Anda di halaman 1dari 14

KOMPLIKASI DM

dr. Pertiwi Febriana Chandrawati MSc, SpA


Komplikasi

AKUT
Komplikasi

KRONIK
Komplikasi DM
Ketoasidosis Diabetika…

 merupakan kedaruratan pada diabetes mellitus


(DM) tipe I. Dengan tatalaksana yang adekuat,
angka kematian dapat ditekan sampai 2%.
Definisi ..

 adanya kadar gula darah > 300 mg/dl, ketonemia,


dan asidosis (pH <7,32 dan kadar bikarbonat < 15
mEq/L).
Langkah Diagnostik

Anamnesis
 Kasus baru DM tipe I seringkali bermanifestasi sebagai KAD
 Pernafasan cepat dan dalam (Kussmaul) dengan bau
pernafasan aseton : asidosis
 Berat badan yang menurun akibat proses glukone0genesis
dan glikolisis.
 Dalam keadaan KAD berat (pH <7.1 dan kadar bikarbonat
serum < 10 mEq/L) pasien datang berobat dalam keadaan
syok dengan atau tanpa koma.
 Pasien DM tipe 1 lama, sering disertai gejala tambahan seperti
nyeri perut dan malaise.
 Waspadai KAD bila ditemukan dehidrasi berat namun masih
terjadi poliuria.
Pemeriksaan fisis
 ditemukan gejala asidosis, dehidrasi sedang sampai
berat dengan atau tanpa syok, sampai koma
Pemeriksaan penunjang
 Pemeriksaan penunjang awal utama : kadar gula
darah (<300mgmg/dl), urinalisis (ketonuria), dan
analisis gas darah (pH< 7,3).
 Kadar elektrolit darah, keton darah, darah tepi
lengkap, dan fungsi ginjal diperiksa sebagai data
dasar.
TERAPI…

 Dasar terapi adalah :


 Terapi cairan

 Insulin

 Koreksi gangguan elektrolit

 Pemantauan

 Penanganan infeksi
Terapi cairan

Prinsip-prinsip resusitasi cairan :


 Bila terjadi syok, atasi syok dengan memberikan cairan NaCL 0,9%
20ml dalam 1 jam sampai syok teratasi.
 Resusitasi cairan selanjutnya diberikan secara perlahan dalam 36-
48 jam berdasarkan derajat dehidrasi.
 Selama keadaan belum stabil secara metabolic (kadar bikarbonat
natrium >15 mE/q/L, gula darah < 200 mg/dl, pH >7,3) maka
pasien dipuasakan.
 Perhitungan kebutuhan cairan resusitasi total sudah termasuk
cairan yang mengatasi syok.
 Apabila ditemukan hipernatremia maka lama resusitasi cairan
diberikan selama 72 jam.
 Jenis cairan resusitasi awal yang digunakan adalah NaCL 0,9%.
Apabila kadar gula darah sudah turun mencapai < 250mg/dl cairan
diganti dengan Dektrosa 5% dalam NaCL 0,45%.
Terapi insulin

Prinsip prinsip terapi insulin


 Berikan setelah syok teratasi.
 Gunakan Rapid (regular) insulin intravena dengan dosis insulin 0,05-0,1
U/kgBB/jam. Tidak perlu diberikan bolus insulin
 Penurunan kadar gula secara bertahap tidak lebih cepat dari 75-100
mg/dl/jam.
 Insulin intravena dihentikan dengan asupan per oral dimulai bila secara
metabolic sudah stabil (kadarbiknat > 15mEq/q/L, gula darah < 200 mg/dl,
pH >7,3).
 Sebelum insulin dihentikan asupan peroral diberikan dengan menambah dosis
insulin sebagai berikut :
 Untuk makan ringan dosis insulin digandakan 2 kali selama makan sampai 30 menit setelah
selesai.
 Untuk makan besar dosis insulin digandakan 3 kali selama makan sampai 60 menit setelah
selesai.
 Selanjutnya insulin regular diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5-1
U/kgBB/hari dibagi 4 dosis atau untuk pasien lama dapat digunakan dosis
sebelumnya.
 Untuk terapi insulin selanjutnya dirujuk kedokter ahli endokrinologi anak.
Koreksi elektrolit
 Pada hipernetremia gunakan cairan NaCL 0,45%.
 Kalium diberikan sejak awal resusitasi cairan kecuali
pada anuria
 Asidosis metabolic tidak perlu dikoreksi

Pemantauan
 Vital sign
 Tumbuh kembang
THX U