Anda di halaman 1dari 13

Using Science and Technology to

Reestablish Species Lost in Nature


• Perkembangan sains dan teknologi memiliki
peran penting dalam konservasi berbagai jenis
spesies.
• Perkembangan teknologi seperti proses
cryogenic, transplantasi embrio, inseminasi dan
proses klinikal lainnya.
• Mesikpun perkembangan teknologi tersebut
sangat dibutuhkan, tetapi belum ada teknologi
yang benar-benar dapat diaplikasikan dalam
konservasi spesies.
2 Metode penting dalam konservasi:
• Captive propagation of wild species
• Reintroduction of individuals produce in
captivity into vacant habitat
Captive propagation of wild species
• Captive breeding : kegiatan yang merupakan
proses menghasilkan telur dari induk yang
dipelihara di dalam kandang
• Sekitar 290 spesies burung raptors dan
beberapanya adalah spesies yang terancam
punah seperti California condor (Gymnogyps
californianus) dan Mauritius kestrel (Falco
punctatus) semakin terancam seiring dengan
ketertarikan manusia terhadap raptor
tersebut.

Falco punctatus
Gymnogyps californianus
• Captivity diibutuhkan untuk
mempertahankan spesies-spesies
tersebut.
• Pada 1942, captivity pertama yang
pertama kali berhasil menghasilkan
anakan peregrine falcon.
• Pada 1965, terdapat 23 spesies
raptor diurnal yang berhasil
ditetaskan.
• Sejak 1975, setidaknya dari 12
spesies dapat menetaskan lebih
dari 100 anakan melalui captivity.

Peregrine Falcon
Reintroduction
• Reintroduction :
Pelepasan kembali spesies hasil captive breeding
di habitat aslinya (alam)
• Pada tahun 1980, di Amerika Utara, sebanyak
119 percobaan untuk menstabilkan spesies
raptor, 39 spesies dapat bertahan di
lingkungannya.
• Di Eropa, dari 69 percobaan, terdapat 27
spesies yang berhasil.
• Di Kepulauan Hawaii, dari 162 percobaan,
terdapat 45 spesies yang berhasil
• Di New Zeland, dari 143 percobaan, terdapat
48 spesies yang berhasil
• Di Australia, dari 96 percobaan, terdapat
32spesies yang berhasil
• Dari data tersebut, dapat disimpulkan setelah
pelepasan, beberapa spesies dapat bertahan
hidup jika bisa beradaptasi dengan lingkungan
barunya (alam bebas), dapat menempati
perannya di ekosistem dan tidak mengganggu
spesies lain.
• Burung raptor yang dapat berhasil melewati
musim dingin pertamanya, akan dapat
bertahan di musim semi dan musim panas.
• Anakan hasil captive breeding yang berhasil
dilepaskan semakin bertambah tiap tahunnya.
Captive Breeding in Wildlife
Management
• Pada tahun1956-1958, 350.000 Coturnix
coturnix dilepaskan di alam bebas, tetapi tidak
ada satupun yang bertahan.
2 Faktor penyebab kegagalan reintroduction di
alam bebas :
• Spesies tidak dapat beradaptasi dengan baik di
alam
• Rendahnya pengetahuan tentang tingkah laku,
fisiologis dan proses ekologis yang dibutuhkan.