Anda di halaman 1dari 9

PROSES

PEMBUATAN
BATU BATA
Pengertian Batu Bata

 Batu Bata adalah bahan bangunan yang diperuntukan untuk kontruksi, dibuat dari tanah liat
atau tanpa campuran bahan lain, dibakar dengan suhu yang tinggi, sehingga tidak mudah
hancur bila direndam.
 Sifat bata sebagai bahan bangunan:
a. ukuran dan bentuk bata
b. kematangan
c. berat jenis bata
d. pengaruh bahan
e. bebas dari retak
Jenis – Jenis Batu Bata

 Bata Ringan  Bata Merah


a. Dibuat dengan mesin di pabrik a. Dibuat dari tanah liat dan dicetak
b. Ukuran panjang 17-23 cm
b. Ukuran 60 cm x 20 cm
c. Ukuran lebar 7-11 cm
c. Ketebalan 8-10 cm
d. Ketebalan 3-5 cm
Proses Pembuatan Batu Bata

Bahan : Alat :
 Tanah liat  Mesin bajak
 Pasir  Gerobak
 Air  Alat cetak
 Sekam padi  Cangkul
 kayu  Plastik
Proses Pengolahan Tanah

a. Cangkul tanah liat yang akan digunakan untuk adukan .


b. Masukkan tanah kedalam kolam tempat pengadukan.
c. Tambahkan air secukupnya.
d. Tambahkan pasir. Perbandingan tanah liat dan pasir = 1 : 2
e. Nyalakan mesin bajak, giling sampai semua bahan tercampur rata.
f. Setelah campuran merata hentikan pengadukan.
g. Angkut campuran bahan ketempat pencetakan.
Proses Pencetakan

a. Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ketempat


pencetakan, diamkan selama setengah sampai satu hari sambil ditutup dengan
plastik.
b. Sebelum kita melakukan pencetakan , taburi cetakan dengan abu terlebih
dahulu agar cetakan tidak lengket. Begitu juga dengan meja cetaknya.
c. Ambil tanah yang telah didiamkan tadi, letakkan dan masukkan dalam
cetakan yang telah di letakkan di atas meja. Kemudian pukulkan tanah yang
telah di masukkan ke dalam cetakan itu agar tanah benar-benar padat.
d. Angkat cetakan dengan sedikit menggoyangkannya, hingga bata keluar dari
cetakan.
Proses Pengeringan

a. Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ketempat


pencetakan, diamkan selama setengah sampai satu hari sambil ditutup dengan
plastik.
b. Sebelum kita melakukan pencetakan , taburi cetakan dengan abu terlebih
dahulu agar cetakan tidak lengket. Begitu juga dengan meja cetaknya.
c. Ambil tanah yang telah didiamkan tadi, letakkan dan masukkan dalam
cetakan yang telah di letakkan di atas meja. Kemudian pukulkan tanah yang
telah di masukkan ke dalam cetakan itu agar tanah benar-benar padat.
d. Angkat cetakan dengan sedikit menggoyangkannya, hingga bata keluar dari
cetakan.
Proses pembakaran & pendinginan

a. Setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama di 1
minggu waktunya siang-malam disebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang
pembakarannya bisa menampung 15.000 – 20.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau
menggunakan sekam.
b. Setelah itu batu bata disusun, lalu diatas tumpukkan batu bata diberi genteng, agar panasnya merata
selain itu juga ,mengurangi asap dari pembakaran itu.
c. Dalam proses pembakaran diperlukan 3 orang pekerja, karena untuk bergilir menjaga kestabilan
panas, agar batu bata yang dihasilkan berkualitas. Bahan bakar yang dipakai adalah kayu. Karena
dengan kayu ,pembakarnnya cepat selesai selain itu juga pembakaran dengan kayu, panas yang
ditimbulkan sangat besar dari pada memakai sekam.
d. Setelah pembakaran selesai tumpukkan batu bata tersebut di buka pelahan – lahan dan diangin-
anginkan selama 4 hari, setelah itu dilakukan pendinginan selama 1 minggu dan disusun di tempat yang
teduh
Terima Kasih