Anda di halaman 1dari 20

AIR DAN CAIRAN TUBUH

“MASALAH KEKURANGAN CAIRAN TUBUH


(DEHIDRASI) PADA MANUSIA”

Kelompok 11
1. Mira Putri Agustin 4411415004
2. Windy Gita Pratama 441141018
LATAR BELAKANG

UU RI No.13
Perusahaan tahun 2003 psl.
pabrik 86 tentang
ketenagakerjaan
Beban
tambahan: faktor
lingkungan kerja
Pekerja tidak baik
kekurangan Gangguan
cairan atau kesehatan
dehidrasi
PENGERTIAN
AIR
• Senyawa kimia yang merupakan
hasil ikatan dari unsur hidrogen
(H2) yang bersenyawa dengan
unsur oksigen (O) dalam hal ini
membentuk senyawa H2O.
KADAR AIR DALAM TUBUH
KEBUTUHAN AIR DALAM TUBUH
CAIRAN TUBUH ?

cairan di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan


yang memiliki fungsi fisiologis tertentu, yang terdiri dari air (pelarut) dan
zat tertentu (zat terlarut)
Komposisi Cairan Tubuh

1. Air

2. Zat Terlarut
Substansi yang
Elektrolit berdiasosiasi (terpisah) di
dalam larutan dan akan
menghantarkan arus listrik.

Zat
Terlarut
Substansi seperti glokusa dan
urea yang tidak berdisosiasi
Non Elektrolit dalam larutan. Non-elektrolit
lainnya yang secara klinis
penting mencakup kreatinin dan
bilirubin.
Cairan intraseluler 40% (dalam sel)

Cairan ekstraseluler 20% (luar sel)


Pencernaan Air Dalam Tubuh

Cairan tubuh hilang melalui:


•Urin – 50% dari kehilangan
cairan normal: 50 ml/ kgBB/ 24
jam
•Insensible Water Loss (50%)
- Respirasi (15%)
- Kulit (30%)
-Feses (5%)

Pengeluaran cairan yang


banyak dari dalam tubuh
tanpa diimbangi pemasukkan
cairan yang memadai dapat
berakibat dehidrasi
MASALAH KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH

DEHIDRASI

•Dehidrasi adalah suatu keadaan penurunan


total air di dalam tubuh karena hilangnya cairan
secara patologis.

•Dehidrasi terjadi karena pengeluaran


air lebih banyak daripada jumlah
yang masuk, dan kehilangan cairan ini juga
disertai dengan hilangnya elektrolit
Faktor Patologi Penyebab Dehidrasi

Stomatitis dan
Gastroenteritis
faringitis

Ketoasidosis
Demam
diabetes (KAD)
MEKANISME DEHIDRASI

Saat air yang hilang lebih banyak daripada air yang masuk,
dehidrasi akan menstimulasi rasa haus.

Pengurangan volume darah menyebabkan tekanan darah


turun. Perubahan tersebut akan menstimulus ginjal
melepas renin yang akan mempromosikan angiotensi II.

Peningkatan impuls saraf dari osmoreseptor di hipotalamus,


memicu peningkatan osmolaritas darah dan meningkatkan
angiotensin II di darah -> menstimulus pusat rasa haus di
hipotalamus. Sensasi haus akan memacu seseorang untuk
meningkatkan asupan airnya.
Tipe Dehidrasi

Dehidrasi
Dehidrasi Isotonik Dehidrasi Hipotonik
Hipernatremik
• Jika terjadi • Dehidrasi hipertonik • Natrium hilang lebih
kehilangan air dan ditandai dengan banyak dari pada air.
garam dalam tingginya kadar Penderita dehidrasi
proporsi yang sama. natrium serum hipotonik ditandai
(+145 mmol/L) dan dengan rendahnya
peningkatan kadar natrium serum
osmolalitas efektif (-135 mmol/L) dan
serum (+295 osmolalitas efektif
mOsm/L). serum (-270
mOsml/L).
Tanda-tanda Dehidrasi
Tanda Klinis Dehidrasi
UPAYA MENGATASI DEHIDRASI
TERIMAKASIH 