Anda di halaman 1dari 10

Kehadiran dan keberhasilan organisme tergantung pada lengkapnya

kompleks keadaan. Ketiadaan atau kegagalan organisme dapat dikendalikan


oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif atau kuantitatif dari salah
satu faktor yang mendekati batas toleransi organisme.
Sesuatu dapat menjadi faktor pembatas tidak hanya dalam jumlah yang
terlalu sedikit saja, tetapi juga dalam jumlah yang terlalu banyak. Misalnya
faktor panas, cahaya, dan juga air.
KISARAN TOLERANSI
Robert Walter Campbell Shelford (3 Agustus
1872 - 22 Juni 1912), adalah seorang ahli
entomologi, pengelola museum, dan naturalis
Inggris, dengan minat khusus pada entomologi
dan mimikri serangga.
Hukum toleransi Shelford (1913):
Setiap organisme mempunyai suatu batas toleransi yaitu kisaran antara
batas minimum dan batas maksimum ekologi.

Beberapa kaidah tambahan terhadap hukum toleransi :


1) Organisme dapat mempunyai suatu kisaran toleransi yang luas terhadap
satu faktor, dan satu kisaran sempit terhadap faktor lain.
2) Organisme yang mempunyai kisaran toleransi yang luas terhadap semua
faktor umumnya menyebar sangat luas.
3) Bila kondisi tidak optimum bagi suatu spesies karena satu faktor ekologi,
maka batas toleransi terhadap faktor ekologi lainnya akan menurun.
4) Kadangkala organisme di alam tidak benar-benar hidup pada kisaran
optimum suatu faktor fisik tertentu.
5) Reproduksi biasanya merupakan suatu periode kritis bila faktor lingkungan
menjadi terbatas. Untuk individu reproduktif kisaran toleransinya sempit.
Penman (1956) melaporkan, bila nitrogen tanah merupakan pembatas maka
ketahanan rumput terhadap kekeringan dikurangi. Air diberikan berlebihan untuk
menjaga kelayuan pada tingkat nitrogen yang rendah.
Anggrek tropik sebenarnya tumbuh leblh baik dalam cahaya matahari
penuh daripada dalam naungan, asal tetap sejuk. Tetapi kenyataan di
alam anggrek tumbuh hanva dalam naungan karena tidak tahan
pengaruh panas dari cahaya matahari langsung
Sebagai contoh pohon Cyprus dewasa tumbuh pada dataran tinggi yang kering
atau daerah yang terus menerus terendam air tetapi untuk perkembangan
kecambahnya harus pada tanah yang lembab dan tidak tergenang.
Untuk menyatakan derajat relatif toleransi, beberapa
istilah yang umum dipakai dalam ekologi menggunakan
kata “steno-“ sebagai awalan yang berarti sempit dan
kata awalan “euri-“ yang berarti luas.

Contoh:
Stenothermal-Eurythemal -- berhubungan dengan suhu
Stenohydrik-Euryhydrik -- berhubungan dengan air
Stenohaline-Euryhaline -- berhubungan dengan garam
Stenophagik-Euryphagik -- berhubungan dengan makanan
Diagram kisaran toleransi

Stenotermal Eurythermal Stenotermal


(oligotermal) (polythermal)
Aktifitas/Sebaran

Maks Min
Min Maks

Suhu
Perbandingan telur ikan Salvelinus dan telur katak (Rana pipiens).
Telur ikan salvelinus berkembang antara 0˚C - 12˚C dengan optimum
kurang lebih 4 ˚C. Telur katak berkembang antara 0 ˚C - 30˚C dengan
optimum sekitar 22˚C.
Jadi telur salvelinus adalah stenothermal yaitu toleran terhadap
temperatur rendah, sedangkan telur katak adalah eurythermal yaitu
toleran terhadap temperatur tinggi.
Kompensasi faktor adalah upaya organisme menyesuaikan diri
terhadap lingkungan dan memodifikasi lingkungan fisik untuk
mengurangi pengaruh kondisi fisik yang ada.

Ekotipe adalah spesies dengan


kisaran geografis luas yang
mengembangkan populasi yang
beradaptasi secara lokal.
Ekotipe mempunyai kisaran optimum
dan limit toleransi yang telah
disesuaikan dengan kondisi lokal.
Contoh ikan Ruaya diadromous yang
beradaptasi dengan perubahan
diameter dan jumlah glomerulus.