Anda di halaman 1dari 11

REPRODUKSI

RUMPUT
KELOMPOK 1
ANGGOTA
• Aflah Mau’izah PT/07199
• Isnaini Nur Cholisa PT/07251
• Nisa Muflichati PT/07155
• Galang Wicaksono PT/06896
• Bayu Ihsan PT/07119
• Nur Arif Adi Praja PT/07157
• Ananda Restu PT/06874
• Anom Yusuf Tri Bambang Susilo PT/07115
• Fandy Pratama Lumbangaol PT/07133
• Hardian Oktavia Prajana PT/07246
• Iwan Setiawan PT/07142
• Riskiyanto PT/07167
• Novia Dwi Rohmatika PT/07156
• Reproduksi merupakan suatu cara untuk mempertahankan diri yang dilakukan setiap makhluk
hidup untuk terus bertahan dari kepunahan
• Reproduksi terjadi secara generatif (seksual) maupun generatif (aseksual)
• Alat reproduksi rumput terdapat pada bagian bunga, kepala putik = betina, benang sari = jantan
• Kelebihan Generatif (biji)
1. Materi penanaman lebih sedikit
2. Mudah dalam handling
3. Perakaran sempurna
• Kekurangan Generatif (biji)
1. Adanya dormansi biji
2. Tidak semua tanaman dapat berbiji
3. Perlu pasokan air yang cukup
4. Waktu panen labih lama
5. Adanya perlakuan khusus dalam penanaman
6. Biji bercampur dengan tanaman lain
CARA PERKEMBANGBIAKAN RUMPUT
•VEGETATIF
 Menggunakan sel somatik

•GENERATIF
 Menggunakan putik dan benang sari
SECARA VEGETATIF
• Stek Batang
 Suatu reproduksi vegetatif yang dilakukan tanaman menggunakan batang suatu tanaman dan
ditanam di lahan.
 Batang yang digunakan adalah tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua agar pertumbuhan
optimal
 Syarat tanaman: sudah memiliki paling sedikit 2 mata tunas
 Contoh: Rumput raja
 Keunggulan: mudah, hasil pertumbuhan biasanya sempurna
 Kelemahan: ukuran tidak sesuai dengan syarat akan mempengaruhi pertumbuhannya
• Pols / Sobekan
Biasa digunakan pada tanaman dengan viabilitas rendah (Dewi, 2012)
Cara penanamannya dengan menyobek rumpun sehat, tidak terlalu tua, dan terdiri dari dua
macam individu tanaman. Pecahan rumput masih mengandung cukup banyak akar dan calon
anakan baru. Sebelum ditanam dipangkas 40% dari bagian vegetatifnya terutama daun untuk
menghindarkan penguapan yang berlebih sebelum akar dapat menyerap air.
Keuntungan: Lebih cepat tumbuh, daya tumbuh cukup tinggi antara 70-95%, dapat ditanam di
segala kondisi tanah, mulai ringan sampai berat.
Kerugian: waktu simpan singkat sehingga sukar dikembangkan secara besar-besaran pada
daerah yang terpencil, metode ini sangat memerlukan banyak tenaga dan waktu.
Contoh tanaman yang dapat dikembangkan secara vegetatif: Andropogon gayanus, Brachiaria
brizantha “Marandu”, Brachiaria brizantha “Karanga”, Brachiaria Brizantha “Serengeti”, Brachiaria
decumbens “Basilisk”, Panicum maximum “Si muang”, Paspotum atrotum “Terenos”, “Paspolum
guenoarum “Bela Vista”, Pennisetum purpureum cv. Mott, Cynodon plectostachyus, dll. (Anonim,
2013)
• Rhizoma
 Rhizoma adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah yang menyerupai akar.
 Ciri ciri rhizoma: bentuk seperti akar, beruas seperti batang, setiap ketiak sisik (daun)
terdapat mata tunas
 Contoh: Suku paku-pakuan (Pteridophyta)

• Anakan / Tunas
 Kelebihan: Sama dengan induknya, cepat tumbuh besar
 Kekurangan: Mudah terserah penyakit, mudah tumbang (rapuh)
 Contoh tumbuhan: Semua jenis tanaman rumput
• Kultur Jaringan
 Adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman, seperti protoplasma, sel,
sekelompok sel, jaringan, dan organ serta menumbuhkan dalam kondisi aseptik sehingga
bagian tersebut dapat memperbanyak diri.
 Penentu keberhasilan kultur jaringan adalah asal eksplan dan media kultur
 Sel mempunyai kemampuan autonom dan totipotensi.Totipotensi adalah kemampuan setiap
sel, di mana setiap bagian sel yang dikulturkan, apabila diletakkan di lingkungan yang sesuai
akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna
 Tahapan kerja kultur jaringan ada 6: pembuatan media, inisiasi, sterilisasi, multiplikasi,
pengakaran, dan aklimatisasi
 Keuntungan: dapat memperbanyak tanaman baru dalam waktu yang singkat, sifat mirip
induknya
 Kekurangan: akar kurang kuat
 Semua jenis tanaman rumput dapat dikulturkan
SECARA GENERATIF
• Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui proses
perkawinan antara dua tanaman induk melalui organ reproduksi berupa bunga yang kemudian
terjadi penyerbukan benang sari pada kepala putik dan menghasilkan buah dengan kandungan
biji di dalamnya.
• Biji ini dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman baru yang memungkinkan terjadinya
variasi karakter.
• Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan didahului dengan peristiwa penyerbukan, kemudian
diiringi peristiwa pembuahan.
• Penyerbukan adalah peristiwa sampainya serbuk sari ke kepala putik. Penyerbukan dapat terjadi
secara alami maupun dengan bantuan manusia dan binatang. Setelah terjadi penyerbukan maka
berlangsunglah proses pembuahan.
• Salah satu tujuan perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji adalah untuk memperoleh
sifat-sifat baik tanaman, seperti akar yang kuat, serta yang tahan hama dan penyakit.
Proses perkembangbiakan tumbuhan secara generatif :
Tahap pertama dalah tahap penyerbukan.Yang dimaksud dengan penyerbukan adalah saat
serbuk sari terjatuh dari kepala putik.
Setelah penyerbukan terjadi, yang tejadi selanjutnya adalah serbuk sari yang terjatuh tersebut
bisa menumbuhkan buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari itu akan berjalan menuju ke bakal biji.
Setelah buluh serbuk sari masuk ke bakal biji, sel kelamin jantan atau yang biasa disebut dengan
spermatozoid akan masuk ke bakal biji. Sel kelamin jantan tersebut bisa masuk bakal biji
dikarenakan buluh serbuk sari tersebut.
Di dalam bakal biji tersebutlah akan terjadi pembuahan setelah penyerbukan. Pembuahan akan
dilakukan dengan cara meleburnya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.
Pembuahan yang dilakukan tumbuhan tersebut menghasilkan zigot.
Zigot inilah yang nantinya menjadi tumbuhan baru hasil dari pembuahan induknya. Awalnya
zigot akan menjadi lembaga, setelah menjadi lembaga zigot akan berubah menjadi bakal biji. Dari
bakal biji, berubah menjadi bakal buah. Setelah menjadi bakal buah akan berubah menjadi daging
buah.
• Kelebihan perbanyakan tanaman secara generatif ini antara lain :
Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat.
Biaya yang dikeluarkan relatif murah.
Umur tanaman akan lebih lama.
Dapat menghasilkan varietas-varietas baru, yaitu dengan cara menyilangkan.
• Kelemahan perbanyakan tanaman secara generatif antara lain :
Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Varietas yang baru muncul belum tentu lebih baik.
Waktu berbuah lebih lama.
Kualitas tanaman baru diketahui setelah tanaman berbuah.
• Contoh tanaman: Oryza sativa