Anda di halaman 1dari 35

BAGI ILMUWAN BAGI ILMU

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

KEHIDUPAN
GUNA/MANFAAT ILMU PENGETAHUAN
MENURUT HINDU

Agama dan Ilmu Pengetahuan sama-sama alat untuk


mendekati kebenaran yang merupakan sifat kuasa Tuhan (
Rg. Veda I.164.46)

Walaupun seandainya engkau paling berdosa di antara manusia


yang memikul dosa, dengan perahu Ilmu Pengetahuan, lautan dosa
akan engkau sebrangi ( Bhagawad Gita IV.36)

…………Dengan memiliki Ilmu Pengetahuan ia akan


menemui kedamaian yang abadi ( Bhagawad Gita
IV. 39)

Persembahan berupa Ilmu Pengetahuan, wahai arjuna, lebih mulya


dari persembahan materi, dalam keseluruhannya semua kerja ini
akan mendapat apa yang diinginkannya dalam Ilmu Pengetahuan
(Bhagawad Gita IV.33)
MANFAAT ILMU PENGETAHUAN
MENURUT HINDU

Dapat membedakan
yg baik dan buruk,
BIJAKSANA , KECERDASAN MEMILIKI WAWASAN KE DEPAN
KEMAMPUAN MEMPREDIKSI

MENINGKATKAN
KESEJAHTRAAN DAN MAMPU MENGENDALIKAN IDRIYA,
KEMAKMURAN MASYARAKAT MENGHANCURKAN KEBODOHAN

PERLU DIKAJI MAKNA HARI RAYA SARASWATI


CARA ILMU MENYELESAIKAN MASALAH

Memudahkan DENGAN BANTUAN


TEORI
kehidupan

DENGAN Mengidentifikasi
BANTUAN memecahkan
TEKNOLOGI
persolan
KEKUASAAN
KEKUASAAN atas
atas ALAM
MANUSIA

KEKUASAN atas
KEBUDAYAAN
ILMU DAN NILAI

Ilmu bebas nilai Ilmu terikat nilai

ilmu tidak memihak Ilmu harus tunduk


dan tidak terikat pada nilai-nilai yang ada
oleh nilai yang dalam masyarakat
ada dalam masyarakat
BAGAIMANA SEBAIKNYA ,
ILMU ITU BEBAS atau TERIKAT NILAI ?

Jika ilmu itu BEBAS NILAI atau TIDAK BEBAS NILAI,


apa imlikasinya bagi kehidupan kita?

Dapatkah atau haruskah,


Ilmu itu bersifat netral atau bebas nilai ?

Dapatkah kita menerima suatu Ilmu


yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan nilai ?
Klaim Ilmu Pengetahuan yang NETRAL, BEBAS NILAI
menyeret manusia modern untuk melihat manusia
dan lingkungannya sebagai obyek semata

Perkembangan Ilmu Pengetahuan (teknologi) yang begitu pesat


sering melupakan faktor MANUSIA
Teknologi berkembang tidak seiring dengan perkembangan dan
kebutuhan manusia, tetapi manusialah yang menyesuaikan diri
dengan perkembangan teknologi

Ilmu Pengetahuan TIDAK HANYA menimbulkan gejala


DEHUMANISASI, tetapi juga mengubah HAKEKAT MANUSIA
ITU SENDIRI ( EX: Reproduksi, Kloning, dll)
1. Makanan
2. Pekerjaan
3. Beribadat
4. Perjalanan
5. Komunikasi
6. Perawatan Badan
7. Pelacakan privasi
manusia
8. Perumahan
9. Kejahatan
10.Hiburan
(Descrates)

(Darwin)
Alam adalah mesin yang bergerak secara mekanistik
sesuai dengan hukum gravitasi
tanpa campur tangan kekuasaan Ilahi
(HUKUM KAUSALITAS-MEKANIK)
( Newton)
“Seluruh
Susunan alam semesta ini berada di
bawah–Ku, ia diwujudkan berulang kali dan atas
kehendak-Ku, ia dihancurkan pada akhirnya”
(Bhagavatgita. 9. 8)

Kecermelangan Matahari yang menghilangkan kegelapan


seluruh dunia, berasal dari Ku. Dan kecermelangan Bulan
juga berasal dari Ku (Bhagavatgita . 15.12)

Aku masuk ke dalam setiap Planet, dan atas pengaruh


energiKu planet-planet tersebut tetap berada pada orbitnya
(Bhagavatgita . 15. 13)
Silakan Baca THE TAO OF PHYSICS ( Fritjof Capra)
ILMU: TERJADI PERGESERAN LEMPENGAN
BUMI

AGAMA: TUHAN marah dan hendak menghukum kita


Atau
Kita yang salah mohon ampunlah pada TUHAN
PERSPEKIF ILMIAH DAN RELIGIUS TENTANG KEBENARAN
TIDAK PERLU DIPERTENTANGKAN

Bencana tsunami dari perspektif Ilmu


merupakan peristiwa dalam dunia obyektif yang dapat dikalkulasi secara geologis,
sedangkan dari perseptif agama
memaknai tsunami secara transendental sebagai perjumpaan dengan hal-hal yang
melampoi rasionalitas

Sebaiknya ilmu jangan mempersoalkan kebenaran


transendental

agama jangan berpretensi untuk menjadi sains yang


memberikan penjelasan kebenaran faktual.

(Budhi Hardiman, Kompas 14 Desember 2006)


PERSPEKIF ILMIAH DAN RELIGIUS TENTANG KEBENARAN
TIDAK PERLU DIPERTENTANGKAN

Tidak perlu mempertarungkan antara agama dan


ilmu dalam masalah-masalah seperti teori
evolusi, teori penciptaan, dll

Ilmu dan agama dapat diposisikan sebagai dua


perspektif yang berbeda dalam menjelaskan
dunia dan kehidupan
PERSPEKIF ILMIAH DAN RELIGIUS TENTANG KEBENARAN
TIDAK PERLU DIPERTENTANGKAN

KEDUANYA SAMA PENTING DAN BERMAKNA


PADA TAHAP TERTENTU ADA HUBUNGN – HUBUNGANNYA

Perspektif ilmiah
Melihat alam sebagai dunia obyektif. Fakta-fakta
tunduk pada hukum alam,dengan persepektif tersebut
dibuat ramalan

Perspektif religius
Melihat alam dalam kaitan dengan kenyataan
dan penghayatan eksistensial. BUkan
kebenaran faktual, tetapi kebenaran
transendetal
SUYEKTIF OBYEKTIF

Absolut, tidak Kritis Kritis

TERTUTUP TERBUKA

DOMINASI LAKI-LAKI ATAS PEREMPUAN EMANSIPASI

BUMI sebagai poros MATAHARI sebagai


poros sistem
sistem keplanetan keplanetan

TUHAN menciptakan Alam


Teori BIG BANG
Semesta (AUM)
Big Bang Konon tidak ada dentuman
(dentuman besar) apapun yang terdengar,
Fred Hoyle 1950 pendengarpun belum ada

SUARA
PENCIPTAAN DAN
AUM (OM)
PENGGERAK A = Simbul Penciptaan Materi
ALAM SEMESTA
U = Simbul Pemeliahaan Energi
M = Simbul pendaur ulangan

Mantra bukan jampi-jampi, melainkan


alat untuk menenangkan pikiran
Antara
AGAMA dan ILMU

TERPISAH, TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI


DAN TIDAK SALING MENCAMPURI

Dua aspek kehidupan yang benar-benar terpisah

TIDAK SALING MENILAI MENURUT STANDAR MASING-MASING


Antara
AGAMA dan ILMU

Keyakinan agama ILMU bergantung


bergantung pada pada penemuan
kehendak TUHAN, MANUSIA

ILMU: MENYELIDIKI SEBAB-


AGAMA: TUHANLAH YANG AKIBAT DARI KEJADIAN
MEMELIHARA DAN MENGATUR ALAM
KEJADIAN DI ALAM INI.
ILMU dibangun berdasarkan
AGAMA dibangun pengamatan dan penalaran
berdasarkan WAHYU manusia
TUHAN
Antara
AGAMA dan ILMU

Bahasa Agama menawarkan jalan Bahasa Ilmu mengajukan


hidup dan seperangkat pedoman pertanyaan Bagimana yang
serta mendorong kesetiaan pada Obyektif, rasional, melakukan
prinsip moral prediksi dan kontrol

ILMU dan Agama adalah dua perspektif yang saling melengkapi

Terjadinya KONFLIK antara Agama dan Ilmu dapat


dihindari
DIALOG dapat terjadi ketika ILMU menyentuh persolan diluar
wilayahnya sendiri,
misalnya : MENGAPA ALAM SEMESTA SERBA TERATUR DAN DAPAT
DIPAHAMI?
BENARKAH TUHAN ITU ADA ?

Doktrin penciptaan merangsang kegiatan ilmiah


MIS: Teori Evolusi, Teori Big Bang, dll

Alam diciptakan oleh Tuhan,


tetapi manusia diperbolehkan bereksperimen dengan alam
Data Agama (pengalaman keagamaan, ritual, teks kitab suci)
diwarnai oleh penafsiran sacara konseptual
( mis: SEMIOTIKA, HERMEUNETIKA)

Kesejajaran antara, manfaat Ilmu dan manfaat agama


Mis: UNTUK KEBAHAGIAAN DAN KESEJAHTRAAN

Ilmuwan dan Agamawan bisa sebagai


MITRA DIALOG dalam mengkaji
persoalan-persoalan dunia.
Antara agama dgn ilmu bisa
terjadi INTEGRASI

Tuhan hanya dapat diketahui dari wahyu dalam kitab suci,


tetapi EKSISTENSI TUHAN dapat diketahui dari NALAR

TUHAN dan ILMU sama-sama


DALAM PROSES PENCIPTAAN

Beberapa Ilmuwan berangkat dari tradisi keagamaan tertentu,


dan beragumen bahwa beberapa keyakinan dapat dirumuskan
kembali dengan penjelasan ilmiah
Ilmuwan Ateis
Mengambil sikap konflik dengan agama dan menggambarkan alam
yang tidak berpeluang bagi eksistensi TUHAN dan menyingkirkan
Tuhan dalam penyelenggaraan alam

Iluwan Religius
Menggambarkan alam sebagai karya Ilahi yang Agung, yang indah,
yang serasi, yang harmoni, dan penuh keteraturan