Anda di halaman 1dari 35

PERTEMUAN III

FOSIL FORAMINIFERA

OLEH :
Suryawan Asfar, ST.,M.Si
PENGERTIAN FORAMINIFERA
PROTO = PERTAMA
FORAMINIFERA PROTOZOA LAUT
ZOA = HEWAM
TANPA JARINGAN YG DISEBUT EUKARIOTIK
MITOKONDRIA (Pusat Tenaga Sel)
KLOROPLAS (organel yang relatif besar, yang berisi cairan kaya protein (stroma)
BADAN GOLOGI
MEMILIKI CANGKANG KALSIT
KINGDOM PROTISTAS (rhizopoda/kaki semu)
KERABAT DENGAN AMOEBA
SEJARAH PENEMUAN FORAMINIFERA
• Herodotus (abad ke 5 SM), batugamping Piramida Mesir
mengandung Foraminifera Bentonik “Numulites”.
• Antoni Van Leuwenhoek (1600) dan Robert Hooke (1665)
menggambarkan dan mendeskripsikan jaringan foraminifera dan
mengklasifikasi foraminifera ke dalam Molusca, genus Nautilus;
• Spengler (1781) : kamar atau bilik foraminifera pada kenyataannya
dipisahkan oleh sekat;
• D’Orbigny (1826) : membuat dan menamai kelompok foraminifera;
• Dujardin (1835) : memperkenalkan ke dalam jenis protozoa,
seetelah itu d’Orbigny untuk pertama kali membuat klasifikasi
foraminifera.
EVOLUSI FORAMINIFERA
• Foram pertama kali muncul pada batuan yang berumur Juta Tahun yang lalu. Selama waktu itu, ukuran,
bentuk, konstruksi cangkang telah berubah;
• Early Cambrian ( ~525 juta tahun yang lalu) Spesies agglutinin, single-chambered semua spesies adalah
bentonik.
• Late Cambrian (>500 juta tahun yang lalu) Pertama kali adanya multi-chambered
• Devonian (>360 juta tahun yang lalu) Pertama kalinya munculnya cangkang microglanular dan porselen
• Middle Pennsylvanian (~308 juta tahun yang lalu) Pertama kali munculnya cangkang hyalin dan foram besar
• End Permian (~250 juta tahun yang lalu) Kepunahan secara masal dari foram termasuk fusulinida
besar hampir 90-95% semua spesies marin punah
• Early Jurassic (~183 juta tahun yang lalu) Pertama kali foram plangtonik muncul sebelum masa ini semua
spesies adalah bentonik
• Middle Cretaceous (~112 juta tahun yang lalu) Distribusi geografi dari foram plangtonik mulai menyebar luas
secara cepat
• End Cretaceous (~65 juta tahun yang lalu) Diversitas plangtonik menurun, dan punahnya banyak spesies
foram plangtonik
• End Paleocene (~55 juta tahun yang lalu) Kepunahan hampir setengah dari deep-water foram bentonik
• Middle Miocene (~12-19 juta tahun yang lalu) Terjadi perubahan pada komposisi dan kelimpahan dari
spesies-spesies utama foram bentonik dan plangtonik.
• Saat ini Lebih dari 10.000 spesies foram mayoritas adalah bentonik, hanya sekitar 40-50 spesies adalah
plangtonik
KLASIFIKASI FORAMINIFERA
Phyllum PROTOZOA
Kelas SARCODINA
Subkelas RHIZOPODA
Ordo FORAMINIFERA
Subordo ALLOGROMINA
Subordo TEXTULARIINA
Subordo MILIOLIINA
Subordo ROTALIINA

1. Berdasarkan cara hidupnya :


• Foraminifera Plantonik
• Foraminifera Bentonik
2. Berdasarkan bentuk cangkangnya :
• Arenaceous (Foraminifera bercangkang pasiran)
• Porcelaneous (Foraminifera bercangkang gampingan tanpa pori)
• Hyalin (Foraminifera bercangkang gampingan berpori)
1. CIRI-CIRI

• Termasuk Filum Protozoa, Kelas Sarcodin


• Mrpk Mikrofsl plg penting dlm kajian mikropal krn jlhnya sgt melimpah pd Btn Sdmn
• Kegunaan al utk menentukan umur dan lingk kedlman btn yg megandungnya

Skema tubuh foraminifera resen


(dari Shrock & Twenhovel, 1953)
2. SIKLUS DAN PERKEMBANGAN FORAMINIFERA

Foraminifera berukuran relatif besar dibanding golongan Protozoa lainnya.


• Hidup di laut secara planktonik dan benthonik,
• Dapat membentuk cangkang yang terbuat dari berbagai zat
(khitin, aglutin, silikaan dan gampingan)
• Kamar pertama yang terbentuk disebut proloculus.

Perkembangbiakan :
Aseksual : Proloculum Bsr (50-70 µm) dan Ukuran Cangkang Kcl (Meglosfeer)
Seksual : Proloculum Kcl (± 10 µm) dan Ukuran Cangkang Bsr (Mikrosfeer)
Terdptnya btk Megalosfeer dan Mikrosfeer dlm Satu Spesies : Dimorfisme
I. Individu Dewasa. Inti
membelah diri.
II. Membentuk individu
baru yg Megalosfeer.
III. Inti-inti dgn flagel sbg
Gamet jantan dan betina.
IV. Gamet-gamet saling
bergerak mencari pasangan
yg berlawanan utk
berkonyugasi (fase seksual)
membtk individu baru yg
Mikrosfeer.

Siklus perkembangbiakan foraminifera


3. MORFOLOGI CANGKANG

Semua bentuk foraminifera baik primitif/modern akan terawetkan dalam ber-macam2


bentuk cangkang (test). Cangkang biasanya terdiri dari sebuah / lebih kamar (chamber)
yg satu dgn lainnya dibatasi oleh sekat/septa.

Gambaran struktur utama tubuh


foraminifera.

Dinding : Lpsn terluar, utk melindungi bgn dlm tbhnya. Terbuat dr zat” organik yg dihslkn-
nya atau material asing yg diambil dr sekelilingnya.
Kamar : Bgn dlm foram dimana protoplasma berada.
Septa : Sekat-sekat pemisah antar kamar satu dgn yg lain.
Proloculum : Kamar utama pd cangkang foram.
Suture : Grs pertemuan antar septa dgn dinding cangkang.
Aperture : Lubang utama pd cangkang foram, sbg mulut atau jln keluar masuknya
protoplasma
4. DINDING DAN KOMPOSISI CANGKANG

Jenis dinding utama foraminifera (Jones, 1956), dibagi 2 .


• Aglutin : Dinding dari fragmen-fragmen di sekitarnya yg kemudian
direkatkan dgn semen oleh binatang itu sendiri.
• Gampingan, kalsit, aragonit : bdsr kedudukan kristalnya
dibedakan mjd ddg porselin & hyalin.

Secara Umum ada 4 macam Komposisi Cangkang : (Jones, 1956)


1. Khitin / Tektin : Btk ddg plg primitif; warna kekuningan, transparan, tdk berpori
2. Aglutin/ Arenaceous: Ag= btrn psr saja; Ar=camprn mika, ckg form, lumpur dsb.
3. Silikaaan/ Siliceous
4. Gampingan (4 tipe : Porselen, hyalin, granular dan kompleks).
a. Chitin / Tektin

Primitif, bisa berubah menjadi aglutin/arenaceous.


Dari material organik (zat tanduk, fleksibel, bening/transparan, kekuningan,
imperforate)
Jarang sbg fosil (kecuali Allogrominidae)
Beberapa gol foram (Miliolidae, Lituolidae, Asthorhizidae), sbgn
cangkangnya terbuat dari chitin, tetapi hanya melapisi bagian dalamnya saja.

b. Silikaan / Siliceous

Jarang dijumpai,
dihasilkan dari organisme itu sendiri / material sekunder,
Contoh: Ammodiscus
c. Aglutin/ Arenaceous

Kumpulan material asing (mika, Kuarsa, cangkang foram, min berat, sponge spikule) yg
direkatkan shg membentuk cangkang.
Contoh : Textularia,Ammobaculites,Haplopragmoides.

Berdasarkan kualitas & ukuran bentuk material yg digunakan : 2

 Aglutin : td.banyak material (mika, lumpur, sponge spikule, cangkang foram)


biasanya mempunyai lapisan tipis didalamnya.

 Arenaceous : td. satu material asing (butir-butir saja)


Perekatnya (tektin, chitin) bisa dihasilkan dari organisme itu sendiri /
semen yg mengandung senyawa besi (permukaan test berwarna merah).

Contoh dinding arenaceous :


¬ Psammosphaera fusca : butir-butir pasir saja
¬ Psammosphaera parva : butiran pasir dg sponge spikule
¬ Psammosphaera testacea : pecahan cangkang foram lainnya.
¬ Psammosphaera bowmanii : kepingan mika
¬ Psammosphaera rustica : sponge spikule.
d. Gampingan

 Kompleks : dari beberapa lapis, (Fussulina)


 Granular : dari kristal granuler, tanpa semen, dihasilkan dari
organisme itu sendiri,(Endothyra)
 Hyalin : bening, transparan, berpori halus/kasar, banyak
membentuk fosil, (plankton lain).
 Porselen : dari kristal kalsit yg kriptikristalin, campuran gampingan
& khitin, warna amber, (Quinqueloculina, Pyrgo).

Gambar Dinding gampingan


yg kompleks
5 Tipe utama pembtk dinding cangkng Bignot (1982)
A. Aglutin kompak (agg: aglutin; c: semen; cb: dasar chitin)
B. Aglutin berceruk (alv: alveoler, lekuk yg masuk kedalam cangkang)
C. Porselen
D. Hyalin Berpori Halus
E. Hyalin Berpori Kasar (C-D-E: sumbu optik dari elemen kristal-kristalnya)
BAGIAN-BAGIAN DARI FOSIL FORAMINIFERA

A. Proloculus
B. Kamar
C. Aperture
D. Suture
E. Umbilicus
5. BENTUK TEST DAN SUSUNAN KAMAR

Berdasarkan jumlah kamar, foraminifera : 2


1.Monothalamus test
Cangkang foram yg td.1 kamar (unilocular), biasanya bentuk tes sederhana.
1.Polythalamus test
Cangkang lebih dari 1 kamar (multilocular), bentuknya sangat kompleks.

Test Monothalamus, bentuknya :

1. Bulat /spheric /globular [Saccammina, Pilulina, Psammosphaera]


2. Botol / flask shaped [Lagena]
3. Tabung / tubular [Bathysiphon, Hyperammina, Hyperamminoides]
4. Kombinasi botol-tabung [Entosolenia]
5. Terputar dlm 1 bidang (planispiral) [Cornuspira, Ammodiscus]
6. Planispiral pd awalnya, kemudian terputar tdk teratur [Psammaphis,
Orthovertella]
7. Planispiral kemudian lurus [Rectocornuspira]
Bentuk dasar cangkang monothalamus ( Schrock & Twenhofel, 1953 dan Jones, 1956).
Bentuk dasar Cangkang monothalamus ( Moore R.C., et al, 1952).
Test Polythalamus, bentuknya :

1. Uniformed: dalam 1 bentuk test didptkan 1 macam susunan kamar.


• Uniserial : dlm 1 macam susunan kamar td.1 baris kamar.
• Biserial : dlm 1 macam susunan kamar td.2 baris kamar.
• Triserial : dlm 1 macam susunan kamar td.3 baris kamar.

2. Biformed: dalam 1 bentuk test didptkan 2 macam susunan kamar.


Misal : pada awalnya mempunyai kamar triserial, kemudian biserial.
Contoh : Heterostomella, Cribrostomum.

3. Triformed: dalam 1 bentuk test didptkan 3 macam susunan kamar.


Misalnya, awalnya biserial, kemudian terputar dn akhirnya uniserial.
Contoh : Vulvulina, Semitextularia.

4. Multiformed: dalam 1 bentuk test didptkan >3 macam susunan kamar (tipe ini
jarang dijumpai)
Skema bentuk dasar cangkang foraminifera polythalamus ( Jones, 1956)
Bentuk – bentuk dasar cangkang foraminifera ( Moore R.C., et al, 1952).
BENTUK-BENTUK TEST FORAMINIFERA

Tabular Bifurcating Radiate Arborescent Irregular Hemisperical

Zigzag Conical Spherical Cancellate Discoidal Biumbilacate Biconvex

Fusiform
Umbilicoconvex
Spiroconvex Trochospiral Lenticular
Flaring Trochospiral Biumbilicate
Deeply Umbilicus
MACAM BENTUK KAMAR FORAMINIFERA

Spherical Pyriform Globular Oved Angular Truncate

Hemisperical Angular Romboid Angular Conical Radial Elongate Claved

Tubulospinate Cyclical Flatulose Tabular Semicirculer


Uniformed (Uniserial ) :

1. Linear : a. Curvilinear [Dentalina]


b. Rectilinear dg leher [Nodogerina,Nodosaria]
2. Equitant : kamar tersusun saling menutupi sbgian / overlap, [Glandulina,
Frondicularia]
3. Terputar (Coiled Test)

 Planispiral coiled test : terputar dlm 1 bdg (bisa involut/evolut),(Elphidium,Hastigerina]


 Nautiloid : kamar terputar dan saling menyelubungi umbilicus,[Nonion,Pulleniatina]
 Rotaloid : susunan kamar dgn kenampakan berbeda, dibag.dorsalnya evolut & ventralnya
involut, [Globorotalia]
 Involute : kamar akhir menutupi sbg kamar sebelumnya, shg kamar terakhir saja yg nampak,
[Lenticulina, Elphidiumn, Robulus].
 Evolute : putaran kamar seluruhnya terlihat, [Operculina].
 Helicoid : putarannya khas, dimana tinggi lingkaran menjadi besar, [Globigerina].
Uniformed Liniear

Uniformed Equitant
Planispiral Coiled Test

Rotaloid

Nautiloid
6. APERTUR

• Lubang utama utk keluar masuknya protoplasma & biasanya tdpt pd kamar akhir.
• Foraminifera besar tidak mempunyai apertur.
• Beberapa genus mempunyai apertur > 1 apertur (Globigerinoides).
• Manfaat mempelajari apertur utk membedakan dlm klasifikasi.

Hubungan letak dan bentuk apertur :


1. Primer : lubang utama pd kamar akhir
2. Sekunder : lubang tambahan pd kamar utama
3. Asesori : lubang yg nampak tidak langsung pd kamar utama tetapi pd struktur
asesori (bulla, tegilla)

MACAM APERTUR FORAM BENTOS

Bundar Cribate Phyaline Crescentric Slit Like Multiple Radiate


Letak Apertur :
1. Terminal : di ujung kamar akhir (Nodosaria, Uvigerina)
2. Apertural face : di permukaan kamar akhir (Cribrohantkenina)
3. Umbilical : di umbilicus (Globigerina)
4. Umbilical extra umbilical : di umbilicus & melebar ke peri-peri.
5. Pheri-pheri : di bagian tepi (Cibicides)
6. Sutural : di bagian sutur.
7. Interiomarginal equatorial : di dasar kamar akhir & planispiral.
8. Infralaminal : sepanjang tepi struktur asesori (bulla, tegilla).
9. Intralaminal : menembus struktur asesori.
Bentuk apertur :

1. Bulat/sirkular: Lagena
2. Memancar
3. Phyaline
4. Celah / Slitlike
5. Bulan sabit / crescentic
6. Koma / virguline
7. Ectosolenian
8. Entosolenian :
- Cribrate
- Dendritik
- Bergigi
(mono/bifid tooth)

Jenis apertur pada Ordo foraminifera


8. HIASAN

 struktur mikro yg menghiasi bentuk fisik cangkang foraminifera.


 Sangat khas pada spesies tertentu.
 Hiasan/ornamen dapat juga dipakai sbg penciri khas untuk genus/spesies
tertentu. Contoh: Globoquadrina memiliki hiasan pd aperture “flap”.

Hiasan pd permukaan

Punctate Smooth Reticulate Pustulose Cancellate Axial Costae Spiral


Costae
Hiasan pd apertur

Flape Tooth Lip/Rim Bulla Tegilla


Hiasan pd suture

Bridge Limbate Retral Processes Raissed Bosses

Hiasan pd umbilicus

Deeply Umbilicus Open Umbilicus Umbilicus Ventral Umbo

Hiasan pd peri-peri

Keel Spine
ORDO FORAMINIFERA
a. Planktonik (mengambang), ciri-ciri :
• Susunan kamar trochospiral, planispiral, streptospiral
Planispiral yaitu sifatnya berputar pada satu bidang, semua kamar terlihat dan pandangan
serta jumlah kamar ventral dan dorsal sama. Contoh: Hastigerina.
Trochospiral yaitu sifat berputar tidak pada satu bidang, tidak semua kamar terlihat,
pandangan serta jumlah kamar ventral dan dorsal tidak sama. Contohnya: Globigerina.
Streptospiral yaitu sifat mula-mula trochospiral, kemudian planispiral menutupi sebagian atau
seluruh kamar-kamar sebelumnya. Contoh: Pulleniatina.
• Bentuk test bulat
• Komposisi test Hyaline
b.Benthonik (di dasar laut), ciri-ciri :
-. Susunan kamar planispiral
-. Bentuk test pipih
-. Komposisi test adalah aglutine dan aranaceous
A. Foraminifera Planktonik
Foraminifera planktonik jumlah genusnya sedikit, tetapi jumlah spesiesnya
banyak. Plankton pada umumnya hidup mengambang di permukaan laut dan fosil
plankton ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah geologi, antara
lain :
-. Sebagai fosil petunjuk
-. Korelasi
-. Penentuan lingkungan pengendapan
Foram plankton tidak selalu hidup di permukaan laut, tetapi pada kedalaman
tertentu ;
-. Hidup antara 30 – 50 meter
-. Hidup antara 50 – 100 meter
-. Hidup pada kedalaman 300 meter
-. Hidup pada kedalaman 1000 meter
Ada golongan foraminifera plankton yang selalu menyesuaikan diri terhadap
temperatur, sehingga pada waktu siang hari hidupnya hampir di dasar laut,
sedangkan di malam hari hidup di permukaan air laut. Sebagai contoh adalah
Globigerina pachyderma di Laut Atlantik Utara hidup pada kedalaman 30 sampai
50 meter, sedangkan di Laut Atlantik Tengah hidup pada kedalaman 200 sampai
300 meter
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai