Anda di halaman 1dari 15

Manajemen

Pengendalian
Kebisingan
Disusun Oleh :
1. Abdul Malik Rambe
2. Ayu Astriani
3. Hendro Renaldi Oksadi
4. Permata Atika Sari
Definisi
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 :

Bising adalah bunyi yang tidak diinginkan dari


usaha atau kegiatan dalam tingkat atau waktu
tertentu yang dapat mengganggu kenyamanan
lingkungan dan dapat berimplikasi terhadap
Kesehatan manusia.

Kebisingan merupakan sebuah bentuk energi


yang bila tidak disalurkan pada tempatnya akan
berdampak serius bagi kesehatan manusia dan
Lingkungan.
Manajemen Pengendalian
Bising
Manajemen Pengendalian Bising adalah
merupakan salah satu kebijakan
perusahaan yang bertujuan mengurangi
noise /bising di sumber atau jalur
perambatan suara di area pekerja,
sesuai Undang- Undang No.1 tahun 1970,
tentang Keselamatan Kerja.
kebijakan dari pihak manajemen
perusahaan meliputi:
1) Kebijakan yang menyangkut keselamatan da
n kesehatan kerja pekerja,
2) Kebijakan yang menyangkut plant dan equip
ment/alat
3) Kebijakan-kebijakan yang menyangkut baha
n/material
4) Kebijakan yang menyangkut tentang prosed
ur,
5) Kebijakan yang menyangkut tentang pelestar
ian lingkungan
Dari kebijakan-kebijakan diatas maka pelaksanaan
program Noise Control Management atau Manaje
men Pengendalian Bising terdiri dari 5 (lima ) kom
ponen dasar, meliputi :

1) Pengenalan bahaya resiko bising


(Noise Hazard Regenition ).
2) Idenfikasi bahaya bising (Noise Ha
zard Identification),
3) Evaluasi bahaya bising (Noise Haz
ard Evaluation)
4) Pengendalian bahaya bising (Nois
e Hazard Control), dan
5) Pendidikan dan pelatihan karjawan
.
Cara mengetahui apakah tingkat pemaparan
yang sedang berjalan masih dibawah dari nilai
batas pemaparan yang diperbolehkan oleh
perundang- undangan

1) Identifikasi bahaya kebisingan yaitu mengidentifika


si daerah - daerah atau bagian- bagian dalam renca
na menurut dugaan kemungkinan terjadinya resiko k
ebisingan yang melebihi NAB= Nilai Ambang Batas.
2) Penilaian resiko dimulai dari perkiraaan : Potensiko
resiko bahaya bising, dan jumlah dan karakteristik ti
ngkat pemaparan.
3) Tinjauan manajemen dilakukan agar pihak manaje
men mengetahui perkembangan dalam sistem “Man
ajemen Pengendalian Bising” yang telah dibangun. P
ihak manajemen harus tahu hasil noise audit yang t
elah dilakukan, kinerja sistem, kecelakaan-kecelakaan
yang terjadi dan sebagainya
Jenis Paparan Bising:
1) Kontinu Noise/Bising Tunak, Yaitu noise secara terus
menerus dengan level spektrum yang konstan dengan
lama waktu pemaparan selama 8 jam kerja per-hari atau
40 jam per-minggu.
2) Intermittent Noise, Yaitu noise secara terputus-putus
dalam selang waktu tertentu, (3) Impact-Type Noise, Yai
tu Noise secara implusive yang sifatnya berupa kejutan. (
Olishifsky, J.B 1988 : 176),
3) Bising Fluktuatif. Tingkat kebisingan naik turun secara
cepat,
4) Bising Nada Tunggal. Merupakan bising yang dominan
pada sebuah frekwensi, Contoh ; bising motor pada
mesin, gear box, fan dan pompa,
5) Bising Frekwensi Rendah. Dominan pada rentang
frekwensi 8 – 100 Hz, tipeini terdapat pada mesin-mesin
diesel besar,kereta apai, poeer plant
PELAKSANAAN NOISE
CONTROL MANAGEMENT

Pelaksanaan Noise Control Management


atau Manajemen Pengendalian Bising
merupakan bagian dari Hearing Loss
Prevention Program (HLPP), yang sangat
berhubungan dengan kebijakan perusahan,
yang akan mempengaruhi produktivitas,
pemeliharaan,dan prosedur operasi mesin.
Akibat kerugian dari terpaparnya
bising di tempat kerja, antara lain ,
untuk perkerja dan pihak perusahaan
Pekerja :
Kehilangan kemampuan :
1) Pendengaran secara parmanen,
2) Tinnitus parmanen,
3) Masalah berkomunikasi di tempat ker
ja yang bising,
4) Meningkatnya kemungkinan terjadiny
a kecelakaan, dan,
5) Kelelahan dan stress
Lanjutan....
Perusahaan :
1) Klaim kompensasi Ketika seorang pekerja
didiagnosa mengalami kehilangan kemampu
an pendengaran akibat kebisinngan, peru
sahaan menanggung kompensasi untuk
pekerja,
2) Produktivitas. Bising dapat secara langsung
mempengauhi tingkat produktivitas dengan
memperlambat performansi kerja dan mening
katnya jumlah keselahan saat bekerja,
3) Resiko kecelakaan. Bising dapat menjadi
kontribusi dalam kecelakaan industry, yaitu s
aat keselamatan pelaksanan pekerjaan berga
ntung pada komunikasi suara, dan bising
akan menjadi ancaman untuk keselamatan.
Pengukuran Tingkat Bising

Untuk mengetahui besarnya intensitas


kebisingan di tempat kerja digunakan alat
“Sound level meter “, dan “Dosimeter”
dipakai untuk menghitung paparan bising yang
selma jam kerja, sedangkan alat untuk menguji
pendengaran dinamakan “Audiometer “ yang
diujikan pada kedua belah telingah secara
bergantian. Hasil pengujian dapat berupa
“ audiometric sheet “
s
k
Nilai Ambang Batas Kebisingan e
b
Peraturan Menaker tran SE-01/1978, menet i
s
apkan ambang batas kebisingan maksimal i
n
dan waktu dengar sbb ; g
Peraturan Menaker tran SE-01/1978, menetapkan ambang batas kebisingan maksimal dan waktu den a
Intensitas Bunyi
gar sbb:
Batas waktu n
dengar m
a
82 dB 16 jam k
85 dB 8 jam s
i
88 dB 4 jam m
91 dB 2 jam a
l
97 dB 1 jam d
100 dB ¼ jam a
n
w
Teknik pengendalian bising
Setelah melakukan identifikasi bahaya bising,urutan lang
kah yang diambil dala melakukan teknik pegendalian kesi
singan adalah sebagai berikut :
1. Melakukan studi kelayakan
2. Memilih metode, bahan-bahan termasuk desain dan
instalasi berbagai protipe yang dibutuhkan
3. Melakukan evaluasi terhadap metode pengendalian
bising yang hendak diaplikasikan dan melakukan mo
difikasi yang dianggap perlu
4. Mengimplementasikan perubahan dan modifikasi
final
5. Melakukan evaluasi terhadap sistem yang akan digu
nakan terhadap peraturanperaturan yang berlaku
KESIMPULAN
Kebijakan perusahan dalam pelayanan keselam
atan kerja dan kesehatan kerja diindustri harus
bersifat dinamis dan progresif sesuai dengan
perkembangan teknologi dan kekuatan ekonomi
menurut ukuran masing- masing perusahaan.

Manajemen Pengendalian Bising adalah


merupakan salah satu kebijakan perusahaan
yang bertujuan mengurangi noise /bising di
sumber atau jalur perambatan suara di area pek
erja, sesuai Undang- Undang No.1 tahun 1970,
tenang Keselamatan Kerja.
TERIMA KASIH