Anda di halaman 1dari 13

Mengetahui dan Memahami

Pentingnya Prinsip Etika


Profesi Kedokteran

KELOMPOK B5
102013395 DAVID SUDARMAN
102013148 HERMINTA BUARLELE
1020414032 UN GERRY NAMYU
102014213JASON JULIO SUTANTO
102014014 LISA KRISTIANA
102014134 NUR LATIFAH KURNIA FAHRUDIN
102014155 ISALIN SILVANNY HOMER
102017248 KRESSA STIFFENSI SAPARANG
SKENARIO

Seorang pasien bayi dibawa orang tuanya datang ke tempat praktek dokter A, seorang dokter
anak. Ibu pasien bercerita bahwa ia adalah pasien seorang dokter obsgin B sewaktu
melahirkan, dan anaknya dirawat oleh dokter anak C. baik dokter B mapupn C tidak pernah
mengatakan
bahwa anaknya menderita penyakit atau cedera sewaktu lahir dan dirawat disana. Sepuluh
hari pasca lahir orang tua bayi menemukan benjolan dipundak kanan bayi.
Setelah diperiksa oleh dokter anak A dan pemriksaan radiologi sebagai penunjangnya, pasien
dinyatakan menderita fraktur klavikula kanan yang sudah berbentuk kalus. Kepada dokter A
mereka meminta kepastian apkah benar terjadi patah tulang klavikula, dan kapan kira-kira
terjadinya. Bila benar bahwa patah gulang tersebut terjadi sewaktu kelahiran, mereka akan
menuntut dikter B karena telah mengakibatkan patah tulang dan dokter C karena lalai tidak
dapat mendiagnosisnya. Mereka juga menduga bahwa dokter C kurang kompeten sehingga
sebaiknya ia
RUMUSAN MASALAH

Orang tua pasien yang ingin menuntut Dotker B dan C yang


dianggap lalai sehingga menyebabkan fraktur klavikula yang
sudah membentuk kalus
MIND MAP

Hubungan dokter
pasien

Jalan
keluar RM Dampak
hukum

Hubungan dokter
dan sejawat
ASPEK HUKUM
• Kelalaian medik juga dapat dimasukan kedalam dominan pidana, yaitu dengan
memanfaatkan pasal 359-360 KUHP yang mengancam seseorang dengan pidana apabila
melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan seseorang lain luka berat atau luka mati .

• Pasal1365 KUH Perdata


Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan
orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.
• Pasal 1366 KUH Perdata
Setiap orang bertanggung-jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya,
tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatiannya
• Pasal 1367 KUH Perdata
Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri,
tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi
tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.
Kaidah dasar moral profesi kedokteran:

• Otonomi: menghormati hak-hak pasien, terutama hak otonomi


pasien

• Beneficence: mengutamakan tindakan yang ditujukan ke


kebaikan pasien

• Non-maleficence: ‘primum non nocere’ – Do no harm

• Justice: mementingkan keadilan dalam bersikap maupun


dalam mendistribusikan sumber daya
HUBUNGAN DOKTER DENGAN TEMAN SEJAWAT

• Menurut Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) terdapat 4 kewajiban seorang


dokter dalam menjalani profesinya dan salah satunya itu adalah mengenai
kewajiban terhadap teman sejawat.

1. Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan
sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki
kekurangan dalam karakter atau kompetensi atau yang melakukan penipuan atau
penggelapan dalam menangani pasien.
2. Seorang dokter harus menghargai hak-hak pasien, hak-hak sejawatnya dan hak tenaga
kesehatan lainnya dan harus menjaga kepercayaan pasien.
3. Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia ingin diperlakukan.
4. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan
persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis.
HUBUNGAN DOKTER DENGAN SEJAWAT

KODEKI 14

• Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya


sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan

KODEKI 15

• Seorang dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari


teman sejawat, kecuali dengan persetujuan atau
berdasarkan prosedur yang etis
HUBUNGAN DOKTER PASIEN

• Deklarasi Geneva  seorang dokter harus


meletakkan kesehatan pasiennya sebagai perkara
yang paling utama.

• Prinsip utama moral profesi  KDB


MALPRAKTIK MEDIS

• Malpraktik,bahwa dapat terjadi karena tindakan yang disengaja seperti misconduct


tertentu, tindakan kelalaian (negligence), atau suatu kekurangan-kemahiran/ketidak-
kompeten yang tidak beralasan.

Tindakan Malpraktik : Pasal 360 KUHP

• Barangsiapa karena kesalahannya (kelalaiannya) menyebabkan orang lain mendapatkan


luka berat, diancam dengan pidana paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling
lama satu tahun.
• Barangsiapa karena kesalahannya (kelalaiannya) menyebabkan orang lain luka-luka
sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan
atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama 6
bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.
SOLUSI
Dalam kasus ini, langkah yang harus ditempuh oleh dokter A adalah harus sesuai dan berdasar pada
Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), dimana selain menghargai dan melayani pasien dengan
sebaiknya, juga menjaga hubungan yang baik denga rekan sejawatnya. Berikut hal yang bisa
dilakukan Dokter A terkait skenario diatas

1. Menjelaskan keadaan anaknya dan menjalaskan factor penyebab

2. Memberikan penangan fraktur klavikula

3. Menjelaskan bahwa kita tidak bisa menentukan fraktur tersebut akibat proses kelahiran atau
sehingga pasien sebaiknya menemui kembali dokter B dan C untuk mendapatkan keterangan lebih
lanjut terkait kedaan anakanya ( jika sebab proses kelahiran bisa banyak factor: faktor ibu,faktor
janin, dan keahlian penolong persalinan
4.Jika didapatkan keterangan lebih lanjut dan hal tersebut berkaitan dengankelalaian dr B dan C
laporkan kepada Konsil Kedokteran Indonesia terlebih dahulu sbelum ke pengadilan
KESIMPULAN

Permasalahan paling banyak yang diadukan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ke Konsil
Kedokteran Indonesia adalah berkenaan dengan masalah komunikasi. Masalah tersebut
mencakup perbuatan malapraktik, komunikasi yang tidak adekuat yang melingkup hubungan
dokter-pasien, atau persoalan etika. Untuk itu tentunya Dokter harus memiliki kemampuan
komunikasi yang baik. Di dalam komunikasi yang baik terdapat juga etika terhadap teman
sejawat yang mengharuskan setiap dokter memelihara hubungan baik dengan teman sejwatnya
sesuai makna atau butir dari lafal sumpah dokter. Terjalinnya hubungan baik antara teman
sejawat membawa manfaat tidak saja kepada dokter yang bersangkutan, tetapi juga kepada
para pasiennya. Rasa persaudaraan harus dibina sejak masa mahasiswa agar menjadi bekal yang
berharga.
TERIMA KASIH