Anda di halaman 1dari 41

FILUM APICOMPLEXA

KELOMPOK 3
OFFERING I
1 . DELIA WAHYU P.
2 . FARIDA ARIYANI
3 . MEGA BERLIANA
4 . NADILAH NUR A.
FILUM APICOMPLEXA

 Nama takson Apicomplexa diambil dari dua kata


Latin — apex (atas) dan complexus (banyak
lipatan).
 Parasit-parasit yang ada dalam filum
Apicomplexa dulunya dikelompokkan ke dalam
kelas Sporozoa menurut takson lama yang
diciptakan S. Chrevel pada 1971.
Percabangan Filum Apicomplexa
Ciri Umum Apicomplexa
 ■ Tidak memiliki alat gerak lonjong.
khusus, sehingga Sprozoa  ■ Ukuran spora sekitar 8 – 11
bergerak dengan cara meluncur mikron pada dinding kitin.
atau mengubah-ubah posisi  ■ Dinding katub tidak jelas.
tubuhnya.
 ■ Daur hidup Sporozoa
 ■ Merupakan organisme bersel menunjukkan pergiliran
tunggal (uniseluler). generasi/keturunan antara
 ■ Kebayakan bersifat parasit, bentuk seksual (fase generatif)
baik pada hewan maupun dan aseksual (fase vegetatif).
manusia.
 ■ Dapat membentuk spora pada
suatu saat dalam daur hidupnya.
 ■ Mempunyai spora berbentuk
 ■ Tubuh berbentuk bulat atau  ■ Sebagian besar spesies
oval. Sporozoa menyebabkan penyakit
 ■ Memiliki nukleus (inti sel) pada hospes (inang) yang
tetapi tidak memiliki vakuola ditumpanginya.
kontraktil.  ■ Mempunyai 2 kapsul polar
 ■ Memiliki organel-organel pada anterior, berpasangan
kompleks khusus pada salah satu dengan bentuk seperti labu,
ujung sel (apeks) yang berfungsi berukuran sama, terletak
untuk menembus sel dan pada sudut sumbu longitudinal
jaringan tubuh inang. dengan ujung posterior.
 ■ Proses penyerapan makanan,  ■ Dari depan ujung anterior
pernafasan (respirasi) dan sama dengan lebar posterior.
pengeluaran (ekskresi) terjadi
secara langsung melalui
permukaan tubuh.
Susunan Tubuh

Struktur Apicomplexan.
1-polar ring, 2-conoid, 3-micronemes, 4-rhoptries,
5-nucleus, 6-nucleolus, 7-mitochondria, 8-posterior ring,
mikrotubulus
9-suppedikular, 10-golgi apparatus, 11-mikropori.
Perkembangbiakakan Apicomplexa

 Reproduksi aseksual (vegetatif) yang terjadi di


dalam tubuh manusia secara skizogoni (pembelahan
diri dalam tubuh inang tetap) dan pada tubuh
nyamuk Anopheles betina
secara sporogoni (pembentukan spora pada inang
sementara).
 Reproduksi seksual (generatif) dengan
peleburan makrogamet dan mikrogamet di dalam
tubuh nyamuk Anopheles.
Invasi Apicomplexa Terhadap Sel Inang
Siklus Hidup Apicomplexa

siklus hidup Apicomplexa :


zigot, sporozoit, merozoit, dan gamet.
Transformasi ini berlangsung melalui tiga
fase: sporogoni, merogoni, dan gametogoni.
HABITAT

Habitat sporozoa adalah pada tanah yang lembab. Ada juga


yang hidup di tubuh manusia atau makhluk hidup melalui
perantara nyamuk Anopheles betina, yaitu Plasmodium.
1) Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan
cara difusi.
2) Sebagian besar sporozo adalah parasit karena
merugikan.
3) Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara
menyerap zat makanan dari tubuh hopesnya.
PERANAN

 Babesia bigemina merupakan spesies penyebab


penyakit demam Texas.
 Theileria parva merupakan spesies penyebab penyakit
demam Pantai Timur (Afrika).
 Toxoplasma gondii merupakan spesies Sporozoa
penyebab penyakit Toksoplasmosis yang menyebabkan
meningitis, hepatitis dan infeksi janin. Organisme ini
masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan,
misalnya daging yang tercemar kista toxoplasma dari
kotoran kucing atau burung. Infeksi Toxoplasma
gondii membahayakan bagi ibu hamil karena dapat
mengakibatkan bayi yang lahir cacat mental, kebutaan,
serta terjadinya pembengkakan hati.
 Plasmodium vivax merupakan penyebab penyakit
malaria tertiana. Masa sporulasi (masa pembentukan
spora) setiap 2 x 24 jam.
 Plasmodium ovale merupakan penyebab penyakit
limpa. Masa sporulasinya setiap 48 jam.
 Plasmodium malariae merupakan penyebab penyakit
malaria quartana. Masa sporulasinya setiap 3 x 24 jam.
 Plasmodium falciparum merupakan penyebab malaria
tropikana. Plamodium ini mempunyai masa sporulasi
sekitar 1 hari (1 x 24 jam).
KELAS SPOROZOEA
A. CIRI UMUM

• Berasal dari sebagian besar anggota


sporozoea yang menghasilkan spora.
• Anggota protozoa dari kelas sporozoea
seperti plasmodium dan coccidia yang
menyebabkan penyakit pada hewan dan
manusia.
• Konoid jika ditemukan, merupakan
konus lengkap.
• Pseudopoda, jika ditemukan
dipergunakan untuk mengambil
makanan, bukan untuk alat gerak.
B. SUSUNAN TUBUH
 Struktur Sporozoit
C. CARA BERKEMBANG BIAK/ SIKLUS
HIDUP

 Sporozoa melakukan reproduksi secara


vegetatif (aseksual) dan generatif
(seksual).
 Sporozoa memiliki pergiliran antara fase
seksual dan aseksualnya.
 Reproduksi vegetatif dilakukan dengan
pembentukan spora.
 Reproduksi generatif dilakukan dengan
pembentukan gamet dan dilanjutkan
dengan penyatuan gamet jantan dan
betina, misalnya pada Plasmodium.
 Hewan yang bersifat parasit, siklus
hidup terdiri atas tiga fase.
 Schizogony merupakan pembelahan
berulang dari tahap aseksual dan
berlangsung di dalam sel induk untuk
membentuk individu yang lebih
banyak yang disebut merozoit.
Merozoit akan meninggalkan sel
induk dan selanjutnya akan
menginfeksi sel lainnya (Schizogony
untuk menghasilkan sel induk dan
selanjutnya menginfeksi merozoit dan
juga disebut merogony).
D. HABITAT
 Kelas sporozoea hidup sebagai endoparasit pada
organisme lain.
E. ALAT GERAK
 Pergerakannya dilakukan dengan cara mengubah
kedudukan tubuhnya, karena kelas Sporozoea
tidak memiliki alat gerak khusus. Tubuh berbentuk
bulat panjang atau lonjong.
F. PERAN
 Pada umunya, kelas Sporozoea bersifat parasit dan
menyebabkan penyakit pada organisme lain.
PLASMODIUM

 Genus protozoa parasit


 Penyebab penyakit Malaria
 Klasifikasi Plasmodium :
Kingdom : Protista(Eukariot)
Kelompok : Protozoa (protista mirip hewan)
Filum : Apicomplexa
Kelas : Aconoidasida
Ordo : Haemosporida
Familia : Plasmodiidae
Genus : Plasmodium
Ciri umum Plasmodium

1. Tidak memiliki alat gerak


2. Tidak mampu hidup bebas di lingkungan
3. Hanya bisa hidup di dalam tubuh inangnya
4. Fase reproduksi seksual terjadi di dalam tubuh
manusia, fase reproduksi aseksual di tubuh
nyamuk Anopheles betina
5. Pada fase merozoit menyerang sel darah manusia
6. Menyebabkan penyakit malaria
Spesies
Plasmodium

P.
P. vivax P. ovale P. malariae
falciparum
P. falciparum
 Menyebabkan bentuk virulen (mematikan) dari
malaria pada manusia, malaria tropika tertiana
maligna atau serebral
 Serangannya tidak konstan dan ganas
 Habitat : ada di seluruh dunia, namun habitat
utama di daerah tropis dan subtropis
 Di Afrika, spesies ini adalah penyebab kematian
manusia terbesar
 P. falciparum masuk pada tubuh manusia melalui
nyamuk anopheles betina
 Hospes perantara dari P. falciparum adalah
manusia dan hospes definitifnya adalah nyamuk
anopheles betina
 P. falciparum memiliki beberapa bentuk, yaitu :
tropozoit, skizon, dan gametosit
 P. falciparum memiliki masa inkubasi sekitar
sembilan hingga empat belas hari
 Gejala awal yang ditimbulkan oleh P. falciparum :
sakit kepala, punggung, ekstremitas mual,
muntah,dan diare ringan
 Jika serangan berlanjut akan menyebabkan : gejala
berat yaitu demam tidakteratur, keringat banyak,
gelisah, mual, denyut nadi tidak teratur, limpa dan
hati membesar, anemia, gagal ginjal, serta koma
Siklus Hidup P. falciparum

Fase
Aseksual

Fase
Seksual
P. vivax

 P. vivax dibawah oleh nyamuk Anopheles betina


 Penyebab malaria tersiana benigna(pernisiosa)
 P. vivax terdapat di daerah sub tropis, tropis, dan dingin
 P. vivax juga memiliki dua hospes yaitu manusia dan
nyamuk
 Siklus hidup tidak jauh beda dengan P. Falciparum
 Ada stadium tidak aktif dalam hati selama beberapa
waktu
 P. vivax memiliki masa inkubasi antara 12 hingga 17
hari, tapi ada yang lebih dari 9 bulan
 Dalam siklus hidupnya P. vivax mempunyai beberapa
bentuk, yaitu:
1. Tropozoit muda
2. Tropozoit tua
3. Mikrogametosit
4. Makrogameteosit
5. Skizon muda
6. Skizon tua
 Gejala klinis yang ditimbulkan oleh P. vivax adalah
demam, suhu badan mencapai 40,6 o C, menggigil,
anemia, splenomegali(perbesaran limpa)
 Gejala demam timbul setiap 48 jam atau 72 jam dan
dapat timbul secara mendadak
P. ovale

 Spesies protozoa parasit yang menyebabkan malaria tertian pada


manusia
 Spesies ini berhubungan dekat dengan Plasmodium falciparum dan
Plasmodium vivax, yang menyebabkan kebanyakan penyakit
malaria
 Parasit ini lebih langka daripada dua parasit lainnya, dan tidak
seberbahaya P. Falciparum
 Plasmodium ovale hidup di daerah tropis
 Hospes dan siklus hidup mirip dengan P. Falciparum
 Morfologi saat trofozoit padat dengan kromatin besar, pigmen
coklat gelap
 Saat skizon, matang dengan 6-14 merozoit dengan inti besar
berpigmen coklat gelap
 Saat gametosit membulat hingga oval, padat memenuhi eritrosit.
P. malariae

 Protozoa parasit yang menyebabkan penyakit malaria


pada manusia dan hewan
 P. malariae berhubungan dekat dengan Plasmodium
falciparum dan Plasmodium vivax, yang menyebabkan
kebanyakan infeksi malaria
 Menyebabkan malaria kuartana benigna
 Sama dengan Plasmodium falciparum, memiliki dua
hospes (definitif nyamuk Anopheles sebagai perantara
manusia)
 Hidup di daerah tropis maupun sub tropis
 Gejala demam timbul setelah 72 jam, seperti
spenomegali, anemia, komplikasi nefrosi(gangguan
ginjal)
 Mempunyai beberapa bentuk, yaitu:
1. Tropozoit muda
2. Pita
3. Makrogametosit
4. Mikrogametosit
5. Skizon muda
6. Skizon tua
Coccidia
Coccidia yang menginfeksi kambing
35
Ciri umum :
36
 Ukuran besarnya bervariasi
 Bentuk dan jumlah sporoblas serta sporozoit berbeda
 Ookista mempunyai dinding
 Sitoplasmanya terdapat satu inti
 Inti ookista membelah danmembentuk sporoblas
 Coccidia hidup dalam sel epitel usus
 Parasit bersel satu
 Pembentuk spora dan mikroskopik yang masuk
kedalam filum Apicomplexa dan kelas Conoidasida
 Parasit intraseluler obligat
Cara berkembang biak / siklus
hidup
37
Habitat dan distribusi geografik
38

 Coccidia hidup dalam sel epitel usus,


sedangkan untuk distribusinya parasit ini
terdapat diseluruh dunia., tetapi lebih
banyak ditemukan di negeri beriklim panas.
Alat gerak
 Tidak memiliki alat gerak namun mudah
berpindah – pindah mengikuti aliran darah

Add a footer 4/27/2018


Peran
39

 Coccodiosis menyebabkan penyakit pada ternak


unggas, domba, ternak lembudan kerbau, dan
kelinci.
 Isospora dan Eimeria merupakan parasit pada
ternak unggas.
 Cryptosporodium menjadi lebih dikenal setelah
AIDS setelah hewan tersebut menyebabkan diare
kronis pada penderita AIDS. Hewan tersebut
diketahui tahan terhadap klorinasi dan sebagian
besar mematikan pada individu yang
kekebalannya menurun
Add a footer 4/27/2018
Eimeria

40

Add a footer 4/27/2018


41

Add a footer 4/27/2018