Anda di halaman 1dari 21

PENGOLAHAN AIR BUANGAN LANJUT

DENGAN METODE NETRALISASI

Dosen Pembimbing :
Dra. Indah Nruhayati, S.T, M.T

Disusun oleh :
Deny Iswahyudi 153800019
Anggun Nur Angraeni 153800020
Joko Prasetio 153800052
Irene Lavenia Eka A 153800057

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA
2017
LATAR BELAKANG

Pengolahan Air Buangan Lanjutan merupakan kelanjutan dari pengolahan


terdahulu. Pengolahan ini akan dipergunakan apabila pada pengolahan pertama
dan kedua masih banyak mengandung zat tertentu yang berbahaya bagi
masyarakat. Zat yang biasanya terdapat dalam air limbah antara lain calsium,
kalium, sulfat, nitrat, pospat, dan senyawa organik kompleks. Pentingnya
dilakukan pengolahan lanjutan dari buangan air limbah bertujuan untuk
meminimalisir tingkat pencemaran yang terjadi di lingkungan. Salah satu jenis
pengolahan lanjutan yang umumnya dilakukan adalah proses netralisasi.
Netralisasi adalah penambahan zat yang bersifat Basa (alkali) pada limbah yang
bersifat asam ataupun sebaliknya, dan umumnya dilakukan pada proses
pengolahan air baik air limbah maupun air bersih serta tidak menutup
kemungkinan terhadap proses – proses di industri.
Rumusan Masalah
- Apakah yang disebut dengan proses netralisasi?
- Bagaimana proses pengolahan air buangan dengan cara netralisasi?

Tujuan
Untuk mengetahui proses pengolahan air buangan lanjut dengan metode netralisasi
beserta jenis – jenis netralisasi yang umumnya telah dilakukan.

Manfaat
Mahasiswa memiliki pengetahuan dan ilmu yang berhubungan dengan proses
pengolahan air buangan lanjut dengan metode netralisasi.
PEMBAHASAN
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

 Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan
pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba
patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
yang terdapat di alam. Pengolahan Air Buangan Lanjutan merupakan kelanjutan
dari pengolahan terdahulu. Pengolahan ini akan dipergunakan apabila pada
pengolahan pertama dan kedua masih banyak mengandung zat tertentu yang
berbahaya bagi masyarakat.
PEMBAHASAN
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)


Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan
tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah

Macam-macam Unit Pengolahan Pertama (Premary Treatment) :


• Penyaringan (screening)
• Penangkap pasir (Grit removal/ grit chamber)
• Penghancuran (Communiting)
• Penangkap pertama
• Bangunan penangkap lemak (Grease trap)
• Equalisasi
• Netralisasi
PEMBAHASAN
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

 Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)


Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah
yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum
digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking
filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic
contactor and filter.

 Macam–macam aplikasi pengolahan biologis pada pengolahan tahap kedua adalah :


1. Lumpur aktif (aktivated sludge)
2. Trickling Filter
3. Bio Tower
4. Kolam Stabilisasi (stabilitation ponds)
5. Parit Oksidasi (oxydation ditch)
6. Aerobik Bio Filter
PEMBAHASAN
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)


Pengolahan lanjut sering juga disebut sebagai pengolahan ketiga karena pada
dasarnya pada pengolahan tahap ini adalah proses pengolahan limbah cair yang ditujukan
untuk menyempurnakan hasil – hasil pada proses – proses pengolahan sebelumnya, yaitu
pada tahap proses pengolahan fisika dan biologis.
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah
coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane
separation, serta thickening gravity or flotation.

 Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)


Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya
kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration,
vacuum filtration, centrifugation, lagooning atau drying bed, incineration, atau landfill.
PEMBAHASAN
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH

 Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara


umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan :

 Pengolahan Secara Fisika


 Pengolahan Secara Kimia
 Pengolahan secara Biologi
PEMBAHASAN
PROSES NETRALISASI

 Reaksi Netralisasi

Reaksi Netralisasi disebut juga reaksi asam basa. Reaksi netralisasi adalah reaksi yang
membentuk unsur bersifat netral yaitu air (H2O) yang berasal dari zat asam yang
melepaskan ion H+ dengan zat basa yang melepaskan ion OH-. Namun pada
kenyataannya, reaksi netralisasi tidak hanya menghasilkan garam yang bersifat netral,
tetapi tergantung sifat asam atau basa yang lebih kuat.

Reaksi netralisasi terdiri dari empat jenis, yaitu antara:


 asam kuat dan basa kuat,
 asam lemah dan basa kuat,
 asam kuat dan basa lemah,
 serta asam lemah dan basa lemah.
PENJELASAN 4 MACAM REAKSI NETRALISASI

 Asam Kuat & Basa Kuat


Jika larutan asam kuat dan basa kuat dicampurkan, maka hasilnya adalah garam dan
air. Contoh persamaan reaksinya adalah:
HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l)
>> Dari HCl (asam kuat) dan NaOH (basa kuat)

 Asam Kuat & Basa Lemah


Jika larutan asam kuat dan basa lemah dicampurkan, maka hasilnya adalah garam
asam dan air. Contoh persamaan reaksinya adalah:
NH 4 OH(aq) + HCl(aq) → NH 4 Cl(aq) + H 2 O(l)
>> Dari HCl (asam kuat) dan NH 4 OH (basa lemah)
PENJELASAN 4 MACAM REAKSI NETRALISASI

 Asam Lemah & Basa Kuat


Jika larutan asam lemah dan basa kuat dicampurkan, maka hasilnya adalah garam
basa dan air. Contoh persamaan reaksinya adalah:
CH 3 COOH(aq) + NaOH(aq) → CH 3 COONa(aq) + H 2 O(l)
>> Dari CH 3 COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat)

 Asam Lemah & Basa Lemah


Jika larutan asam lemah dan basa lemah dicampurkan, maka hasilnya adalah garam
dan air. Contoh persamaan reaksinya adalah:
CH 3 COOH(aq) + NH 4 OH(aq) → NH 4 CH 3 COO(aq) + H 2 O(l)
>> Dari CH 3 COOH (asam lemah) dan NH 4 OH (basa lemah)
PEMBAHASAN NETRALISASI

 Netralisasi Limbah Cair

Netralisasi digunakan untuk membuat limbah menjadi memiliki pH antara 6,0


– 9,5. Karena diluar pH itu limbah bersifat racun bagi kehidupan air. Pada
proses netralisasi ini digunakan bahan tambahan larutan kimia asam atau
larutan kimia basa. Menurut tingkat kadar pH dalam suatu limbah air,
limbah cair terbagi menjadi dua yaitu :

 Limbah cair yang bersifat asam


 Limbah cair yang bersifat basa
PEMBAHASAN NETRALISASI
 Limbah cair yang bersifat asam

Netralisasi limbah cair yg bersifat asam dapat dinetralisasi dengan melewatkan


limbah pada unggun batu kapur, setelah ditambahkan kapur padam Ca(OH) 2 , soda
kaustik NaOH, atau soda abu Na 2 CO 3 . Bahan yang sering digunakan dalam proses
pengolahan limbah cair yang bersifat asam adalah :

 NaOH (Natrium Hidroksida)


 Ammonia
 Na 2 CO 3 (Natrium Karbonat)
 CaCO 3 (Kalsium Karbonat)
 Ca(OH) 2 (Kalsium Hidroksida)

Contoh reaksi netralisasi limbah yang bersifat asam (mengandung H 2 SO 4 )


H 2 SO 4 + Ca(OH) 2 → CaSO 4 + 2 H 2 O
PEMBAHASAN NETRALISASI
 Limbah cair yang bersifat basa

Netralisasi limbah cair yg bersifat basa dinetralkan dengan asam mineral kuat
seperti H 2 SO 4 , HCl, atau dengan CO 2 . Bahan yang sering digunakan dalam proses
pengolahan limbah cair yang bersifat basa adalah :

 H 2 SO 4 (Asam Sulfat)
 HCl (Asam Klorida)
 SO 2 (Sulfur Dioksida)
 HNO 3 (Asam Nitrat)
 H 3O 4

Contoh Reaksi netralisasi limbah yang bersifat basa (mengandung NaOH)


HCl + NaOH → NaCl +H 2 O
PEMBAHASAN NETRALISASI

Proses netralisasi bertujuan untuk melakukan perubahan derajat keasaman


(pH) air limbah. Proses ini dilakukan pada awal proses (pengkondisian) air limbah
sebelum dilakukan proses lanjutan atau pada akhir proses sebelum air limbah
dibuang ke lingkungan dalam rangka memenuhi standar baku mutu air limbah yaitu
pH 6-9.

Jenis-jenis proses netralisasi meliputi :


 Pengadukan limbah asam dan basa
 Netralisasi limbah asam dengan serbuk batu marmer
 Pengadukan asam dengan lumpur aktif
 Pengadukan dengan limbah alkalin
PEMBAHASAN NETRALISASI

 Contoh Proses Netralisasi

Pada industri minyak proses netralisasi juga sering digunakan yakni


untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak, dengan cara
mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya sehingga
membentuk sabun (soap stock). Pemisahan asam lemak bebas dapat juga
dilakukan dengan cara penyulingan yang dikenal dengan istilah de-
asidifikasi. Tujuan proses netralisasi adalah untuk menghilangkan asam lemak
bebas (FFA) yang dapat menyebabkan bau tengik.
PEMBAHASAN NETRALISASI

 Salah satu contoh proses pengolahan ar limbah industri  Dengan tahapan –tahapan
yang menggunakan proses netralisasi di dalamnya adalah prosesnya meliputi :
sebagai berikut :

 Equalisasi ( Penyetaraan )
 Netralisasi (Penetralan)
 Presipitasi (Penambahan
bahan kimia)
 Sedimentasi ( Pengendapan )
 Aerob - Fakultatif
 Bak Kontrol Effluent
PEMBAHASAN NETRALISASI

 Proses Netralisasinya adalah sebagai berikut :

Setelah air limbah sudah mengalami proses homogenisasi


karakteristiknya maka dilakukan proses netralisasi. Netralisasi bertujuan agar
pH air limbah berada pada kondisi netral sehingga mudah untuk diolah. pH
yang diinginkan sekitar 6,5-8,5 agar pada saat proses aerobik pH tersebut
optimal bagi mikroorganisme.
Netralisasi diberikan dengan menambahkan larutan kimia tergantung
pH awal limbah, jika asam maka ditambahkan NaOH dan jika basa ditambah
H 2 SO 4 . Pada proses ini akan terbentuk endapan yang kemudian langsung
dialirkan pada bak sludge ( endapan hasil pengolahan limbah ) untuk
kemudian dikelola lebih lanjut.
KESIMPULAN

 Beberapa limbah industri umumnya bersifat asam/basa, sehingga memerlukan


proses netralisasai sebelum dialirkan ke proses lanjut atau dibuang ke badan
air penerima.

 Netralisasi digunakan untuk membuat limbah menjadi memiliki pH antara 6,0


– 9,5. Karena diluar pH itu limbah bersifat racun bagi kehidupan air. Pada
proses netralisasi ini digunakan bahan tambahan larutan kimia asam atau
larutan kimia basa. Selain digunakan pada pengolahan air, proses netralisasi
juga umumnya digunakan pada proses industry minyak