Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 11

NIA FACHRUNNISA
FARIJAL ZAMZAMI
HABIBAH SABRINA H.
NURJANNATUN THAJRI
Data Pasien
No Uraian
1 Nama Tn. MNC
3 Tanggal Lahir 30/12/1998
4 Usia 18 tahun
5 Alamat Jl. Sunter Bentengan No 41
6 Berat Badan 35 Kg
7 Tinggi Badan 160 cm
8 Tanggal Masuk RS 14 Desember 2016
9 Tanggal Keluar RS -
12 Alasan masuk RS Kedua tungkai bawah tidak dapat digerakkan
13 Diagnosa Spinal Cord Injury komplikasi spondilitis tuberkulosis, paraplesi.

14 Riwayat penyakit -
15 Riwayat alergi Tidak ada
16 Riwayat penggunaan Obat Tuberculosis
obat
 Keluhan Utama / Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien merasa kesemutan dan kaki sulit
digerakkan.
 Sejarah Pengobatan dan Penyakit
Pasien jatuh dari motor, mulai Juli 2016 mengalami
kesemutan di kaki dan kaki sulit untuk digerakkan.
Obat yang pernah digunakan adalah Obat Anti
Tuberkulosis selama 6 bulan.
 Diagnosa Dokter
Hasil diagnosa dokter terhadap kondisi pasien Tn.
MNC ini adalah pasien mengalami spondilitis
tuberculosis yang disertai dengan paraplegia.
Riwayat Pengobatan
No NAMA OBAT REGIMEN DOSIS TGL MULAI TGL STOP
PATEN/GENERIK WAKTU DOSIS
A OBAT NON PARENTERAL
1 Zinkid® 1x 20 mg 14/12 18/01

2 Asam Folat 1x 1 mg 14/12


3 Parasetamol 3x 500 mg 04/01 16/01

4 Mecobalamin 3x 500 04/01


mcg
5 Lioresal® 3x 5 mg 05/01 23/01

6 Ondansentron 2x 8 mg 07/01
7 Levofloxacin 1x 250 mg 16/01 (selama 14
hari)
8 2 FDC 1x (a.c) 2 tab 12/01
3x seminggu :
Senin, Rabu,
Jum’at
9 Curcuma 3x 1 tab 18/01

10 Ranitidin 2x 1 tab 17/01

11 Etambutol 1x (3x 500 mg 20/01


seminggu :
Senin, Rabu,
Jumat)
Kegunaan Obat
1. Zinkid®  sumber nutrisi
2. As. Folat  sumber nutrisi
3. Paracetamol  Analgesik
4. Mecobalamin  Sumber vitamin
5. Lioresal® (Baclofen)  spastisitas otot rangka
6. Ondansetron  antiemetik
7. Levofloxacin  Antibiotik
8. 2 FDC  Anti tuberkolusis
9. Curcuma  peningkat sistem imun
10. Ranitidin  anti ulserasi
11. Ethambutol  Anti tuberkolusis
Drug Related Problem
1. Obat tanpa indikasi : -
2. Indikasi tanpa obat : -
3. Dosis kurang : -
4. Dosis berlebih : -
5. ES yang tidak diinginkan : mual dan
muntah akibat penggunaan obat anti
tuberkolusis (OAT)
7. Interaksi Obat

- Levofloxacin dengan zink dan curcuma


- Ondansetron menurunkan efek rifampisin
Etiologi patofisiologis
Muntah merupakan suatu refleks kompleks yang
diperantarai oleh pusat muntah di medula oblongata otak.
Muntah dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain
karena distensi berlebihan atau iritasi, atau kadang-kadang
sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi oleh emetik (
bahan yang menyebabkan muntah), misalnya pekak, hipoksia
dan nyeri, muntah juga terjadi karena melalui perangsangan
langsung bagian-bagian otak yang terletak dekat dengan
pusat muntah di otak.
Obat-obat tertentu mencetuskan muntah dengan
megaktifkan pusat ini, yang disebut chemoreceptor trigger
zone, yang terletak di dasar ventrikel keempat. Ketika terjadi
kontraksi yang berlebihan di daerah intestinumdan gaster,
maka getaran ini akan dihantarkan oleh saraf menuju ke pusat
muntah. Peningkatan akitivitas ini terjadi pada daerah trigger
zone. Obat-obat tertentu mencetuskan muntah dengan
mengaktifkan chemo receptor trigger zone, yang terletak di
dasar ventrikel keempat.
Tujuan Terapi
Untuk menghilangkan mual dan muntah
akibat penggunaan obat anti tuberkolusis
(OAT).
Rencana Asuhan Kefarmasian
 Penggantian Ondansetron dengan
Granisetron.
- Ondansetron menurunkan efek rifampisin,
sehingga diganti dengan Granisetron
- Granisetron merupakan antiemetik golongan
reseptor 5-HT, dan merupakan antiemetik
yang paling efektif
- Memiliki aktivitas yang sama dengan
ondansetron, akan tetapi efek samping lebih
sedikit dibanding ondansetron
- Granisetron aman digunakan bersama
benzodiazepin, anti tukak dan neuroleptik.
Juga tidak memperlihatkan interaksi dengan
kemoterapi yang menyebabkan muntah.
Tidak ada studi interaksi spesifik pada pasien
yang dianestesi, tetapi granisetron aman
digunakan bersama anestesi dan analgesik.
Aktivitas sitokrom P450 subfamili 3A4
(metabolisme analgesik narkotik) tidak
dipengaruhi oleh granisetron.
- Granisetron tidak berinteraksi dengan
penggunaan OAT pada pasien
 Levofloxacin harus dihindari
Karena menyebabkan pembentukan kompleks
jika dikonsumsi bersamaan dengan zink dan
curcuma
 Tidak ada nafsu makan, mual, sakit perut
akibat Rifampisin  Obat diminum, malam
sebelum tidur
 Kesemutan hingga rasa terbakar di kaki
akibat INH (dalam FDC)  Beri vitamin B6
(piridoxin) 100 mg per hari
Kesimpulan
 Penggunaan Ondansetron menurunkan efek
rifampisin, sehingga harus diganti dengan
obat lain yang memiliki aktivitas sama akan
tetapi dengan efek samping minimal
 Granisetron merupakan antiemetik golongan
reseptor 5-HT, dan merupakan antiemetik
yang paling efektif, serta memiliki aktivitas
yang sama dengan ondansetron, sertaefek
samping lebih sedikit
 Pada kasus ini, peggunaan Levofloxacin juga
harus dihindari karena menyebabkan
pembentukan kompleks jika dikonsumsi
bersamaan dengan zink dan curcuma