Anda di halaman 1dari 10

PENGUKURAN KINERJA AKTIVITAS

Ukuran Ukuran
keuangan Nonkeuangan

 berpusat pada tiga dimensi utama, yaitu efisiensi,


kualitas dan waktu.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT

 Laporan Biaya Bernilai Tambah Dan


Tidak Bernilai Tambah
System akuntansi perusahaan harus dapat
membedakan antara biaya bernilai tambah dan tidak
bernilai tambah. Untuk itu, diperlukan system yang
dapat digunaka untuk mengidentifikasi, mengukur,
dan melaporkan biaya yang bernilai tambah dan
tidak bernilai tambah.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT
Biaya bernilai tambah dapat dihitung dengan formula berikut ini.

Sedangkan biaya tidak bernilai tambah dapat dihitung dengan formula berikut ini.

Keterangan:
KS = Kuantitas sesungguhnya output penambah nilai untuk sebuah
aktivitas.
HS = Harga standar per unit untuk ukuran output aktivitas.
KA= Kuantitas actual atau sesungguhya output sebuah aktivitas yang
digunakan (jika sumber daya disediakan sebanyak yang dibutuhkan)
atau jumlah sesungguhnya kapasitas aktivitas yang dimiliki (jika sumber
daya disediakan terlebih dahulu untuk digunakan).
ACTIVITY BASED MANAGEMENT
Data aktivitas PT Pluto.

Kuantitas Kuantitas
Aktivitas Pemicu Aktivitas Harga Standar
standar Sesungguhnya
Penggunaan mesin Jam produksi 10.000 12.000 Rp. 4.000
Pengerjaan ulang Jam pengerjaan ulang 0 10.000 900
pengesetan Jam pengesetan 0 6.000 6.000
penginspeksian Jumlah inspeksi 0 4.000 1.500

keterangan:
Asumsi yang digunakan adalah harga standar sama dengan harga sesungguhnya.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT
Laporan biaya bernilai tambah

Biaya Bernilai Biaya tidak Biaya


Aktivitas
Tambah Bernilai Tambah Sesungguhnya
Penggunaan mesin Rp.40.000.000 Rp.8.000.000 Rp. 48.000.000
Pengerjaan ulang - 9.000.000 9.000.000
Pengesetan - 36.000.000 36.000.000
Inspeksi - 6.000.000 6.000.000
Total Rp.40.000.000 Rp.59.000.000 Rp.99.000.000
ACTIVITY BASED MANAGEMENT

 Pelaporan biaya bernilai tambah dan tidak bernilai tambah pada saat
yang tepat dapat memicu manajer untuk mengelola aktivitas secara efektif.

 Pelaporan biaya ini mungkin dapat membantu manajer dalam upaya


meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, dan penentuan harga.
Misalnya, menurunkan harga untuk menghadapi pesaing menjadi lebih
memungkinkan jika ada peluang untuk mengurangi biaya tidak bernilai
tambah.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT
LAPORAN TREND

Manajer selalu ingin mengetahui apakah tindakan-tindakan yang


dilakukan untuk perbaikan aktivitas telah membawa hasil.

Contoh :
PT Pluto mulai melakuakan perbaikan terhadap empat aktivitas utama
tahun 2013. PT Pluto melakukan pendesainan ulang produk,
pemeliharaan mesin terjadwal, pelatihan karyawan untuk tenaga kerja
langsung pada proses perakitan, dan program evaluasi pemasok.
Kefektifan program-program tersebut dapat mengurangi biaya dan bisa
dilihat pada peraga 7.4. tahun 2012 digunakan sebagai tahun dasar.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT

PERAGA 7.4
Laporan trend biaya tidak bernilai tambah

Biaya Tidak Bernilai Tambah


Aktivitas 2012 2013 2014
Penggunaan mesin Rp.8.000.000 Rp.5.000.000 Rp. 3.000.000 (U)
Pengerjaan ulang 9.000.000 4.500.000 4.500.000 (U)
Pengesetan 36.000.000 24.000.000 12.000.000 (U)
Inspeksi 6.000.000 3.000.000 3.000.000 (U)
Total Rp.59.000.000 Rp.36.500.000 Rp.22.500.000 (U)

Keterangan U = Untung (selisih yang menguntungkan)


ACTIVITY BASED MANAGEMENT

Benchmarking

Benchmarking adalah suatu metode analisis yang dilakukan dengan cara


melakukan perbandingan suatu ukuran unit-unit yang berbeda dalam organisasi
yang melakukan aktivitas sama.
 Dalam benchmarking, digunakan praktik terbaik (best practice) sebagai standar
evaluasi kinerja.

Contoh :
Misalnya, output aktivitas pembelian diukur dengan menggunakan jumlah
order. Sebuah fasilitas pabrik menggunakan biaya pembelian sebesar
Rp100.000.000 dengan output sebanyak 5.000 order pembelian. Jika biaya
pembelian dibagi dengan jumlah order pembelian, maka didapatkan biaya per
order sebesar Rp20.000.
ACTIVITY BASED MANAGEMENT

Tujuan pendekatan ini adalah menjadi yang terbaik dalam melakukan


aktivitas dan proses. Idealnya, perbandingan dalam bentuk benchmarking
dilakukan dengan para pesaing atau industri lain.