Anda di halaman 1dari 49

SEL & ORGANISME

KELOMPOK 05 :
ISNI NURANI 4301415056
HANIFAH KARTIKA S 4301415064
SHAFIRA ZALFA Y.B 4301415081
NAFILATUL ARFA 4301415094
KIMIA / PENDIDIKAN KIMIA
ROMBEL 03
PROSES REPRODUKSI PADA
MANUSIA
Zigot akan membelah secara mitosis
berkali-kali, hasil pembelahan ini akan
membentuk :
1. Morula
2. Blastula
3. Gastrula
Kelahiran bayi kembar
Ada 2 macam kelahiran kembar
1. Kembar identik
kembar yang berasal dari satu zigot,
berasal dari satu ovum dan satu sperma.
.,
Dari kembar identik mungkin kan terjadi
kembar siam, terjadi apabila proses
pembelahan terbentuknya individu baru
tidak sempurna
2. Kembar fraternal
kembar yang berasal dari 2 zigot atau
lebih. Terjadi karena dalam satu kali masa
ovulasi dikeluarkan lebih dari 1 ovum, dan
semua ovum dibuahi. Sifat-sifatnya tidak
sama persis
kontrasepsi
Macam cara yang di kembangkan :
1. Pantang berkala
cara dengan tidak melakukan senggama
pada saat yang memungkinkan kehamilan
(masa subur)
kelemahannya : masa ovulasi tidak dapat
diperhitungkan secara tepat, karena
banyak faktor yang mempengaruhi
didasarkn atas 3 hal :
a. Ovulasi/pengeluaran sel telur : masa
viabilitas 72 jam
b. Ovulasi terjadi ±13 – 15 hari sebelum
haid berikutnya
c. Sperma hanya bertahan hidup selam
72 jam di dalam tubuh wanita
Coitus interruptus
Dengan menarik penis dari vagina saat
ejakulasi, sehingga sperma tudak masuk ke
tubuh wanita

Pemakaian kondom
Dkondom dalah pembungkus penis. Terbuat
dari lateks tipis tapi kuat menahan
semburan sperma
Diafragma
Sekat yang terbuat dari karet tipis yang
dimasukkan dalam vagina setelah diolesi
jelly. Fungsi menahan masuknya sperma

Tubektomi
Pengikatan oviduct sehingga sperma tidak
bertemu sel telur
Dr. Matthias Jacob Schleiden (1804 -
1881)
 Dr. Matthias Jacob Schleiden adalah seorang
Profesor Botani berkebangsaan Jerman dari
Universitas Jena, dan pencetus teori sel
bersama dengan Theodor Schwann dan Rudolf
Virchow. Schwann menyatakan bahwa bagian-
bagian yang berbeda dari tumbuhan disusun
oleh sel-sel. Schleiden dan Schwann menjadi
orang pertama yang memformulasikan apa yang
diyakini orang bahwa sel sebagai prinsip dasar biologi yang
sama pentingnya dengan teori atom bagi kimia dan fisika.
Schleiden juga mengetahui pentingnya inti sel dalam proses
pembelahan sel yang ditemukan oleh Robert Brown.
Dr. Theodor Schwann (1839)

Dr Theodor Schwann bekerja sebagai ahli


zoologi. Schwann berhasil menunjukkan
jaringan hewan secara mikroskopik dan
menemukan partikel-partikel yang menarik
dalam jaringan syaraf dan otot. Schwann pun
telah mengobservasi sel-sel yang berhubungan
dengan selubung serabut syaraf yang disebut
sel-sel Schwann.
Rudolf Ludwig Karl Virchow (1821 –
1902)

 Rudolf Ludwig Karl Virchow seorang dokter Jerman,


menyatakan sebuah slogan “Omnis cellula e cellula”
artinya semua sel hanya berasal dari sel sebelumnya.
Pernyataannya ini menentang pendapat dari Schwann
yang ketiga bahwa sel muncul begitu saja seperti
kristal (generatio spontanea).
TEORI SEL
 Teori sel berisi 3 hal :
1. semua organisme terdiri dari satu atau lebih sel
2. sel merupakan unit struktural kehidupan, dan
3. sel hanya dapat muncul dari pembelahan sel
yang telah ada sebelumnya ( Omnis Cellulae
Cellula).
 Teori sel dapat dijabarkan secara luas
Sel merupakan:
◦ Kesatuan struktural suatu makhluk hidup.
◦ Kesatuan fungsional dari kehidupan.
◦ Kesatuan pertumbuhan makhluk hidup.
◦ Kesatuan hereditas.
TIPE SEL
 Sel Eukariotik
Memiliki selubung nukleus (intisel). Terdiri
dari Hewan, Tumbuhan, Fungi dan Protista.
Sel Eukariot berkembang biak melalui dua
cara yaitu mitosis dan meiosis.
Memperoleh energi dengan melakukan
respirasi selular, yang dilakukan oleh
mitokondria.
 Sel Prokariotik

Tidak memiliki selubung nukleus. Terdiri


dari Arkaea dan Bakteria. prokariot
berkembang biak dengan melakukan
pembelahan biner. memperoleh energi
dengan melakukan respirasi selular, terjadi
di sitoplasma.
Macam-macam Organel Sel dan
Fungsinya
 Sel Eukariotik
1. Komponen Umum Sel Eukariotik
a. Membran Plasma
Mengatur keluar masuknya zat dan melakukan
reaksi terhadap perubahan-perubahan lingkungan.
b. Sitoplasma
Cairan di dalam sel yang bersifat koloid kompleks yang
didalamnya terkandung berbagai bahan kimia anorganik dan
organik serta bahan-bahan hidup (organela). Fungsi : pelarut
zat-zat kimia dan media terjadinya reaksi kimia sel.
c. Nukleus (inti sel)
Mengatur kehidupan sel.
d. Dinding sel
menjadikan sel tumbuhan mempunyai bentuk yang tetap.
2. Organel (Struktur Internal Sel Eukariotik)
a. Kloroplast
terdapat pada sel tumbuhan dan ganggang tertentu dan
berperan dalam proses fotosintesis.
b.Vakuola
Untuk menyimpan cadangan makanan.
c. Retikulum Endoplasmik
fungsi : alat transportasi zat dalam sel itu sendiri.
RE kasar : sintesis protein
RE halus : metabolisme atau pemisahan zat-zat tertentu
d. Ribosom
Berperan penting dalam sintesis protein.
e. Mitokondria
Berfungsi sebagai pembangkit energi.
f. Badan golgi
Untuk membungkus, mengepak, dan menggetahkan zat keluar
sel dan juga berfungsi dalam sekresi lendir, glikoprotein,
karbohidrat, lemak atau enzim serta pembentukan lisosom.
g. Lisosom
Menjalankan fungsi pertahanan, penghasil dan penyimpan
enzim pencernaan seluler, berperan dalam pencernaan intrasel,
eksositosis, autofagi, autolisis.
h. Sentrosom
berfungsi untuk pembelahan sel dan tempat menggantungnya
serat gelendong pada waktu pembelahan.
i. Peroksisom
mempunyai enzim katalase yang berfungsi mengkatalisis
perombakan hidrogen peroksida. Juga berperan dalam
perubahan lemak menjadi karbohidrat dan perubahan purin
dalam sel.
3. Struktur Sel Hewan
4. Struktur Sel Tumbuhan
5. Perbandingan Struktur Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
 Sel Prokariotik
Struktur Sel Prokariotik
SISTEM
PENYERAPAN MEMBRAN
SISTEM PENYERAPAN MEMBRAN
 Transpor Aktif
Perpindahan molekul zat dari konsentrasi tinngi ke
konsentrasi rendah dengan melawan gradien
konsentrasi yang membutuhkan energi di ATP.
◦ Endositosis
Peristiwa pembentukan kantong membran sel saat
larutan/ partikel ditransfer ke dalam sel. Contoh:
Pinositosis dan Fagositosis.
◦ Eksositosis
Proses pengeluaran zat dari dalam sel melalui
membran dengan bantuan vesikel (gelembung) yang
berfungsi membawa molekul menuju membran sel
untuk kemudian dilepaskan dari membran sel.Contoh:
sekresi hormon insulin.
 Transpor Pasif
Proses perpindahan zat secara spontan tanpa memerlukan
energi ATP yang dihasilkan oleh mitokondria.
a. Difusi
Perpindahan molekul zat dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah sehingga konsentrasinya menjadi sama
yang berlangsung melalui membran atau tidak.
Difusi terbagi dua yaitu:
1. Difusi sederhana
Tanpa melalui membran. Contoh larutan gula dalam air.

2. Difusi Terfasilisasi
Melalui membran dengan bantuan protein integral.
Contoh: pembuatan telur asin, dan respirasi sel.
 Kecepatan difusi dipengaruhi oleh:
◦ Konsentrasi zat
◦ Ukuran molekul zat
◦ Luas bidang permukaan
◦ Suhu
b. Osmosis/ Difusi Air
Perpindahan molekul air dari konsentrasi molekul
yang tinggi (hipotonis) ke konsentrasi molekul yang
rendah (hipertonis) melalui membran semipermeabel.

c. Difusi Terbantu
Difusi yang tergantung pada suatu mekanisme
transpor dari membran sel dan membutuhkan enzim.
Permease adalah protein membran sel yang
membuatkan jalan bagi laktosa agar dapat melintasi
dua lapis fosfolipid membran sel. Contoh: bakteri
Escherichia coli.
KOMPOSISI KIMIA SEL
&
DIFERENSIASI SEL
KOMPOSISI KIMIA SEL
Komposisi Kimia Sel merupakan binaan
kimia sel yang menyebabkan interaksi sel
dengan keadaan sekitar dan proses kimia
dalam sel. Komposisi utama sel dibagikan
kepada dua kategori yaitu, molekul
organik dan molekul anorganik.
 Komponen organik
1. Karbohidrat
Di dalam sel kurang lebih 1% dalam
bentuk :
 Monosakarida : Terdiri dari pentosa dan heksosa.
Sifat dan cirinya adalah rasanya manis, dapat larut
dalam air dan dapat dikristalkan
 Disakarida : Memiliki sifat rasanya manis, larut
dalam air dan dapat dikristalkan. Contoh :
maltosa, sukrosa dan laktosa
 Polisakarida : Rasanya tidak manis , tidak
dapat dikristalkan dan tidak larut dalam air
2. Protein
Di dalam sel kurang lebih 10-20%.

fungsi protein :
a) Protein struktural : penyusun
membran sel dengan bergabung
bersama lemak membentuk senyawa
lipoprotein
b) Protein fungsional : membentuk
enzim
3. Lipid
Di dalam sel kurang lebih berkisar 2-3%
contoh : trigliserida, fosfolipid, steroid.

fungsi lemak :
a) penyusun membran sel bersama-sama
dengan protein.
b) hormon kelamin pria seperti
testosteron.
4. Asam Nukleat
merupakan polinukleotida yang terdiri
atas DNA dan RNA.
fungsi : sebagai penyipan informasi
genetik pada sel.

5.Vitamin
Peran : mempertahankan fungsi
metabolisme , pertumbuhan dan
penghancur radikal bebas.
6. Mineral
 Mineral dalam jumlah yang besar
(makroelemen)
 Mineral dalam jumlah sedikit
(mikroelemen)

Fungsi : komponen struktural sel,


pemeliharaan fungsi metabolisme ,
pengaturan kerja enzim, menjaga
keseimbangan asam dan basa.
 Komponen Anorganik
1. Air
Air merupakan senyawa utama dalam
jumlah terbesar penyusun sel 50-60% .
Berfungsi sebagai pelarut dan sebagai
katalisator reaksi-reaksi biologis.
2. Garam-garam mineral
DIFERENSIASI SEL
Suatu perubahan sel dimana sel yang telah mencapai
volume pertumbuhan akhir menjadi terspesialisasi sesuai
fungsinya menghasilkan jenis jaringan, organ atau
organisme baru.

Diferensiasi meliputi 2 hal :


1. Perubahan struktur dan aktivitas biokimia.
2. Perubahan aktivitas fisiologis.
Diferensiasi dapat di sebabkan karena :

 Polaritas pada saat pembelahan sel tidak merata.


 Pembelahan sel tidak setara
 Letak sel dalam jaringan. (digunakan dalam teknik kultur
jaringan).
 Faktor Hormon.
 Faktor lingkungan (cahaya, suhu, ketersediaan air,
oksigen, dll).
 Sumber
reinyfeiny.blogspot.com
meipurnaningsih.blogspot.com
sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
biologipedia.blogspot.com
budisma.net
nasutionsarirezky.blogspot.co.id
Googleweblight.com