Anda di halaman 1dari 16

MASA PEMERINTAHAN HERMAN WILLEM

DAENDELS

TRISA OMILY / XI IPA 5


Herman Willem Daendels (lahir
di Hattem Gelderland Republik Belanda 21 Oktober
1762– meninggal di Elmina, Belanda Pantai Emas, 2
Mei 1818 pada umur 55 tahun), adalah
seorang politikus Belanda yang
merupakan Gubernur –Jenderal Hindia-Belanda
yang ke-36. Ia memerintah antara tahun 1808 –
1811 Masa itu Belanda sedang dikuasai
oleh Perancis.
KEBIJAKAN – KEBIJAKAN DAENDELS
A. Kebijakan Pemerintahan Herman W. Daendels

Sebagai seorang revolusioner, Daendels sangat mendukung perubahan-perubahan liberal. Beliau


juga bercita-cita untuk memperbaiki nasib rakyat dengan memajukan pertanian dan perdagangan.
Akan tetapi, dalam melakukan kebijakan-kebijakannya beliau bersikap diktator sehingga dalam masa
pemerintahannya yang singkat, yang diingat rakyat hanyalah kekejamannya. Pembaruan-pembaruan
yang dilakukan Daendels dalam tiga tahun masa jabatannya di Indonesia adalah sebagai berikut.

I.) Bidang Birokrasi Pemerintahan

1. Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping gubernur jenderal dibubarkan dan
diganti dengan Dewan Penasihat. Salah seorang penasihatnya yang cakap ialah Mr. Muntinghe.
2. Pulau Jawa dibagi menjadi 9 prefektuur dan 31 kabupaten. Setiap prefektuurdikepalai oleh
seorang residen (prefek) yang langsung di bawah pemerintahan Wali Negara. Setiap residen
membawahi beberapa bupati.
3. Para bupati dijadikan pegawai pemerintah Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan
kepegawaian pemerintah Belanda. Mereka mendapat penghasilan dari tanah dan tenaga sesuai
dengan hukum adat.
II.) Bidang Hukum dan Peradilan

1. Dalam bidang hukum, Daendels membentuk 3 jenis pengadilan.


* Pengadilan untuk orang Eropa.
* Pengadilan untuk orang pribumi.
* Pengadilan untuk orang Timur Asing.
Pengadilan untuk pribumi ada di setiap prefektuur dengan prefek sebagai
ketua dan para bupati sebagai anggota. Hukum ini diterapkan di wilayah kabupaten,
sedangkan di wilayah prefektuur seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya
diberlakukan hukum Eropa.

2. Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, termasuk terhadap bangsa Eropa


sekalipun Akan tetapi, Daendels sendiri malah melakukan korupsi besar-besaran
dalam penjualan tanah kepada swasta.
III.) bidang militer dan pertahanan

Peta jalur Anyer-Panarukan yang dibangun atas perintah Gubernur


Jenderal Herman Willem Daendels. Rakyat melakukan pembuatan jalan
ini dengan kerja paksa atau rodi
Dalam melaksanakan tugas utamanya untuk mempertahankan Pulau Jawa
dari serangan Inggris, Daendels mengambil langkah-langkah berikut ini.
1. Membangun jalan antara Anyer-Panarukan, baik sebagai lalu lintas
pertahanan maupun perekonomian.
2. Menambah jumlah pasukan dalam angkatan perang dari 3000 orang
menjadi 20.000 orang.
3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang. Hal itu dilakukan
karena beliau tidak dapat mengharapkan lagi bantuan dari Eropa akibat
blokade Inggris di lautan.
4. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
IV.) Bidang Ekonomi dan Keuangan

1. Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene


Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.
2. Mengeluarkan uang kertas.
3. Memperbaiki gaji pegawai.
4. Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib
(Verplichte Leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap
dilanjutkan, bahkan ditingkatkan.
5. Mengadakan monopoli perdagangan beras.
6. Mengadakan Prianger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan
dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspoer (seperti kopi)
V.) Bidang Sosial
1. Rakyat dipaksa melakukan kerja paksa (rodi) untuk
membangun jalan Anyer-Panarukan.
2. Perbudakkan dibiarkan berkembang.
3. Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan,
atau sultan.
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos
B. Akhir Kekuasaan Herman Willem Daendels

Kejatuhan Daendels antara lain disebabkan oleh hal-hal


sebagai berikut.
1. Kekejaman dan kesewenang-wenangan Daendels
menimbulkan kebencian di kalangan rakyat pribumi maupun
orang-orang Eropa.
2. Sikapnya yang otoriter terhadap raja-raja Banten, Yogyakarta,
dan Cirebon menimbulkan pertentangan dan perlawanan.
3. Penyelewengan dalam penjualan tanah kepada pihak swasta
dan manipulasi penjualan Istana Bogor.
4. Keburukan dalam sistem administrasi pemerintahan.
MASA PEMERINTAHAN THOMAS STAMFORD
BINGLEY RAFFLES

ATIKA PITALOKA / XI IPA 5


Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir
di Jamaica, 6 Juli 1781 – meninggal
di London, Inggris, 5 Juli 1826 pada
umur 44 tahun) adalah Gubernur-
Jenderal Hindia-Belanda yang
terbesar. Ia adalah seorang
warganegara Inggris. Ia dikatakan
juga pendiri kota dan negara
kota Singapura. Ia salah seorang
Inggris yang paling dikenal sebagai
yang menciptakan kerajaan
terbesar di dunia.
Bidang Birokrasi dan Pemerintahan
Langkah-langkah Raffles pada bidang pemerintahan
adalah:
 Membagi Pulau Jawa menjadi 18 keresidenan (sistem
keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964
 Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan
oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan
kolonial yang bercorak Barat
 Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi
dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara
turun-temurun
 Sistem juri ditetapkan dalam pengadilan
Bidang Ekonomi dan Keuangan
 Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman
ekspor, sedang pemerintah hanya berkewajiban
membuat pasar untuk merangsang petani menanam
tanaman ekspor yang paling menguntungkan.
 Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan
sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang
sudah diterapkan sejak zaman VOC.
 Menetapkan sistem sewa tanah (landrent) yang
berdasarkan anggapan pemerintah kolonial.
Pemungutan pajak secara perorangan.
Bidang Hukum
Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih
baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels.
Karena Daendels berorientasi pada warna kulit
(ras), Raffles lebih berorientasi pada besar
kecilnya kesalahan. Badan-badan penegak hukum
pada masa Raffles sebagai berikut:
 Court of Justice, terdapat pada setiap residen
 Court of Request, terdapat pada setiap divisi
 Police of Magistrate
Bidang Sosial
 Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) dan
penghapusan perbudakan, tetapi dalam
praktiknya ia melanggar undang-undangnya
sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis
perbudakan. Peniadaan pynbank (disakiti),
yaitu hukuman yang sangat kejam dengan
melawan harimau.
Bidang Ilmu Pengetahuan
 Ditulisnya buku berjudul History of Java di London pada tahun 1817 dan
dibagi dua jilid
 Ditulisnya buku berjudul History of the East Indian
Archipelago di Eidenburg pada tahun 1820 dan dibagi tiga jilid
 Raffles juga aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah
perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
 Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi
 Dirintisnya Kebun Raya Bogor
 Memindahkan Prasasti Airlangga ke Calcutta, India sehingga diberi nama
Prasasti Calcutta
 Dari kebijakan ini, salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di
wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah
kanan ke sebelah kiri, yang berlaku hingga saat ini.