Anda di halaman 1dari 22

Kimia Lingkungan

8 PERTANYAAN TERKAIT AMDAL

Oleh Kelompok 3 :
Yusfina Eka Yanti 15030234026
Rizka Dwi Widya Putri 15030234027
Noerman Yusuf P.P 15030234032

Kimia
FMIPA UNESA
1. Apa yang dimaksud dengan AMDAL?

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) adalah kajian


mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Sumber:
• Permen LH No. 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
yang Wajib Memeiliki Analisis Mengenaii Dampak Lingkungan, Pasal 1 ayat 1
• PP RI No 27 Tahun 2012 Izin Lingkungan Pasal 1 ayat 2
• Permen LH No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup. Pasal 1 ayat 1
Dokumen AMDAL
Dokumen AMDAL terdiri dari beberapa Dokumen amdal memuat:
bagian:
1. Dokumen kerangka acuan analisis a. pengkajian mengenai dampak rencana usaha dan/atau kegiatan;
dampak lingkungan (KA-ANDAL)
b. evaluasi kegiatan di sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan;
2. Dokumen analisis dampak lingkungan
3. Dokumen rencana pengelolaan c. saran masukan serta tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha
lingkungan hidup (RKL)
4. Dokumen rencana pemantauan dan/atau kegiatan;
lingkungan hidup (RPL)
d. prakiraan terhadap besaran dampak serta

Sumber: sifat penting dampak yang terjadi jika rencana usaha dan/atau kegiatan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 tersebut dilaksanakan;
TENTANG IZIN LINGKUNGAN Pasal 5 ayat
e. evaluasi secara holistik terhadap dampak yang terjadi untuk
1
menentukan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup; dan

f. rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.


Sumber : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN
2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
HIDUP . Pasal 25
2. Bagaimana Prosedur AMDAL?

Sumber:
Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia
Nomor 27 tahun 2012
Tentang Izin Lingkungan
Hidup.
Sumber:
Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia
Nomor 27 tahun 2012
Tentang Izin Lingkungan
Hidup.
Prosedur AMDAL

1. Penapisan (Screening) wajib AMDAL


Proses untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan
wajib menyusun AMDAL atau UKL dan UPL.
Contoh jenis rencana usaha yang wajib memiliki AMDAL :
- Bidang multisektor
- Bidang ketenaganukliran
- Bidang perindustrian
- Bidang pekerjaan umum

Sumber: Permen LH 05 th 2012 WAJIB AMDAL


Prosedur AMDAL

2. Pengumuman dan Konsultasi Masyarakat


Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat
AMDAL wajib mengumumkan rencana kegiatannya kepada
masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan
AMDAL. Keterlibatan Masyarakat dalam Proses AMDAL diatur
dalam

Sumber: Permen LH 17 th 2012 Keterlibatan Masyarakat


Prosedur AMDAL

3. Pelingkupan (scoping)
Pelingkupan merupakan suatu proses awal untuk
menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi
dampak penting hipotesis yang terkait dengan rencana
kegiatan. Pelingkupan umumnya dilakukan melalui tiga tahap
yaitu: identifikasi dampak, evaluasi dampak, dan klasifikasi
dan prioritas

Sumber: Permen LH no.8 th 2006 Pedoman AMDAL


Prosedur AMDAL

4. Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL Setelah KA-ANDAL


selesai disusun
Pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi
Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama
waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar
waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki /
menyempurnakan kembali dokumennya

Sumber: Permen LH no.5 th 2008 Tata Kerja Komisi AMDAL


Prosedur AMDAL

5. Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL


Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan
mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil
penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun,
pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi
Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama
waktu maksimal penilaian ANDAL

Sumber: Permen LH no.5 th 2008 Tata Kerja Komisi AMDAL


Prosedur AMDAL

6. Persetujuan Kelayakan Lingkungan


Penyusun dokumen AMDAL adalah orang yang memiliki
kompetensi pada kualifikasi tertentu dan bekerja di bidang
penyusunan dokumen AMDAL

Sumber: Permen LH no.5 th 2008 Tata Kerja Komisi AMDAL


3. Apa manfaat AMDAL?

1. Memastikan bahwa pertimbangan lingkungan telah terintegrasi dalam


proses pemilihan alternatif selain faktor ekonomis dan teknis.
2. Memastikan bahwa pemrakarsa dan pengambil keputusan telah dan
menerapkan prinsip-prinsip pencegahan pencemaran (pollution
prevention) dalam rangka pengelolaan lingkungan.
3. Memberi peluang kepada pemangku kepentingan yang tidak terlibat
secara penuh dalam proses pengambilan keputusan, untuk mengevaluasi
berbagai aspek dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan dan
bagaimana proses dari suatu keputusan yang akhirnya disetujui.
4. Memberikan kerangka kerja untuk pengambilan keputusan yang
transparan dan berdasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan
ilmiah.

Sumber: Permen LH Nomor 08 Tahun 2006 Tentang Pedoman Amdal


4. Siapa yang menyusun AMDAL?
Pelaksana penyusunan AMDAL adalah sebagai berikut:
a. Tim Penyusun Amdal, terdiri atas:
1. Ketua Tim, yang memiliki sertifikat kompetensi penyusun Amdal Ketua
Tim Penyusun Amdal (KTPA);
2. Anggota Tim, minimal dua orang yang memiliki sertifikat kompetensi
penyusun Amdal Anggota Tim Penyusun Amdal (ATPA)
b. Tenaga Ahli, yaitu orang yang memiliki keahlian tertentu yang diperlukan
dalam penyusunan dokumen AMDAL seperti tenaga ahli yang sesuai dengan
dampak penting yang akan dikaji atau tenaga ahli yang memiliki keahlian
terkait dengan rencana usaha dan/atau kegiatan.
c. Asisten Penyusun AMDAL, yaitu orang yang dapat menjadi asisten penyusun
AMDAL adalah setiap orang yang telah mengikuti dan lulus pelatihan
penyusunan amdal di LPK yang telah teregistrasi/terakreditasi di KLH.

Sumber:
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012
Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
5. Siapa saja yang terlibat dalam AMDAL?
• Masyarakat : dalam penyusunan dokumen AMDAL, serta sebagai penilai
AMDAL
Sumber: Permen LH Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Keterlibatan Masyarakat
Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Dan Izin Lingkungan

• Komisi Penilai Amdal, yang selanjutnya disingkat KPA adalah komisi yang
bertugas menilai dokumen Amdal
Sumber : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 05 TAHUN
2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PENILAI ANALISIS MENGENAI DAMPAK
LINGKUNGAN HIDUP
• Tim penyusun AMDAL, tenaga ahli, asisten penyusun AMDAL
Sumber: Permen LH Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup

• Pemrakarsa adalah setiap orang atau instansi pemerintah yang bertanggung


jawab atas suatu usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.
Sumber: Permen Lh Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyusunan Dokumen LH
6. Siapa yang menilai AMDAL?

Komisi Penilai adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.

Sumber : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 05 TAHUN 2008


TENTANG TATA KERJA KOMISI PENILAI ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP
(1) Keanggotaan komisi penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) terdiri dari:
a. ketua merangkap anggota;
b. sekretaris merangkap anggota; dan
c. anggota.
(2) Ketua komisi penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dijabat oleh:
a. pejabat setingkat eselon I yang membidangi AMDAL di Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk komisi penilai pusat;
b. pejabat setingkat eselon II di instansi lingkungan hidup provinsi untuk komisi penilai provinsi;
c. pejabat setingkat eselon II di instansi lingkungan hidup kabupaten/kota yang berbentuk badan atau sekretaris daerah
kabupaten/kota bagi instansi lingkungan hidup kabupaten/kota yang berbentuk kantor untuk komisi penilai kabupaten/kota.
(3) Sekretaris komisi penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dijabat oleh:
a. pejabat setingkat eselon II yang membidangi AMDAL di Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk komisi penilai pusat;
b. pejabat setingkat eselon III yang membidangi AMDAL di instansi lingkungan hidup provinsi untuk komisi penilai provinsi;
c. pejabat setingkat eselon III yang membidangi AMDAL di instansi lingkungan hidup kabupaten/kota untuk komisi penilai
kabupaten/kota.
(4) Keanggotaan komisi penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri atas:
a. komisi penilai pusat
b. komisi penilai provinsi,
c. komisi penilai kabupaten/kota

Sumber : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PENILAI
ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP
Pasal 4
Tim teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a
terdiri atas:
a. ketua yang secara ex-officio dijabat oleh sekretaris komisi penilai; dan
b. anggota yang terdiri atas:
1. wakil dari instansi lingkungan hidup;
2. wakil dari instansi teknis yang membidangi usaha dan/atau
kegiatan yang bersangkutan;
3. ahli terkait usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan; dan
4. ahli terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan dari usaha
dan/atau kegiatan yang bersangkutan.

Sumber : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 05


TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PENILAI ANALISIS MENGENAI
DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP
Pihak-pihak yang menilai AMDAL adalah:
1. Komisi Penilai AMDAL Pusat
2. Komisi Penilai AMDAL Provinsi
3. Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota
Masyarakat juga ikut serta dalam komisi penilai AMDAL untuk menjamin
terlaksananya hak dan kewajiban masyarakat di bidang PPLH (Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup), mewujudkan pelaksanaan proses izin lingkungan yang
transparan, efektif, akuntabel dan berkualitas. pemrakarsa mengikut sertakan
masyarakat, yang mencakup:
1. Masyarakat terkena dampak;
2. Masyarakat pemerhati lingkungan; dan
3. Masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses Amdal.
Sumber:
• Peraturan Menteri Negara Lingkunga Hidup RI Nomor 17 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Keterlibatan Masyarkat dalam Proses Analaisis Dampak Lingkungan Hidup
dan Izin Lingkungan Hidup.
• Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.2 Tahun 2000 Mengenai Panduan
Penilaian Dokumen AMDAL.
Penilai AMDAL adalah suatu Tim penilai yang anggotanya harus
memenuhi syarat sebagai berikut.
• Sudah pernah menyusun dokumen AMDAL; dan/atau
• Sudah memperoleh sertifikat kursus Penyusun AMDAL (AMDAL
B), Kursus Penilai AMDAL atau kursus yang sejenis; dan/atau
• Berpendidikan sarjana/sederajat (terutama berlatar belakang
masalah lingkungan atau ahli dalam masalah AMDAL); dan/atau
• Merupakan wakil masyarakat yang terkena dampak/pemerhati
lingkungan.
Sumber: Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 2 Tahun
2000 Tentang : Panduan Penilaian Dokumen AMDAL
7. Apa yang dimaksud dengan UKL dan
UPL?
UKL  Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
UPL  Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

UKL-UPL adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap Usaha


dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan.

Sumber:
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2012
Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
8. Apa kaitan AMDAL dengan dukumen
lingkungan yang lain?
Dokumen lingkungan hidup terdiri atas:
a. Dokumen Amdal
Dokumen AMDAL ini digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan
hidup.
b. Formulir UKL-UPL
Pengelolaan dan pemantauan terhadap Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak
berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan.
c. SPPL
Pernyataan kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas
dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya di luar Usaha
dan/atau kegiatan yang wajib amdal atau UKL-UPL.
Sumber:
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun
2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.