Anda di halaman 1dari 17

LAHIR HIDUP ATAU LAHIR MATI

LAHIR HIDUP
(LIVE BORN)

keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap, yang


setelah pemisahan tersebut, bernafas atau menunjukkan tanda
kehidupan lain seperti denyut atau detak jantung, denyut nadi tali
pusat, gerakan otot volunter (otot rangka), tanpa mempersoalkan
usia gestasi, sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan ari
dilahirkan
LAHIR HIDUP ATAU LAHIR MATI
LAHIR MATI
(STILL BORN)

kematian hasil konsepsi sebelum keluar atau dikeluarkan oleh


ibunya, tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum
ataupun sesudah kehamilan berumur 28 minggu dalam
kandungan). Kematian ditandai oleh janin yang tidak bernafas atau
tidak menunjukkan tanda kehidupan lain seperti denyut jantung,
denyut nadi tali pusat, atau gerakan otot rangka.
Tanda-tanda kehidupan pada bayi yang baru dilahirkan

Pernafasan

Menangis

Pergerakan otot

Sirkulasi darah, dan denyut jantung


serta perubahan hemoglobin

Isi Usus

Keadaan tali pusat


PERNAFASAN

Pernafasan
spontan
Belum bernafas
Iga ke-3 atau ke-4

Sudahbernafas
Iga ke-5 atau ke-6
Makroskopik Paru

Sudah bernafas
•Merah muda
•Tidak homogen
•Berbercak-bercak
•Konsistensi seperti spons
•Berderik pada
perabaan

Belum bernafas
•Merah ungu tua
•Homogen
•Konsistensi kenyal
Uji Apung Paru

Belum bernafas Sudah bernafas


Mikroskopik paru-paru

Lahir mati (Still born) Lahir hidup(Live born)


MENANGIS
Bernafas Menangis

Menangis Bernafas

Merangsang menangis dalam uterus


1.Udara masuk ke dalam uterus
2. Kadar O2 dalam darah menurun
3. Kadar CO2 dalam darah meningkat
PERGERAKAN OTOT
Keadaan ini harus
disaksikan oleh saksi
mata, karena post
mortem tidak dapat
dibuktikan. Kaku mayat
dapat terjadi pada bayi
yang lahir hidup
kemudian mati,
maupun yang lahir mati.
SIRKULASI DARAH, DAN DENYUT JANTUNG
SERTA PERUBAHAN HEMOGLOBIN
Denyut nadi tali pusat / detak jantung
pada bayi yang sudah terlahir lengkap
 Lahir Hidup

Foramen ovale tertutup


( 1 hari – 1 minggu)

Duktus arteriosus menjadi jaringan ikat


(24 jam)

Duktus venosus menutup (2-3 hari sampai


beberapa minggu)
ISI USUS DAN LAMBUNG
Udara dalam lambung dan usus
dapat terjadi akibat pernafasan
wajar, pernafasan buatan atau
tertelan

Makin jauh udara usus masuk


kedalam usus, makin kuat
dugaan adanya pernafasan 24-
48 jam post mortem, mekonium
sudah keluar semua seluruhnya
Hasil Uji apung lambung-usus (Uji
dari usus besar.
Breslau) positif
TALI PUSAT
ada atau tidaknya
denyut tali pusat setelah
kelahira

pengeringan tali pusat,


letak dan sifat ikatan,
bagaimana tali pusat itu
diputus (secara tajam
atau tumpul)
KEADAAN KULIT

Maserasi yang dapat terjadi


bila bayi sudah mati didalam
uterus beberapa hari (8-10
hari). Hal ini harus dibedakan
dengan proses pembusukan
yaitu pada maserasi tidak
terbentuk gas karena terjadi
secara steril
Bukti kematian dalam kandungan

Antepartum rigor mortis yang sering


menimbulkan kesulitan waktu melahirkan

Maserasi, yaitu perlunakan janin dalam air ketuban


dengan ciri-ciri :
•Warna merah kecoklatan (pada pembusukan
warnanya hijau).
•Kutikula putih, sering membentuk bula berisi
cairan kemerahan.
•Tulang-tulang lentur dan lepas dari jaringan
lunak.
•Tidak ada gas, baunya khas.
•Maserasi ini terjadi bila bayi sudah mati 8-10
hari dalam kandungan.
VIABILITAS
Syarat viabilitas:
• Umur ≥ 28 minggu dalam
kandungan.
• Panjang badan ≥ 35 cm.
• Berat badan 1000-1500 gram.
• Tidak ada cacat bawaan yang
berat.
• Lingkaran fronto-oksipital ≥ 32
cm.
VIABILITAS
Tanda yang tidak dapat diukur:
1. Jenis kelamin sudah dapat dikenali
2. Bulu badan, alis dan bulu mata
sudah tumbuh
3. Kuku sudah melewati ujung jari
4. Inti penulangan sudah terbentuk
minimal pada tulang kalkaneus atau
kalus
5. Pertumbuhan gigi sudah sampai
tahap kalsifikasi