Anda di halaman 1dari 34

Kelompok 5

Sistem pengendalian internal terdiri atas kebijakan dan


prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen
kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai
tujuan dan sasarannya.
1. Reliabilitas
pelaporan keuangan

Tujuan umum dalam


merancang sistem 2. Efisiensi dan Aktivitas
pengendalian internal Operasi

3. Ketaatan pada
hukum dan peraturan
Manajemen Auditor

• Bertanggung jawab
menetapkan dan
• Memahami dan menguji
menyelenggarakan
pengendalian internal atas
pengendalian internal
pelaporan keuangan.
entitas.
• Menerbitkan laporan audit
• Melaporkan secara terbuka
tentang penilaian manajemen
tentang keefektifan
atas pengendalian
pelaksanaan pengendalian
internalnya.
tersebut.
Ada dua konsep utama yang
melandasi perancangan dan
implementasi pengendalian
internal:

1. Kepastian yang layak 2. Keterbatasan inheren


Section 404 dari UU Sarbanes Oxley
mengharuskan manajemen semua perusahaan publik
untuk megeluarkan laporan pengendalian internal yang
mencakup hal-hal berikut ini:
• Suatu pernyataan bahwa manajemen bertanggung
jawab untuk menetapkan dan menyelenggarakan
struktur pengendalian intenal yang memadai serta
prosedur pelaporan keuangan.
• Suratu penilaian atas efektivitas struktur pengendalian
internal dan prosedur pelaporan keuangan per akhir
tahun fiskal perusahaan.
1. Rancangan Pengendalian 2. Efektivitas Pelaksanaan
Internal Pengendalian
1. Pengendalian atas
Reliabilitas Pelaporan
Keuangan

2. Pengendalian atas
Kelas-Kelas Transaksi
Contoh tujuan audit yang berhubungan dengan transaksi penjualan

Tujuan audit yang berhubungan dengan


Tujuan audit Tujuan auditdengan
yang berhubungan yang berhubungan dengan
transaksi bentuk umumtransaksi bentuk umumtransaksi penjualan
Transaksi yang dicatat memang ada
Transaksi yang dicatat(keterjadiaan)
memang ada Penjualan yang dicatat adalah untuk pengiriman
(keterjadiaan) Transaksi yang sudah dicatat
yang (kelengkapan)
dilakukan kepada pelanggan yang ada.
Transaksi yang sudah dicatat (kelengkapan) Transaksi penjualan yang ada telah dicatat.
Transaksi yang tercatat dinyatakan dalam
Transaksi yang tercatat jumlah yang dalam
dinyatakan benar (keakuratan)
Penjualan yang dicatat adalah senilai barang-barang
jumlah yang benar (keakuratan) yang dikirimkan serta ditagihkan dan dicatat dengan
Transaksi yang dicatat dicantumkan dengan
tepat.
benar dalam
Transaksi yang dicatat dicantumkan file induk
dengan dan di
Transaksi ikhtisarkan
penjualan dicantumkan dengan benar
benar dalam file induk dengan
dan di benar
ikhtisarkan dalam file induk dan diikhtisarkan dengan benar.
dengan benar Transaksi diklasifikasikan dengan benar

Transaksi diklasifikasikan dengan benar


Transaksi Transaksi
dicatat pada tanggalpenjualan diklasifikasikan dengan tepat.
yang benar

Transaksi dicatat pada tanggal yang benar Penjualan dicatat pada tanggal yang benar.
Lingkungan Pengendalian

Penilaian Aktivitas Informasi dan


Pemantauan
Resiko Pengendalian komunikasi
PENGENDALIAN INTERNAL
Komponen Uraian komponen Pembagian lebih lanjut (jika
dapat diterapkan)

Lingkungan Tindakan, kebijakan, Subkompenen lingkungan


pengendalian dan prosedur yang pengendalian:
mencerminkan sikap  Integritas dan nilai etis
manajemen puncak,  Komitmen pada
direktur, dan pemilik kompetensi
entitas secara  Partisipasi dewan komisaris
keseluruhan tentang dan komite audit
pengendalian internal  Filosofi dan gaya operasi
dan arti pentingnya. manajemen
 Struktur Organisasi
 Kebijakan dan praktik
sumber daya manusia
Penilaian risiko Pengidentifikasian dan analisis Proses penilaian resiko:
oleh manajemen terhadap risiko  Mengidentifikasi factor-faktor
yang relevan dengan yang mempengaruhi risiko
penyusunan laporan keuangan  Menilai signifikansi risiko dan
yang sesuai dengan GAAP kemungkinan terjadinya
 Menentukan tindakan yang
diperlukan untuk mengelola
risiko
Kategori asersi manajemen yang
harus dipenuhi:
 Asersi tentang kelas transaksi
dan peristiwa lain.
 Asersi tentang saldo akun
 Asersi tentang penyajian dan
pengungkapan.
Aktivitas Kebijakan dan prosedur Jenis aktivitas pengendalian
pengendalian yang telah ditetapkan khusus:
manajemen untuk  Pemisahan tugas yang
mencapai tujuannya bagi memadai
pelaporan keuangan  Otorisasi yang tepat atas
transaksi dan aktivitas
 Dokumen dan catatan
yang memadai
 Pengendalian fisik atas
aktiva dan catatan
 Pemerikasaan independen
atas kinerja.
Informasi dan Metode yang digunakan untuk Tujuan audit yang berhubungan
komunikasi memulai, mencatat, memroses, dengan transaksi yang harus
dan melaporkan transaksi dicapai:
entitas serta mempertahankan  Keterjadian
akuntabilitas aktiva terkait  Kelengkapan
 Keakuratan
 Posting dan pengikhtisaran
 Klasifikasi
 Penetapan waktu

Pemantauan Penilaian berkelanjutan dan Tidak dapat diterapkan


periodik oleh manajemen
terhadap pelaksanaan
pengendalian internal untuk
menentukan apakah
pengendalian telah berjalan
seperti yang dimaksud dan
dimodifikasi bila perlu.
Dalam pemahaman pengendalian internal dan penilaian resiko
pengendalian bagi audit, terdapat 4 tahap prosesnya. Yaitu:

Tahap 1.
Memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman
tentang pengendalian internal: rancangan dan operasi

Tahap 2.
Menilai resiko pengendalian

Tahap 3.
Merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pengujian
pengendalian

Tahap 4.
Memutuskan resiko deteksi yang direncanakan dan
pengujian substansif
Naratif
Naratif adalah uraian tertulis tentang pengendalian
internal klien. Suatu naratif yang baik mengenai sistem akuntansi
dan pengendalian yang terkait menguraikan empat hal:
• Asal usul setiap dokumen dan catatan dalam sistem.
• Semua pemrosesan yang berlangsung.
• Disposisi setiap dokumen dan catatan dalam sistem.
• Petunjuk tentang pengendalian yang relevan dengan penilaian
resiko pengendalian.
Bagan Arus
Bagan arus pengendalian internal adalah diagram yang
menunjukkan dokumen klien dan aliran urutannya dalam
organisasi. Suatu bagan arus yang memadai mencakup empat
karakteristik yang sama yang diidentifikasi untuk naratif.
• Bagan arus yang disiapkan dengan baik sangat bermanfaat.
Kuesioner pengendali internal mengajukan
serangkaian pertanyaan tentang
pengendalian dalam setiap area audit
sebagai sarana untuk mengidentifikasi
defisiensi pengendalian internal. Sebagian
besar kuesioner meminta jawaban ya atau
tidak.
Selain memahami perancangan pengendalian internal,
auditor juga harus mengevaluasi apakah pengendalian yang
dirancang itu telah diimplementasikan. Dalam praktiknya,
pemahaman atas rancangan dan pengimplementasian sering kali
dilakukan secara bersamaan. Berikut adalah metode yang umum
digunakan:

1. Memutakhirkan dan mengevaluasi pengalaman auditor


sebelumnya dengan entitas
2. Melakukan tanya jawab dengan personil klien
3. Menelaah dokumen dan catatan
4. Mengamati aktivitas dan operasi entitas
5. Melakukan penulusuran sistem akuntansi
Auditor harus memahami perancangan dan
pengimplementasian pengendalian internal untuk
melakukan penilaian pendahuluan atau risiko
pengendalian sebagai bagian dari penilaian risiko
salah saji yang material secara keseluruhan.
1. Integritas
manajemen
Ada dua faktor utama
yang menentukan
auditabilitas:
2. Kememadaian
catatan akuntansi.
• Mengidentifikasi tujuan audit
• Mengidentifikasi pengendalian yang ada
• Menghubungkan pengendalian dengan
tujuan audit yang terhebat
• Mengidentifikasi dan mengevaluasi
defiesiensi pengendalian, defisiensi yang
signifikan,dan kelemahan yang material
• Mengevaluasi defisiensi pengendalian yang signifikan

Garis horizontal pada gambar diatas menggambarkan kemungkinan salah


saji yang berasal dari defisiensi yang signifikan,sedangkan garis vertical
menggambarkan signifikansinya. Jika peluangnya lebih dari
kecil(kemungkinan) bahwa salah saji yang material (signifikansi) berasal
dari defisiensi yang signifikansi,maka defisiensi itu dianggap sebagai
kelemahan yang material.
Pendekatan lima langkah dapat digunakan untuk
mengidentifikasi deifisiensi, defisiensi yang signifikan,
dan kelemahan yang material:
1. Mengidentifikasi pengendalian yang ada
2. Mengidentifikasi tidak diterapkannya pengendalian
kunci
3. Mempertimbangkan kemungkinan pengendalian
pengimbang
4. Memutuskan apakah ada defisiensi yang signifikan
atau kelemahan yang material
5. Menentukan salah saji yang potensial yang bisa
dihasilkan
Setelah pengendalian,defisiensi yang
signifikan, dan kelemahan yang material
diidentifikasi serta dihubungkan dengan
tujuan audit yang berkaitan dengan
transaksi,auditor dapat menilai resiko
pengendalian untuk tujuan audit yang
berkaitan dengan transaksi.
1. Mengajukan pertanyaan kepada personil
klien yang tepat
2. Memeriksa dokumen ,catatan, dan laporan
3. Mengamati aktivitas yang terkait dengan
pengendalian
4. Melaksanakan kembali prosedur klien
1. Mengandalkan bukti dari audit tahun
sebelumnya
2. Menguji pengendalian yang berhubungan
dengan resiko yang signifikan
3. Menguji kurang dari seluruh periode audit
Memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman
tentang pengendalian internal :perancanaan dan
pelaksanaan.

Menilai resiko pengendalian

Merancang ,melaksanakan,dan mengevaluasi


pengujian pengendalian.

Memutuskan resiko deteksi yang direncanakan dan


pengujian substantive
Laporan audit mengenai pengendalian internal harus
mencakup dua pendapat auditor :
• Pendapatan auditor mengenai apakah penilaian manajeman
terhadap keefektifan pengendalian internal atas pelaparan
keuangan per akhir periode fiskal telah ditanyakan secara
wajar,dalam semua hal yang material.
• Pendapatan auditor mengenai apakah perusahaan telah
menyelenggarakan,dalam semua hal yang
material,pengendalian internal yang efektif atas pelaporan
keuangan per tanggal yang disebutkan.
Jenis-jenis Pendapat :
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian
(unqualifield opinion).
2. Pendapat tidak wajar (adverse opinion).
3. Pendapat wajar dengan pengecualian atas
menolak memberikan pendapat (
qualifield or disclaimer of opinion).
Cara mengidentifikasi dan membahas perbedaan
paling penting dalam mengevaluasi, melaporkan,
dan menguji pengendalian internal untuk
perusahaan nonpublik.
1. Persyaratan pelaporan
2. Luas pengendalian internal yang disyaratkan
3. Luas pemahaman yang diperlukan
4. Menilai risiko pengendalian
5. Luas pengujian pengendalian yang diperlukan
Perbedaan Lingkup Pengendalian yang Diuji dalam Audit
Gambar 10-10
Pengendalian Internal dan Audit Laporan Keuangan

Pengendalian Internal atas


PelaporanKeuangan

Pengendalian Internal yang Digunakan


untuk Menilai Risiko Pengendalian di
Bawah Maksimum

Pengendalian yang harus diuji dalam Pengendalian yang harus diuji dalam
audit atas pengendalian internal audit atas laporan keuangan