Anda di halaman 1dari 48

RANGKAIAN ARUS LISTRIK

Elektronika Bab I
TEORI ELEKTRON
• Benda merupakan segala sesuatu yang memiliki sifat
menempati ruang dan memiliki massa.
• Menurut wujud (fase), benda dibedakan menjadi:
benda padat (solid), benda cair (liquid) dan gas.
TEORI ELEKTRON
• Setiap benda dapat dibagi-bagi menjadi bagian-
bagian yang lebih kecil yang pada akhirnya menjadi
bagian yang sangat kecil dan tak dapat dibagi lagi.
TEORI ELEKTRON
• Molekul
Molekul adalah bagian terkecil dari suatu benda
(zat) yang masih mempunyai sifat seperti zat
semula.
Contoh:
 Molekul air masih mempunyai sifat air
 Molekul gula masih mempunyai sifat gula
(manis)
 Molekul garam masih mempunyai sifat garam
(asin)
TEORI ELEKTRON
• Atom
Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang
tidak dapat dibagi lagi menurut reaksi apapun
dan sudah tidak memiliki sifat seperti benda
semula.
Contoh:
Air terdiri dari dua atom Hidrogen dan satu atom
Oksigen. Atom hidrogen dan atom oksigen
masing-masing memiliki sifat yang jauh berbeda
dibandingkan dengan sifat air.
TEORI ELEKTRON
• Elektron
Elektron adalah bagian dari atom yang
bermuatan listrik negatif.
TEORI ELEKTRON
• Elektron
Sifat elektron dalam sebuah atom:
 Elektron bermuatan listrik negatif
 Elektron berputar/berotasi mengelilingi inti
atom dengan kecepatan 3x108 m/s (kecepatan
cahaya)
 Lintasan edar (orbit) berbentuk lingkaran dan
ellips. Sampai saat ini maksimum hanya ada 7
orbit.
TEORI ELEKTRON
• Elektron
Jumlah kulit elektron masing-masing orbit tidak
sama.
Kulit K maksimum ditempati 2 elektron.
Kulit L maksimum ditempati 8 elektron.
Kulit M maksimum ditempati 18 elektron.
Kulit N maksimum ditempati 32 elektron.
Kulit O maksimum ditempati 32 elektron.
Kulit P maksimum ditempati 18 elektron.
Kulit R maksimum ditempati 2 elektron.
TEORI ELEKTRON
• Elektron
TEORI ELEKTRON
• Elektron
Sifat elektron dalam sebuah atom:
 Elektron yang berada pada orbit paling dalam ,
ikatan intinya paling kuat. Sedangkan, elektron
yang berada pada kulit luar, ikatan intinya
paling lemah.
TEORI ELEKTRON
• Elektron
Sifat elektron dalam sebuah atom:
 Elektron yang berada pada orbit paling luar
mudah lepas dari ikatan inti atom, terutama
pada jenis logam
Elektron pada orbit terluar yang mudah lepas
dari ikatan intinya disebut elektron bebas, di
mana elektron dapat berpindah dari suatu
atom ke atom yang berada di dekatnya.
TEORI ELEKTRON
• Jenis Muatan Atom
 Atom Netral
Atom yang memiliki jumlah proton (muatan
positif) sama dengan jumlah elektron (muatan
negatif) yang mengelilingi inti atomnya.
TEORI ELEKTRON
• Jenis Muatan Atom
 Atom yang Bermuatan Positif
Apabila di dalam sebuah atom kehilangan satu
atau lebih elektron sehingga protonnya lebih
banyak dibanding jumlah elektron yang
mengelilingi inti atomnya.
TEORI ELEKTRON
• Jenis Muatan Atom
 Atom yang Bermuatan Negatif
Apabila di dalam sebuah atom ketambahan
satu atau lebih elektron sehingga elektronnya
lebih banyak dibanding jumlah protonnya.
TEORI ELEKTRON
• Gerak Elektron (Arus Elektron)
Bila ada rangsangan energi dari luar, elektron-
elektron bebas didorong untuk bergerak ke
suatu arah sehingga terjadilah arus elektron.
Arus elektron mengalir dari atom yang
bermuatan negatif ke atom bermuatan positif.
TEORI ELEKTRON
• Macam-Macam Bahan
 Konduktor
Adalah bahan yang sangat mudah dilalui arus
listrik. Bahan memiliki banyak elektron bebas
sehingga mudah terlepas dari ikatan inti
atomnya.
Contoh: besi, tembaga, seng, aluminium,
timah, dll.
TEORI ELEKTRON
• Macam-Macam Bahan
 Isolator
Adalah bahan yang tidak dapat dilalui arus
listrik. Bahan ini hampir tidak memiliki
elektron bebas sehingga elektron sulit terlepas
dari inti atomnya.
Contoh: karet, plastik, porselin, gelas, dll.
TEORI ELEKTRON
• Macam-Macam Bahan
 Semi Konduktor
Bahan ini dalam keadaan tertentu sebagai
isolator, tetapi dalam keadaan yang lain dapat
menjadi konduktor (penghantar).
TEORI ELEKTRON
• Macam-Macam Bahan
 Semi Konduktor
Dibedakan menjadi dua macam:
 Semi konduktor intrinsik
Bahan yang konduktansinya dipengaruhi
oleh temperatur atau suhu.
Contoh: NTC, PTC
TEORI ELEKTRON
• Macam-Macam Bahan
 Semi Konduktor
Dibedakan menjadi dua macam:
 Semi konduktor ekstrinsik
Bahan yang konduktansinya dipengaruhi
kemurnian/pengotor bahan silikon atau
germanium hingga terbentuk bahan baru.
Contoh bahan semikonduktor: Silikon (Si),
Germanium (Ge), Selenium (Se), dll.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
Apabila suatu elektron bebas yang sedang melintasi
orbit mendapat pengaruh energi dari luar, maka
elektron-elektron bebas ini akan lepas dari ikatan
inti atomnya. Lepasnya elektron bebas dari ikatan
inti atomnya merupakan proses terbentuknya
muatan listrik.

Berdasarkan peristiwanya, terdapat beberapa cara


untuk membangkitkan tenaga listrik, antara lain:
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
1) Peristiwa Gesekan (Elektro Statis)
Jika sebuah gelas digosokkan dengan sutera,
maka gelas itu akan kehilangan elektron-
elektronnya dan bermuatan listrik positif. Hal ini
mengakibatkan perpindahan elektron, maka
terjadilah arus listrik walau sangat kecil.
Peristiwa ini disebut dengan gejala listrik statis.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
1) Peristiwa Gesekan (Elektro Statis)
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
2) Peristiwa Kimia (Elektro Galvanis)
Dalam sebuah wadah berisi larutan asam sulfat
dimasukkan dua jenis logam (tembaga dan
seng), maka antara logam tersebut dan cairan
akan timbul reaksi kimia sedemikian rupa
sehingga timbul muatan listrik dimana tembaga
bermuatan listrik positif dan seng bermuatan
listrik negatif. Listrik yang ditimbulkan karena
proses kimia ini berupa listrik arus searah.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
2) Peristiwa Kimia (Elektro Galvanis)
Contoh: baterai dan accumulator.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
3) Peristiwa Induksi (Elektro Dinamis)
Sepotong kawat yang digerakkan akan
memotong kuat medan magnet diantara kedua
kutubnya, maka pada kawat itu akan timbul
listrik. Hal ini terjadi karena pengaruh atau
induksi dari kuat medan magnet yang berubah-
ubah terhadap elektron dalam kawat, sehingga
elektron-elektron bergerak dan timbul listrik.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
3) Peristiwa Induksi (Elektro Dinamis)
Contoh: dinamo sepeda dan generator.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
4) Peristiwa Pemanasan
Pembangkit tenaga listrik dari peristiwa
pemanasan disebut thermo elektrik (thermo
elektro)
Bila dua logam yang berkaitan disambung
menjadi satu pada ujungnya, kemudian pada
sambungan itu dipanasi. Akibat pemanasan itu
akan terjadi beda tegangan antara ujung-ujung
yang terbuka dari kedua batang tersebut.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
4) Peristiwa Pemanasan
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
5) Peristiwa Cahaya
Beberapa zat seperti sodium dan potasium
apabila terkena cahaya akan mengeluarkan
elektron dan dengan sendirinya membangkitkan
tenaga listrik.
Peristiwa pembangkitan ini banyak digunakan
untuk membuat macam-macam alat automatis
dan juga dapat digunakan untuk menghasilkan
tenaga listrik dari sinar matahari, seperti yang
digunakan dalam satelit komunikasi, dsb.
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
5) Peristiwa Cahaya
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
6) Peristiwa Pengaruh Tekanan
Garam Rochelle dan Kwarsta (Quartz) yang
berbentuk kristal mempunyai sifat istimewa
yaitu dapat merubah tenaga mekanis yang
menekan padanya menjadi listrik. Peristiwa ini
disebut juga efek piezo electric dan banyak
digunakan pada phonograph (microphone).
TERBENTUKNYA GAYA GERAK LISTRIK
6) Peristiwa Pengaruh Tekanan
BESARAN LISTRIK
• Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah beda potensial diantara
dua ujung penghantar. Tegangan disebut juga
Voltage dengan satuan “Volt” (V).
Satu volt adalah besarnya tegangan listrik yang
dapat mengakibatkan mengalirnya arus listrik
sebesar satu ampere melalui hambatan sebesar
satu ohm.
BESARAN LISTRIK
• Tegangan Listrik
Tegangan listrik ada yang nilanya tetap disebut
sebagai tegangan DC dan ada yang nilainya
berubah-ubah disebut tegangan AC.
 Tegangan Listrik DC (Direct Current)
Tegangan listrik DC adalah tegangan listrik
yang tidak mengalami pertukaran fase,
harganya setiap saat dan waktu sama, dan
tidak mempunyai frekuensi. Listrik DC
dihasilkan oleh Accumulator (aki), baterai, dan
elemen-elemen kering lainnya.
BESARAN LISTRIK
• Tegangan Listrik
 Tegangan Listrik AC (Alternating Current)
Tegangan listrik AC adalah tegangan listrik
yang mengalami pertukaran fase, yaitu dari
positif ke fase negatif, maka seringkali disebut
sebagai listrik bolak-balik. Listrik AC dihasilkan
oleh generator PLN . Frekuensi listrik AC dari
PLN (di Indonesia) berkisar 50Hz-60Hz.
BESARAN LISTRIK
• Arus Listrik
Di dalam arus listrik, yang mengalir adalah
elektron-elektron bebas. Maka dapat dikatakan,
arus listrik adalah gerakan-gerakan elektron dari
atom ke atom.
Elektron bergerak dari negatif menuju ke positif,
sedangkan arus listrik mengalir dari positif ke
negatif.
Jadi, arus listrik mengalir akibat perpindahan
elektron bebas dari atom ke atom secara estafet.
BESARAN LISTRIK
• Arus Listrik
 Muatan Listrik
Muatan listrik dari elektron mempunyai satuan
dasar dari muatan (isi).
Satuan dari muatan (isi) listrik (Q) adalah
Coulomb (C). Listrik dikatakan mempunyai
muatan satu Coulomb jika muatan listrik
mengandung elektron sebanyak
6.300.000.000.000.000.000 atau disingkat 1
Coulomb = 6,3 x 1018 elektron.
BESARAN LISTRIK
• Arus Listrik
 Satuan Kuat Arus Listrik
Satuan pokok untuk menyatakan kuat arus
listrik adalah “Ampere”. Kuat arus listrik (I)
merupakan banyaknya muatan listrik yang
mengalir dalam tiap satuan waktu.
Kuat arus listrik satu ampere adalah jika 1
Coulomb -6,3 x 1018 elektron mengalir melalui
titik-titik tertentu dari penghantar listrik
selama satu detik.
BESARAN LISTRIK
• Hambatan Listrik
Sebuah penghantar listrik apabila dialiri arus
listrik akan mendapatkan perlawanan-
perlawanan. Perlawanan ini sering disebut
hambatan (tahanan).
Hambatan listrik mempunyai satuan pokok
“Ohm” yang dinyatakan dengan lambang Ω
(omega).
BESARAN LISTRIK
• Hambatan Listrik
Menurut ketetapan Internasional, ukuran
standart satu ohm adalah besarnya hambatan
listrik yang terdapat pada benang air raksa yang
panjangnya 1,063 meter dengan luas penampang
1 mm2 pada suhu 0°C.
BESARAN LISTRIK
• Hambatan Listrik
Besar kecilnya hambatan listrik pada sebuah
penghantar, ditentukan oleh:
 Panjang kawat penghantar
 Luas penampang penghantar
 Hambatan jenis penghantar
 Suhu sekitar kawat penghantar
BESARAN LISTRIK
• Hambatan Listrik
Makin panjang kawat penghantar, semakin besar
nilai tahanannya. Tetapi makin besar penampang
penghantar, nilai tahanannya semakin kecil.
Hambatan jenis suatu penghantar adalah
tahanan yang terdapat pada kawat penghantar
dari suatu jenis bahan dengan panjang 1 meter
dan penampang 1 mm2 pada suhu 20°C.
BESARAN LISTRIK
• Hukum Ohm
George Simon Ohm berpendapat bahwa:
“Pada kawat penghantar, kuat arus sebanding
dengan tegangan dan berbanding terbalik
dengan hambatannya”.
Pernyataan itu dikenal sebagai “Hukum Ohm”.
BESARAN LISTRIK
BESARAN LISTRIK
• Hukum Ohm
BESARAN LISTRIK
• Daya Listrik
Daya listrik adalah besarnya usaha yang
dilakukan oleh sumber tegangan dalam setiap
detik.
Dapat dirumuskan sebagai berikut:
P = V x I (dalam Watt)
P = I2 x R
Jadi, daya listrik adalah kuadrat arus dikalikan
hambatan
TERIMA KASIH