Anda di halaman 1dari 20

VISUM BAYANGAN

Rifka Defriani
H1AP12024
KRONOLOGIS PERISTIWA

Korban
Pada hari
merasakan
Selasa, tanggal korban dipukul
pusing, namun
11April 2018 dibagian kepala
mual, muntah,
sekitar pukul dan tangan.
pingsan
18.00 WIB
disangkal.
IDENTITAS UMUM KORBAN

• Jenis Kelamin : Perempuan


• Umur : 28 tahun
• Panjang Badan: 150 cm
• Berat Badan : 60 kg
• Warna Kulit : Sawo matang
• Kesan gizi : Cukup (IMT 24,2 kg/m2)
Keadaan Umum dan Tanda Vital

• Tingkat Kesadaran : Sadar penuh


• Tekanan Darah : 120/70 mmHg
• Denyut Nadi : 88 x/menit
• Pernapasan : 21 x/menit
• Suhu : 36,7 C
HASIL PEMERIKSAAN

TEMUAN YANG
BERKAITAN DENGAN
IDENTITAS KORBAN
TEMUAN PADA BAGIAN TUBUH BAGIAN LUAR
Kepala

1. Daerah berambut : Tidak ada kelainan


2. Wajah:

Luka Memar di pelipis Luka Memar di pipi


kiri kiri
P: 1 cm P: 2 cm
L: 1 cm L: 0,5 cm
• Leher : tidak ada kelainan
• Bahu : tidak ada kelainan
• Dada : tidak ada kelainan
• Punggung : tidak ada kelainan
• Perut : tidak ada kelainan
Anggota gerak atas

Luka Memar di lengan atas kiri


P: 4 cm
L: 0,5 cm
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan dari
pemeriksaan atas korban tersebut maka saya simpulkan
bahwa korban adalah seorang perempuan, umur dua puluh
delapan tahun, kesan gizi cukup. Dari pemeriksaan
didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa luka memar
pada wajah dan anggota gerak atas kiri. Akibat hal tersebut
tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk
menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencarian.
TINJAUAN PUSTAKA
TRAUMATOLOGI
Definisi
Traumatologi berasal dari kata trauma dan logos.
Trauma = kekerasan atas jaringan tubuh yang masih hidup
(living tissue)
Logos = ilmu
Ilmu yang mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan
kekerasan terhadap jaringan tubuh manusia yang masih
hidup.

Dahlan S. Ilmu Kedokteran Forensik : Pedoman bagi Dokter dan Penegak Hukum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang:
2007. h. 67-70
Trauma

Mekanik Fisik Campuran Kimiawi

Tajam Listrik Senjata Api Asam

Tumpul Petir Basa

Suhu Tinggi

Suhu Rendah

Barotrauma
Dahlan S. Ilmu Kedokteran Forensik : Pedoman bagi Dokter dan Penegak Hukum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang:
2007. h. 67-70
Trauma Tumpul

Memar Luka lecet Luka


terbuka/robek
(kontusi) (abrasi) (laserasi)

Dahlan S. Ilmu Kedokteran Forensik : Pedoman bagi Dokter dan Penegak Hukum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang:
2007. h. 67-70
Luka Tumpul
Luka memar
• Suatu perdarahan jaringan bawah kulit akibat pecahnya kapiler dan
vena yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul.

Luka lecet
• Cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang
memiliki permukaan kasar atau runcing.

Luka robek
• Luka terbuka akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan kulit
teregang ke satu arah dan bila batas elastisitas kulit terlampaui,
maka mengakibatkan robekan pada kulit.
Perdarahan dalam jaringan bawah kulit akibat
pecahnya kapiler dan vena yang disebabkan
kekerasan benda tumpul

Kadang lokasi tidak sesuai trauma


Luka
Memar

Perubahan warna

Kadang mencerminkan penyebab


1.Luka Memar

Memar merupakan salah satu bentuk luka yang ditandai oleh kerusakan
jaringan tanpa disertai diskontinuitas permukaan kulit. Kerusakan tersebut
disebabkan oleh pecahnya kapiler sehingga darah keluar dan meresap ke
jaringan di sekitarnya.

Mula-mula → terlihat pembengkakan, berwarna merah kebiruan,


4-5 hari → kuning kehijauan
≥ 7 hari → kekuningan.

Dahlan, Sofwan. Ilmu Kedokteran Forensik. Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2007
Kualifikasi Luka

Luka ringan (KUHP Ps 352 ayat 1)


Luka derajat 1 adalah apabila luka tersebut tidak menimbulkan
penyakit atau tidak menghalangi pekerjaan korban.

Luka sedang (KUHP Ps 351 ayat 1)


Luka derajat 2 adalah dapat atau menghalangi perkerjaan
korban untuk sementara waktu.

Dahlan S. Ilmu Kedokteran Forensik : Pedoman bagi Dokter dan Penegak Hukum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang: 2007. h. 67-70
Analisa Kasus
Korban perempuan, usia
28 tahun, dipukuli di • Kasus penganiayaan
bagian kepala dan tangan

Terdapat luka memar


pada wajah dan anggota • Luka akibat kekerasan tumpul
gerak atas

Tidak menimbulkan
penyakit atau halangan
untuk menjalankan • Luka ringan (KUHP Ps 352 ayat 1)
pekerjaan jabatan atau
mata pencarian
THANKYOU