dengan dehidrasi ringan-sedang
ANJURAN PEMERIKSAAN
PENUNJANG
 Pemeriksaan tinja mikrokospis

PENATALAKSANAAN
 Medikamentosa:
 Ceftriaxone 2x1 gr
 Diagit 500mg Non Medikamentosa:
Melanjutkan pemberian makan
Memberikan edukasi kepada keluarga
pasien untuk menjaga hygiene
Membantu memenuhi kebutuhan ADL
pasien
Membantu Personal Hygne
FOLLOW UP
Tanggal 10/4/2018
S : Muntah (-) , Mual (+), BAB cair 3 kali, warna kuning kehijauan, tidak
berlendir, ampas (+), tidak ada darah, berbau, dan pasien mengeluhkan perut
yang sakit,
O: Tanda vital
Tekanan darah: 100/60 mmHg
Nadi : 100 kali/menit, reguler
Suhu : 36,3° C
Kesimpulan : Dehidrasi ringan-sedang
Respirasi : 24 kali/menit
Skor dehidrasi WHO (1995):
Keadaan Umum : Lesu*
Mata : cekung
Mulut/bibir : kering
Rasa haus : haus,
Turgor : kembali lama
Kesimpulan : Dehidrasi ringan-sedang
Pemeriksaan laboratorium

Hasil Rujukan Satuan

HEMATOLOGI

Hemoglobin 12.1 12,0-16,0 g/dl

Leukosit 16.09 4.0-10.0 /ul

Eritrosit 4.59 4.20-5,40 Juta/ul

Hematokrit 35.7 37,0-47.0 %

Trombosit 710 150-400 Ribu/ul

A: Gastorenteritis akut + Dehidrasi Ringan Sedang


 P: Medikamentosa:
 Diagit 250 mg
 Ceftriaxone 2x1 gr 8 jam
 Non Medikamentosa:
 Melanjutkan pemberian makan
 Membantu personal hygene
 Membantu ADL
 Anjuran pemeriksaan:
 Pemeriksaan feses
 Tanggal 10/4/2018 :
 S : i, BAB cair 3 kali, warna hijau, tidak
berlendir, ada ampas, tidak ada  A: Gastroenteritis akut dengan
darah, tidak ada bau, nyeri perut dehidrasi
 O: Tanda vital : Tekanan darah :
100/60 mmHg
 P: Medikamentosa:
 Nadi : 100 kali/menit, reguler,
 Diagit 250 mg 2tab
 Suhu : 36,4° C
 Respirasi : 28 kali/menit
 Non Medikamentosa:
 Skor dehidrasi WHO (1995):
 Keadaan Umum : Somnolen  Melanjutkan pemberian
makan
 Mata : sayu
 Melakukan personal hygne
 Mulut/bibir : kering
 Rasa haus : haus
 Turgor : kembali lambat
 Kesimpulan : dehidrasi
 Tanggal 11/4/2018 :
 S : Muntah (-), BAB (+), Panas (-)
 O: Tanda vital : Tekanan
darah : 90/60 mmHg  Pasien belum sembuh
 Nadi : 120  Lanjutkan intervensi
kali/menit, reguler
 Suhu : 36,5° C
 Respirasi : 28 kali/menit
 Skor dehidrasi WHO (1995):
 Keadaan Umum lemas
 Mata : sayu
 Mulut/bibir : kering
 Rasa haus : thaus
 Turgor : kembali lambat

 Kesimpulan : tanpa dehidrasi


DISKUSI
 Diare adalah buang air besar lebih dari 3 kali perhari,
disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan
atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari
satu minggu.(2)
 Batasan diare dibagi menjadi:
 Diare akut : diare yang terjadi secara mendadak pada pasien
yang sebelumnya sehat.
 Diare kronik : diare yang berlanjut sampai 2 minggu atau lebih
dengan kehilangan berat badan atau berat badan tidak
bertambah (failuree to thrive) selama masa diare tersebut.
 Pada kasus ini, kemungkinan infeksi yang terjadi
adalah akibat salmonella. Hal ini dengan
mengamati anamnesis pasien, dimana pasien
mengalami mual, konsistensi feses cairampas (+),
warna feses kuning kehijauan, tidak ada darah,
berbau telur busuk. Sedangkan pada
pemeriksaan laboratorium, didapatkan
peningkatan leukosit yaitu sebanyak 16.09/ yang
menandakan adanya infeksi bakteri.
 Anjuran pemeriksaan pada kasus ini salah satunya
ialah melakukan pemeriksaan mikroskopik tinja untuk
mencari adanya leukosit dapat memberikan informasi
tentang penyebab diare, letak anatomis serta adanya
proses peradangan mukosa. Leukosit dalam tinja
diproduksi sebagai respons terhadap bakteri yang
menyerang mukosa kolon. Leukosit yang positif pada
pemeriksaan tinja menunjukkan adanya kuman invasi
atau kuman yang memproduksi sitotoksin seperti
Shigella, Salmonella, C. jejuni, EIEC, C. difficile, Y.
Enterolitica, V. Parahaemolyticus dan kemungkinan
Aeromonas atau P. shigelloides.
 Hasil pemeriksaan mikrokospik tinja tgl 09-4-2018
ditemukan jamur (+)
Penilaian A B C
Lihat :

Keadaan umum Baik, sadar *gelisah *lesu, lunglai atau


tidak sadar

Sangat cekung
Mata Normal Cekung
Kering
Air mata Ada Tidak ada
Sangat kering
Mulut dan lidah Basah Kering
*malas minum atau
Rasa haus Minum biasa tidak *haus, ingin minum
tidak bisa minum
haus banyak

Periksa : turgor Kembali cepat *kembali lambat *kembali sangat


kulit lambat
Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi berat
ringan/sedang bila
ada 1 tanda *
ditambah 1 atau Bila ada 1 tanda *
lebih tanda lain ditambah 1 atau
lebih tanda lain
Terapi : Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
 Departemen kesehatan menetapkan lima pilar
penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang
diderita anak balita baik dirawat dirumah maupun
sedang dirawat dirumah sakit, yaitu :
 Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru
 Zink diberikan selama 10 hari berturut-turut
 Antibiotik selektif
 Pada kasus ini, rencana penanganan yang dianjurkan
adalah rencana terapi B. Hal ini dilakukan karena pada
kasus diare jumlah cairan yang dibutuhkan oleh tubuh
banyak yang keluar. Oleh karena itu prioritas
managemen diare akut dengan dehidrasi ringan
sedang adalah menggantikan jumlah kebutuhan
cairan yang diperlukan tubuh.
 Prognosis diare dapat ditentukan oleh derajat
dehidrasi, sehingga penatalaksanaannya sesuai
dengan ketepatan cara pemberian rehidrasi.
Apabila penanganan yang diberikan tepat dan
sesegera mungkin, maka dapat mencegah
komplikasi dari diare tersebut. Pada pasien ini,
prognosisnya adalah bonam, karena derajat
dehidrasinya masih tergolong ringan sedang dan
saat pulang, pasien sudah tidak mengalami
dehidrasi.
TERIMAKASIH