Anda di halaman 1dari 53

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

Data Flow Diagram


Creating Data Flow Diagrams
Definisi DFD
• Adalah suatu diagram yang menggunakan
notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari
data sistem, yang penggunaannya sangat
membantu untuk memahami sistem secara
logika, tersruktur dan jelas.
• Digunakan sebagai perangkat penting dalam
memodelkan sistem
Data Flow Diagram
• Penggunaan DFD dipopulerkan oleh DeMarco
– Yordan dan Gane – Sarson dengan
menggunakan pendekatan Metoda Analisis
Sistem Terstruktur (SSADM).
DFD Symbol

DeMarco – Yordan Keterangan Gane – Sarson


Symbols Symbols

External Entity
(Kesatuan Luar)

Process
(Proses)

Data Flow
(Aliran Data)

Data Store
(Penyimpanan Data)
Data Flow Diagrams Symbols
DeMarco & Yourdon System Analysis and Design
System – a group of interrelated procedures
Source/ used for a business function, with an
External identifiable boundary, working together for
Entity
some purpose.
Analysis – separation of a whole into its
component parts
0.0
Process Design – to create, fashion, execute, or
construct according to plan

Physical Data Flow Diagrams – show how


DATA STORE
the current system flows

Data Flow Lines


Logical Data Flow Diagrams – show the data
flow, structure, and requirements of a new
system
Data Flow Diagrams Symbols
DeMarco & Yourdon
Source/External Entity –
Source/ • Entitas (kesatuan) diluar sistem yang
External
Entity akan dimodelkan.
• Memberikan input atau menerima
output dari/ke sistem.
0.0 • Berupa orang, organisasi, sumber
Process informasi lain atau penerima akhir
suatu laporan

DATA STORE
Mahasiswa Yayasan
Data Flow Lines
Data Flow Diagrams Symbols
DeMarco & Yourdon
Processes – Merupakan pekerjaan atau
Source/ kegiatan yang dilakukan orang atau
External komputer, dimana aliran data masuk,
Entiry
ditransformasikan ke aliran data keluar

Identi-
0.0 fikasi
Process

Nama
Proses
DATA STORE
0.0
Data Flow Lines Pembuatan
Slip
Data Flow Diagrams Symbols
DeMarco & Yourdon
Data Store – Dapat berupa suatu file atau
Source/ suatu sistem database dari suatu komputer,
External suatu arsip/dokumen, suatu agenda/buku
Entity

0.0
Process

DATA STORE

Data Flow Lines


Data Flow Diagrams Symbols
DeMarco & Yourdon
Data Flow – is the data in motion. Data can
Source/ move from the outside (source) into a
External process. Once the inside of a system data
Entity
must flow from place to place through a
process, the flow lines show this movement.

0.0  Menggambarkan aliran data dari satu


Process
proses ke proses lain
 Menggunakan anak panah

DATA STORE

Data Flow Lines


KOMPONEN DARI DFD
 ALIRAN DATA (DATA FLOW)
 Interface Aliran Data dengan Terminator.
Input Data ke sistem dari sumber diluar sistem.
1.1

KONSUMEN pesanan
PERIKSA
PESANAN

Output Data ke tujuan diluar sistem.


3
BUAT laporan-pengeluaran
LAPORAN MANAJEMEN
PENGELUARAN

Interaktif Dialog antara sistem sumber atau tujuan.

pesanan 1
KONSUMEN
jawaban TERIMA
PESANAN
KOMPONEN DARI DFD
 ALIRAN DATA (DATA FLOW)
 Interface di dalam sistem
 Pemrosesan Aliran Data (Pengulangan, Decision, dll-nya).
4.2
dokumen penjualan HITUNG total penjualan
PENJ. HAR

 Aliran Data Divergen. 1.2


HITUNG
TAGIHAN
1.1 produk
PEMENUHAN pesanan
PESANAN
informasi 1.3
pelanggan KIRIM
 Aliran Data Konvergen. BARANG

3.1
BUAT
TAGIHAN tagihan
3.3
tagihan lengkap KIRIM
TAGIHAN
3.2
BUAT
BERITA ACARA berita acara
KOMPONEN DARI DFD
 ALIRAN DATA (DATA FLOW)
 Interface terhadap penyimpanan data.
 Suatu proses yang write data ke penyimpanan data.
2.4
pesana MASUKKA
n N PESANAN
DATA

 Suatu proses yang read data dari penyimpanan data.


nama+alamat
1.3
BACA
NO_TELP BUKU TELEPON
nomor telepon

 Suatu proses yang update data didalam penyimpanan data.


7.8.1
pembayaran CATAT
PEMBAYARAN REKENING KONSUMEN

 Suatu proses yang delete data didalam penyimpanan data.


6.4.3
pembayaran
TERIMA
PEMBAYARA TUNGGAKAN KONSUMEN
N
KOMPONEN DARI DFD
n ALIRAN DATA (DATA FLOW)
 Interface didalam sistem (lanjutan).
Aliran data fisik. ukuran

2.3
sepatu_roda SERAHKAN sepatu_roda
SEPATU
RODA

Alirandata yang ditolak (reject) oleh sistem dan tidak


diproses lebih lanjut.
5.9
aplikasi aplikasi_diterima
KUALIFIKASI
APLIKASI

reject
DESIGN DFD
• DFD (Data Flow Diagram)
• Cara kerja adalah melakukan dekomposisi
sampai level 4.

15
DIAGRAM DEKOMPOSISI

 DEKOMPOSISI PROSES
Bentuk Diagram Bisa menggunakan notasi lain,
seperti:

atau

atau
DIAGRAM DEKOMPOSISI

HUBUNGAN DIAGRAM DEKOMPISI DENGAN DFD.


Diagram Dekomposisi Diagram Aliran Data

0
0
1 3
2
1 2 3

1.3
1.1
1.1 1.2 1.3
1.2
DIAGRAM DEKOMPOSISI

Contoh Diagram Dekomposisi


– Dari contoh DFD bertingkat Pembuatan SIM

PEMBUATAN
SIM

1 2 3

PEMELIHARAAN KELUARKAN PERIKSA


SEJARAH SIM UJIAN
PENGEMUDI

2.1 2.2 2.3

TERIMA BUAT SIM PERIKSA


PERMOHONAN SEJARAH
PENGEMUDI
Data Flow Diagrams Levels
DeMarco & Yourdon
Context Level DFD
Source/
Data Flow 0.0
Eksternal Source/ Sink
Process
Data Flow
Source/ Sink

Entity Data Flow

Level 0 DFD
0.0
1.0
Process Process
Data Flow Data Flow
Data Flow

DATA STORE 2.0


Source/ Sink Source/ Sink
Process
Data Flow Data Flow

Data Flow
Data Flow Lines
3.0
Process Data Flow
Data Flow Diagrams Levels
DeMarco & Yourdon
Source Level 1 DFD (and on)
Source/ Data Flow
External
Entity

1.1
DATA STORE
Process

0.0
Process Source
1.2
Data Flow Process

DATA STORE

Data Flow
Data Flow Lines
Sink
Data Flow Diagrams Levels
Prepared by: yourname
Project Name Date: 01/01/2002 Project Name Prepared by: yourname
Date: 01/01/2002
Context Level DFD Level 1 DFD

Data Flow

1.1
DATA STORE
Process

Prepared by: yourname


Data Flow 0.0
Project Name Date: 01/01/2002
Source/ Sink Source/ Sink 1.2
Process Data Flow
Data Flow Process
Data Flow
Level 1 DFD

Prepared by: yourname


Project Name Data Flow
Date: 01/01/2002

Level 0 DFD Data Flow

1.1
DATA STORE
Process

Prepared by: yourname


Project Name Date: 01/01/2002

1.2
1.0 Data Flow Process Level 1 DFD
Process
Data Flow Data Flow
Data Flow
Data Flow

2.0
Source/ Sink Source/ Sink
Data Flow Process
Data Flow Data Flow

1.1
Data Flow DATA STORE
Process

3.0
Process Data Flow
1.2
Data Flow Process

Data Flow
DIAGRAM ALIRAN DATA BERTINGKAT
PENYUSUNAN DFD BERTINGKAT
 Penomoran
Contoh diagram konteks.

R
T1

0
Z T3
SISTEM

T2
S
DIAGRAM ALIRAN DATA BERTINGKAT
PENYUSUNAN DAD BERTINGKAT
 Penomoran
Nomor Diagram "ANAK" harus diawali dengan nomor
proses pada diagram "ORANG TUA" yang terkait.

Diagram 0 Diagram 3

R 1 X A
X Z 3.1 AAA
3 A
Z
3.3
Y B
S 2 Y 3.2
DIAGRAM ALIRAN DATA BERTINGKAT
PENYUSUNAN DFD BERTINGKAT
 Penomoran
 Dengan menyebutkan nomor diagram "ANAK" yang sesuai
dengan nomor proses pada diagram "ORANG TUA" yang
terkait.

Diagram 0 Diagram 3
A 1 B C
2 D R
C .1
.2 E
3 E 4 S
G
F .3
5 F
Z Y
DIAGRAM ALIRAN DATA BERTINGKAT
PENYUSUNAN DFD BERTINGKAT
 Aturan keseimbangan.
Semua aliran data masuk dan keluar diagram "ORANG
TUA" harus ada/sama pada diagram "ANAK".

Diagram "ORANG TUA" Diagram "ANAK"

A
Y 2.1
1
3 S
Y

X B Z 2.2
2 X
Z
Creating Data Flow Diagrams
Steps:
1. Buat daftar aktifitas
2. Bangun Context Level DFD
(Identifikasi External Entity)
3. Bangun Level 0 DFD
(mengidentifikasi sub proses yang dapat dikelola)
4. Construct Level 1- n DFD
(identifikasikan arus data aktual dan penyimpanan data)
Creating Data Flow Diagrams
Lemonade Stand Example
Creating Data Flow Diagrams
Example Steps:
1. Buat daftar aktifitas
Operasi dari stand limun
2. Bangun Context Level DFD
sederhana akan digunakan
(Identifikasi External Entity)
untuk mendemonstrasikan
pembuatan diagram 3. Bangun Level 0 DFD
dataflow (mengidentifikasi sub proses yang dapat
dikelola)
4. Construct Level 1- n DFD
(identifikasikan arus data aktual dan
penyimpanan data)
Creating Data Flow Diagrams
Example 1. Bangun daftar aktifitas

Pikirkan melalui kegiatan


yang berlangsung di stand
limun.
Pesanan pelanggan
Sajikan Produk
Kumpulkan Pembayaran
Hasilkan Produk
Produk Toko
Creating Data Flow Diagrams
Example 1. Bangunlah daftar aktifitas

Juga pikirkan kegiatan


tambahan yang diperlukan
untuk mendukung kegiatan
Pesanan pelanggan
dasar.
Sajikan Produk
Kumpulkan Pembayaran
Hasilkan Produk
Produk Toko
Pesan Bahan Baku
Bayar Bahan Baku
Bayar untuk pegawai
Creating Data Flow Diagrams
Example 1. Buatlah daftar aktifitas

Kelompokkan kegiatan ini


dengan cara yang logis,
mungkin area fungsional.
Pesanan pelanggan (Customer Order)
Sajikan Produk (Serve Product)
Kumpulkan Pembayaran (Collect Payment)

Hasilkan Produk(Produce Product)


Produk Toko (Store Product)

Pesan Bahan Baku (Order Raw Materials)


Bayar Bahan Baku (Pay for Raw Materials)

Bayar untuk pegawai (Pay for Labor)


Creating Data Flow Diagrams
Example 2. Bangun Konteks Tingkat DFD
(mengidentifikasi External Entity)

Buat diagram level konteks


Context Level DFD
yang mengidentifikasi
External Entity (pengguna). Sales Forecast
Order 0.0
CUSTOMER Lemonade Production Schedule EMPLOYEE
Customer Order Product Served System Pay
Serve Product Payment Time Worked
Collect Payment Received Goods
Payment
Purchase Order
Produce Product
Store Product VENDOR

Order Raw Materials


Pay for Raw Materials

Pay for Labor


Creating Data Flow Diagrams
Example 3. Bangun Level 0 DFD (mengidentifikasi sub
Buat diagram level 0 yang proses yang dapat dikelola)
mengidentifikasi subsistem Level 0 DFD
logis yang mungkin ada.
1.0
Sale
Customer Order Sales Forecast
Customer Order
Product Ordered
Serve Product
Payment
Collect Payment 2.0 Production
CUSTOMER EMPLOYEE
Production Schedule
Product Served
Produce Product
Received Goods Inventory
Store Product
3.0
VENDOR Procure- Order
Purchase Order
Order Raw Materials ment Decisions
Pay for Raw Materials Payment
Pay Time Worked

Pay for Labor 4.0


Payroll
Creating Data Flow Diagrams
Example 4. Bangun DFD level 1- n
Buat level 1 yang (mengidentifikasi arus data aktual dan
menguraikan proses di level penyimpanan data)
0 dan identifikasi
Level 1 DFD
CUSTOMER
penyimpanan data.
Customer Order
ORDER
Request for Forecast
Customer Order
1.1
Serve Product Record
Collect Payment Order 1.3
Produce
Severed Order Sales
Produce Product Payment Forecast
Sales Forecast
Store Product
1.2
Receive PAYMENT
Payment
Order Raw Materials
Pay for Raw Materials

Pay for Labor


Creating Data Flow Diagrams
Example 4. Construct Level 1 (continued)
Buat level 1 yang
menguraikan proses di level Level 1 DFD
0 dan identifikasi
Product Order
penyimpanan data.
ORDER
Customer Order 2.1
Serve Quantity Severed
Serve Product Product
Collect Payment RAW
Production
MATERIALS
Schedule
Produce Product 2.2
Store Product Produce Quantity Used
Product

INVENTORTY
Order Raw Materials Production Data
Pay for Raw Materials
2.3 Quantity Produced &
Store Location Stored
Pay for Labor Product
Creating Data Flow Diagrams
Example 4. Construct Level 1 (continued)
Buat level 1 yang
menguraikan proses di level Level 1 DFD
0 dan identifikasi Order Decision
PURCHASE
penyimpanan data. 3.1 ORDER
Produce
Purchase
Customer Order Order Quantity On-Hand
Serve Product RAW
Quantity MATERIALS
Collect Payment Received Received
Goods
3.2
Produce Product Receive
Items
Store Product RECEIVED
ITEMS
Payment Approval
Order Raw Materials
VENDOR
Pay for Raw Materials 3.3
Pay
Vendor
Pay for Labor
Payment
Creating Data Flow Diagrams
Example 4. Bangun Level 1 (continued)
Buat level 1 yang
menguraikan proses di level Level 1 DFD
0 dan identifikasi Time Worked

penyimpanan data. 4.1 TIME CARDS


Record
Time
Customer Order Worked Employee ID
Serve Product EMPLOYEE
Collect Payment
Payroll Request
4.2
Unpaid time cards
Produce Product Calculate
Payroll
Store Product PAYROLL

Payment Approval
Order Raw Materials
4.3
Pay for Raw Materials Pay
Employe
e PAYMENTS
Pay for Labor
Payment
Process Decomposition
1.1 1.2 1.3
1.0 Produce
Record Receive
Sale Sales
Order Payment
Forecast

2.1 2.2 2.3


2.0
Serve Produce Store
Production
Product Product Product

0.0
Lemonade
System
3.1
3.0 3.2 3.3
Produce
Procure- Receive Pay
Purchase
ment Items Vendor
Order

4.1 4.3
4.2
4.0 Record Pay
Calculate
Payroll Time Employe
Payroll
Worked e

Context Level Level 0 Level 1


Creating Data Flow Diagrams
Lemonade Stand Example
END
Hal-Hal “HARAM” dalam DFD
 Mencegah proses yang
mempunyai masukan tetapi
tidak mempunyai keluaran
yang dikenal dengan lubang
hitam (black-hole)
 Mencegah proses yang
mempunyai keluaran tetapi
tidak punya masukan,
misalnya penghasil bilangan
acak.
 Hati-hati dengan aliran dan
proses yang tidak dinamakan
karena dapat mengakibatkan
elemen data yang saling tidak
berhubungan menjadi satu.
 Hati-hati dengan penyimpanan
yang punya status hanya
dapat dibaca atau hanya
dapat ditulis dan berkaitan
dengan proses yang hanya
memproses masukan atau
hanya memproses keluaran.
Creating Usecase Diagrams
USE CASE DIAGRAM
Usecase Diagram digunakan untuk mengambarkan interaksi
antara pengguna sistem (actor) dengan kasus (use case) yang
disesuaikan dengan langkah-langkah (scenario) yang telah
ditentukan. Sejak tahun 1992, dengan adanya pengembang
UML, yaitu Jacob Et All, menjadikan Use case sebagai model
utama atau yang dibutuhkan (Requeirment Model) pada UML.
LAMBANG USE CASE

Aktor Usecase

Relasi Aktif
Catatan

Relasi Pasif
Generalisasi

<<include>> Include <<extend>> extend


Use Case Diagram
• Menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang user
• Mengfokuskan pada proses komputerisasi (automated processes)
• Menggambarkan hubungan antara use case dan actor
• Use case menggambarkan proses system Jual
Barang
(kebutuhan system dari sudut pandang user)
Kasir Terima Konsumen
Beli Barang
Bayaran
Konsumen Kasir
Bayar

 Secara umum use case adalah:


Pola perilaku system

 Urutan transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor
 Use case diagram terdiri dari
 Use case
 Actors
 Relationship
 System boundary boxes (optional)
 Packages (optional)
USE CASE DIAGRAM
 Use case dibuat berdasar keperluan actor, merupakan “apa”
yang dikerjakan system, bukan “bagaimana” system
mengerjakannya
 Use case diberi nama yang menyatakan apa hal yang dicapai
dari hasil interaksinya dengan actor.
 Use case dinotasikan dengan gambar (horizontal ellipse)
 Use case biasanya menggunakan verb
 Nama use case boleh terdiri dari beberapa kata dan tidak boleh
ada 2 use case yang memiliki nama yang sama
 Sebuah use case bisa mempunyai dokumentasi
 Letakkan use case utama anda pada pojok kiri atas dari diagram
(in western culture people read from left to right, top to bottom,
starting in the top-left corner)
 Use case diagram tidak terpengaruh urutan waktu, meskipun
demikian supaya mudah dibaca perlu penyusunan use case
ACTOR-USE CASE DIAGRAM
• Actor menggambarkan orang, system atau external entitas / stakeholder yang
menyediakan atau menerima informasi dari system
• Actor memberi input atau menerima informasi dari system
• Actor biasanya menggunakan Noun
• Actor digambarkan dengan gambar stick figure atau dengan gambar visual

atau atau dll

• Tidak boleh ada komunikasi langsung antar actor (Actors don’t interact with one
another )

Konsumen
Kasir

• Indikasi <<system>> untuk sebuah actor yang merupakan sebuah system

<<System Keuangan>>
ACTOR-USE CASE DIAGRAM
• Letakkan actor utama anda pada pojok kiri atas dari diagram
(in western culture people read from left to right, top to
bottom)
Buka
Buka
Rekening
Rekening

Nabung

Nasabah Teller
Ambil

Nasabah

Tutup
Rekening
Nabung

• Actor jangan digambarkan ditengah-tengah use cases (actors


are placed to the outside of the diagram, and not the middle
of it)
Association - Use Case Diagram

• Ada 4 jenis relasi yang bisa timbul pada use case


diagram
– Association antara actor dan use case
– Association antara use case
– Generalization/Inheritance antara use case
– Generalization/Inheritance antara actors
• Associations bukan menggambarkan aliran
data/informasi
• Associations digunakan untuk menggambarkan
bagaimana actor terlibat dalam use case
Assocciation – Use Case Diagram
Association antara actor dan use case
 Ujung panah pada association antara actor dan use
case mengindikasikan siapa/apa yang meminta
interaksi dan bukannya mengindikasikan aliran data
 Sebaiknya gunakan garis tanpa panah untuk
association antara actor dan use case
Beli Barang

Konsumen Kasir
Bayar

 association antara actor dan use case yang


menggunakan panah terbuka untuk mengindikasikan
bila actor berinteraksi secara pasif dengan system
anda.
Beli Barang

Konsumen Kasir
Bayar
Association - Use Case Diagram
<<include>>
– termasuk didalam use case lain (required) / (diharuskan)
– Pemanggilan use case oleh use case lain
– contohnya adalah Pemanggilan sebuah fungsi program
– Gambarkan association <<include>> secara horizontal
– Tanda panah terbuka harus terarah ke sub use case
– Tidak boleh actor dihubungkan pada use case <<include>>
Buka
Buka <<include>> catat Rekening
Rekening data pribadi
<<include>>

Nasabah
Nasabah Catat
Data Pribadi
Buka <<include>> catat
Rekening data pribadi

Nasabah
Buka <<include>> catat
Rekening data Buka <<include>> catat
pribadi Rekening data
pribadi

Nasabah
Nasabah
Association - Use Case Diagram

Association antara use case


• <<extend>>
– Perluasan dari use case lain jika kondisi atau syarat terpenuhi (Optional
Behaviour)
– Kurangi penggunaan association Extend ini, terlalu banyak pemakaian
association ini membuat diagram sulit dipahami.
– Tanda panah terbuka harus terarah ke parent/base use case
– Gambarkan association extend secara vertical (picture extending use
case below than base/parent use case)
– Tidak boleh actor dihubungkan pada use case <<extend>>
Buka
Buka
Rekening
Rekening
<<extend>>

Nasabah
Buka Nasabah <<extend>>
Deposito
Buka Buka
Rekening Deposito

<<extend>>

Nasabah
Buka
Deposito
Association - Use Case Diagram

Generalization/inheritance
• Generalization/inheritance digambarkan dengan sebuah garis berpanah
tertutup pada salah satu ujungnya yang menunjukkan lebih umum
• Harus digambarkan secara vertikal

Generalization/inheritance antara use case


• Dibuat ketika ada sebuah keadaan yang lain/perlakuan khusus
• Inheriting use case dibawah base/parent use case
Bayar
Bayar
Pembayaran
Bayar
Khusus
Pembayaran
Pembayaran
Khusus
Khusus

Generalization/inheritance antara actor


• Dibuat ketika ada sebuah actor baru terbentuk dan mempunyai atribut dan
methode yang sama dengan actor yang sudah ada
• Inheriting actor dibawah base/parent actor
Nasabah Nasabah

Nasabah Nasabah
Nasabah
Khusus Khusus
Nasabah
Khusus
Terimakasih