Anda di halaman 1dari 14

Chapter 31 : Konservasi

Keanekaragaman Hayati Di Kebun Raya

• Metode konservasi sumberdaya hayati terdiri


atas konservasi in situ dan konservasi ex situ
(in vivo dan in vitro).
• Tujuan konservasi berkaitan dengan
sistematika, ekologi atau evolusi.
• Metode genetika molekular dapat
berkontribusi terkait konservasi gen, spesies
dan ekosistem.
• Kebun raya, kebun binatang dan aquarium
merupakan fasilitas metode konservasi ex situ
konvensional.

• Fasilitas ini menyediakan bukan hanya tempat


perlindungan untuk spesies langka serta
spesimen tetapi juga memiliki nilai
pendidikan.
• Kebun raya dijadikan pengembangan tanaman
atau hewan tertentu dengan luas area yang
minim berdasarkan prinsip ekologis dan
biogeografi.

• Fasilitas ini memberikan informasi bagi


masyarakat mengenai status ancaman pada
spesies langka dan faktor-faktor yang
menimbulkan ancaman dan membahayakan
kehidupan spesies.
• Bila dibandingan dengan hewan, konservasi
eks situ pada tanaman relatif lebih mudah dan
tidak mahal. Hal ini dikarenakan tanaman tidak
memerlukan kandang dan genotipnya dapat
dipertahankan dalam waktu yang lama melalui
perbanyakan.

• Untuk tumbuhan, metode konservasi dapat


menggunakan materi reproduktif individu atau
tegakan yang terletak diluar populasi
terdahulu.
Amorphopallus titanum yang ada di kebun raya Bogor

Pesona Wisata Samarinda Anggrek Hitam


Koleksi Kebun Raya Unmul Samarinda
Metode Konservasi Ex situ
• Peran ilmu genetika diterapkan bersama
teknologi untuk melakukan konservasi ex situ.
• Tanaman yang akan dikonservasi secara ex situ
dapat menggunakan metode:
1. Bank benih atau tepungsari,
2. Kultur jaringan
3. Bank klon,
4. Populasi pemuliaan.
1. Bank benih atau penyimpanan benih merupakan
metode yang diterapkan pada lingkungan yang
terkendali. Dengan pengendalian temperatur
dan kondisi kelembaban, benih beberapa spesies
yang disimpan akan tetap hidup untuk beberapa
dekade.
Metode ini merupakan konservasi yang utama
pada tanaman pertanian dan mulai
dipergunakan untuk spesies pohon hutan.

2. Bank gen, bank klon merupakan jenis konservasi


statis yang menghidarkan perubahan genetik.
3. Kultur jaringan, metode ini tergolong mahal namun bila
penyimpanan secara kriogentik (cryogenic storage),
maka akan terjamin hasilnya. Penyimpanan kriogenik
merupakan preservai bahan biologis dalam cairan
nitrogen pada suhu 150oC – 196oC.

4. Pemulihan populasi, yaitu mendapatkan individu baru


melalui breeding atau perkawinan antar individu yang
diinginkan. Individu-individu unggul ini merupakan hasil
pemuliaan tanaman secara konvensional. Artinya, sifat-
sifat unggul ditemukan dengan cara persilangan sampai
beberapa generasi tanaman.
Dampak Genetik dari Konservasi Ex

• Dampak negatifnya adalah spesies akan


mengalami pengurangan kemampuan
adaptasi genetik dan mutasi untuk bertahan
hidup bila spesies tersebut dilepaskan ke
habitat alami yang selalu berubah.
Peran Kebun Raya Dalam Upaya
Konservasi

• Keberadaan kebun raya memiliki peran


penting dalam melindungi tanaman dari
kepunahan, karena kebun raya menjadi
tempat perlindungan dari sekitar 40% dari
tanaman langka. Paling tidak di seluruh dunia,
kebun raya telah memberikan perlindungan
100.000 spesies tanaman langka dari
kepunahan.
• Kebun Raya Indonesia menjadi pelopor dalam
banyak aspek dari riset konservasi tanaman
tropik.

• Kebun Raya Indonesia, bertanggung jawab


pada jenis botani, yang diutamakan
kelengkapan koleksi tanaman khas yang ada di
Indonesia.
• Kebun plasma nutfah, seperti pada PUSPITEK
menekankan pada tumbuhan yang berpotensi
ekonomi. Oleh karena itu ditanam populasi jenis
untuk meningkatkan keanekaragaman plasma
nutfah.

• Arboretum merupakan koleksi botani yang


khusus hanya di isi dengan koleksi jenis
pepohonan. Karena sifatnya dapat pula
keanekaragaman pohon diwakili didalamnnya,
sehingga arboretum dapat berfungsi sebagi
kebun pohon-pohon hutan.
Kebun Raya Bogor di Indonesia

Garden By The Bay di Singapura


Brooklyn Botanic Garden
di New York

Royal Botanical Garden


di London