Anda di halaman 1dari 19

Mahasiswa PKPA Rumah

Sakit Labuang Baji

PRESENTASI KASUS BESAR


‘STRUMA’
BAJI DAKKA III

Novitasari
151 2017 0017
DEFINISI STRUMA

Struma adalah pembesaran


kelenjar gondok yang disebabkan oleh
penambahan jaringan kelenjar gondok
yang menghasilkan hormon tiroid dalam
jumlah yang banyak.
Kategori Penyakit Gondok
1. Grade 0:Normal Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar
maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak
teraba.
2. Grade IA Kelenjar Gondok tidak terlihat, baik datar
maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba
lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita.
3. Grade IB Kelenjar Gondok dengan inspeksi datar tidak
terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dan
dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IA.
4. Grade II Kelenjar Gondok dengan inspeksi terlihat dalam
posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari
Grade IB.
5. Grade III Kelenjar Gondok cukup besar, dapat terlihat pada
jarak 6 meter atau lebih.
Gejala Penyakit Gondok
o Penyakit gondok biasanya dapat dilihat secara kasat mata
dengan munculnya pembengkakan pada leher bagian depan
bawah, pada posisi dimana kelenjar tiroid berada Pada bayi
dan anak- anak gejala tambahan yang dapat dilihat adalah
gangguan tumbuh kembang dan kretinisme (kekerdilan).
o Penderita kurang iodium ringan dapat tidak mentrnjukkan
gejala apa-apa sehingga sering tidak disadari. Disamping itu
karena tak terasa sakit, kadang penyakit gondok ini sering
diabaikan.
Data Kasus
Berdasarkan hasil penelitian di berbagai daerah
di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 42 juta
penduduk di Indonesia tinggal di daerah endemis
gondok, yaitu daerah yang tanahnya kekurangan
iodium.
Manifestasi Klinik

keluhan seperti berdebar-


debar, keringat, gemetaran,
bicara jadi gagap, mencret,
berat badan menurun,
mata membesar, penyakit
ini dinamakan hipertiroid
(graves’ disease).
Etiologi Penyakit Gondok
1. Defisiensi iodium. Pada umumnya, penderita penyakit
struma sering terdapat di daerah yang kondisi air minum
dan tanahnya kurang mengandung iodium, misalnya daerah
pegunungan.
2. Kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa
hormon tyroid.
3. Penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia (seperti
substansi dalam kol, lobak, kacang kedelai).
4. Penghambatan sintesa hormon oleh obat-obatan (misalnya:
thiocarbamide, sulfonylurea dan litium).
Data Pasien
Nama rumah sakit Labuang baji

Ruangan rawat Baji dakka

Nama pasien St. Aminah

Jenis kelamin Perempuan

Umur 53 tahun

Alamat Bontang
Diagnosa Dokter

Struma / Gondok
Riwayat penyakit
• Benjolan 2 tahun yang lalu
• Hipertensi sejak 2 bulan yang lalu
Riwayat Penyerta : pernah melakukan
operasi hemoroid

Riwayat penggunaan obat


Diovan
Data Klinik
Pemeriksaan Nilai Tgl 4/4 Tgl 5/4 Tgl 6/4 Tgl 7/4 Tgl 8/4 Tgl 9/4
Normal

Tekanan 120/80
150/100 120/80 130/80 120/80 110/70 120/80
Darah mmHg

70-80 x/
Nadi 75 80 88 88 78 72
menit

16-24 x/
Pernafasan 20 20 20 20 20 20
menit

Suhu 36,5 oC 36,5 37,5 36,5 37,5 36,6 37


HASIL PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Pemeriksaan
Nilai Normal Tgl. 23/3/18

WBC 4,0-10,0 x 103/µl 12,5 x 103/µl


LYM% 20-40% 25 %
MXD% 2-8% 13,9 %
NEUTROFIL% 50-70% 61,1 %
Lk 4,5- 5,5 x 106 /µl
RBC 4,55 x 106 /µl
Pr 4,0-5,0 x 106 /µl
Lk 14-18 g/dL
HGB 13,5 g/dl
Pr 12-16 g/Dl
Lk 40-50 %
HCT 41,1 %
Pr 37-45 %
MCV 80-96 fl 90,3 fl
MCH 27-31 pg 29,7 pg
MCHC 32-37 g/dL 34. 2 g/dl
PLT 150-400 x 103 /µl 348 x 103 µl
RDW 37-54 fL 48,8 fL
PDW 10-18fL 10,6 fL
Lk 6,1-8,9 fL
MPV 9,0 fL
Pr 6,3-9,1 fL
P-LCR 16,9 %
LYM # 3,1 x 103 µl
MXD # 13,9 x 103 µl
NEUTROFIL # 7,7 x 103 µl
Penggunaan Obat Saat ini
No Nama obat Dosis Aturan Indikasi Tgl 4 Tgl 5 Tgl 6 Tgl 7 Tgl 8 Tgl 9
pakai

1 Infus RL 24 tpm Penambah  


elektrolit

2 Ranitidin tab 150 1x1 Tukak 


mg lambung
3 alprazolam 0,5 mg 1x1/2 Gangguan 
kecemasa
n
3 Diovan tab 80 mg 1x1 hipertensi 
4 ceftriaxom 2 gr/iv 1 profilaksis 
amp/24
jam
5 Dextrose 5 % 5% pengganti  
cairan
6 Santagesic iv 1 nyeri   
amp/iv
7 Ranitidin inj 1 tukak   
amp/24 lambung
jam
8 cefadroxil 500 2x1 infeksi   
mg bakteri
9 Asam 500 2x1 nyeri   
mefenamat mg
10 paracetamol 500 1x1 antipiretik 
mg
Pemantauan SOAP
Tgl Kondisi Masalah Terkait Obat Rekomendasi Keterangan
Klinis (Assassment) (Plan)
(S/O)
Subjektif;  Pemberian infus RL telah
4/4/18 Cemas sesuai untuk nutrisi
mengingat pasien akan
Objektif; dioperasi
TD: 150/100  Pemberian Ranitidin tab
N: 75 untuk pencegahan
P: 20 meningkatnya asam
S: 36,5 lambung.
 Alprazolam diberikan
untuk mengatasi
gangguan kecemasan
pada pasien . agar pasien
bisa tidur pada malam
hari.
 Pemberian diovan pada
pasien telah sesuai
melihat tekanan darah
pasien yang tinggi.
Lanjutan …

Tgl Kondisi Masalah Terkait Obat Rekomendasi Keterangan


Klinis (Assassment) (Plan)
(S/O)

Subjektif;  Pemberian Dextrosa 5 %


5/4/18 Lemah, Nyeri untuk pasien telah sesuai
pada luka karena melihat keadaan
operasi, pasien yang lemas akibat
meringis pasca operasi.
kesakitan.  Santagesic injeksi telah
sesuai diberikan untuk
meredakan nyeri pada
Objektif; pasien.
TD: 120/80  Ranitidin inj karena
N: 80 ditakutkan efek samping dari
P: 20 pemberian santagesic yaitu
S: 37,5 mual dan muntah.

6/4/18 Subjektif;  Santagesic injeksi telah sesuai


Pasien diberikan untuk meredakan
mengalami nyeri nyeri pada pasien.
post operasi.  Ranitidin inj karena ditakutkan
efek samping dari pemberian
santagesic yaitu mual dan
Objektif; muntah.
TD: 120/80
N: 88
P: 20
S: 36,5
Lanjutan …

Subjektif;  Santagesic injeksi telah sesuai  Sebaiknya penggunaan asan


7/04/18 Nyeri post operasi, diberikan untuk meredakan nyeri mefenamat tidak diberikan
lemah, Nampak pada pasien. karena sudah ada pemberian
luka post operasi  Ranitidin inj telah sesuai untuk injeksi santagesik untuk
pada leher pemberian kepada pasien karena meredakan nyeri dan kedua
efek samping yang ditakutkan memeliki golongan yang
dari pemberian santagesic yaitu sama yaitu NSAID.
mual dan muntah.
 Pemberian cefadroxil telah sesuai
Objektif karena ditakutkan tejadinya
TD: 130/80 infeksi pada luka setalah operasi.
N: 88  Pemberian asam mefenamat
P: 20 kurang tepat karena sudah ada
S: 36,5 santagesic injeksi yang diberikan
pada pasien.

8/4/18 Subjektif;  Pemberian cefadroxil telah sesuai


Nyeri sudah karena ditakutkan tejadinya infeksi
berkurang. pada luka setalah operasi.
 Asam mefenamat diberikan
Objektif karena pasien masih merasa sakit.
TD: 110/80
N: 78
P: 20
S: 36,6
Lanjutan

9/4/18 Subjektif;  Pemberian obat cefadroxil  Sebaiknya pemberian


Nyeri pada luka telah sesuai karena ditakutkan paracetamol tidak
operasi tejadinya infeksi pada luka dilakukan Karena dilihat
setalah operasi. dari suhu tubuh pasien
Objektif  Pemberian Asam mefenamat masih dikategorikan
TD: 120/80 diberikan karena pasien normal untuk orang
N: 72 mengeluh nyeri pada luka. dewasa. Dimana nilai
P: 20  Pemberian paracetamol normal suhu tubuh orang
S: 37 kurang tepat karena pasien dewasa yaitu 36,5-37,4oC.
tidak mengalami demam.
Karena dilihat dari suhu tubuh
pasien masih dikategorikan
normal untuk orang dewasa.
Assesment
Pasien didiagnosa menderita struma atau gondok
dilihat dari benjolan yang ada pada leher pasien.
Pasien mengeluhkan benjolan yang ada pada
leher selama ± 1 bulan 5 hari.

Plan
1. Memperbaiki asupan kadar iodium
2. Memberikan terapi pada pasien seperti pemberian obat oral yaitu
Propylthiouracil dengan dosis awal 100-150 mg 3 x 1 (setiap 8 jam)
memperbaiki hormon tiroid.
3. Melakukan pemeriksaan laboratorium setelah operasi.
Sekian dan terima kasih

Wassalam