Anda di halaman 1dari 20

KULTUR SEL HEWAN:

PRINSIP & APLIKASI


MATA KULIAH BIOTEKNOLOGI
2016
KULTUR SEL HEWAN

• Kultur sel : proses menumbuhkan sel prokariotik,


eukariotik hewan dan tumbuhan di bawah kondisi
yang terkendali
• Pertama kali ditemukan oleh Ross Harrison tahun
1907.
• Sel yang bisa dikultur : jaringan ikat (fibroblast,
tulang, otot, epitel, saraf (tapi tidak berproliferasi in
vitro) dan berbagai macam sel tumor & kanker
KULTUR SEL

• Manfaat kultur sel hewan :


1. Model riset : menggantikan penggunaan hewan
uji
2. Test toksisitas : efek obat
3. Riset kanker : riset bhn kimia yg msbbkan sel
normal berubah mjd sel kanker
4. Virologi : kultivasi virus utk produksi vaksin,
5. Genetic engineering : produksi protein skala
besar, produksi virus utk vaksin
6. Terapi gen / kloning : penggantian sel yg tidak
berfungsi normal
PRINSIP DASAR KULTUR SEL

• Medium harus aseptik dan steril .


• Medium harus menyediakan semua nutrien yang
diperlukan oleh sel .
• Medium harus mempunyai pH 7.0 – 7.4
JENIS KULTUR SEL HEWAN

• Berdasarkan spesies/organisme:
• Manusia
• Mencit
• Tikus
• Monyet
• Ikan
• Anjing
• Tumbuhan
• Drosophila
JENIS KULTUR SEL HEWAN

• Berdasarkan tipe organ/jaringan


• Kanker
• Embrio
• Sel darah
• Kelenjar mammae
• Ginjal
• Saraf
• Hepar
• Dsb
JENIS KULTUR SEL HEWAN

• Berdasarkan galur
1. Sel primer
• Diisolasi langsung dr jaringan
• Mempunyai sifat mirip dg sel hidup pd organisme
• Tidak membelah selamanya (ada batasan pembelahan)
• Kariotipe normal (genom lengkap)
2. Galur sel
• Diisolasi dari jaringan kanker atau sel normal yg telah
diubah
• Membelah selamanya (tidak ada batasan)
• Kariotipe sering tidak normal/lengkap
JENIS KULTUR SEL HEWAN

• 3. Embrionic stem cell


• Diisolasi dr ICM (inner cell mass) embrio
• Pembelahan tidak terbatas
• Kariotipe normal
• Mempunyai sifat pluripotent (kemampuan berdiferensiasi
mjd banyak sel)
JENIS KULTUR SEL HEWAN

Berdsarkan teknik/metode :
• Kultur suspensi
• Kultur adherent/adhesi
JENIS KULTUR SEL HEWAN

Kultur adherent cell


• Sel dicuci dg larutan PBS (free Ca & Mg)
• Tambahkan tripsin/EDTA membentuk lapisan tipis
pd disk
• Inkubasi disk suhu 37 C selama 1-2 menit.
• Ketuk wadah dari sisi tepi utk mengeluarkan sel
• Tambahkan medium utk mengeluarkan semua sel
Kultur suspensi
• Lebih mudah dikeluarkan dari wadah
• Dengan menambahkan/mengencerkan
MEDIUM KULTUR

• Medium
1. Serum : penting utk kebanyakan sel cth. 10% FBS (fetal
bovine serum)
• Medium tanpa serum ( hanya utk beberap jenis sel)
• pH sangat penting
Kandungan serum :
• Nutrien dasar
• Hormon dan growth factor
• Faktor binding/pengikat : albumin, vitronectin, transferrin
• Hormon, vitamin, mineral
• Inhibitor protease
• pH buffer
MEDIUM KULTUR

2. Antibiotik : penicilin, streptomisin


3. Passage medium : utk melepaskan sel biakan yg
menempel di wadah kultur
• Utk kultur adherent : Tripsin, kolagenase, dan/atau EDTA :
memecah molekul adhesi antara sel dgn petri dish
• Utk kultur suspensi : cukup dgn pengenceran sel dgn
medium
METODE STERILISASI

• Medium kultur tidak boleh di-autoklaf


• Cara sterilisasi: disaring dg membran 0,2 mikron
WADAH KULTUR

• Biasanya berupa plastik yg terbuat dari polistirene


• Hanya 1 kali pakai
KONTAMINAN

• Bahan kimia :
• Endotoksin,
• Bahan plastik
• Ion metal
• Desinfektan yg melekat pd wadah
• Bahan biologis : mikoplasma, yeast, bakteri, fungi,
• Sisa kultur yang telah terkontaminasi
DAMPAK KONTAMINASI

• Kontaminan akan bersaing dg sel kultur mengambil


nutrien dr medium
• Kontaminan mensekresikan senyawa asam atau
basa yg menghambat pertumbuhan sel kultur
• Kontaminan dapat mendegradasi arginin dan
purin, dapat menghambat sintesis asam nukleat
• Memproduksi H2O2 yang toksik bagi sel
DETEKSI KONTAMINASI

• Kontaminasi dapat dideteksi dari beberapa hal :


• Medium menjadi keruh
• Penurunan tingkat pertumbuhan sel kultur
• PH medium menjadi basa
• Sel kultur menjadi multinukleus
• Sitoplasma sel banyak terdapat vakuola
• Ditemukan badan inklusi
• Lisis sel
• Sel tidak lagi menempel pada wadah

• Cara terbaik menghilangkan kontaminasi adalah


membuang kultur yg telah terkontaminasi
SEL HeLa
• Kultur sel HeLa atau HeLa cell line merupakan continuous cell line
(galur sel yg terus membelah) yang diturunkan dari sel epitel
kanker leher rahim (cervix) seorang wanita penderita kanker
servix bernama Henrietta Lacks yang meninggal akibat kanker
pada tahun 1951
• Kultur sel ini memiliki sifat semi melekat dan digunakan sebagai
model sel kanker.
• Sel HeLa ini cukup aman dan merupakan sel manusia yang
umum digunakan untuk kepentingan kultur sel
• HeLa bersifat imortal yang tidak dapat mati karena tua dan
dapat membelah secara tidak terbatas selama memenuhi
kondisi dasar bagi sel untuk tetap hidup masih ada.
• Strain-strain baru dari sel HeLa telah dikembangkan dalam
berbagai macam kultur sel, tapi semua sel HeLa berasal dari
keturunan yang sama.
SEL HeLa
• Sel HeLa terbentuk akibat infeksi human papillomavirus 18 (HPV 18)
• Sel HeLa diketahui mengekspresikan 2 onkogen, yaitu E6 dan E7. Protein
E6 dan E7 terbukti dapat menyebabkan sifat imortal pada kultur primer
keratinosit manusia
• Protein E6 dan E7 dari HPV memodulasi protein seluler yang mengatur
daur sel. Protein E6 berikatan dengan tumor suppressor protein p53 dan
mempercepat degradasi p53 yang diperantarai ubiquitin. Protein E6
juga menstimulasi aktivitas enzim telomerase. Protein E7 dapat mengikat
bentuk aktif terhipofosforilasi dari p105Rb dan anggota lain dari famili Rb.
Ikatan ini menyebabkan destabilisasi Rb dan pecahnya kompleks Rb/E2F
yang berperan menekan transkripsi gen yang diperlukan untuk cell cycle
progression
• Sel HeLa dapat tumbuh dengan agresif dalam media kultur RPMI 1640-
serum. Di dalamnya terkandung nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan,
yaitu asam amino, vitamin, garam-garam anorganik, dan glukosa. Serum
yang ditambahkan mengandung hormon-hormon yang mampu
memacu pertumbuhan sel. Albumin berfungsi sebagai protein transport,
lipid diperlukan untuk pertumbuhan sel, dan mineral berfungsi sebagai
kofaktor enzim