Anda di halaman 1dari 22

BAB.2.

Pengenalan TANTANGAN
MANAJEMEN PERUBAHAN
Introduction to Challenges on Change Management
Modul 1 - Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan
Modul 2 - Pengenalan ”Resistance to Change”
Modul 3 - Bagaimana Cara Menghadapi Resistansi Terhadap
Perubahan/ Resistance to Change ?

PBP – Udiklat Jakarta


PBP – Udiklat Jakarta
PBP – Udiklat Jakarta
3. Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan

Pokok Bahasan/ Sub


No
Pokok Bahasan Hasil Belajar Kriteria Penilaian

3. Pengenalan Tantangan Setelah menyelesaikan Setelah menyelesaikan


Manajemen Perubahan pokok bahasan ini peserta pokok bahasan ini peserta
mampu : mampu :

Pengenalan Tantangan Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.1. Manajemen Perubahan Tantangan Manajemen Tantangan Manajemen
Perubahan Perubahan

Pengenalan Resistance Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.2. To Change Resistance To Change Resistance To Change

Bagaimana cara Memahami Bagaimana Memahami Bagaimana


menghadapi resistansi cara menghadapi cara menghadapi
3.3. terhadap perubahan/ resistansi terhadap resistansi terhadap
resistance to change? perubahan/ resistance to perubahan/ resistance to
change? change?

PBP – Udiklat Jakarta


2. Pengenalan TANTANGAN MANAJEMEN PERUBAHANPengenalan
2.1 Tantangan Manajemen Perubahan

Perubahan yang sangat cepat, dengan krisis berkesinambungan


merupakan tantangan dunia sekarang. Diperlukan Perubahan untuk
menghadapi tantangan dunia yang semakin besar. Seperti yang
selalu dikumandangkan: Perubahan menjadi satu hal yang tetap
ditengah-tengah situasi global yang tidak pernah tetap/selalu
berubah. Dalam melakukan manajemen perubahan, perusahaan
menghadapi tantangan manajemen perubahan itu sendiri baik dari
dalam maupun dari luar korporasi. ”Resistance to Change” menjadi
salah satu tantangan utama yang dihadapi korporasi yang
merupakan forces dari dalam perusahaan.

PBP – Udiklat Jakarta


Tantangan Manajemen Perubahan
Framework Organisasi – PESTEL Analysis

PBP – Udiklat Jakarta


Perubahan Organisasi/Korporasi
Pengambilan Keputusan Organisasi/Korporasi Meliputi
Keempat Rantai Nilai Fungsional / Functional Value Chain
(SDM, KEUANGAN, OPERASI, dan PEMASARAN)
Dilakukan Untuk Menghadapi Dampak Proses Bisnis Baru,
Perubahan Struktur Organisasi, Maupun Perubahan
Budaya Korporasi.

Functional Value Chain

PBP – Udiklat Jakarta


Tantangan Manajemen Perubahan
Framework Organisasi

PBP – Udiklat Jakarta


Tantangan Manajemen Perubahan
Framework Organisasi – 5 Forces Analysis

PBP – Udiklat Jakarta


BAB.2. Pengenalan TANTANGAN
MANAJEMEN PERUBAHAN
Introduction to Challenges on Change Management
Modul 1 - Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan
Modul 2 - Pengenalan ”Resistance to Change”
Modul 3 - Bagaimana Cara Menghadapi Resistansi Terhadap
Perubahan/ Resistance to Change ?

10

PBP – Udiklat Jakarta


3. Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan

Pokok Bahasan/ Sub


No
Pokok Bahasan Hasil Belajar Kriteria Penilaian

3. Pengenalan Tantangan Setelah menyelesaikan Setelah menyelesaikan


Manajemen Perubahan pokok bahasan ini peserta pokok bahasan ini peserta
mampu : mampu :

Pengenalan Tantangan Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.1. Manajemen Perubahan Tantangan Manajemen Tantangan Manajemen
Perubahan Perubahan

Pengenalan Resistance Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.2. To Change Resistance To Change Resistance To Change

Bagaimana cara Memahami Bagaimana Memahami Bagaimana


menghadapi resistansi cara menghadapi cara menghadapi
3.3. terhadap perubahan/ resistansi terhadap resistansi terhadap
resistance to change? perubahan/ resistance to perubahan/ resistance to
change? change?

PBP – Udiklat Jakarta


2. Pengenalan TANTANGAN MANAJEMEN PERUBAHAN
2.2. Pengenalan ”Resistance to Change”
Dalam Manajemen perubahan, ”Resistance to Change” menjadi salah satu tantangan utama dari organisasi. Organisasi menganggap
perubahan merupakan hal yang utama untuk ”SURVIVAL” dalam lingkungan kompetisi sekarang. Perusahaan mempersiapkan initiatip
perubahan untuk menghadapi perubahan lingkungan yang selalu berubah. Tingkat kesuksesan dan keunggulan kinerja organisasi
sangat tergantung pada kemampuan organisasi untuk melakukan alignment dari internalnya dengan Demand dari dunia luar.
Namun, adaptasi manusia terhadap perubahan sangatlah sulit terutama jika perubahan dimaksud mengganggu kenyamanan mereka.
Walaupun demikian, perubahan dapat diterima jika diinterpretasi dan dimengerti dengan benar. Manajemen dari resistansi pegawai
terhadap perubahan organisasi merupakan salah satu problema utama/ancaman terhadap suksesnya program perubahan.
Resistansi terhadap perubahan dapat dilihat sebagai masalah fungsional dimana para pegawai biasanya menyampaikan tuntutan,
penurunan kecepatan kerja, ancaman demo, dan hilangnya kesetiaan terhadap organisasi, yang menyebabkan turunnya produktivitas
dan meningkatnya ketidakhadiran.

Eccles (1994) menyatakan bahwa resistansi terhadap perubahan bisanya tergantung pada situasi dan fokus perubahan yang dihadapi.
Biasanya, Dewan Komisaris & Dewan Direksi tinggi resistansinya terhadap perubahan disebabkan takut kehilangan power, bonus,
maupun reputasi.
Kurt Lewin membahas resistansi terhadap perubahan di era tahun 1940an, yang berfokus pada aspek-aspek sifat individu yang harus
ditanggapi untuk mendapatkan perubahan organisasi yang efektip.
Terdapat empat (4) kategori penyebab dari Resistansi terhadap perubahan, sebagai berikut:
A.Psikologis
Persepsi negatip dari pegawai, frustasi, kebingungan, kecenderungan pada status quo, rasa takut, sinisme, dan ketidak
percayaan pada manajemen tertinggi merupakan faktor resistansi Psikologis terhadap perubahan (Kreitner, 1992; Dubrin&
Ireland, 1993), dan (Val dan Fuentes 2003)
B.Materialistik
Dent & Goldberg 1999 mencatat kehilangan remunerasi, kenyamanan, status dan ancaman keamanan pekerjaan sebagai
faktor materialistik Resistansi terhadap perubahan
C.Gangguan Tingkat Kapabilitas
Gangguan terhadap Kapabilitas, Tingkat Keahlian pegawai saat ini, dan pengetahuan yang dapat menjadi kadaluarsa menjadi
faktor Resistansi terhadap perubahan (Lawrence, 1986) dan (Val and Fuentes 2003).
D.Kekhawatiran terhadap Masa Depan Organisasi
Kekhawatiran pegawai terhadap Masa Depan Organisasi juga dicatat sebagai penyebab faktor Resistansi terhadap perubahan
dimana manajemen dan pegawai memiliki persepsi yang berbeda terhadap perubahan (Dubrin& Ireland, 1993).

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan ”Resistance to Change”

13

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan ”Resistance to Change”

”Resistansi Terhadap Perubahan Bisanya Tergantung Pada Situasi Dan Fokus


Perubahan Yang Dihadapi. Biasanya, Dewan Komisaris & Dewan Direksi Tinggi
Resistansinya Terhadap Perubahan Disebabkan Takut Kehilangan Power, Bonus,
Maupun Reputasi. Eccles (1994) 14

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan ”Resistance to Change”
#

15

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan ”Resistance to Change”
Sumber Resistansi

16

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan ”Resistance to Change”
# Sumber Resistansi

17

PBP – Udiklat Jakarta


BAB.2. Pengenalan TANTANGAN
MANAJEMEN PERUBAHAN
Introduction to Challenges on Change Management
Modul 1 - Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan
Modul 2 - Pengenalan ”Resistance to Change”
Modul 3 - Bagaimana Cara Menghadapi Resistansi Terhadap
Perubahan/ Resistance to Change ?

18

PBP – Udiklat Jakarta


3. Pengenalan Tantangan Manajemen Perubahan

Pokok Bahasan/ Sub


No
Pokok Bahasan Hasil Belajar Kriteria Penilaian

3. Pengenalan Tantangan Setelah menyelesaikan Setelah menyelesaikan


Manajemen Perubahan pokok bahasan ini peserta pokok bahasan ini peserta
mampu : mampu :

Pengenalan Tantangan Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.1. Manajemen Perubahan Tantangan Manajemen Tantangan Manajemen
Perubahan Perubahan

Pengenalan Resistance Memahami Pengenalan Memahami Pengenalan


3.2. To Change Resistance To Change Resistance To Change

Bagaimana cara Memahami Bagaimana Memahami Bagaimana


menghadapi resistansi cara menghadapi cara menghadapi
3.3. terhadap perubahan/ resistansi terhadap resistansi terhadap
resistance to change? perubahan/ resistance to perubahan/ resistance to
change? change?

PBP – Udiklat Jakarta


Mengatasi Resistensi
Strategi Mengatasi Resistensi terhadap Perubahan
( Kotter & Schlesinger – 1979 )

 Berikan  Libatkan
informasi kelompok  Explore  Negosiasi  Gunakan
ttg Perubahan -yg “kalah” area-area kan baik kekuasaan-  Paksa
dan merasa yg resisten formal utk secara
 Berikan dilupakan
alasan logis dan memanipulasi exkplisit &
 Partisipasi  Ajak
(rasional) dlm mengam informal kepatuhan implisit
utk bergabung
bil keputusan  Gunakan  Kombi  Ancam
 Edukasikan arbitrase (pihak nasikan cabut imbalan
Manfaat  Peroleh  Fasilitasi
Komitman perubahan ketiga) Ancaman  Berikan surat
 Lakukan dari sikap& perilaku dan teguran
pendekatan kelompok imbalan
yg lebih luas

Menurut teori ini, teknik yang berbeda-beda perlu diterapkan untuk kelompok
yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat resistensi masing-masing kelompok.

Manajemen Perubahan, Prof.Dr.Ismail Nawawi Uha, MPA,M.Si


Bagaimana Cara Menghadapi Resistansi
Terhadap Perubahan/ Resistance to Change ?

21

PBP – Udiklat Jakarta


Pengenalan Tindakan-tindakan Awal Dalam
Menghadapi Resistansi Terhadap Perubahan /
"Resistance To Change"
• KOMITMEN
Dari mulai CEO sampai Pegawai terendah harus mempunyai KOMITMEN pada program perubahan. KOMITMEN
dimulai di ATAS, sehingga kepemimpinan organisasi harus secara khusus memberikan TONE untuk suksesnya
implementasi. Satu saja dari tim LEADER yang tidak sepakat akan merusak seluruh proses perubahan.
• MANDAT PERUBAHAN
PERUBAHAN bukanlah PILIHAN. Dengan cara yang baik harus diinformasikan secara jelas bahwa PERUBAHAN
bukanlah PILIHAN, tapi KEHARUSAN.
• MASUKAN
Setiap individu yang terkena dampak penerapan perubahan haruslah diberikan kesempatan menyuarakan
pendapatnya yang dihargai bersama.
• AKUNTABILITAS
Setiap individu yang terkena dampak penerapan perubahan harus bertanggung jawab dalam melakukan
implementasi aktivitas perubahan sesuai perubahan individunya.
• PENGHARGAAN dan SELAMATAN
Implementasi yang sukses haruslah diinformasikan melalui kompensasi dan/atau penghargaan khusus. Organisasi
secara keseluruhan haruslah melakukan selamatan akan suksesnya implementasi program perubahan tersebut.
• EVALUASI
Pengujian sukses implementasi pada interval perencanaan merupakan keputusan strategis yang didesain untuk
mengukur tingkat kesuksesan sepanjang waktu dan membuat koreksi terhadap konsekuensi yang tidak diantisipasi.

22

PBP – Udiklat Jakarta